
Noah cepat menyerang dan membunuh satu demi satu, elf pria yang bersembunyi.
Dengan kecepatan serta langkah tanpa suara, mudah bagi Noah muncul secara tiba-tiba di dekat elf pria yang bersembunyi, dan tanpa menimbulkan suara dia langsung membunuhnya.
“Jumlah mereka ternyata cukup banyak.”
Sepuluh elf pria telah mati di tangannya, tapi dia masih melihat adanya puluhan elf pria, yang bersembunyi di berbagai tempat.
“Akan memakan lebih banyak waktu untuk membunuh mereka satu demi satu.”
Ingin rasanya membunuh mereka dalam satu kali serangan, tapi itu tidak bisa dilakukan karena keberadaan mereka menyebar di beberapa titik.
Pada akhirnya Noah hanya bisa membunuh mereka satu demi satu.
Di sisi lain, kedatangan Yuna, Suzy, Vika, serta Prilly, yang datang membantu kelompok elf wanita, kedatangan dan bantuan mereka segera merubah jalannya pertarungan.
Jika sesaat yang lalu kelompok elf pria mulai mendominasi jalannya pertempuran, kini keadaan berbalik.
Kelompok elf wanita yang mendapat bantuan dari Yuna dan tiga wanita lainnya, mereka mulai mendominasi jalannya pertempuran.
Para elf wanita tentu saja tahu jika mereka yang membantunya adalah empat sosok manusia, dan mereka cukup terkejut karena melihat adanya manusia lain, selain yang selama ini mereka lindungi.
Flora, pemimpin dari kelompok elf wanita bisa merasakan kekuatan ke-empat manusia, jauh lebih kuat darinya.
Bukannya merasa terancam akan kekuatan mereka, Flora dan seluruh elf wanita justru senang karena ada sosok kuat yang datang membantu mereka.
Yuna dan tiga wanita lainnya yang merasa keberadaan mereka diterima oleh para elf wanita, mereka senang karena keberadaan mereka tidak mendapatkan penolakan dari para elf wanita.
“Kalian yang terluka bisa mundur untuk mendapatkan perawatan!”
Suzy melihat ada beberapa elf wanita terluka, dan segera dia meminta yang terluka mundur, supaya segera mendapatkan perawatan.
Saat beberapa elf yang terluka mundur, posisi mereka sebelumnya segera digantikan oleh Suzy, dan dia harus berhadapan sekaligus dengan lima elf pria, yang level kekuatannya berada diantara level 509 sampai dengan level 550.
Level kekuatan yang sama sekali tidak rendah, tapi masih jauh lebih lemah jika dibandingkan dengan level kekuatan Suzy, dan tiga wanita lainnya.
Wajah ke-lima elf pria yang berhadapan dengan Suzy segera dipenuhi hasrat, yaitu hasrat ingin memiliki Suzy, dan menjadikannya sebagai wanita penghangat ranjang mereka.
Mereka bahkan menjilati bibirnya sendiri, karena tidak tahan ingin segera merasakan kehangatan tubuh Suzy.
“Cih, kalian benar-benar sekumpulan pria menjijikkan,” teriak Suzy yang tahu isi pikiran lima elf pria, yang menjadi lawannya.
“Lebih baik kalian semua mati!” lanjutnya, dan langsung saja Suzy menyerang mereka.
Awalnya, mereka yang sangat berhasrat memiliki Suzy, mereka secara terang-terangan meremehkan kekuatan yang dimiliki Suzy.
Akan tetapi, detik berikutnya begitu ada salah satu dari mereka yang tubuhnya terbelah setelah terkena cambuk Suzy, tak lagi mereka meremehkan Suzy.
Dalam keadaan terkejut setelah melihat sendiri kekuatan yang dimiliki oleh Suzy, ke-empat elf pria yang tersisa mencoba melakukan perlawanan.
Cetas... Cetas... Cetas...
Suzy mengayunkan cambuk nya sebanyak tiga kali, merespon ke-empat elf pria yang mulai menyerangnya.
Cambukan pertama dia gunakan untuk menahan serangan lawan, sementara cambukan ke-dua dan ke-tiga, masing-masing cambukan berhasil mengakhiri hidup satu elf pria.
“Tinggal kalian berdua, dan kalian akan segera menyusul ke tempat berkumpulnya orang-orang mati!” Tak membuang waktu, Suzy segera menyerang kedua lawannya, membelah tubuh mereka, dan mengakhiri hidupnya.
Belum sempat menghala napas panjang setelah membunuh lima elf pria dalam waktu singkat, lawan lainnya berdatangan, dan pertarungan kembali terjadi.
Pertarungan juga terjadi di sisi lain, saat Yuna, Vika dan Prilly mulai menunjukkan dominasinya, di tengah-tengah pertarungan.
Slash... Slash...
Dengan katana di tangan, Yuna cepat melukai dan membunuh elf pria yang menjadi lawannya.
Vika yang saat ini menggunakan belati kembar, dia tanpa ampun mencabik cabik tubuh lawannya, sebelum mengakhiri hidupnya.
