Sistem Pekerja Keras

Sistem Pekerja Keras
Menghadiri Undangan Makan Malam Bersama


Mobil yang membawa Noah dan ke-enam kekasihnya melaju di jalan raya saat hari menunjukkan waktu malam.


Setelah sempat menunda selama satu hari, malam ini akhirnya Noah memenuhi undangan Vita dan Prilly, yang mengundangnya makan malam bersama.


Sebuah restoran telah dipesan secara khusus oleh Vita dan Prilly, untuk makan malam bersama Noah dan ke-enam kekasihnya.


“Sayang, bagaimana bisa kamu mengenal Vita dan Prilly? Apa kalian sudah lama saling kenal?” tanya Joy, satu-satunya kekasih Noah yang telah mengenal siapa itu Vita dan Prilly.


“Aku belum lama ini mengenal mereka, dan aku mengenal keduanya karena sempat menolong, saat mereka diserang sekelompok pria. Undangan makan malam ini juga merupakan ungkapan terimakasih mereka atas pertolonganku!” kata Noah, memberi jawaban.


Joy mengangguk pelan setelah mendengar apa jawaban Noah. Dia tidak ada sedikitpun pikirin jika Noah sedang berbohong. Kepercayaan seluruhnya telah dia berikan pada Noah, dan dia akan senantiasa mempercayai setiap perkataannya.


“Sayang, apa kamu tidak merasa jika mereka menaruh hati padamu?” tiba-tiba saja Sasa menanyakan sesuatu, yang ingin ditanyakan lima wanita lainnya.


Noah menggelengkan kepalanya. “Aku sama sekali tidak merasa jika mereka menaruh hati padaku. Baru juga aku dan mereka saling mengenal, jadi tidak mungkin mereka menaruh hati padaku! Lagipula mereka sudah tahu aku memiliki enam kekasih, jadi mustahil mereka memiliki keinginan menjadi yang ke-tujuh dan yang kedelapan,” ungkap Noah.


Ke-enam kekasih Noah baru ingat jika pria yang mereka cintai tidaklah peka pada perasaan wanita, dan pertanyaan seperti barusan sangatlah tidak tepat diberikan padanya. Lebih baik mereka melihat langsung saat bertemu Vita dan Prilly, dengan begitu mereka bakalan tahu seperti apa perasaan keduanya pada Noah.


Tiga puluh menit berlalu setelah meninggalkan rumah Noah dengan pengawalan ketat, akhirnya mobil yang membawa Noah dan yang lainnya sampai di sebuah restoran.


Mobil mewah yang membawa Noah dan ke-enam kekasihnya telah sampai di depan restoran, dan kedatangan mereka disambut langsung oleh Vita dan Prilly, yang sepertinya mereka belum lama ini datang.


Noah menjadi yang pertama keluar dari mobil setelah Jacob membukakan pintu untuknya, selanjutnya dia mengulurkan tangan, membantu ke-enam kekasihnya bergantian keluar dari dalam mobil.


Setelah semua orang keluar dari dalam mobil, ke-enam wanita terbagi menjadi dua. Tiga di sisi kiri Noah dan tiga lainnya di sisi kanan. Dengan penampilan yang begitu sempurna, mereka berjalan menghampiri Vita dan Prilly, yang penampilannya tidak kalah dari mereka.


Saat Noah menyambut baik sambutan Vita dan Prilly, dan memperkenalkan ke-enam kekasihnya pada mereka, secara bergantian ke-enam kekasihnya melihat ekspresi yang terlihat di wajah Vita dan Prilly.


Mereka hanya sepintas melihat ekspresi di wajah Vita dan Prilly, tapi itu sudah cukup untuk menjawab rasa penasaran mereka, akan perasaan Vita dan Prilly pada Noah, dan apa yang mereka yakini ternyata benar adanya. ‘Mereka menyukai Noah,’ batin ke-enam wanita di waktu hampir bersamaan.


Setelah sambutan dan perkenalan di depan pintu masuk restoran, dengan dipimpin Vita dan Prilly, mereka masuk ke dalam restoran, yang sudah disewa secara khusus untuk acara makan malam mereka.


Begitu semua orang telah duduk di tempat yang sudah disediakan, sambil menunggu makanan disajikan, Noah memilih memangku Jihan yang ikut acara makan malam, dan bermain dengan gadis kecilnya. Sementara para wanita, tanpa sepengetahuan Noah yang sedang sibuk bersama Jihan, para wanita sudah saling mengakrabkan diri, dan terlihat mereka sedang membahas sesuatu yang penting.


“Nona Vita dan Nona Prilly, jika kalian benar-benar menyukai pria itu, sebaiknya segera utarakan perasaan suka kalian! Pria itu kurang peka terhadap perasaan wanita, jadi kecil kemungkinan dia sadar akan perasaan kalian! Akan tetapi, kalau kalian ingin bersamanya, kalian harus menerima keberadaan kami, dan juga si kecil Jihan!” kata Agnes, yang berada tepat di sebelah Vita dan Prilly.


“Kami dengan senang hati menerima keberadaan kalian, dan kami berharap kalian juga mau menerima keberadaan kami, seandainya nanti kami benar-benar menjalin hubungan dengannya!” ungkap Prilly, sedangkan Vita, dia hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.


