
Tidak jauh dari rumah Noah, yang ditempati bersama ke-enam kekasihnya dan Jihan.
Di tempat itu yang merupakan taman komplek perumahan, muncul sebuah portal, dan dari dalam portal satu-persatu makhluk menyerupai manusia keluar.
Saat ini suasana taman sangatlah sepi karena semua orang menuruti himbauan pemerintah untuk tetap berada di dalam rumah, dikarenakan banyaknya makhluk asing, yang keluar melalui portal dan menyerang makhluk hidup lain disekitarnya.
Manusia maupun binatang di sekitarnya, mereka tidak ada yang luput dari serangan makhluk itu.
Makhluk asing yang wujudnya menyerupai manusia tapi memiliki ekor dan tanduk, mereka terus saja keluar dari portal, dan kini jumlah mereka ada puluhan. Sudah banyak dari mereka yang keluar dari portal, tapi sepertinya masih banyak yang ingin keluar.
“Mereka benar-benar mirip manusia, tapi ada ekor dan tanduk yang jelas membedakan mereka dengan manusia!” kata Nancy yang saat ini berada di atas atap sebuah rumah, dan melihat ke arah taman.
“Sepintas saja mereka mirip manusia, selebihnya mereka jelas bukan manusia, dan jangan ragu saat berhadapan dengan mereka! Langsung bunuh jika ada kesempatan!” ungkap Noah, yang mana dia sudah mempersenjatai dirinya dengan dua belati, sama seperti yang akan digunakan ke-enam kekasihnya.
Selain Noah dan ke-enam kekasihnya, ada juga Jacob dan dua puluh orang yang akan ikut melakukan pertarungan dengan makhluk asing, yang berasal dari dimensi lain. Sementara Hans dan puluhan orang lainnya, mereka telah pergi ke Mansion keluarga Ludwing dan Mansion keluarga Milito, untuk menjaga keamanan tempat itu.
Kedua orangtua Sasa dan Jane telah pergi berkumpul di Mansion keluarga Ludwing, begitu juga dengan kedua orangtua Joy. Barusan Noah juga mendengar kabar jika Vita dan Prilly sudah berada di Mansion keluarga Ludwing.
Dengan mereka semua berada di Mansion keluarga Ludwing dan Mansion keluarga Milito, Noah merasa sedikit lega, dikarenakan di tempat itu ada Hans dan puluhan orang lainnya yang dapat melindungi mereka.
Kedua sahabat dan kedua orang kepercayaan Noah juga sedang dalam perjalanan ke kedua Mansion bersama anggota keluarga masing-masing. Rencananya, untuk sementara waktu kedia Mansion akan menjadi penampungan orang-orang yang memiliki hubungan baik dengan Noah.
“Sayang, jumlah mereka semakin banyak, apa kita hanya akan terus diam di tempat ini sampai jumlah mereka jauh lebih banyak dari saat ini?” tanya Ellena sambil menoleh, menatap wajah Noah yang terlihat begitu tenang, sekalipun sedang dihadapkan pada musuh dalam jumlah besar.
Noah menimang-nimang apa akan melakukan serangan saat ini juga, atau menunggu jumlah musuh lebih banyak dari saat ini.
Setelah beberapa saat menimang-nimang apa yang akan dia lakukan, akhirnya Noah memutuskan melakukan serangan saat ini juga. Dia memiliki firasat buruk jika terus membiarkan jumlah musuh bertambah.
“Sekarang juga kita serang mereka!” kata Noah, dan dia langsung saja melompat turun dari atap rumah, lalu berlari menyerang makhluk asing, yang berasal dari dimensi lain.
Tidak lama, ke-enam kekasih Noah ikut melompat turun, dan mereka melakukan sama persis seperti yang dilakukan Noah.
Dengan begitu tenang Noah dan ke-enam kekasihnya menyerang musuh yang langsung saja melakukan serangan, begitu mereka melihat keberadaan manusia.
“Mereka tidak mudah dikalahkan, tapi juga tidak terlalu sulit mengalahkan mereka!” gumam Noah sambil menangkis serangan musuh-musuhnya, dan sesekali dia melakukan serangan balasan.
Pedangnya atau belati biasa tidak mungkin dapat melukai tubuh musuh yang sangat keras, sekeras besi. Namun, belati yang menjadi senjata Noah dan ke-enam kekasihnya, merupakan belati yang didapat dari toko sistem. Belati yang didapat dari toko sistem sangatlah kuat juga tajam, dan dengan mudah dapat melukai tubuh keras musuh.
Melihat senjata di tangan mereka dapat melukai tubuh musuh yang cukup keras, Noah dan ke-enam kekasihnya semakin gencar mendaratkan serangan ke tubuh musuh mereka.
Noah akhirnya menjadi yang pertama membunuh musuh, setelah memenggal kepala musuhnya. “Darah mereka berwarna hijau, dan berbau sanga amis!” gumam Noah, tidak menyukai bau darah yang begitu amis.
Saat berikutnya, berturut-turut ke-enam kekasih Noah masing-masing dari mereka berhasil membunuh musuh, dan sama seperti Noah, mereka tidak menyukai bau darah musuh yang sangat amis, sampai membuat mereka ingin muntah.
