
Calvin Amos Edison, pria yang seumur hidupnya belum pernah bertemu dengan masalah, kali ini ia harus dihadapkan pada dua masalah sekaligus. Masalah pertama berhubungan dengan kebiasaannya sebagai pria penikmat keindahan wanita, sedangkan masalah kedua, itu berhubungan dengan mata-mata yang ia tugaskan untuk memata-matai pria, yang ia anggap sebagai pengganggu hubungannya dengan Ellena.
“Tuan, mereka ditemukan di depan markas dalam keadaan sudah menjadi mayat!” kata Okky, orang kepercayaan Calvin.
Kerutan muncul di kening Calvin begitu mendengar kabar yang tidak diinginkannya. Baru saja ia mendengar kabar tersebarnya banyak video saat ia sedang bercumbu mesra bersama beberapa wanita, kini ia mendengar kabar yang jelas bukan kabar baik, dan entah kenapa ia merasa kedua hal itu saling berhubungan.
Saat ini juga ia memerintahkan ahli IT miliknya untuk menghapus seluruh video pribadinya yang beredar, dan ia juga memberi perintah pada mereka untuk mencari pelaku, yang telah menyebarluaskan video pribadinya.
Untuk anak buahnya yang mati saat ditugaskan memata-matai Noah, Calvin merasa pria yang ingin ia mata-matai bukanlah sosok biasa, apalagi ia sama sekali tidak bisa menemukan informasi penting tentang pria itu.
Saat menyelidiki identitas Noah, orang-orang kepercayaannya sama sekali tidak bisa masuk ke sistem keamanan, yang melindungi identitas Noah. Bahkan, mereka tidak bisa mendapatkan informasi memdasar tentang nama lengkap Noah.
Kalau saja Calvin tahu jika Noah bagian dari keluarga Ludwing, bisa dipastikan ia akan mengutuk sendiri dirinya sendiri karena terlalu bodoh. Selama ini keluarganya mencoba tidak mencari masalah kembali dengan keluarga Ludwing, dikarenakan saat ini 90 persen kelangsungan hidup keluarga Calvin berada di tangan orang-orang dari keluarga Ludwing.
Berani menyinggung keluarga Ludwing, itu sama saja dengan Calvin menggalikan lubang kubur untuk dirinya sendiri, dan seluruh anggota keluarganya.
Berada di ruangannya seorang diri, Calvin terlihat mengacak-acak rambutnya sendiri. Ia terlihat begitu frustasi karena selama menggantikan posisi ayahnya, ini adalah kali pertama ia dihadapkan pada sebuah masalah, yang langsung menyerang ke kehidupan pribadinya. “Video-video itu seharusnya aman di handphoneku, tapi bagaimana video-video itu bisa tersebar luas, sedangkan handphoneku tidak pernah jauh dariku? Untuk kematian ke-empat anak buahku, apa pria itu yang melakukannya?”
Saat Calvin masih mengacak-acak rambutnya sendiri, wanita cantik dengan pakaian yang menonjolkan lekukan di tubuhnya memasuki ruang kerja Calvin. Ia adalah Jessica, sekretaris Calvin, sekaligus wanita yang kapan saja siap menjadi pelayan Calvin, baik itu pelayan di kantor, ataupun pelayan di atas ranjang.
Namun, siang ini ia tidak menunjukkan senyum menggoda saat memasuki ruang kerja Calvin, dikarenakan kedatangannya adalah untuk menyampaikan kabar buruk. “Tuan, banyak investor penting yang tiba-tiba membatalkan kerja sama dengan perusahaan. Mereka melakukan itu karena tidak ingin mencemarkan nama baik diri sendiri, dengan menjalin kerjasama bersama Tuan!”
“Tuan, sekarang apa yang harus kita lakukan?” kata Jessica.
Calvin sudah menduga semua itu akan terjadi setelah tersebarnya video pribadi miliknya. Namun, dengan kekayaan keluarganya ia yakin masih bisa untuk menutupi banyaknya kerugian akibat perginya para investor dari perusahaannya.
Dengan wajah yang terlihat begitu tenang, Calvin berkata, “Semua akan baik-baik saja, tapi yang disini sangat tidak baik karena sudah lama tidak merasakan kehangatan rongga mulutmu!” kata Calvin dan ia tanpa rasa malu mengeluarkan juniornya dari sangkar.
