Sistem Pekerja Keras

Sistem Pekerja Keras
Masuk Ke Kandang Singa


Suara keributan di luar tentu saja dapat didengar oleh para wanita yang ada di dalam kamar. Sasa, Ellena, dan Agnes terlihat tenang-tenang saja meski mendengar keributan di bagian depan. Sedangkan Nancy, dia khawatir dengan keadaan Noah, dikarenakan dia sempat mendengar suara Andre yang merupakan pemimpin penjaga keamanan keluarganya.


“Sebaiknya aku keluar, dan memastikan hal buruk tidak terjadi pada Noah! Bagaimanapun juga Andre bukanlah sosok penyabar, dan dia bisa saja melakukan hal buruk pada Noah!” gumam Nancy begitu pelan, dan dia ingin pergi ke luar kamar untuk memastikan keadaan Noah.


Akan tetapi, Ellena dan Sasa segera menghalangi jalannya. Keduanya terlihat menggelengkan kepala, seolah mengatakan jika sebaiknya dia tidak keluarga dari kamar, dan membiarkan Noah menyelesaikan apa yang harus dia selesaikan. Namun, dikarenakan dia begitu khawatir dengan keadaan Noah, Nancy berusaha menerobos Sasa dan Ellena, tapi tenaganya benar-benar tidak cukup untuk menyingkirkan mereka dari hadapannya.


Nancy tidak menyangka jika tenang Ellena dan Sasa begitu kuat. Mencoba menyingkirkan mereka, dia seolah sedang berusaha menyingkirkan baru dari hadapannya, dan jelas saja dia tidak bisa menyingkirkan mereka yang jauh lebih kuat dari mereka.


“Kenapa kalian menghalangiku untuk melihat keadaan Noah? Apa kalian tidak mengkhawatirkan keadaannya? Bagaimanapun juga saat ini dia sedang dihadapkan dengan pemimpin penjaga keamanan keluargaku!” kata Nancy pada Sasa dan Ellena yang ada di hadapannya.


Bukannya segera memberi balasan, Ellena dan Sasa justru terkekeh pelan begitu juga dengan Agnes, lalu Ellena berkata, “Sekalipun pemimpin penjaga keamanan keluargamu membawa dua ratus orang untuk melawan Noah, mereka hanya akan bernasib buruk di tangan Noah.”


“Noah bukanlah sosok lemah. Dia sangat kuat, jauh lebih kuat dari orang terkuat yang pernah kamu lihat. Aku yakin, begitu kita keluar dari tempat ini, kita bisa melihat pemimpin penjaga keamanan keluargamu dan orang-orangnya sudah ditumbangkan olehnya!” kata Agnes dan dia sangat yakin dengan perkataannya.


Nancy ingin tidak percaya dengan apa yang dikatakan Agnes, tapi melihat keyakinan di mata Agnes dan di mata dua wanita lainnya, entah kenapa dia merasa jika dirinya harus mempercayai mereka. Meski masih mengkhae keadaan Noah, pada akhirnya Nancy percaya pada Sasa, Ellena, serta Agnes jika Noah akan baik-baik saja.


‘Semoga saja keputusanku percaya pada mereka bukanlah sebuah kesalahan,’ batin Nancy, dan kembali dia merapikan barang-barang yang akan dibawanya pindah ke rumah Agnes. Seluruh barang akan dia bawa ke rumah Agnes, dan membiarkan apartemennya kosong.


......................


Sedangkan Noah yang baru saja melayangkan tinju ke wajah Andre, dan membuat pria itu tumbang sambil mengerang kesakitan. Dia dapat melihat jika orang-orang yang datang bersama Andre mulai ketakutan melihat keberadaannya. Mereka yang terlihat berani karena keberadaan Andre, sekarang keberanian mereka seketika lenyap setelah melihat apa yang terjadi pada Andre.


“Apa di antara kalian ada yang ingin bernasib sama seperti pria ini?” tanya Noah sambil menunjuk Andre yang masih berusaha bangkit.


Mereka semua tentu saja tidak ingin bernasib sama seperti Andre, tapi saat melihat Andre kembali bangkit berdiri, mereka seolah mendapatkan kembali keberanian melawan Noah yang hanya seorang diri.


Andre yang sudah bangkit berdiri dan sekuat tenaga menahan rasa sakit di wajahnya, dia menatap tajam keberadaan Noah, yang menatap sinis keberadaannya. Tatapan itu begitu sinis, seolah dia sedang meremehkan kemampuannya.


“Beraninya kau menyerang saat aku belum siap! Apa yang kau lakukan menunjukkan kalau kau hanyalah seorang pengecut, dan jangan harap setelah ini kau dapat menyentuhku!” kata Andre dengan suara lantang.


Andre menggerakkan tangan, memberi tanda pada orang-orangnya untuk bersama-sama menyerang Noah. “Manfaatkan jumlah kalian untuk mengalahkannya!” katanya.


Belasan orang yang datang bersama Andre menganggukkan kepala bersamaan, lalu mereka secara bersamaan maju menyerang Noah dari berbagai sisi. Lorong di depan unit apartemen Nancy cukup luas, jadi mereka memiliki banyak ruang untuk menyerang Noah.


“Jangan sungkan menggunakan semua senjata kalian, disaat kalian tidak mungkin dapat mengalahkanku!” kata Noah dengan senyuman mengejek yang tercetak jelas di wajahnya.


