Cinta Agusd Si Kucing Tampan

Cinta Agusd Si Kucing Tampan
CAT - 131


Tuan Nicholas sudah gemetar di kursinya. Matanya pun jarang berkedip. Dia mulai gelagapan. Ketakutan.


"Itu pasti ada kesalahan waktu." tampik Tuan Nicholas masih mengelak. "Aku ingat itu sebelum kami naik ke Speedboat." jawab Tuan Nicholas mencoba mengelak. "Iya benar. Itu sebelum naik Speedboat."


"Tetapi, dilihat dari arah mereka berjalan yang menjauhi arah pantai, itu menandakan kalau Ayah dan Jeremy membawa Yoongi Hyung bukan ke Speedboat." kata Ridwan mementahkan ucapan ayahnya sendiri.


Tuan Nicholas menggeram kesal dalam hatinya. Namun dia terlalu pandai menenangkan dirinya dan juga berpura-pura.


"Jangan suka mengada-ada Ray. Kami lebih tahu darimu." sanggah Tuan Nicholas.


"Apa maksudnya semua ini Nicholas? Bisa kamu jelaskan kepadaku? Kemana kamu membawa Yoongi? Dimana dia sekarang?" Cecar Tuan Ludwig.


"Kemana lagi? Dia sudah dikubur, kan? Kalian melihatnya sendiri. Ada apa dengan kalian ini. Dengan video tidak jelas begini saja kalian membuat kehebohan. Kenyataannya sudah kalian tahu, Yoongi tenggelam." sahut Tuan Nicholas begitu ahli berakting.


"Arrghhh...!" Agust menggeram memegangi kepalanya yang tiba-tiba terasa sakit. Wajahnya menunjukkan rasa sakit yang tak tertahankan.


"Agust!" Archi bangkit dan menghampiri Agust segera. "Kenapa?"


Bayangan-bayangan saat di pantai memasuki alam bawah sadar Agust. Bertubi-tubi menciptakan rasa sakit luar biasa.


Awal bayangan saat dia berada di atas sebuah Speedboat.



Lalu dia menceburkan diri ke laut tanpa alat diving yang lengkap. Tanpa dia sadari ada seorang penyelam yang menunggunya di bawah. Penyelam tersebut menyuntikkan sesuatu yang membuatnya tidak sadarkan diri.


Dari CCTV yang ada di Speedboat hanya terlihat Yoongi menceburkan diri dan tak nampak lagi. Ini yang dijadikan bukti Yoongi tenggelam.


Di waktu bersamaan, tanpa ada yang menyadarinya, penyelam membawa Yoongi ke sisi lain Speedboat melalui sisi Speedboat yang tidak tertangkap kamera pengawas. Sebuah detail yang nampaknya telah diperhitungkan sejak awal.


Penyelam membawanya ke Speedboat lain dan membawanya ke pantai. Memanfaatkan situasi ricuh akibat demo yang anarkis, Tuan Nicholas dan Jeremy membawa Yoongi yang belum sadarkan diri yang diangkut dua pengawalnya ke sebuah tempat.


Bayangan dalam ingatan Yoongi memperlihatkan dia yang telah sadarkan diri dan memberontak dalam kungkungan dua pengawal Tuan Nicholas.


"Masih bagus kami tidak benar-benar membunuhmu keponakanku." kata Tuan Nicholas tersenyum licik. "Kamu hanya akan terkurung dalam raga kucing imut selamanya." sambung Tuan Nicholas, melihat Yoongi sedang dicekoki sesuatu cairan dari dalam botol.


"Samchon...apa yang kamu lakukan?" tanya Yoongi lalu perlahan kehilangan kesadaran.


samar-samar dia mendengar, "Setelah ini dia tidak akan ingat apapun juga."


Dalam setengah sadar, Yoongi merasakan tubuhnya menggeliat hebat. sel-sel tubuhnya merenggang dan menciut dalam waktu bersamaan secara cepat. Perlahan dia melihat sedikit perubahan pada dirinya yang menjadi kucing berwarna putih sebelum kesadarannya benar-benar hilang.


"Archi! Aku nggak kuat!" Agust memeluk Archi kuat-kuat menahan regangan saraf otaknya yang berdenyut hebat.


"Agust!" Archi menitikan airmatanya tak tahan melihat Agust menderita. "Sabarlah, Dokter akan segera datang."


Perlahan saraf menegang itu, mengendur. Rasa sakitnya pun sedikit-sedikit menghilang. Tubuh gemetar Agust tenang dalam pelukan Archi.


Archi menangis dengan mata terpejam, saat sentuhan hangat telapak tangan Agust mengusap air mata yang membasahi pipi Archi.


