
Malam kembali menyapa orang-orang di ibukota, termasuk Noah dan orang-orangnya. Mereka saat ini sedang menikmati makan malam bersama, sebelum pergi berburu monster.
Makan malam berlangsung dengan tenang, dan seperti sebelumnya, selesai makan malam Noah berburu seorang diri, sementara kedelapan kekasihnya pergi berburu didampingi Jacob dan anak buahnya.
Meninggalkan Mansion keluarga Ludwing setelah memberi kecupan secara bergantian di bibir kedelapan kekasihnya, Noah melompat ke atap rumah.
Wush...
Bergerak cepat di atas atap rumah penduduk ibukota, Noah pergi ke arah utara karena lokasi berburunya malam ini berada di pinggir pantai utara.
Tersiar kabar jika banyak monster kuat muncul di wilayah pinggir pantai, oleh karena itu Noah memilih berburu di lokasi itu.
“Sistem, apa benar yang tadi kamu katakan padaku jika banyak monster kuat bermunculan di wilayah pinggir pantai?”
Sebelumnya Noah telah bertanya pada sistem, tentang monster kuat dengan level tinggi yang muncul di wilayah pesisir pantai.
Sistem memberitahu Noah jika banyak monster dengan kekuatan antara level 200 sampai dengan level 350.
Jika itu benar, Noah yakin malam ini dia bisa mendapatkan poin level berkali-kali lebih banyak dibandingkan yang berhasil dia kumpulkan di malam sebelumnya.
Setidaknya dia ingin mendapatkan dua sampai tiga kali lebih banyak poin level, dibandingkan yang dia dapat di malam sebelumnya. Dia merasa harus terus meningkatkan kekuatannya, sebelum datangnya serangan Minotaur.
[Tuan, wilayah pinggir pantai sejak dua hari terakhir memang menjadi lokasi bermunculannya monster level tinggi, lebih tinggi dari yang semalam berhasil Tuan kalahkan]
[Bahkan prajurit super harus berjuang keras dan tidak sedikit dari mereka yang terluka karena harus melawan monster, yang levelnya lebih tinggi dibandingkan mereka]
Noah mengangguk mengerti setelah mendengar semua itu, dan dia semakin tidak sabar mengalahkan monster level tinggi, dan memanen banyak poin level, untuk meningkatkan level kekuatannya.
Setidaknya dia ingin mendekati level 500 sebelum Minotaur datang menyeranh. Dengan memiliki level 500 atau bahkan lebih, dia yakin dengan mudah dapat mengalahkan seluruh Minotaur yang datang menyerang, termasuk mengalahkan sosok kuat yang memimpin serangan Minotaur.
Wush...
Melompat turun dari ketinggian bangunan, Noah akhirnya berada di lokasi tidak jauh dari wilayah pinggir pantai.
Melihat sekeliling, Noah hanya melihat tempat yang sangat sepi seolah tidak ada kehidupan di tempat itu. Wilayah pinggir pantai telah dianggap sebagai tempat tidak aman, dan telah ditinggal pergi oleh seluruh orang yang sebelumnya hidup di pinggir pantai.
“Sistem, bukannya suhu di tempat ini sedikit berbeda dengan suhu di pusat kota?”
[Suhu di tempat ini memang berbeda, dikarenakan malam ini akan banyak portal yang muncul di tempat ini]
“Semakin banyak portal yang muncul, semakin banyak pula monster yang keluar dari portal, dan itu sangat baik untukku yang membutuhkan mereka, untuk mendapatkan banyak poin level!”
Noah semakin bersemangat melakukan perburuan setelah mendengar informasi yang diberikan sistem padanya. “Sistem, dimana lokasi portal pertama yang akan muncul di wilayah pinggir pantai?” tanyanya.
[Lima ratus meter ke arah timur Tuan akan menemui lokasi portal yang tidak lama lagi akan terbentuk sempurna]
Tidak menunggu lama setelah mendengar semua itu, Noah langsung saja pergi ke arah timur, mengikuti informasi yang diberikan sistem padanya.
Sampai di tempat yang menjadi tujuannya, Noah melihat portal yang telah terbentuk sempurna, dan monster yang hanya berbentuk kerangka mulai keluar dari portal.
