Hilangnya Cinta Suamiku

Hilangnya Cinta Suamiku
Honeymoon


Melani dan Reynaldi memutuskan untuk langsung pergi honeymoon ke Bali. Melani berharap, hal ini bisa membuat dia semakin bersemangat untuk hidup. Kini mereka sudah dalam perjalanan menuju Bandara. Rencananya, mereka akan berbulan madu selama empat hari tiga malam.


Melani tampak meletakkan kepalanya di pundak suaminya, dan Reynaldi terus menggenggam tangan istrinya erat. Reynaldi sudah mulai mencintai Melani, dia berharap sang istri benar-benar sudah berubah.


Mereka sudah sampai di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, dan akan langsung ke hotel tempat mereka akan menginap. Sebuah hotel yang mewah, yang memiliki kolam renang secara privat. Melani ingin menikmati waktu kebersamaannya bersama sang suami tercinta.


Sesampainya di hotel, Melani dan Reynaldi langsung menuju kamar mereka. Kini mereka berdua sudah berada di kamar mereka. Ini pertama kaliannya bagi Reynaldi, merasakan seperti ini.


"Bulan madu yang sangat indah. Makasih atas kebahagiaan yang kamu berikan untukku. Maaf, aku belum bisa membuat kamu bahagia," ucap Reynaldi yang kini melingkarkan tangannya di pinggang ramping istrinya.


"Iya, tak apa-apa. Aku tak akan mempermasalahkan hal ini. Kamu tetap berada di sampingku saja, aku sudah merasa bahagia," sahut Melani.


"Aku janji, akan selalu membahagiakan kamu! I love you," ucap Reynaldi sambil melabuhkan kecupan di kening Melani.


Kali ini rasanya sangat berbeda, pernikahan mereka sudah mulai di bumbui rasa cinta dari keduanya. Mereka lebih terlihat bahagia, daripada pernikahan mereka yang pertama.


Reynaldi meletakkan bibirnya di bibir istrinya, kemudian mencium bibir istrinya dengan penuh kelembutan. Melani terlihat menikmatinya. Reynaldi berhasil membuat tubuh istrinya dalam keadaan polos. Tubuh Melani terlihat kurus. Namun, Reynaldi tak mempermasalahkannya. Dia menerima istrinya apa adanya.


Reynaldi langsung menggendong tubuh Melani ke ranjang. Kemudian mencumbunya kembali. Keduanya semakin bergairah. Terlebih, saat lidah Reynaldi kini bermain di bukit kembar Melani, Reynaldi juga menyusu seperti anak bayi yang kelaparan.


Desa*han demi desa*han mengiringi percintaan mereka. Hal itu membuat Reynaldi menjadi semakin bersemangat. Reynaldi semakin mempercepatnya. Lidahnya semakin turun, kini sudah tepat di depan area sensitif istrinya. Dia sudah melebarkan kedua pangkal paha istrinya.


Tubuh Melani bergelinjang, matanya terlihat merem melek. Dia juga mengarahkan sang suami, untuk semakin memperdalam. Hingga akhirnya, dia menjerit, karena mendapatkan pelepasan. Kepalanya terasa sedikit sakit. Namun, dia menahannya.


"Sayang, aku mulai ya?" Reynaldi berkata kepada sang istri. Melani tampak menganggukkan kepalanya, sebagai tanda dia setuju. Tentu saja hal itu membuat Reynaldi semakin bersemangat. Dia meminta sang istri mengu*lum miliknya. Membuat Reynaldi tak mampu menahannya lagi.


Hinga akhirnya, mereka memutuskan untuk memulai bercinta. Reynaldi mulai mengarahkan miliknya ke milik istrinya. Keduanya mende*sah, saat rudal Reynaldi berhasil masuk dengan sempurna.


Reynaldi mulai memompanya. Perlahan demi perlahan. Hingga akhirnya keduanya mendapatkan pelepasan. Reynaldi berhasil menumpahkan benihnya di rahim istrinya, berharap sang istri bisa segera hamil.


"Makasih ya, Sayang!" ucap Reynaldi sambil melabuhkan kecupan di pucuk kepala dan kening istrinya. Menunjukkan rasa cintanya kepada sang istri, bukan hanya sekadar nap*su.