"Agust!"


"Aku sudah baik-baik saja." Agust memaksakan diri tersenyum kepada Archi. Untuk menenangkan istri yang tengah ketakutan.


Pemandangan yang membuat siapapun yang melihatnya cemburu, terutama Ridwan dan Irene di sana.


Archi membantu Agust untuk minum.


Setelah kondisi Agust membaik,


"Aku tahu apa yang sesungguhnya terjadi." kata Agust. "Tuan Nicholas tidak benar-benar membunuh Yoongi, melainkan mengubah Yoongi menjadi kucing." jelas Agust mengejutkan semua kecuali Tuan Nicholas.


"Apa menjadi kucing?" seru semua terheran-heran.


"Hanya Archi yang mengetahui hal itu. Karena dia menemukanku dalam rupa kucing." Agust menatap haru kepada istrinya.


Dalam benak Ridwan dia teringat kucing putih saat dia dan Archi dalam perjalanan bisnis ke Yogyakarta.


"Hatchi!" Ridwan yang terbesin karena kehadiran kucing saat itu.


"Itu kucingku." kata Archi waktu itu.


"Jadi itu Agust?" batinnya sangat terkejut.


"Hahaha...!" Tuan Nicholas tertawa terbahak-bahak. "Kalian percaya dengan yang anak muda ini katakan? Manusia jadi kucing? hahahah.... sebegitu inginnya kah kamu menjadi Yoongi sampai kamu berbohong seperti itu?"


"Dia tidak berbohong!" tampik Archi dengan keras. "Aku memang menemukan dia sebagai kucing dan berubah menjadi manusia keesokan harinya."


"Heh...jangan suka berbohong! Kamu telah berbohong, memfitnah anakku telah memperkosa dirimu. Dan sekarang kamu mau berbohong tentang hal konyol itu." Tuan Nicholas menunjuk Archi dengan telunjuknya yang begitu dekat ke wajah Archi.


"Jauhkan tangan kotormu dari wajah istriku!" Agust menepis tangan Tuan Nicholas dengan kasar. "Kamu boleh mengatakan aku berbohong, tetapi tidak dengan istriku!" bela Agust dengan tegas.


"Heuh... kalian sangat tamak. Menghalalkan segala cara untuk merebut tempat Yoongi dan menjadikan kalian pewaris di keluarga ini." tuduh Tuan Nicholas.


"Aku bahkan tidak tahu kalau Yoongi pewaris. Satu-satunya alasan aku dan Archi di sini hanyalah untuk mengetahui masa laluku. Dan penjelasan bagaimana aku bisa menjadi kucing." sahut Agust.


"Tenang dulu. Apa yang telah kami dengar memang sangat tidak masuk akal. Manusia menjadi kucing dan kucing menjadi manusia. Dan itu hanya kamu dan Archi yang tahu. Jadi sulit bagi kami mempercayai kalian." sanggah Tuan Ludwig.


"Tetapi aku percaya." Irene menimpali ingin membela Agust. "Bila dalam ingatannya seperti itu, itu bisa saja kan. Kalau dia memang Yoongi asli, kita bisa membuktikan nya dengan test DNA?" usul Irene menatap Agust penuh harap. Harapannya bahwa Agust memang tunangannya.


"Untuk apa buang-buang waktu dan uang untuk hal tidak berguna itu." tolak Tuan Nicholas.


"Aku setuju. Satu-satunya kesempatan kita membuktikan Agust adalah Yoongi adalah test DNA."


"Ayah. Test itu bisa dimanipulasi."


"Dan pasti kamulah orangnya yang akan memanipulasi hasilnya." tuduh Archi walau benar adanya.


"Test itu akan diadakan oleh dokter yang aku tunjuk dan tidak akan ada yang tahu dimana test itu dilaksanakan. Jadi sulit bagi siapapun untuk ikut campur dalam hasil test tersebut." jelas Tuan Ludwig.


"Dari hasil test itu kita akan tahu kamu benar Yoongi atau hanya seseorang yang mirip." kata Tuan Ludwig.


"Aku sebenarnya percaya kepadamu Archi. Tetapi aku memerlukan bukti yang tidak terbantahkan logika. Dan aku pun memang sangat berharap kamu adalah Yoongi." sambung Tuan Ludwig.


"Dan kamu Nicholas. Bila itu terbukti benar, bersiaplah menerima hukuman mu." ancan Tuan Ludwig.


"Gawat bagaimana bila dia memang Yoongi? Aku akan mendapatkan masalah. Aku harus mencegah test itu berhasil." batin Tuan Nicholas berpikir keras untuk menggagalkan test itu.


...~ bersambung ~...