[Tuan, mereka adalah monster Undead, yang bernama Skeleton, dan mereka tidak akan mati dengan serangan senjata api! Jika Tuan ingin membunuhnya, Tuan harus bisa menghancurkan kristal bercahaya yang ada di dada mereka]
[Terdapat seratus lima puluh monster Skeleton yang akan keluar dari portal, dan mereka memiliki kekuatan antara level 210 sampai dengan 280]
“Terimakasih atas informasi yang begitu luar biasa! Dengan begini aku tidak perlu mencari titik lemah mereka untuk membunuhnya!” kata Noah tulus, dan dia segera mengeluarkan katana dari ruang segala jenis senjata.
Menggunakan belati akan membuatnya sedikit kerepotan, saat ingin menjangkau titik lemah yang dimiliki monster Skeleton. Dengan katana yang lebih panjang dari belati miliknya, dia merasa jauh lebih mudah menjangkau titik lemah musuh-musuhnya.
Menunggu sampai keseluruhan monster Skeleton keluar dari portal, Noah mematangkan persiapannya, dan begitu tidak lagi terlihat adanya monster skeleton yang keluar dari dalam portal, Noah segera saja berlari menyerang musuh yang berada di posisi paling dekat darinya.
Noah menusukkan katana di tangannya, ke kristal di tubuh monster Skeleton, dan kristal itu seketika hancur berkeping-keping. Bersamaan dengan itu, tulang-tulang yang menyusun tubuh monster Skeleton ikut hancur, berubah menjadi abu.
“Kalian ini cuma tulang-belulang, yang memang pantasnya hancur menjadi abu!” katanya sambil bergerak cepat menyerang musuh yang berlarian ke arahnya.
Mengayunkan katana di tangannya, Noah menebas beberapa bagian dari tubuh monster Skeleton, dan terakhir dia menusuk kristal di tubuh monster itu.
Berkali-kali Noah melakukan hal yang sama, dan tanpa terasa sudah ada lebih dari lima belas monster Skeleton mati di tangannya.
Wush... Slash...
Masih dengan gerakan yang sama Noah menyerang monster Skeleton, dan dia bisa melihat jika musuhnya tidak memiliki gerakan lain untuk menahan serangannya.
[Tuan, monster Undead berjenis Skeleton merupakan monster Undead terlemah, dan belum memiliki kecerdasan]
[Seharusnya Tuan bisa mengalahkan mereka semua kurang dari lima menit]
‘Jika level dua ratusan masig jenis monster Undead terlemah, lalu sekuat apa jenis monster Undead yang terkuat?’ batin Noah bertanya-tanya, dan dia semakin yakin untuk terus meningkatkan kekuatannya, dan kalau bisa dia ingin kekuatannya berada di level tertinggi.
Menghadapi monster tanpa kecerdasan, tidak membutuhkan waktu lama bagi Noah mengalahkan mereka semua tanpa terkecuali.
Dia memiliki keunggulan jauh dalam kecepatan, dan dia memaksimalkan keunggulannya untuk mengalahkan musuh, yang cukup kuat dalam pertahanan.
[Tuan berhasil membunuh 85 monster Skeleton antara level 210 sampai 245, mendapatkan 34.000. Tuan berhasil mengalahkan 65 Goblin Riders antara level 255 sampai level 280, mendapatkan 32.500 poin level]
“Baru sebentar tapi aku sudah berhasil mengumpulkan hampir tujuh puluh ribu poin level,” gumamnya senang.
Click... Booomm...
Portal berhasil dihancurkan oleh Noah, dan cepat dia pergi melanjutkan perjalan, menuju lokasi kemunculan portal selanjutnya. Sistem sudah memberitahunya lokasi portal selanjutnya, dan sekarang dia dalam perjalanan ke tempat itu.
“Sistem, apa aku akan bertemu monster yang lebih kuat dari monster Skeleton?” tanyanya penasaran.
[Portal kali ini masih akan menjadi tempat munculnya monster Skeleton. Mereka memiliki kekuatan yang sama, hanya saja jumlah mereka sedikit lebih banyak dari yang sebelumnya]
Noah mengangguk mengerti, dan kembali dia fokus melihat jalanan, yang akan membawanya ke lokasi portal selanjutnya.
Sepanjang jalan Noah tidak bertemu dengan siapa-siapa. Jalanan bukan hanya lengang, tapi jalanan benar-benar sepi, bahkan sejauh mata memandang sama sekali tidak terlihat adanya kendaraan yang melintas di jalanan.
