Sistem Pekerja Keras

Sistem Pekerja Keras
Keberadaan Iblis Di Dalam Tubuh


Kabar kematian sosok manusia singa dan pasukannya dengan begitu cepat sampai di telinga penguasa Dunia Monster, yang merupakan Tuan dari sosok manusia singa.


“Sejak awal aku sudah yakin dia akan mati,” katanya sama sekali tidak terkejut dengan kematian manusia singa, dikarenakan semua sesuai dengan prediksinya.


“Dengan dia berhasil mengalahkan sosok manusia singa dalam kurun waktunya yang begitu cepat, dalam kehidupan kali ini sepertinya dia sedikit lebih kuat dari sebelumnya, tapi itu masih belum cukup untuk mengalahkan Iblis yang ada dalam tubuhku!” ungkap penguasa Dunia Monster.


“Hahaha... Adikmu memang yang memegang takdir kematianku, tapi itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat, karena aku akan kembali menyalahkannya, seperti kejadian yang sebelum-sebelumnya.”


Penguasa Dunia Monster mendengar suara yang menggema dalam kepalanya. Itu adalah suara Iblis yang ada dalam tubuhnya, dan hanya adiknya lah yang bisa menyingkirkan keberadaan Iblis itu dari tubuhnya, dengan cara mengakhiri hidupnya.


Dengan kematiannya, Iblis yang berada dalam tubuhn akan ikut mati, dikare jiwa Iblis itu memiliki ikatan dengan jiwanya. Saat salah satu jiwa mati, maka jiwa lainnya juga akan mati.


“Entah kenapa aku kali ini yakin jika dia dapat mengalahkanmu, dan segera mengakhiri kebersamaan kita. Jujur saja aku sudah sangat bosan berbagi tubuh dengan Iblis sepertimu,” katanya.


“Daripada terus-terusan berbagi tubuh dengan Iblis sepertimu, lebih baik aku mati,” lanjutnya.


“Aku tidak akan pernah mempercayai perkataanmu, dan daripada mengatakan omong kosong, aku akan membuktikannya padamu, kalau dia tetap akan kalah dan mati di tanganku seperti sebelumnya!” kata suara Iblis, yang terdengar begitu berat dan dingin.


“Apa kau lupa kalau dalam pertarungan terakhirmu dengannya kau sudah hampir dapat dikalahkannya? Beruntung kau waktu itu setelah racun yang ada dalam tubuhnya kambuh, sehingga kau memiliki kesempatan mengakhiri hidupnya, sebelum dia yang lebih dulu mengakhiri hidupmu,” kata Penguasa Dunia Monster, mengingat jelas kejadian terakhir, saat reinkarnasi adiknya kembali kalah di tangan Iblis yang berada di dalam tubuhnya.


“Waktu itu aku juga sedang lemah, karena kau terus-terusan melawan saat aku tengah menguasai dan mengendalikan tubuhmu. Kalau saja kau tidak melawan dan membiarkan aku melakukan apa yang aku inginkan, tak akan sulit aku membunuh adikmu!” kata Iblis dengan suara keras, menandakan jika dia sedang marah.


“Hehehehe...” Penguasa Dunia Monster terkekeh pelan mendengar semua itu, lalu dia bicara, “Saat nanti tiba kau kembali berhadapan dengannya, aku akan melakukan hal yang sama, dan jangan harap kau bisa mengalahkannya lagi, karena kali ini aku akan memastikanmu mati di tangannya.”


“Apa kau melupakan tentang satu hal, yang mana kita berdua akan mati, sekalipun hanya satu diantara kita yang mati?” ujar Iblis, mengingatkan ikatan antara jiwang dan jiwa Penguasa Dunia Monster.


“Aku lebih memilih mati di di tangan adikku saat ini juga, daripada hidup bersamamu, dan terus saja melihat kau membunuh adikku, serta orang-orang lainnya yang tak bersalah!” katanya tegas.


