Sistem Pekerja Keras

Sistem Pekerja Keras
Dipecat Secara Tidak Terhormat


Masalah sepertinya belum akan datang berhenti menghampiri Noah, yang hari ini ingin menikmati waktu kebersamaan dengan Yuna, Suzy, dan Amel.


Mereka yang baru saja sampai di pantai, kedatangan mereka langsung saja mendapatkan sambutan kurang baik dari seorang pria yang sepertinya mengenali siapa Noah, tapi siapa dia, Noah tidak mengenalinya.


Pria itu mendatangi Noah, lalu marah-marah sambil mengatakan jika Noah adalah pria bajing*n, yang hanya mempermainkan perasaan wanita, termasuk wanita yang dicintainya.


Membiarkan pria yang ditemuinya marah-marah tidak jelas, Noah lebih memilih bertanya pada sistem, tentang siapa wanita yang dicintai oleh pria, yang masih saja marahma tidak jelas padanya.


“Sistem, apa kamu tahu siapa kira-kira yang dicintai pria ini?” tanya Noah.


[Tuan, pria ini sangat mencintai Nona Anggun, dan sudah berkali-kali dia mengutarakan perasaannya, tapi senantiasa penolakan yang didapatkannya]


“Jadi dia saat ini marah-marah karena mengira aku mempermainkan hubungan dengan Anggun?”


[Itu tidak semuanya benar, tapi itu juga termasuk salah satu penyebab dia marah pada Tuan]


“Lalu, apa penyebab lainnya, yang membuat dia nampak begitu marah padaku?”


[Penyebab lainnya kenapa dia marah pada Tuan, itu karena rencananya membunuh Tuan telah gagal, dan dia justru harus kehilangan banyak anggotanya, termasuk salah satu orang kepercayaannya]


“Benar jug, dia adalah Tuan dari orang-orang yang beberapa waktu lalu datang untuk membunuhku, tapi pada akhirnya mereka semua yang mati di tanganku!”


Mengingat siapa pria yang saat ini sedang marah-marah padanya, sehingga banyak pengunjung pantai mengarahkan pandangan ke arahnya, Noah langsung menatap tajam pria itu.


“Tolong jangan mengatakan omong kosong, sementara kita saja tidak saling kenal!”


Secara langsung Noah memang tidak mengenal pria yang terus saja marah-marah, jadi tidak ada kebohongan dalam perkataannya.


“Kau marah-marah pada orang yang tidak mengenalmu, apa kau orang gila yang melarikan diri dari perawatan?”


Orang-orang yang sebelumnya menatap sinis Noah, tiba-tiba mereka menahan tawa, setelah mendengar kata balasan Noah, untuk pria yang sedari tadi marah-marah, menjelekkan dirinya di hadapan banyak orang.


Wajah pria yang sebelumnya bersemu merah karena marah, seketika wajahnya menggelap, menandakan jika dia sangat marah, apalagi setelah melihat dirinya dijadikan bahan lelucon oleh Noah.


Sebagai seorang Jenderal, pantang baginya ada yang menertawakannya, dan dengan amarah yang tak lagi bisa dikendalikan di langsung saja melayangkan tinju ke arah wajah Noah.


Bugh... Krack...


Seketika semua orang diam, saat suara tinju terdengar, dan mereka melihat apa yang terjadi.


Aaaargh...


Noah tidak menghindari tinju yang mengarah ke wajahnya. Dia membiarkan tinju itu mengenai wajahnya, tapi begitu tinju mengenai wajahnya, bukannya dia yang merasa kesakitan, tapi justru pria yang meninjunya, yang merasakan kesakitan.


Semua orang dapat melihat bagaimana tangan pria itu remuk, begitu meninju wajah Noah, sementara itu, dengan santainya Noah berbicara.


“Apa barusan tinju terkuatmu? Sangat lemah!”


Menggerakkan tangan, lalu dengan menggunakan jari telunjuknya, Noah mendorong mundur pria yang mencari masalah dengannya, membuat pria itu jatuh dengan pantat lebih dulu menghantam permukaan pasir pantai.


