Cinta Agusd Si Kucing Tampan

Cinta Agusd Si Kucing Tampan
63. Kakak vs Irene


"Agust, untuk sekarang hari libur kamu di rolling ya." kata Irene memberitahu Agust.


"Kamu libur di hari Kamis," sambungnya.


"Baik Nona," jawab Agust terlihat murung mendengarnya.


"Hem...liburku nggak bareng sama Archi. Aku nggak bisa menghabiskan waktu lebih banyak sama Archi," pikir Agust sedih.


"Dengan begini kalian akan jarang ketemu Agust." batin Irene tersenyum senang.


Malam hari saat Archi telah pulang bekerja dan selesai mandi.


"Mulai Minggu ini aku liburnya hari Kamis nggak hari Minggu, Archi."


"Kok gitu sih. Padahal Minggu ini aku mau ngajak kamu jalan-jalan." sahut Archi bernada murung.


"Yah...aku juga nggak tahu. Bos yang mengaturnya."


"Huh...bosnya yang kecentilan itu ya. Ngeselin dasar. Sok cantik!" dumel Archi dalam hatinya.


Hari Minggu yang cerah.....


Archi menghabiskan hari Minggunya dengan bersantai, rebahan di kasur sambil mendengarkan lagu Agust D dari airpods nya.


Hingga sore menjelang, Archi pun merasa bosan karena nggak ada teman bicara seperti biasanya saat Agust libur. Dia pun turun ke bawah. Di ruang tamu dia melihat Kakak sedang menonton televisi sendirian tapi sambil bermain handphone.


"Ayah dan Ibu kemana?" tanya Archi sambil duduk di single sofa.


"Nggak tahu, mereka bertiga pergi dari habis makan siang."


"Hem...jalan-jalan nggak ngajak kita."


"Mau ikut aja loh kaya anak kecil." ledek Kakak sambil melempar bantal sofa.


"Ya kan aku juga mau ikut jalan-jalan. Bosan si Agust kerja." jawab Archi manyun.


"Ada aja dicuekin. Nggak ada dicariin." timpal Kakak.


"Syirik aja. Kakak nggak kerja atau kencan?"


"Nggak ada jadwal siaran. Jeremy juga lagi ada urusan keluarga katanya." jawab kakak.


"Aku ada ide."


"Ide apaan? Pasti yang nggak jelas deh."


"Jelaslah. Kita ke tempat kerja Agust yuk!" ajak Archi.


"Idih ngapain? Dia lagi kerja, jangan diganggu."


"Ya kan kita nggak ganggu. Kita makan pizza di sana." Archi mengedipkan mata cepat.


Kakak jijik melihat dari sudut matanya.


"Nggak ah kalau suruh bayar sendiri."


"Aku yang traktit deh."


"Hem...yang mau ketemu bucinnya ampe segitunya. Ya udah hayo aja kalau dapat gratisan. Aku ganti celana dulu." kakak menunjuk celana pendek yang sedang dia pakai.


"Oke, aku juga ambil dompet dulu ke atas."


Dengan berjalan kaki mereka pun pergi ke depan komplek hingga sampai di resto Irene's pizza.


Archi dan kakak masuk ke dalam resto di sambut Agust yang sedang berjaga di depan pintu.


"Kalian," ucap Agust senang melihat Archi dan Kakak datang.


"Silahkan lewat sini!" kata Agust mengantarkan mereka ke meja dekat jendela depan.


"Agust... Biar aku aja!" kata Irene mendekati Archi dan Kakak di mejanya.


"Kamu jaga pintu aja." kata Irene dengan ketus.


Kakak menatap Irene dengan sinis dari sudut matanya.


"Mau pesan apa?" tanya Irena, fake smile.


"Smoked Beef reguler, Fettuccine Lava with crispy Chicken, sama minumnya Greentea Shake," pesan kakak.


"Spaghetti hot sauces 1, sama minumnya cola aja ya." sambung Archi.


"Baik, di tunggu ya." kata Irene pergi dari meja Archi dan Kakak.


"Nyebelin banget nggak sih dia!" bisik Kakak membicarakan Irene.


"Dia bos Agust," sahut Archi dengan berbisik.


"Ih sok kecantikan. Baru lihat aja rasanya mau kakak jambak rambutnya."


"Hahaha..." Archi tertawa ditahan.


"Bisa banget kakak nih." sambung Archi menahan tawanya.