Melihat ketenangan Calvin, Jessica yakin semua masalah perusahaan bisa diatasi oleh pria itu, dan saat melihat ke arah junior Calvin yang sudah menegang, ia tahu apa yang harus dilakukan, dan tanpa membuang-buang waktu ia segera melakukannya seperti biasa.
Calvin mulai memejamkan mata saat merasakan kehangatan rongga mulut Jessica, sedangkan wanita yang sedang melakukan tugasnya, ia mulai tidak sabar membenamkan junior Calvin di sangkar miliknya yang rasanya sudah sangat basah.
Tanpa disadari oleh keduanya, seluruh kegiatan yang mereka lakukan terekam CCTV di dalam ruang kerja, yang selama ini mereka anggap CCTV itu rusak. Nyatanya CCTV itu masih berfungsi dengan baik, dan adegan di ruang kerja itu saat ini dapat dilihat secara live streaming.
“Biasanya aku melihat adegan seperti ini hanya dalam video, dan belum pernah melihatnya secara langsung. Namun, sekarang aku bisa melihatnya secara live, dan ada dua ratusan ribu orang yang menemaniku melihat seluruh adegan mereka secara live!” kata Noah dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.
Bukan sesuatu yang sulit bagi Noah meretas CCTV yang berada di ruang kerja Calvin. Awalnya ia melakukan itu hanya untuk mengawasi kegiatan Calvin, tapi ia benar-benar tidak menyangka jika akan disuruhi tontonan yang begitu menarik, dan karena ia baik hati, ia membiarkan banyak orang menikmati tontonan yang sama dengannya.
Noah melihat dan membaca komentar di siaran langsung, yang sedang ia lakukan. Sebagian besar komentar berisikan hujatan, tapi ada beberapa komentar yang memuji adegan panas Calvin dan Jessica. Mereka bahkan menanyakan berapa harga sewa Jessica, untuk sekali memberikan pelayanan.
Noah yang membaca beberapa komentar, ia hanya terkekeh pelan. “Sebenarnya aku tidak ingin melakukan semua ini, tapi karena dia sendiri yang memancingku untuk melakukannya, jadi jangan menyalahkanku jika hari ini akan menjadi hari kehancuran perusahaan keluarga Edison!” katanya dengan begitu santai, dan ia mengakhiri siaran langsung saat Calvin dan Jessica sama-sama telah mencapai puncak kenikmatan.
“Melihat secara langsung ternyata jauh lebih menyenangkan daripada melihat video yang tersebar luas di banyak aplikasi dewasa!” gumam Noah dan ia tersenyum.
Setelahnya ia mematikan laptopnya, lalu bangkit dari tempat duduknya, dan setelahnya ia keluar dari ruang kerja setelah selesai melakukan semua yang ingin dilakukannya.
...----------------...
Brak...
Dua jam berlalu setelah Calvin mendapatkan kepuasan dari permainannya bersama Jessica, dan baru saja ia mendengar kabar jika apa yang dilakukannya bersama Jessica, ternyata telah disiarkan secara langsung, dan siaran itu direkam menggunakan CCTV yang ada di ruang kerjanya.
“Sialan! Sebenarnya siapa yang melakukan semua ini padaku? Apa aku telah menyinggung orang yang tidak seharusnya aku singgung?” gumam Calvin dan ia mencoba mengingat siapa-siapa saja yang akhir-akhir ini terlibat masalah dengannya.
Merasa tidak menyinggung siapapun selama beberapa waktu terakhir, Calvin semakin dibuat bingung dengan pelaku yang telah menyebarkan kelakuannya dengan banyak wanita, termasuk apa yang baru ia lakukan bersama Jessica. Saat dilanda kebingungan, Calvin teringat seseorang, yang sejak kemarin membuatnya marah.
Namun, informasi yang ia dapatkan dari Edgar rasanya banyak kesalahan, dikarenakan ia tidak melihat sosok Noah sebagai pria miskin seperti yang diceritakan Edgar. Meski bukan dari kalangan keluarga kaya raya, tapi setelah melihat rumah Noah dan orang-orang yang bekerja di rumah itu, setidaknya ia merupakan orang tingkat perekonomian menengah ke atas, dan tidak terlihat hidupnya terlilit himpitan ekonomi.