Mendengar apa yang dikatakan Noah, belasan orang yang maju menyerangnya, bersamaan mereka mengeluarkan belati yang sebelumnya mereka sembunyikan di balik pakaian. Bukannya takut melihat belati di tangan lawannya, Noah justru kecewa karena lawan hanya menggunakan belati sebagai senjata, padahal sebelumnya dia berharap kalau mereka menggunakan senjata seperti pistol atau mungkin senapan serbu.


Noah tertawa pelan mendengar itu, “Hehehehe... kenapa aku menyesal kalau senjata kalian tidak seperti yang aku bayangkan? Padahal alsebeluknya aku membayangkan kalian itu menggunakan pistol atau senapan serbu untuk menyerangku!” ungkap Noah dengan ekspresi wajah menunjukkan ekspresi kekecewaan.


Bukannya mendengar balasan jika Noah menyesal, mereka justru dibuat marah dengan jawaban Noah yang tidak sesuai dengan keinginan mereka.


“Sudahlah, kalian tidak perlu mendengar apa yang dia katakan! Langsung saja kalian serang dia, dan kalau perlu langsung bunuh dia di tempat ini!” teriak Andre memberi perintah pada orang-orangnya, dan tentu saja mereka dengan senang hati mendengar perintah Andre dan langsung melakukannya.


Mereka langsung saja menyerang Noah menggunakan senjata yang ada di tangan masing-masing. Menyerang dari berbagai sisi, mereka berharap dapat langsung melukai Noah, tapi harapan mereka belum juga terwujud karena dengan mudah Noah berhasil menghindari serangan mereka.


“Apa hanya ini kemampuan yang kalian miliki? Kemampuan kalian sangat mengecewakan!” kata Noah dan dengan mudah dia berhasil membalas serangan mereka. Sekalipun musuh menggunakan senjata, Noah tidak kesulitan melayangkan pukulan ke wajah mereka.


Sambil menghindari serangan mereka, Noah terus saja memukul mereka satu-persatu, dan tidak membutuhkan waktu lama sekarang hanya tersisa empat orang, dari sebelumnya mereka yang berjumlah lebih dari sepuluh orang. Sisanya sudah tumbang dan kehilangan kesadaran setelah beberapa kali terkena tinju kuat Noah.


“Kalau kalian tidak mau menyerangku, biarkan aku yang maju menyerang kalian!” kata Noah, dan langsung saja dia menyerang empat orang yang sudah benar-benar ketakutan pada sosoknya.


Tidak ada perlawanan dari mereka, semua berhasil ditunangkan Niahr hanya dengan tangan kosong, dan sekarang hanya menyisakan Andre yang secara reflek melangkahkan kaki mundur, mencoba menjauhi Noah.


“Kamu mau kemana? Bukannya kamu tadi ingin membunuhku? Lalu kenapa sekarang kamu mencoba pergi menjauhiku?” tanya Noah melihat Andre yang berusaha menjauhinya.


“Ka-kau jangan mendekat, atau aku benar-benar akan membunuhmu!” kata Andre sambil mengeluarkan pistol dan mengarahkan pistol ke arah kepala Noah. Dengan pistol di tangannya dia berharap Noah tidak mendekatinya, tapi harapannya tidak terwujud karena Noah terus saja memperpendek jarak diantara mereka.


“Berhenti atau aku benar akan menghancurkan kepalamu!” Andre masih berusaha mengancam Noah, tapi ancamannya tidak diindahkan oleh Noah yang masih saja berjalan mendekat ke arahnya.


Saat Andre ingin menembak Noah, dia dikejutkan dengan gerakan cepat yang dilakukan Noah, dan hanya dalam waktu yang begitu singkat pistol di tangannya telah berpindah ke tangan Noah, bahkan pistol itu langsung dihancurkan oleh Noah. “Jangan harap mainan speerti ini bakalan bisa digunakan untuk membunuhku!” ungkap Noah.


“Si-Siapa kau sebenarnya?” tanya Andre yang sudah sangat ketakutan pada sosok Noah, setelah dia melihat bagaimana Noah menghancurkan pistol miliknya.


“Bukannya tadi aku sudah mengatakan padamu kalau aku adalah kekasih dari wanita yang ingin kamu bawa pergi dariku! Jangan mengatakan padaku kalau kamu sudah melupakan itu! Akan tetapi, tidak masalah juga kalau kamu sudah melupakannya, dan sekarang aku akan kembali mengingatkan kamu tentang siapa aku!”


“Perkenalkan, aku Noah Ilias Ludwing, cucu termuda keluarga Ludwing, dan aku adalah kekasih Nancy, wanita yang ingin kalian bawa pergi dariku!” Bersamaan dengan Noah selesai memperkenalkan siapa dirinya, Jacob datang bersama empat orang kepercayaannya, dan sebuah fakta, Andre adalah anak buah Jacob, yang jasanya disewa oleh keluarga Nancy.


Melihat keberadaan Jacob dan mendengar nama Noah, Andre tahu jika hal buruk akan terjadi padanya. ‘Aku sendiri yang mengantarkan diri masuk ke kandang singa,’ batinnya, dan dia pasrah dengan apa yang selanjutnya terjadi pada dirinya.


......................


Bersambung.