
Noah saat ini sedang bersantai di tepian pantai yang cukup sepi. Berdiri menatap pantai dan membiarkan angin pantai menerpa wajahnya, tiba-tiba saja sebuah senyuman terlihat di wajahnya, yang semula menunjukkan ekspresi datar.
“Akhirnya mereka datang! Hampir saja aku pergi karena terlalu lama menunggu kedatangannya mereka!” kata Noah sambil sedikit menggeser tubuhnya karena ada sebuah peluru yang tertuju ke kepalanya.
“Menyerangku dari jarak jauh adalah sebuah kesalahan!” Lagi-lagi Noah bergerak santai ke kanan dan ke kiri, menghindari peluru yang ditembakkan dari kejauhan. Sudah lima peluru ditembakkan, dan semua meleset.
Setelah peluru kelima ditembakkan, Noah memberi kode pada Hans untuk membereskan keberadaan penembak jitu. Sedangkan dirinya, dia akan bersenang-senang dengan mereka yang suka melakukan pertarungan jarak dekat dengan berbagai jenis senjata.
Noah tersenyum senang saat melihat belasan orang yang datang mendekatinya dengan membawa berbagai jenis senjata. Semuanya adalah senjata tajam, dan tidak ada satupun dari mereka yang bersenjatakan senjata api. Sementara mereka yang berjalan menghampiri Noah, masing-masing dari mereka mengerutkan kening, saat melihat senyuman Noah.
Sedangkan Noah, dia memandang belasan orang itu satu-persatu, dan tidak lama pandangannya segera tertuju pada sosk yang dia kenal. “Alex, salah satu petinggi Mafia Death Snake, disaat teman-temanmu yang lainnya sudah binasa, kau justru datang menemuiku hanya untuk meminta kematian!” kata Noah dengan santainya.
“Siapa juga yang datang hanya untuk meminta kematian darimu? Asal kau tahu, kedatanganku adalah untuk mengakhiri hidupmu!” Axel tidak terkejut Noah mengetahui identitasnya, dikarenakan dia adalah bagian keluarga Ludwing, yang dengan mudahnya bisa mendapatkan informasi siapapun yang mereka inginkan.
Akan tetapi, Noah tidak perlu meminta bantuan keluarga Ludwing untuk mencari informasi orang-orang yang ingin mencelakainya, dengan kemampuannya sendiri, dia bisa melakukan jauh lebih baik dari apa yang bisa dilakukan oleh ahli IT keluarga Ludwing. Kemampuan Noah jauh melampaui kemampuan para ahli IT keluarga Ludwing, dan itu sebuah fakta, bukan hanya omong kosong.
“Kau ingin mengakhiri hidupku? Bagaimana kau bisa mengakhiri hidupku, sementara kau berada di posisi yang lemah?“ Noah menjentikkan jarinya, dan puluhan orang muncul dengan senapan serbu, yang menjadi senjata mereka. “Kalian semua boleh menembak jika ada diantara mereka yang menggunakan senjata api! Namun selama mereka hanya menggunakan senjata tajam, aku yang akan menjadi lawan mereka!” katanya.
“Baik Tuan Muda!” balas puluhan orang yang merupakan anak buah Noah, dan setelah mendengar balasan mereka, langs saja Noah mengeluarkan sebuah belati, yang akan dia gunakan melawan musuh-musuhnya.
Selanjutnya Noah langsung saja berlari maju menyerang belasan orang termasuk Alex, yang mana mereka semua adalah musuhnya. Dengan gerakan yang sangat cepat dan lincah, Noah dengan mudahnya berhasil melumpuhkan satu-persatu lawannya, dan tidak ada serangan balasan yang dapat melukainya.
Bagaikan mereka bisa membalas, sedangkan gerakan mereka jauh lebih lambat dari gerakan Noah. Bahkan Alex yang mahir menggunakan belati, apalagi saat ini dua sudah memegang belati kembar yang merupakan senjata andalannya, dia masih saja kalah cepat dan kalah lincah dari Noah.
“Sial! Dia terlalu cepat dan sangat lincah! Aku yang selama ini sudah banyak melakukan pertarungan, ini kali pertama aku bertemu lawan yang begitu cepat dan sangat lincah,” gumam Alex, yang masih berusaha menyerang Noah.
Bukannya berhasil menyerang dan melukai Noah, yang ada Alex harus melompat mundur untuk menghindari serangan Noah. Beruntung dia memiliki gerak reflek yang baik, jadi dapat terhindar dari dampak luka serius, seandainya serangan barusan mengenai tubuhnya.