Iblis dalam tubuh Penguasa Dunia Monster menggerakkan giginya marah, mendengar apa yang baru dikatakan oleh Penguasa Dunia Monster, yang selama ini berbagi tubuh dengannya.


“Kalau saja tidak ada ikatan sialan yang mengikat jiwa kita, aku pasti sudah membunuhmu sejak lama!” teriaknya dengan suara pantang, tapi hanya Penguasa Dunia Monster yang dapat mendengar dengan jelas teriakannya.


“Lakukan itu, dan kita akan mati bersama!” kata Penguasa Dunia Monster.


“Jangan harap aku melakukannya, karena aku yang akan membunuh siapapun, yang berani melawanku!” katanya.


......................


Siang hari di desa tempat tinggal manusia, yang sudah dua puluh persen jadi.


Noah yang sejak kemarin dan sampai tengah malam tadi melakukan perburuan monster, siang ini dia berkeliling untuk melihat progres pembangunan desa tempat tinggal manusia, dan desa Vampir. Setelah sebelumnya dia melihat pembangunan di desa Vampir yang hampir selesai, kini dia berada di desa tempat tinggal manusia.


Kali ini dia tidak didampingi Rafael, yang saat ini sedang mempersiapkan istana, untuk tempat tinggal kedua orangtuanya, yang memutuskan pindah ke desa Vampir, yang sedang dibangun oleh Rafael.


Tidak ada Rafael, Noah kali ini berkeliling disamping Yuna, Flora, Suzy, Vika, dan juga Amel. Keberadaan mereka di desa yang akan menjadi tempat tinggal manusia cukup mencuri perhatian. Terutama keberadaan kelima wanita cantik, yang ada di sekeliling Noah. Pekerja pembangunan yang seluruhnya pria, jelas saja mereka tertarik dengan kecantikan wanita.


Namun, saat melihat sosok Noah yang sangat tampan dan juga menawan, mereka tak memiliki harapan mendekati kelima wanita, yang nampak jelas senantiasa menatap Noah dengan tatapan memuja.


“Sekelompok wanita cantik. Betapa sempurna hidupku, jika salah satu dari mereka menjadi pendamping hidupku, menghabiskan sisa hidup bersama-sama,” kata salah satu pekerja bangunan.


Lebih dari setengah jumlah pekerja adalah manusia yang selam ini berada dalam perlindungan Rafael, yang membuat mereka belum mengetahui atau mengenali sosok Noah dan seluruh kekasihnya. Sehingga mereka memiliki harapan mendapatkan salah satu wanita, yang saat ini bersama dengan Noah.


“Mereka terlalu cantik untuk kita, yang penampilannya sangat jauh jika dibandingkan dengan satu-satunya pria diantara mereka,” kata pekerja lainnya.


“Kalau dilihat-lihat dia memang lemah, apalagi dengan kulit putih yang mulus tanpa adanya noda, aku yakin dia senantiasa menjalani hidup yang mudah, tanpa pernah bekerja keras, tak seperti kita yang senantiasa meningkatkan kekuatan fisik dengan bekerja keras,” kata pria lainnya.


Mereka terus saja membicarakan Noah dan kelima kekasihnya.


Pujian senantiasa mereka lemparkan pada kelima kekasih Noah. Sedangkan hinaan yang menunjukkan sifat iri milik mereka, senantiasa mereka melemparkan hinaam itu pada Noah.


Namun, tak ada yang peduli dengan hinaan, ataupun pujian mereka.


Sekalipun mendengar suara pelan yang senantiasa menghina dirinya, Noah benar-benar tak peduli. Itu cuma menghinanya, jadi dia memilih tidak peduli. Lain cerita jika hinaan itu ditujukan pada orang tuanya, atau seluruh kekasihnya, siapapun yang melakukan, dia akan memastikan orang itu mati saat ini juga.


“Sebaiknya kita kembali ke Desa Elf, dan besiap melakukan perburuan! Aku memiliki keyakinan kalau tak lama lagi sosok yang lebih kuat dari manusia singa akan segera datang, dan kita butuh kekuatan yang lebih besar untuk menghadapinya,” ujar Noah.