"Ya Abis, orang Agust mau ngelayanin kita, dia main nyerobot aja." kakak masih berbisik.


"Jangan jangan dia suka sama Agust, ya?" terka Kakak.


"Masa? Bosnya suka sama Agust?"


"Kenapa nggak," jawab Kakak.


"Hati-hati suamimu diambil pelakor," pesan kakak.


Archi membuat tanda oke dengan jarinya sambil membentuk oke dimulutnya.


Sambil makan, Archi dan Agust di dekat pintu masuk saling curi-curi pandang sambil tersenyum malu-malu. Benar-benar seperti AbG sedang jatuh cinta.


Melihat mereka seperti itu di belakang meja konter ada hati yang tengah terbakar. Matanya memandang geram pemandangan yang menjengkelkan baginya.


"Vita, gantikan Agust jaga pintu!" ketus Irene kepada Vita.


"Baik Nona," jawab Vita malas.


Selesai makan, Kakak dan Archi pergi keluar restoran.


"Agust bentar lagi selesai kerjanya. Kita tunggu Agust dulu ya, Kak?"


"Iya," jawab Kakak sambil fokus di handphone-nya.


Agust pun keluar dari resto dengan wajah kesal.


"Kenapa?" tanya Archi.


"Disuruh antar bos Irene dulu," jawab Agust sambil menurunkan box pizzanya.


"Enak banget sih tuh orang nyuruh-nyuruh sini Kakak kasih dia pelajaran,"


"Eh..., jangan ka. Nanti Agust kena masalah." kata Archi.


Irene keluar dengan wajah songongnya dan naik ke atas motor yang sudah ditunggangi Agust di depan.


"Heh... Jam kerja Agust kan sudah selesai, masih aja disuruh-suruh!" ketus Kakak mendekati Irene.


"Kakak! Ih udah." Archi menarik kakaknya.


Agust melajukan motornya.


"Kamu kenapa sih? Kakak mau kasih tuh cewek pelajaran buat nggak deketin laki orang. Malah kamu larang." gerutu Kakak.


"Malu Kak, diliatin orang-orang. Lagian nanti Agust kena masalah sama atasannya. Udah biarin aja." jawab Archi.


"Kamu tuh harus punya sikap Archi. Gimana kalau dia ngerebut suami kamu, hayo gimana?"


"Aku percaya sama Agust. Dia bukan orang kaya gitu," sahut Archi dengan yakinnya.


"Hufh...punya adik begini amat. Kalau kakak jadi kamu udah abis tuh cewek, kakak jambakin ampe rontok rambutnya."


"Iya, iya percaya. Kakak kan barbar." jawab Archi terkekeh.


"Heh...ngeledek lagi!"


"Iya udah yuk. Kita pulang aja." ajak Archi merangkul lengan kakak yang lebih tinggi darinya itu.


"Traktir Misune dulu." kata kakak memberi syarat.


"Loh kok gitu?"


"Emangnya nggak panas abis marah-marah. Biar dingin lagi nih hati," jawab Kakak.


"Hem... Harusnya yang panas hati aku. Eh malah kakak."


"Ya kamu begitu. Pasrahan orangnya."


"Ya udah aku traktir Misune. Nggak usaha bahas cewek itu lagi tapi"


"Oke, setuju!"


Setelah membeli Misune Archi dan kakak pun pulang ke rumah.


"Gimana udah adem sama 2 cone eskrim?" tanya Archi diperjalanan pulang.


"Udah soalnya ditambah yang boba sundae juga buat di bawah pulang. Hahahah..."


"Tekor aku ntraktit kakak." jawab Archi.


"Kakak juga, jadi cepet gendut ditraktir kamu. Hahaha..."


Sesampainya di rumah. Tidak lama Archi sampai Agust pun sampai di rumah. Agust menghampiri Archi yang sedang menikmati makan es krim bersama Kenjo di dapur.


"Kamu udah pulang?" kata Archi.


"Udah, maaf ya. Aku jadi nggak enak sama kamu dan Kakak."


"Nggak apa-apa kok. Tapi kamu nggak dimarahin bos kamu kan gara-gara Kakak marah-marah tadi?" tanya Archi.


"Nggak. Kok kamu malah ngekhawatirin itu sih. Apa aku berhenti kerja aja ya? Tanya Agust memandang lekat ke arah Archi.


...~ bersambung ~...