Serangan Noah memang tidak mengenai tubuhnya karena dia sempat menghindar, tapi bukan berarti sepenuhnya dia lolos dari luka. Lengannya terkena ujung belati Noah, dan sekarang terus mengeluarkan darah segar.
Alex menyobek pakaiannya sendiri, dan mengikatkan sobekan pakaiannya untuk mengikat lengannya yang terluka. “Pantas saja Zero tidak berdaya berhadapan dengannya, ternyata dia bukan sosok biasa. Dia jauh berbeda dari sosok Tuan Muda dari keluarga kaya, yang biasanya hanya bisa berlindung di balik tubuh para bodyguard nya!”
“Maju mati mundur hasilnya sama, lebih baik maju dan mati secara terhormat!” kata Alex.
Pada akhirnya dia memutuskan kembali maju menyerang Noah, tapi saat dia baru saja bergerak maju, dia dibuat terkejut saat hanya tersisa empat orang termasuk dirinya, yang saat ini masih berusaha melawan Noah. Sisanya tentu saja diah meti, dan ada yang terluka parah.
“Kalian semua terlalu lemah untuk menghadapiku yang bersenjata! Baiklah, karena kalian lemah, sepertinya aku tidak perlu senjata untuk menghadapi kalian!” Noah menyimpan senjatanya, dan kali ini dia akan menyerang menggunakan tinju dan kakinya.
“Kau yang terlalu meremehkan kekuatan kami, pada akhirnya kau juga yang akan menyesalinya!” teriak Alex, lalu dia maju menyerang Noah, yang ternyata juga menurunkan kecepatannya dalam bergerak. Merasa ada kesempatan mengalahkan Noah, Alex mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk mengalahkan Noah.
Meski hanya menggunakan tangan kosong, nyatanya kedua belati Alex sama sekali tidak bisa melukai tangan Noah, yang beberapa kali bersentuhan langsung dengan kedua belatinya, yang tentu sudah terjamin ketajamannya. Namun, saat bersentuhan dengan tangan Noah, rasanya belatinya tiba-tiba dana menjadi tumpul.
‘Apa sebenarnya yang terjadi? Kenapa tiba-tiba belatiku menjadi tumpul saat bersentuhan dengan tangannya?’ batin Alex penuh tanya, tentang apa yang sebenarnya terjadi.
“Kau tidak perlu bertanya-tanya tentang apa sebenarnya yang terjadi karena senjata apapun sebenarnya tidak akan bisa melukaiku, apalagi ini cuma belati murahan!” Noah menangkap belati milik Alex, dan dengan sangat mudah dia mematahkannya, selayaknya belati itu adalah ranting kering yang begitu rapuh.
Noah dengan mudah membuat Alex pingsan, sedangkan untuk yang lainnya, tidak ada hari esok untuk mereka karena Noah sudah membunuh mereka semua. Untuk penembak jitu yang berjumlah dua orang, mereka sudah dilumpuhkan oleh Hans, bahkan kedua mayat mereka telah dibakar sebagai api unggun untuk melawan dinginnya angin laut. Hans tidak terlalu biasa dengan angin laut, oleh karena itu dia membutuhkan sesuatu sebagai penghangat.
“Bereskan mereka yang mati, dan bawa orang ini untuk dijadikan uang! Aku melihat kedua matanya bisa laku dengan harga mahal!” kata Noah memberi perintah pada puluhan anak buahnya, yang mana mereka segera pergi melakukan apa yang diperintahkan Noah. Dalam waktu singkat mereka yang mati dibawa ke tengah lautan untuk dibuang, sedangkan Alex, dia dikirim ke Ludwing Hospital untuk dirubah menjadi uang.
Noah kembali menikmati suasana pantai jauh lebih tenang dari sebelumnya, dan kembali dia menunjukkan senyuman di wajahnya saat melihat empat wanita cantik yang berjalan menghampirinya. Ya, mereka hanya berenam karena dua dari mereka masih mengalami kesulitan berjalan, dan memilih banyak-banyak istirahat di Mansion.
“Apa ada yang mengganggu kalian di sepanjang jalan menuju tempat ini?” tanya Noah, sambil menatap bergantian ke-empat kekasihnya.
Ellena, Agnes, serta Sasa, mereka mengatakan tidak ada yang mengganggu di sepanjang perjalanan. Sedangkan Joy, dia tadi sempat membantu dua wanita yang tiba-tiba di serang banyak pria.