“Tempat ini benar-benar seperti kota mati yang telah ditinggal pergi oleh seluruh penghuninya,” gumam Noah sangat pelan.
Sebenarnya kota tidak benar-benar mati. Dipagi hari saat matahari terbit, tempat yang saat ini begitu sepi akan kembali ramai, tapi memang tidak seramai sebelum munculnya portal penghubung, dan para monster yang keluar dari dalam portal.
[Di depan sana Tuan tinggal berbelok ke kiri, dan Tuan akan menemukan lokasi munculnya portal kedua]
Mengangguk saat mendengarnya, Noah langsung saja bergegas pergi ke lokasi yang sudah ditunjukkan oleh sistem.
Sampai di lokasi yang menjadi tujuannya, tanpa bantyak bicara Noah langsung saja menyerang monster Skeleton yang belum lama ini keluar dari portal. “Kematian kalian akan membawa kebaikan untukku!” ungkap Noah.
Noah menyerang monster Skeleton, tanpa menunggu mereka semua keluar dari dalam portal.
Kali ini dia menyerang menggunakan dua katana, membuat serangannya jauh lebih mematikan dari sebelumnya.
Melihat banyak dari mereka yang mati di tangan musuh yang datang secara tiba-tiba, puluhan monster Skeleton bergerak cepat menyerang Noah, menggunakan senjata di tangan mereka.
Mereka memiliki pedang sebagai senjata, dan perisai untuk melindungi diri dari serangan lawan.
Pertahanan mereka sebenarnya cukup kuat karena Noah butuh beberapa saat untuk mengalahkan salah satu dari mereka, tapi karena pergerakan yang lambat, meninggalkan banyak celah yang dapat diserang lawan.
“Hah, mereka benar-benar tidak ada bedanya dari yang sebelumnya!” Sepuluh menit berlalu, dan Noah telah berhasil mengalahkan seluruh monster Skeleton yang keluar dari dalam portal.
Kali ini Noah mendapatkan 84.000 poin level, sedikit lebih banyak dari yang sebelumnya dia dapatkan.
Dalam satu malam biasanya muncul setidaknya sepuluh portal di satu wilayah. Jika malam ini muncul sepuluh portal, Noah yakin jika dia setidaknya dapat mengumpulkan satu juta poin level, jauh lebih banyak dari yang dia dapat di malam sebelumnya.
Noah kembali melanjutkan perjalanannya, begitu portal dia hancurkan.
Sementara itu di tempat lain, kedelapan kekasih Noah, mereka saat ini dihadapkan pada puluhan monster berkulit hijau, yang mana dari mulut monster itu terus mengalirkan air selayaknya lendir, saat mereka melihat keberadaan wanita.
Mereka adalah puluhan Goblin Heto, atau bisa juga disebut Goblin Champions, dan mereka jauh lebih kuat dari Goblin Elite, maupun Goblin Riders.
Dengan kekuatan diantara level 259 sampai 300, mereka akan menjadi lawan yang menantang bagi kedelapan kekasih Noah.
Dari kekuatan, kedelapan kekasih Noah memiliki keunggulan, tapi dalam jumlah mereka kalah telak.
Satu dari mereka setidaknya harus mengalahkan setidaknya sepuluh Goblin Hero, jika mereka ingin memenangkan pertarungan.
Sebenarnya mereka bisa menambah jumlah dengan memanggil Jacob dan puluhan anak buahnya, tapi mereka tidak melakukan itu karena merasa ini kesempatan untuk mengukur seberapa besar, kekuatan yang mereka miliki.
Jika mereka bisa mengalahkan monster yang terlihat kuat di mata masing-masing dari mereka, kedepannya mereka akan jauh lebih siap menghadapi monster kuat, bahkan saat harus menghadapi monster yang lebih kuat, dari kekuatan mereka.
Kedelapan kekasih Noah terbagi menjadi dua kelompok, dengan masing-masing kelompok beranggotakan empat orang, dan nantinya mereka akan saling bertukar posisi.
Satu kelompok terlebih dahulu akan melakukan pertarungan darah dekat, sedangkan kelompok satunya menyerang dari kejauhan.
Setiap lima menit sekali mereka akan bertukar posisi, dan mereka begitu yakin dapat mengalahkan semua musuh.
“Melihat tatapan mata mereka yang ditujukan pada kita, entah kenapa aku merasa jijik dengan apa yang mereka lakukan!” ungkap Sasa.