“Aku tidak mengenalimu dan tidak ingin mengenalimu! Akan tetapi, jika kau masih saja mencari masalah denganku, aku tidak akan segan mempertemukanmu kembali, dengan orang-orang yang sebelumnya kamu kirim untuk membunuhku!”


Mempertemukan dengan orang-orang yang sebelumnya datang, dan ingin membunuhnya, itu artinya dia akan mati jika masih berani berurusan dengan Noah.


“Kau hanyalah pengusaha, sementara aku adalah salah Jenderal di kemiliteran. Kau begitu berani mengancamku, apa kau tidak takut jika ancaman itu justru kembali padamu?” ujar Vano, pria yang sudah belasan tahun lamanya menyukai Anggun.


“Aku punya kekuatan, dan aku bisa menyerahkannya untuk melenyapkanmu, beserta mereka semua yang memiliki hubungan denganmu! Nantinya hanya ada Anggun yang selamat, dan setelahnya dia akan hidup bahagia bersamaku!” pelan Vano bicara, dan hanya Noah yang mendengarnya.


Orang lain tidak bisa mendengar semua itu, tapi mereka tahu jika ada yang baru dikatakan Vano pada Noah.


“Apa kau yakin kalau aku hanya seorang pengusaha biasa? Apa kau tidak menyelidiki lebih jauh lagi tentang siapa aku, dan sebesar apa kekuatan yang mendukungku?”


Noah berbicara dengan sorot mata sinis menatap Vano, yang nyatanya tidak mengetahui banyak tentangnya.


Pelan dia menggelengkan kepalanya, dan kini dia sangat yakin jika Vano adalah orang bodoh.


Tidak lama kemudian puluhan anak buah Vano datang, dan diwaktu bersamaan Jacob beserta anak buahnya juga datang.


Vano yang semula ingin membanggakan kekuatan anak buahnya begitu mereka datang, dan akan menggunakannya untuk mengancam Noah. Seketika dia terdiam saat tahu banyak pengawal yang datang melindungi Noah.


“Beraninya kau ingin melawan kekuatan negara ini! Apa kau ingin dianggap sebagai pemberontak, yang ingin mengambil alih kekuasaan negara ini?” teriak Vano, yang ingin memanas-manasi orang-orang, supaya menganggap Noah adalah pemberontak, yang artinya dia adalah musuh bersama.


“Apa kau yakin kalau saat ini kau masih seorang Jenderal?” Bukan Noah yang bertanya, melainkan Jacob, dan beberapa saat yang lalu Jacob telah menghubungi Jenderal besar, untuk melaporkan kelakuan buruk salah satu anak buahnya.


Jacob mengirim foto dan video Vano yang sedang mencari masalah dengan Noah kepada Jenderal besar, dan setelah sang Jenderal melihat video dan foto tanpa rekayasa, dia butuh waktu lima menit untuk memutuskan masa depan Vano.


Setelah mengetahui keputusan Jenderal besar tentang salah satu anak buahnya, Jacob menghampiri Noah, dan tibalah dia di sini, berhadap-hadapan dengan Vano.


Melihat Jacob yang berdiri di sebelah Noah, dia menyimpulkan jika pria itu memiliki hubungan dengan Noah, lalu setelah menunjukkan senyuman sinis di wajahnya, dia bicara dengan suara lantang.


“Tentu saja aku sangat yakin, jika saat ini aku masih seorang Jenderal, dan tidak lama lagi mungkin aku akan menggantikan posisi Jenderal besar yang sudah tua!” Vano sangat percaya diri dengan perkataannya.


“Percaya diri boleh-boleh saja, tapi terlalu percaya diri sangat tidak baik untukmu! Sebaiknya terima panggilan Jenderal besar, yang aku yakin tidak lama lagi akan menghubungimu!”


Baru juga Jacob selesai bicara, Vano merasakan getaran di saku celananya, dan itu berasal dari ponselnya.