Slash... Slash... Slash...
Mengabaikan bau amis darah yang berasal dari darah musuhnya, Noah dan ke-enam kekasihnya terus saja melakukan serangan, dan sangat cepat mereka membunuh mahkluk asing dari dimensi lain. Belasan sudah mati, dan mungkin tidak lama lagi akan berubah menjadi puluhan.
“Sayang, apa kamu bisa menghancurkan portal tempat mereka keluar?” tanya Joy melihat musuh yang terus saja keluar dari dalam portal.
Noah tidak langsung memberi jawaban, melainkan lebih dulu dia bertanya pada sistem tentang cara menghancurkan portal, yang menjadi penghubung dimensi lainnya dengan Bumi.
[Tuan cukup menggunakan peledak untuk menghancurkan portal itu, bahkan granat lebih dari cukup untuk menghancurkannya]
Noah tidak menyangka jika sangat mudah untuk menghancurkan portal, yang menjadi jalan makhluk asing datang ke bumi. “Kalian berenam jaga jarak dari portal karena aku akan menghancurkannya!” Tangan kanan Noah sudah memegang sebuah granat, dan begitu ke-enam kekasihnya pergi menjauh, dia melemparkan granat yang siap meledak ke dekat portal.
Ada makhluk asing yang ingin menyingkirkan granat dari dekat portal, tapi belum juga dia menyentuh granat itu, Noah lebih dulu melemparkan belati di tangannya, dan belati yang dilempar tepat mengenai kepala makhluk asing yang berusaha menyingkirkan granat.
Booomm...
Bersama dengan ledakan granat yang terjadi, begitu debu tebal menghilang, Noah dan yang lainnya melihat jelas hilangnya portal penghubung antara Bumi dan dimensi lain.
“Ternyata portal itu bisa hancur hanya dengan granat!” gumam Jacob melihat apa yang baru saja terjadi.
Tidak lagi ada makhluk asing yang keluar dari portal, membuat Noah dan ke-enam kekasihnya tidak kesulitan mengalahkan sisa musuh mereka, bahkan mereka sama sekali tidak membutuhkan bantuan Jacob dan yang lainnya.
Setelah sebelumnya dia melemparkan belati miliknya untuk membunuh musuh, Noah kini menggunakan katana yang dikeluarkan dari ruang senjata miliknya untuk menyerang musuh.
Dengan jumlah musuh yang tidak bertambah, kurang dari lima menit Noah dan ke-enam kekasihnya berhasil mengalahkan seluruh musuh mereka.
Setelah memastikan seluruh musuh mati, Noah ingin membersihkan mayat musuh sebelum pergi, tapi belum juga melakukannya, dia mendengar suara sirene dari kejauhan, dan dia yakin jika tidak lama lagi akan banyak polisi maupun tentara yang datang ke tempatnya saat ini.
Masih belum ingin menunjukkan keberadaan dirinya dan orang-orang nya pada mereka semua, Noah membawa orang-orang nya pergi dari taman komplek perumahan.
Sangat cepat mereka pergi meninggalkan taman komplek perumahan, dan mereka pergi tanpa meninggalkan jejak.
Belati milik Noah juga telah kembali ke tangan pemiliknya, membuat yang tersisa di taman adalah mayat makhluk asing dan kerusakan taman akibat pertarungan.
Tidak lama setelah kepergian Noah dan orang-orang nya, puluhan polisi dan puluhan tentara sampai di taman komplek perumahan, yang dipenuhi mayat makhluk asing.
Semua makhluk asing yang mereka lihat di taman sudah dalam keadaan mati, dan mereka semua mati karena luka yang diakibatkan senjata tajam. Melihat itu, mereka menjadi penasaran siapa yang telah membunuh puluhan makhluk asing, tanpa adanya bantuan dari pihak kepolisian maupun militer.
Masih menjadi tanya di benak puluhan polisi dan puluhan tentara tentang siapa yang telah membunuh seluruh makhluk asing di taman komplek perumahan.
“Siapapun yang melakukan semua ini, dia telah berjasa membantu kita memusnahkan makhluk asing yang keberadaannya sangat meresahkan!” kata salah satu polisi.
“Apa ada diantara kalian yang tahu sekiranya siapa yang dapat melakukan semua ini?” tanya salah satu tentara.
Semua yang mendengarnya menggelengkan kepala, karena mereka benar-benar tidak tahu, siapa yang bisa melakukan semua ini.
“Hm, semoga saja siapapun itu yang melakukannya, mereka adalah kawan, bukan musuh yang jauh lebih mengerikan dari makhluk-makhluk ini!” kata salah satu polisi, dan setelahnya mereka segera membersihkan mayat di taman, serta membersihkan sisa pertarungan.
Begitu tugas mereka selesai, segera saja mereka pergi meninggalkan taman komplek perumahan.
Taman komplek perumahan kembali sepi, begitu juga keadaan komplek perumahan. Hanya dua rumah yang terlihat ramai, yaitu rumah yang ditempati Noah dan ke-enam kekasihnya serta Jihan, lalu satu rumah lainnya yang ditempati Jacob dan anak buahnya.
......................
Bersambung.