“Mereka melihat kita seolah bisa melihat seluruh bagian tubuh kita!” imbuh Agnes.
“Tidak ada bedanya dengan pria mata keranjang, mereka sangat menjijikkan, dan lihat bagian bawah mereka, bukannya itu mirip milik kekasih kita, tapi dalam ukuran jauh lebih kecil!” Ellena menunjuk milik Goblin Hero yang terlihat seperti ekor, tapi berada di bagian depan.
“Itu kecil dan menjijikkan!” kata Prilly dengan ekspresi jijik yang jelas terlihat di wajahnya.
“Sebaiknya potong bagian itu sebelum membunuh mereka!” kata Joy yang tidak lagi sabar membunuh monster yang menurutnya juga sangat menjijikkan.
Sedangkan Nancy, Jane, dan Vita, mereka sudah mengarahkan pistol di tangan mereka, dan siap menembaki puluhan Goblin Hero.
Door... Door... Door... Door...
Ketiganya mulai menembaki musuh, lalu di susul Ellena yang ikut menembaki musuh.
Sasa, Agnes, Joy, dan juga Prilly, mereka segera maju menyerang musuh setelah mendengar suara tembakan.
Satu-persatu Goblin Hero tumbang di tangan kedelapan kekasih Noah, dan jumlah mereka yang tumbang semakin banyak, seiring waktu yang terus berjalan.
Meski melakukan pertarungan diantara peluru yang berseliweran di sekitar mereka, tidak ada satupun peluru yang melukai Sasa maupun tiga wanita lainnya.
Slash... Slash... Slash...
Benar-benar jijik dengan sesuatu milik Goblin Hero yang menyerupai ekor, keempat wanita itu benar-benar memotongnya, sebelum mengakhiri hidup musuh mereka.
Goblin Hero yang di dunia asal mereka cukup disegani karena kekuatannya, di tangan kedelapan kekasih Noah, mereka hanyalah sekumpulan monster lemah yang dengan mudahnya dikalahkan.
“Mengalahkan mereka tidak sesulit apa yang sebelumnya kita bayangkan,” kata Nancy setelah pertarungan berakhir, dengan mereka para wanita menjadi pemenangnya.
“Mereka sebenarnya kuat, tapi aku merasa jika mereka memiliki kelemahan dalam hal kecerdasan. Kalau saja mereka sedikit lebih cerdas, aku yakin kita akan sedikit kesulitan saat menghadapi mereka!” ungkap Vita.
Tujuh wanita lainnya mengangguk setuju mendeng semua itu, dan setelah menghancurkan portal, mereka bersiap melanjutkan perburuan.
Sambil melanjutkan perburuan, mereka terlibat pembicaraan santai.
“Menurutmu, monster seperti apa yang saat ini sedang dihadapi kekasih kita? Apa mungkin akan ada monster menyerupai wanita dengan lekuk tubuh yang menggoda? Jujur jika ada monster seperti itu, aku tidak akan mengizinkannya melawan monster itu!” ujar Jane.
Seketika yang lainnya terpikirkan akan adanya monster menyerupai wanita, dengan lekuk tubuh menggoda.
Apalagi setelah mereka bertemu monster berkulit hijau yang seluruh tubuhnya tidak tertutupi pakaian, mereka yakin jika tidak menutup kemungkinan Noah bertemu monster wanita, dengan tubuh polos tanpa pakaian.
Keyakinan mereka nyatanya tidak salah, dikarenakan saat ini Noah sedang dihadapkan pada sekumpulan monster wanita, yang rupa dan bentuknya sama persis dengan manusia.
Perbedaan monster wanita dan manusia pada umumnya ada pada sepasang sayap dan ekor, yang dimiliki monster wanita. Selain itu, monster wanita tidak menutupi bagian tubuh mereka menggunakan apapun, sehingga Noah bisa jelas melihat keindahan tubuh mereka.
[Tuan, mereka adalah Succubus, iblis penggoda, yang menggunakan wajah cantik dan tubuh indah untuk menggoda mangsanya, sebelum nantinya mereka menghisap energi kehidupan, milik mangsa yang sudah terbuai oleh kecantikan dan keindahan mereka]
Mendengarnya, tiba-tiba saja bulu-bulu halus di tubuh Noah berdiri.
“Mereka memang cantik dan indah dipandang mata, tapi itu semua adalah kecantikan dan keindahan yang mematikan!” gumam Noah.
......................
Bersambung.