Sementara itu, Prilly yang kali ini menggunakan busur dan anak panah, dia menyerang dari kejauhan, dan banyak elf pria mati hanya dengan satu anak panah yang dia lesatkan.
Kelompok elf pria yang merasa semakin terpojok, mereka bermaksud pergi melarikan diri.
Akan tetapi, mereka tidak memiliki kesempatan pergi melarikan diri, setelah kemunculan Noah, yang langsung menyerang dan membunuh elf pria yang mencoba pergi melarikan diri.
Sebelumnya Noah telah selesai membunuh seluruh elf pria yang berada di tempat persembunyian.
Begitu selesai membunuh puluhan elf pria yang berada di tempat persembunyian, Noah bergerak cepat membunuh satu demi satu elf yang mencoba pergi melarikan diri dari pertempuran.
Noah tak melepaskan satupun elf pria pergi melarikan diri. Dia senantiasa membunuh elf pria yang akan pergi melarikan diri, sampai akhirnya seluruh anggota kelompok elf pria berhasil dikalahkan.
Kalah dalam artian mereka semua telah mati, dan hanya menyisakan mayat yang berserakan dimana-mana.
Flora yang melihat seluruh elf pria berhasil dikalahkan, dia bisa bernapas lega, dan setelah memastikan anggotanya dalam keadaan baik-baik saja, dia bergegas pergi menghampiri Noah dan ke-empat kekasihnya.
“Maaf mengganggu waktu kalian! Keberadaanku di tempat ini adalah untuk berterimakasih pada kalian, yang bersedia mengulurkan tangan membantu kami!” Tulus Flora mengatakan semua itu.
Mendengar ungkapan terimakasih Flora, Noah dan ke-empat kekasihnya tersenyum.
Ke-empat wanita mengangguk pelan, begitu juga dengan Noah.
“Kami melihat kalian berada di posisi benar, oleh karena itu kami datang membantu kalian,” kata Noah.
Flora tersenyum mendengarnya, dan dia tidak menyangka hanya dengan melihat, mereka tahu siapa yang benar dan siapa yang salah.
“Apa aku boleh menanyakan sesuatu pada kalian?” ujar Flora, sambil bergantian menatap Noah dan ke-empat kekasihnya.
“Bagaimana manusia seperti kalian bisa bertahan du Dunia Monster yang begitu kejam, bahkan kalian memiliki kekuatan yang luar biasa?” tanya Flora.
“Sebenarnya kami bukan manusia yang lahir dan besar di Dunia Monster, melainkan kami adalah pendatang di Dunia ini,” jawab Noah.
“Pendatang! Bagaimana bisa kalian datang ke Dunia ini? Apa kalian bisa membangun portal dimensi untuk bepergian ke berbagai Dunia?” Flora kembali bertanya.
“Bisa dikatakan kami memang bisa membangun portal dimensi, untuk bepergian ke Dunia manapun,” ungkap Noah.
Flora yang mendengar semua itu, dia merasa jika di Dunia asal ke-lima manusia di hadapannya, adalah Dunia dimana kekuatan manusia sangat mendominasi dari kekuatan sosok selain manusia.
Dia tidak salah dengan itu, karena memang manusia sangatlah mendominasi semua hal yang ada di Bumi, Dunia asal Noah dan yang lainnya.
Sistem telah memberitahu apa yang selama ini disembunyikan oleh kelompok elf wanita, dan sekarang giliran dia bertanya tentang keadaan mereka, yang selama ini keberadaannya disembunyikan dan dilindungi oleh elf wanita.
“Sebelumnya aku sudah memberimu izin bertanya, sekarang tolong izinkan aku yang bertanya padamu!” ungkap Noah.
Flora menganggukkan kepalanya, mempersilahkan Noah menanyakan apa yang ingin ditanyakan padanya.
“Bagaimana keadaan mereka yang selama ini berada dalam perlindunganmu? Apa mereka dapat hidup layak, atau mengalami kesulitan?” tanya Noah, dan dia yakin Flora mengetahui maksud dari pertanyaannya.
“Rasanya percuma kalau aku mengatakan tidak mengerti maksud dari pertanyaanmu, dan sepertinya dari awal kalian telah mengetahui rahasia besar yang selama ini aku sembunyikan,” kata Flora.
“Untuk saat ini mereka semua dalam keadaan baik-baik saja, tapi aku sendiri tidak tahu sampai kapan bisa melindungi mereka, sedangkan mereka sedikit lebih lambat dalam peningkatan kekuatan," lanjutnya.
Noah dan ke-empat kekasihnya merasa lega, setelah mendengar para manusia dalam keadaan baik-baik saja.
“Sebentar lagi malam, apa kalian tinggal di hutan ini?” tanya Flora.
“Kami memang tinggal di hutan ini, tapi kami tidak sepenuhnya tinggal di hutan, melainkan kami tinggal di rumah, yang kami bangun tak begitu jauh dari tempat ini,” jawab Noah.
“Aku tidak pernah melihat adanya rumah di sekitar tempat ini, padahal aku dan banyak elf wanita sering bermalam di tepian kolam air terjun, tak begitu jauh dari tempat ini, dan rencananya kami malam ini juga akan bermalam di tempat itu, lalu kembali ke rumah esok hari,” ungkap Flora.