“Untuk mengutarakan rasa suka kami padanya, jika memang dia benar-benar tidak peka, kami akan mengutarakannya setelah lebih akrab dengannya! Rasanya cukup aneh mengutarakan semua itu, disaat kami belum akrab dengannya!” kata Vita.


Ke-enam kekasih Noah yang mendengar semua itu menganggukkan kepala mengerti.


Soal menerima keberadaan Vita dan Prilly sebagai kekasih Noah, dengan senang hati mereka bakalan menerima keberadaan mereka, tentu atas persetujuan Noah. Sementara untuk kapan keduanya mengungkapkan perasaan pada Noah, mereka berenam mempercayakan semua itu pada keduanya.


Setelahnya mereka terlibat pembicaraan santai, sampai akhirnya seluruh makanan dan minuman seluruhnya telah tersaji di atas meja.


Acara makan malam pun di mulai, dan saat makan malam berlangsung, tidak ada obrolan di tengah-tengah acara makan. Semua orang fokus dengan makanan masing-masing.


Makan malam berlangsung kurang lebih selama setengah jam, dan begitu selesai mereka terlibat dalam pembicaraan santai.


Dalam pembicaraan yang sedang berlangsung, jelas terlihat jika ke-enam kekasih Noah sedang mendekatkan Vita dan Prilly pada Noah. Jelas saja Noah sadar akan semua itu, dan dia terus saja mengikuti apa yang menjadi keinginan ke-enam kekasihnya. Lagipula tidak ada ruginya jika dia menjalin hubungan dekat dengan Vita maupun Prilly.


Keduanya wanita baik meski dia sudah tahu jika Vita dan Prilly merupakan pemimpin kelompok Mafia yang cukup disegani.


Ya, Noah telah mengetahui keseluruhan identitas Vita dan Prilly, tanpa diketahui oleh keduanya. Dengan keterampilannya mengumpulkan data penting yang terlindungi tanpa terdeteksi, mudah baginya mengumpulkan seluruh informasi tentang Vita dan Prilly.


......................


Tidak jauh dari restoran tempat makan malam Noah dan para wanita, bertempat di dalam sebuah mobil yang terparkir di pinggir jalan, dua pria sedang membicarakan sesuatu yang terlihat sangat penting.


“Malam ini mereka semua berkumpul di satu tempat, termasuk kedua mantan sahabatku Vita dan Prilly,” kata salah satu pria, yang mana dia adalah Eden.


“Aku tidak ada niatan mencelakai para wanita secara sengaja, targetku adalah pria, kekasih dari wanita yang aku inginkan! Setelah aku berhasil membunuh pria itu dan mendapatkan wanitaku, aku sama sekali tidak peduli dengan wanita lainnya, dan kau bebas melakukan apapun pada mereka!” ungkap pria lainnya, yang tidak lain adalah Tio.


Mereka tahu tentang acara makan malam yang dilakukan oleh Noah dan para wanita, dan mereka telah menyiapkan lebih dari tiga ribu orang hanya untuk membunuh Noah dan orang-orang yang melindunginya.


“Apa orang-orangmu sudah bergerak ke tempat itu?” tanya Eden sambil memandang Tio.


Mendengarnya Tio mengangguk pelan. “Mereka sudah berada di posisi, dan siap bergerak kapanpun kamu ingin mereka bergerak!” katanya.


Eden tersenyum begitu tahu orang-orang Tio telah berada di tempat mereka. “Tunggu mereka berada di pintu keluar restoran baru kita melakukan serangan cepat untuk membunuh pria itu dan semua pengawalnya, termasuk keberadaan pengawal bayangan di sekitar pria itu!” katanya, lalu keduanya saling melempar senyum, dan menikmati minuman yang telah tersedia di dalam mobil.


Sementara itu, tanpa diketahui oleh keduanya, saat ini ada pergerakan yang jauh lebih besar, dari orang-orang yang mereka kerahkan untuk membunuh Noah.


Pergerakan besar itu dipimpin langsung oleh Jacob dan Hans.


Sebelumnya Jacob dan Hans memang mengantarkan Noah dan yang lainnya masuk ke dalam restoran. Mengikuti rencana dan intruksi Noah, keduanya pergi meninggalkan restoran melalui pintu belakang, dan disinilah mereka sekarang, di dekat orang-orang yang datang untuk membunuh Noah.


“Bersiaplah, sebentar lagi kita akan bergerak menyerang mereka!” kata Jacob pada Hans.


“Aku sudah sangat siap! Kapanpun aku dan yang lainnya siap melakukan serangan kejutan!” balas Hans melalui alat komunikasi.


Keduanya berada di sisi berbeda, dan mereka berkomunikasi menggunakan alat khusus yang diciptakan oleh keluarga Ludwing.


Jacob dan anak buahnya akan menghadapi anak buah Eden, sementara Hans, dia dan anak buahnya akan menghadapi anak buah Tio.


“Tunggu perintah Tuan, dan kita akan langsung melakukan serangan!” ungkap Jacob.


“Baik!” balas Hans, dan suasana kembali sepi.


......................


Bersambung.