Setidaknya ada delapan pria yang melakukan penyerangan terhadap dua orang wanita. Joy yang tidak tega melihat kejadian itu, dia membantu kedua wanita yang sebenarnya cukup jago beladiri, dan setelah bantuan dari Joy, mereka tiga wanita tidak kesulitan melawan kedelapan pria, dan dalam waktu singkat kedelapan pria berhasil dilumpuhkan.
“Kalau tidak salah kedua wanita itu bernama Vita dan Prilly. Mereka terlihat baik dan termasuk kecantikan di atas rata-rata. Entah kenapa aku tidak keberatan jika memiliki saudari seperti mereka!” kata Joy sambil melirik Noah, sedangkan wanita lainnya terkekeh pelan, dikarenakan mereka tahu maksud Joy.
Tentunya Noah juga tahu maksud dari Joy, tapi dia untuk saat ini sama sekali tidak terpikirkan untuk kembali menambah jumlah wanitanya. Baginya enam sudah jumlah yang tepat untuknya, tapi jika garis takdir menginginkan dia memiliki wanita lainnya, siapa manusia yang bisa melawan takdir itu?
“Untuk saat ini aku cukup dengan kalian semua, dan dua yang ada di rumah, tapi jika takdir membuat aku harus menambah wanita, aku tidak akan melawan takdir, asalkan aku sudah menerima persetujuan kalian!” kata Noah, dan tanpa persetujuan mereka dia tidak akan menambah wanita baru dalam hidupnya, sekalipun ada puluhan wanita cantik yang rela memberikan segalanya untuknya.
Mendengar semua itu ke-empat wanita mengangguk lalu tersenyum, dan setelahnya mereka begitu senang menikmati suasana pantai bersama Noah.
Sore ini hanya mereka yang ada di pantai, dikarenakan pantai sedang yang mereka kunjungi adalah pantai pribadi milik keluarga Ludwing, yang bersebelahan dengan pantai pribadi milik keluarga Milito.
Dengan banyaknya penjaga, keamanan mereka jelas sudah terjamin. Untuk serangan Alex dan anak buahnya, itu bukanlah kesalahan penjaga, tapi memang Noah yang sengaja melonggarkan penjagaan, supaya Alex terpancing datang menemuinya. Pada akhirnya Alex tertarik datang menemuinya, dan sekarang dia sudah diamankan.
......................
Setelah melawan beberapa pria yang ternyata merupakan anak buah Eden, Vita dan Prilly sekarang sudah berada di sebuah apartemen. Apartemen atas nama Vita, disinilah mereka tinggal, dan saat ini keduanya sedang menunggu laporan dari ahli IT yang mereka miliki, yang mana mereka menyuruh para ahli IT menyelidiki identitas wanita, yang sebelumnya membantu mereka melawan anak buah Eden.
Bukannya ingin tahu banyak tentang identitas wanita yang telah membantu mereka, tapi mereka ingin memastikan jika wanita itu memiliki pengawalan yang cukup, dikarenakan mereka yakin setelah ini Eden juga akan mengincarnya. Dari wajah serta penampilan, wanita yang mereka tahu bernama Joy, wanita itu masuk kriteria wanita idaman Eden, dan mereka yakin Eden akan melakukan apapun untuk mendapatkannya.
Ini sudah satu jam berlalu, dan ahli IT mereka belum juga memberi laporan. “Vit, apa kamu merasa jika identitas wanita itu bukanlah identitas yang mudah diselidiki?” tanya Prilly.
“Sedari awal aku sudah merasa jika ada yang tidak biasa dengan identitas wanita itu, apalagi dia memiliki kemampuan dan kekuatan jauh di atas kita. Lagipula, siapa wanita dengan identitas biasa yang dikawal ketat begitu banyak pengawal bayangan, yang sangat terlatih. Aku bahkan tidak akan menyadari keberadaan mereka, seandainya mereka tidak sengaja menunjukkan keberadaannya pada kita!” kata Vita.
“Ini belum genap satu hari kita sampai, tapi kita sudah begitu banyak menemukan hal luar biasa di tempat ini, termasuk akhirnya kita bisa bertemu dengan pria itu!” ungkap Prilly.
“Ngomongin soal pria itu, mulai besok aku akan mencari keberadaannya! Apa kamu ingin bergabung denganku?” tanya Vita.
“Tentu saja aku bergabung denganmu!” jawab Prilly, dan keduanya tersenyum.
......................
Bersambung.