Mengetahui ada yang tiba-tiba menghubunginya setelah mendengar perkataan pria di sebelah Noah, entah kenapa perasaan Vano menjadi tidak enak, dan dia merasa was-was.


Mengabaikan Noah, Jacob, dan orang-orang yang menjadi penonton, Vano segera mengeluarkan ponselnya, dan perasaannya benar-benar tidak enak saat nama Jenderal besar tertera di layar ponselnya.


“Jenderal besar, apa ada tugas untukku!” tanya Vano sopan, begitu dia menerima panggilan Jenderal besar.


“Segera bereskan seluruh barang-barang milikmu, karena mulai hari ini kau dipecat secara tidak hormat!”


Jenderal besar sudah mengambil keputusan, dan tidak ada yang bisa mempengaruhi keputusannya.


Tentu saja Jenderal besar tahu siapa Noah, aset paling penting di negara IDN. Mengetahui Vano membuat masalah dengan Noah, seluruh jajaran di pemerintahan dan kemiliteran kurang dari dua menit setuju memecat Vano secara tidak terhormat.


“I-Ini tidak mungkin! Jenderal besar, kamu pasti sedang bercanda, ya pasti sedang bercanda!” kata Vano, yang tentu dapat didegar oleh semua orang.


“Tidak ada yang sedang bercanda! Kamu memiliki satu jam untuk mengemasi barang-barang, dan jika selama satu jam kamu tidak berkemas, terpaksa semua barangmu akan dimusnahkan!” Tegas Jenderal besar, lalu dia mengakhiri panggilan telepon.


Begitu Jenderal besar mengakhiri panggilan telepon, Vano langsung saja menatap tajam Jacob.


“Kau, apa yang telah kau lakukan, sampai Jenderal besar melakukan semua ini padaku? Katakan padaku, berapa uang yang kau keluarkan untuk membayar Jenderal besar, sampai dia bersedia melakukan semua ini padaku?” teriak Vano marah.


Jacob terkekeh mendengarnya. “Hehehe... aku tidak mengeluarkan sedikitpun uang, tapi aku hanya menunjukkan padanya kelakuanmu yang sedang mengganggu Tuanku!” ungkap Jacob.


Vano tahu siapa Noah, tapi dia tidak tahu jika dia memiliki hubungan dengan Jenderal besar.


Pantas saja keputusan pemecatannya berlangsung begitu cepat, ternyata kelakuannya yang terang-terangan telah diketahui Jenderal besar, dan bodohnya kenapa dia mengganggu Noah secara terang-terangan?


Bukannya menyuruh orang lain melakukannya, dia justru menempatkan diri mengganggu Noah secara langsung.


“Untuk kalian yang merupakan anak buah mantan Jenderal ini, seharusnya kalian sudah mendapatkan perintah baru, dan sebaiknya kalian segera pergi, karena kalian tidak lagi memiliki hubungan dengan pria ini!” Jacob menunjuk Vano yang terdiam di tempatnya.


Mendengar Jacob, anak buah Vano, mereka segera memeriksa ponsel masing-masing, dan nyatanya benar jika mereka telah mendapat tugas baru, lalu bergegas mereka pergi meninggalkan Vano.


Orang-orang yang berkumpul, satu demi satu mulai pergi, setelah mereka yakin mana pihak yang salah, dan mana pihak yang benar. Melihat Vano yang ditinggalkan anak buahnya, mereka tentu saja menyimpulkan jika Vano adalah pihak yang salah, dan yakin jika pria itu telah memanfaatkan posisinya di kemiliteran.


Dengan kepala tertunduk akhirnya Vano memilih pergi. Dia terburu-buru pergi, dikarenakan banyak barang yang harus dia selamatkan, sebelum dihancurkan.


Sementara itu, Noah memilih melanjutkan menikmati keindahan pantai bersama Yuna, Suzy, dan juga Amel. Mereka berempat menganggap masalah dengan Vano hanyalah angin yang begitu saja pergi berlalu.


......................


Bersambung.