“Kebetulan rumah kami tak begitu jauh dari air terjun, yang letaknya tak begitu jauh dari tempat ini. Bagaimana kalau kita pergi bersama-sama ke tempat itu?” ajak Vika.
“Baiklah, kita akan pergi bersama-sama, tapi izinkan aku lebih dulu memanggil teman-temanku!”
Noah dan ke-empat kekasihnya mengangguk, dan tak lama kemudian mereka jalan bersama menuju air terjun, yang hanya berjarak kurang dari dua kilometer dari tempat pertarungan.
......................
Kedatangan Noah dan ke-empat kekasihnya disambut langsung oleh Agnes, dan tujuh wanita lainnya. Akan tetapi tak lama mereka mengerutkan kening, saat melihat banyaknya wanita cantik mengikuti di belakang Noah dan ke-empat saudari mereka.
Bukan hanya cantik, tapi penampilan mereka juga menarik, ditambah dengan telinga runcing yang mengingatkan mereka pada sosok elf, yang sering muncul di film fantasi.
“Siapa mereka? Apa mereka sekelompok elf cantik?” tanya Anggun pada Yuna.
“Benar, mereka adalah sekelompok elf cantik, dan malam ini mereka akan bermalam di tepian air terjun, dan esok hari mereka baru akan pulang ke rumahnya,” jawab Yuna.
“Apa sayangnya kita tidak ingin menambah jumlah istri dari mengambil salah satu elf itu?” Giliran Sasa yang bertanya.
“Tidak ada tambah-tambah! Cukup kalian dan hanya kalian!” jawab Noah yang ternyata mendengar pertanyaan Sasa, yang berada di tengah-tengah perkumpulan para wanita.
Sasa yang mendengar itu hanya tersenyum, begitu juga dengan wanita lainnya.
Sedangkan Flora dan para elf wanita, mereka benar-benar dibuat terpukau akan kecantikan dua belas kekasih Noah, dan sejak pertama melihat, mereka sebenarnya sudah kagum akan kesempurnaan yang dimiliki oleh Noah.
Flora segera saja melangkah maju, mendekati Prilly yang berada paling dekat dengannya. “Aku di sini tidak melihat adanya rumah. Kalau boleh tau, dimana sebenarnya rumah kalian?” tanyanya penasaran.
“Ikut aku, dan aku akan menunjukkannya padamu!” Prilly langsung saja menggandeng lengan Flora, dan begitu saja dia berjalan ke arah air terjun.
“Selamat datang di rumah kami!” kata Prilly, begitu dia dan Flora audah berada di dalam rumah, yang setiap harinya diterangi oleh lampu, dikarenakan lokasi rumah berada di dalam gua.
Sejak melihat air terjun yang tiba-tiba berhenti mengalir, lalu melihat pintu rumah yang megah, Flora sudah terkejut dan terkagum-kagum dengan apa yang dilihatnya.
Namun, kini dia dibuat benar-benar kagum setelah melihat bagian dalam rumah milik para manusia, yang sebelumnya datang menyelamatkan hidupnya, dan seluruh anggota kelompoknya.
Prilly hanya tersenyum melihat Flora yang terpana melihat rumah yang dibangun oleh Noah, dan juga sistem. Dia merasa wajar dengan ekspresi yang ditunjukkan Flora, dikarenakan dia yakin ini adalah kali pertamanya melihat rumah dengan fasilitas dan ornamen modern, jauh dari apa yang ada di Dunia Monster.
“Sungguh rumah yang sangat luar biasa,” kata pertama Flora, setelah cukup lama diam.
“Ini memang rumah yang luar biasa,” ungkap Prilly.
Selanjutnya Prilly mengajak Flora berkeliling, melihat-lihat keadaan di dalam rumah gua.
Sementara itu, di perkemahan ratusan elf wanita, Noah dan seluruh kekasihnya kecuali Prilly, mereka membantu memeriksa dan mengobati para elf yang terluka.
Dengan adanya obat-obatan ajaib yang dapat dibeli secara percuma dari toko sistem, mereka yang terluka dapat disembuhkan hanya dalam hitungan detik.
Mereka yang telah sembuh, atau mereka yang sebelumnya dalam keadaan baik-baik saja, segera saja mereka semua berterimakasih pada Noah dan seluruh kekasihnya.
Dengan menunjukkan senyuman tulus di wajah mereka, Noah dan seluruh kekasihnya menerima ungkapan terimakasih mereka.
Selanjutnya Noah mengeluarkan banyak bahan makanan, dan mereka malam ini akan makan besar.
Seluruh kekasih Noah, kecuali mereka yang sedang hamil, mereka segera saja membanti memasak, termasuk Prilly yang telah kembali bersama Flora.
Setelah Flora dan Prilly kembali, kini giliran elf lainnya, yang melihat keadaan rumah gua, dan mereka melakukannya secara bergantian, sampai semua orang puas melihat hal luar biasa dari rumah gua, dan malam yang indah inj ditutup dengan acara makan malam bersama.
......................
Bersambung.