“Hah, aku benar-benar tidak memiliki petunjuk siapa yang telah melakukan semua ini padaku! Kalau aku berhasil menemukan siapa yang telah melakukan semua ini padaku, akan aku pastikan orang itu sangat menyesali perbuatannya!” kata Calvin.
Calvin sejenak ingin melupakan kemarahannya pada seseorang yang identitasnya belum ia ketahui, dan sekarang ia mulai menyibukkan diri dengan banyaknya masalah perusahaan yang harus segera diselesaikan. Jika semua tidak segera diselesaikan, ia yakin hal buruk akan terjadi pada perusahaan keluarganya, yang belum lama ini ia kelola.
Sementara itu di markas Black Panther, dimana saat ini Leo sedang bersama dengan kedua orangtuanya dan juga adiknya, ia baru saja melihat sekilas video Calvin dan sekretarisnya. Kedua orangtuanya dan juga adiknya juga melihat video itu, meski mereka hanya sekilas melihatnya. “Video yang indah, dan aku yakin setelah ini keluarga Edison tidak akan lagi memaksa adik kecilku untuk menikah dengan putra mereka yang sangat menjijikkan!” kata Leo.
“Siapa juga yang ingin menerima pria menjijikkan seperti ini, sedangkan sudah ada pria luar biasa yang sebentar lagi akan menjadi menantu keluarga Milito, apalagi pria itu adalah sosok yang sudah ditakdirkan untuk putriku!” kata Ellina, dan ia tersenyum.
“Putra keluarga Edison, aku benar-benar tidak menyangka kalau ia adalah seorang bajingan, yang sangat menjijikkan! Senang rasanya selama ini aku mengabaikan keinginan mereka, yang bersikeras ingin menjodohkan Ellena dengan pintar mereka!” kata Alexander yang sesaat yang lalu baru saja memutus seluruh hubungan dengan keluarga Edison.
“Dia memang pria yang sangat menjijikkan, dan beruntung aku tidak pernah bersentuhan dengannya! Tubuhku mungkin akan tertempel kuman menjijikkan, jika saja aku sempat bersentuhan dengannya!” Ellena sempat diajak jabat tangan oleh Calvin, tapi tegas ia menolak, dan memilih mengacuhkan keberadaan pria seperti Calvin.
Sebelumnya hubungan keluarga Milito dan keluarga Edison terjalin cukup baik, tapi mulai hari ini tidak akan ada hubungan baik antara kedua keluarga. Bukan hanya keluarga Milito yang memilih meninggalkan keluarga Edison, melainkan banyak keluarga lain yang memilih memutus hubungan dengan keluarga Edison, termasuk keluarga Kaivan.
“Menurut kalian, siapa yang melakukan semua itu pada Calvin, dan ada masalah apa orang itu dengan Calvin, sampai melakukan pembalasan yang begitu kejam?” tanya Leo pada kedua orangtuanya, dan juga adiknya. “Apa kalian tidak berpikir jika semua ini ada hubungannya dengan seseorang yang kita kenal?” lanjutnya.
“Berhubungan dengan seseorang yang kita kenal? Siapa orang yang kita kenal, dan kenapa juga ia melakukan sesuatu yang begitu baik pada keluarga Edison?” Alexander memikirkan seseorang yang dikenalinya, yang memungkinkan melakukan semua itu pada keluarga Edison, terutama melakukan semua itu untuk menghancurkan karir Calvin yang sedang berkembang akhir-akhir ini.
“Kakek Richard mengatakan padaku jika kemarin ada yang memata-matai Noah, dan setelah diselidiki ternyata orang-orang yang memata-matai Noah adalah anak buah Calvin. Dari sini, seharusnya kalian tahu bukan siapa yang telah melakukan semua itu pada Calvin?” tanya Leo dan ia menatap bergantian orang-orang di hadapannya.
“Jadi semua ini dilakukan oleh Kakek? Hah, aku tidak menyangka jika Kakek Richard sangatlah luar biasa!” kata Ellena yang mengira semua itu dilakukan oleh Richard, sampai akhirnya ia melihat kakaknya menggelengkan pelan kepalanya.