Kelima wanita mengangguk, dan mereka senantiasa mengikuti Noah, yang tujuannya saat ini adalah kembali ke Desa Elf, yang berjarak dua kilometer dari desa calon tempat tinggal manusia.


Cepat melangkahkan kaki meninggalkan lokasi pembangunan, saat melewati lokasi pembangunan, seorang pekerja tiba-tiba menabrak Noah.


Dari gerakannya, jelas sekali jika dia melakukannya dengan sengaja, tapi bukannya Noah yang terjatuh karena tabrakan, melainkan dia yang terjatuh, setelah sebelumnya terpental.


‘Dia sangat kuat, aku seolah-olah baru saja menabrak dinding besi,” batin pekerja yang menabrak Noah, sambil bangkit berdiri.


“Lanjutkan saja apa yang menjadi pekerjaanmu, dan jangan coba-coba mencari masalah dengan orang yang tak seharusnya kau singgung!” kata Noah memberinya peringatan.


Tanpa membalas perkataan Noah, pekerja yang merasa terintimidasi oleh perkataan Noah dan sikap yang ditunjukkan olehnya, pekerja itu segera lari secepat yang bisa dia lakukan, ke arah teman-temannya, yang sadari tadi melihat keseluruhan kejadian, dari awal sampai akhir.


“Hah, masih saja ada orang bidoh yang mencaric masalah dengan kesayangan kita,” kata Suzy, menatap sinis orang yang baru saja mencari masalah dengan Noah, dan dia tau jika orang itu, adalah salah satu orang-orang yang sebelumnya terus saja menghina Noah.


“Sayang, apa perlu aku membunuh orang itu dan teman-temannya?” tanya Yuna, dengan niat membunuh yang dia tujukan pada sekelompok orang, yang saat ini masih saja menatap sinis Noah, seolah belum puas setelah sebelumnya mereka terus-terusan menghina Noah, dan melakukan perbuatan menjijikkan seperti yang baru saja terjadi.


“Abaikan saja mereka! Sebaiknya kita segera kembali untuk bersiap,” kata Noah, dan dia kembali melanjutkan perjalanan dengan lima wanita mengikutinya dari belakang.


“Benar-benar lemah, sampai tidak memiliki keberanian membalas, setelah kita menghinanya. Mungkin dia dan keluarganya adalah orang hina, jadi dia tak merasa terhina saat ada yang menghinanya!”


“Hahahaha...” Suara tawa terdengar dari sekumpulan pekerja yang terus saja menghina Noah.


Namun, hanya dalam hitungan kurang dari tiga detik suara tawa mereka terhenti, begitu juga dengan hidup mereka.


“Menghinaku, kalian masih bisa selamat, menghina keluargaku, kalian semua bakalan mati!” kata Noah begitu dia selesai membunuh lima orang, bersamaan dengan kedatangan Rafael yang mendengar semua hinaan, yang ditunjuk pada Noah.


Jelas dia marah dan ingin membunuh mereka semua, tapi Noah lebih cepat mengambil tindakan, dengan membunuh mereka semua, sekaligus membungkam orang-orang yang masih berpikir jika Noah adalah orang lemah.


“Tu-Tuan,” kata Rafael tergagap.


“Bereskan mereka!” perintah Noah.


“Baik, Tuan,” balas Rafael, dan dia segera melakukan perintah Noah, dengan dibantu delapan vampir yang setia mengikutinya.


Sedangkan Noah, dia memilih pergi bersama seluruh kekasihnya, kembali ke Desa Elf.


Setelah kepergian Noah, Rafael dengan keras memarahi orang-orang yang sebelumnya berada di bawah perlindungannya, sekaligus memberi penjelasan siapa sosok Noah baginya.


“Jika ada yang mengulang kesalahan yang sama, aku sendiri yang akan membunuh kalian!”