“Kakek Richard mungkin memang bisa melakukan semua itu, tapi kali ini aku yakin bukan dia yang melakukannya, melainkan semua ini dilakukan oleh Noah!” Leo seratus persen yakin jika apa yang terjadi merupakan ulah Noah.
Alexander sudah mengira jika sosok Noah tidak sesederhana apa yang terlihat, dan hal yang sama juga sudah diperkirakan oleh Ellina dan juga Ellena. Namun, mereka tidak menyangka jika Noah bukanlah tipe pria yang bertele-tele pada orang-orang yang mencari masalah dengannya. Ia termasuk tipe orang yang bergerak cepat menyelesaikan permasalahan dengan orang-orang yang mencari masalah dengannya.
“Jika itu semua dia yang melakukannya, aku merasa dia memang jodoh yang telah dipersiapkan untuk putri kita, dan tidak akan ada pria yang jauh lebih baik darinya!” kata Alexander sambil memandang istrinya, dan ia yang biasanya sulit memuji orang lain, baru saja ia memuji pria yang akan menjadi suami putrinya.
Ellina yang dipandang sang suami, ia hanya tersenyum dang mengangguk pelan. Ia sendiri juga merasa jika Noah adalah pasangan terbaik untuk putrinya, meski ke depannya putrinya harus berbagi suami dengan wanita lain. Namun, melihat kedekatan putrinya dengan para wanita yang kelak akan berbagi suami dengannya, Ellina dalam hati merasa senang karena para wanita itu bisa menjalin hubungan baik.
Dari para bodyguard Ellena, Ellina tahu jika putrinya itu tanpa sepengetahuan Noah, ia sering jalan keluar dengan para wanita yang merupakan kekasih Noah, dan para bodyguard melaporkan padanya jika hubungan Ellena dengan para wanita itu sangat baik.
Sementara itu, Ellena yang terus mendengar kedua orangtuanya memuji hubungannya dengan Noah, ia tidak bisa menyembunyikan perasaan malu yang bercampur senang, dan ia yakin sejak tadi wajahnya pasti sudah merona merah. Ingin menyembunyikan rona merah di wajahnya, sederi tadi ia terus saja menunduk, tapi senyuman di wajahnya tidak pernah luntur.
“Oh iya, apa Daddy dan Mommy sudah tahu jika sistem keamanan yang melindungi informasi tentang keluarga Milito telah ditingkatkan?” tanya Leo yang baru saja teringat jika sistem keamanan informasi keluarganya yang telah ditingkatkan.
“Tentu saja Daddy mengetahuinya, dan itu sangat luar biasa, bahkan ahli IT keluarga Milito dibuat tidak berdaya oleh sistem itu! Kalau boleh tahu, siapa yang telah melakukan semua itu?” Terlihat Alexander begitu penasaran.
“Tentu saja yang melakukannya adalah Noah, calon menantu Daddy dan Mommy!” ungkap Leo, lalu ia berkata, “Sebenarnya ia masih bisa meningkatkan sistem keamanan ke tingkat yang lebih tinggi, tapi aku rasa untuk saat ini belum waktunya melakukan itu, karena aku yakin musuh tidak akan mampu melakukan apa-apa pada sistem keamanan saat ini!”
“Beruntungnya kita memiliki calon menantu yang sangat luar biasa!” kata Ellina yang bingung harus seperti apa memuji Noah yang terlalu luar biasa untuknya.
“Rasanya aku ingin cepat-cepat mengikatnya sebagai anak menantu, meski nantinya bukan hanya aku yang menjadi ayah mertuanya!” kata Alexander sambil terkekeh pelan, dan ia melirik Ellena yang terus saja menundukkan kepala, tapi ia sebagai seorang ayah tentu saja tahu kalau putrinya itu sedang malu.
‘Entah kenapa aku merasa senang jika pernikahanku dengan Noah dipercepat!’ kata Ellena dalam hati, dan terlihat senyuman kebahagiaan di wajahnya, dan senyuman itu terlihat jelas oleh kakak serta kedua orangtuanya.
...----------------...
Bersambung.