Sistem Pekerja Keras

Sistem Pekerja Keras
Pria Tidak Tahu Malu


Delapan pria dengan senyuman sinis di wajah mereka berjalan mendekati Noah, dan tanpa mereka sadari, tidak jauh dari mereka terdapat Jacob dan tiga pria yang saat ini menatap lapar ke arah mereka. Salah satu memberi perintah pada empat orang pria untuk mengepung Noah, sedangkan sisanya pergi ke tempat Noah menghentikan laju mobilnya.


“Kalian jangan harap bisa mendekati mobilku, selama aku masih berada di tempat ini dalam keadaan baik-baik saja!” kata Noah dan ia menyeringai dengan sorot mata tajam menatap delapan pria, yang merupakan orang-orang keluarga Morgan.


Empat pria yang diperintahkan mengepung Noah, mereka sama sekali tidak peduli dengan perkataan Noah. “Saat ini kau memang dalam keadaan baik-baik saja, tapi tidak lama lagi kau akan babak belur di tangan kami!”


Pria yang baru bicara pada Noah, ia mengeluarkan pisau lipat dari saku celananya, dan ia menggunakan pisau lipat di tangannya untuk melukai Noah.


Cepat ia mengayunkan pisah lipat di tangannya, tapi dengan sebuah tendangan, Noah menendang tangan yang memegang pisau lipat, membuat pisah lipat di tangan pria itu terlepas, sialnya bagi salah satu pria yang mengepung Noah, pisau lepas terlepas dan justru mengarah padanya, dan menancap dalam di dadanya.


Saat itu juga pria itu tumbang, dikarenakan pisau itu tepat menghujam jantungnya. Tidak lama pria itu mati dengan darah mengalir deras dari luka di dadanya.


“Satu tumbang tanpa sengaja, dan satu lagi tangannya sudah patah,” kata Noah dengan entengnya.


“Sekarang giliran kalian berdua!” Noah tidak kesulitan menumbangkan dua pria yang mengepungnya, ia mematahkan kaki dan tangan mereka, membuat keduanya jatuh tidak berdaya di atas permukaan aspal jalanan.


Satu orang mati, satu orang mengalami patah pergelangan tangan, serta dua orang yang sudah tidak lagi bisa menggerakkan kedua tangan dan kakinya. Sekarang hanya tersisa tiga orang yang mendapat perintah menculik Jihan, yang saat ini berada di mobil Noah, serta terdapat satu orang yang merupakan pemimpin mereka.


Melihat Noah berhasil mengalahkan empat pria yang mengepungnya, tiga pria bergegas menghampiri mobil Noah yang terparkir di pinggir jalan, dan mereka bermaksud menggunakan mereka yang berada di dalam mobil untuk mengancam Noah. Mereka yakin Noah akan menuruti keinginan mereka jika berhasil menahan orang-orang di dalam mobil.


Noah yang tahu tujuan mereka mendekat mobilnya, ia menggeleng pelan, dan bergerak sangat cepat, membuatnya secara tiba-tiba sudah berada di hadapan tiga pria yang berlari ke arah mobilnya. “Jangan harap kalian bisa melakukan apapun pada mereka yang berada di dalam mobil!” kata Noah, yang kemunculannya mengejutkan mereka yang mendekati mobilnya.


Jelas mereka tadi melihat sosok Noah berada jauh di belakang mereka, tapi hanya dalam satu kedipan mata, sosok yang sebelumnya masih berada di tempat yang begitu jauh, tiba-tiba saja sosok itu sudah berdiri tegap di hadapan mereka.


Dalam kondisi yang sedang mereka hadapi, tidak ada pilihan lain bagi mereka selain melawan Noah. Ketiganya bermaksud mengeroyok Noah, tapi bukannya mengeroyok dan membuat babak belur Noah, mereka justru yang dibuat tidak berdaya oleh pria, yang ingin mereka keroyok.


“Kemampuan beladiri kalian sangat buruk, aku bahkan tidak kesulitan menumbangkan kalian!” kata Noah, dan saat ia ingin memukul kembali salah satu pria, ia buru-buru melompat ke samping, saat melihat pria yang sedari tadi diam di tempatnya mengarahkan pistol ke arahnya.


Door...


Suara tembakan terdengar, tapi tembakan itu gagal mengenai sasaran, yang tidak lain adalah Noah. Saat-saat terakhir Noah berhasil melompat kesamping tepat waktu, yang membuatnya selamat dari peluru tajam yang bisa saja bersarang di tubuhnya. Namun, ia sadar jika di pistol itu tidak hanya terdapat satu peluru, dan tidak lama kemudian kembali terdengar suara tembakan.


Door... Door... Door...


Berkali-kali peluru tajam ditembakan ke arah Noah, tapi dengan gerakan yang begitu gesit dan lincah, Noah berhasil menghindari setiap peluru tajam yang tertuju padanya. “Hahahaha... sepertinya kamu harus belajar menembak supaya peluru yang kamu tembakkan bisa tepat mengenai sasaran!” kata Noah dengan senyum sinis, meremehkan keterampilan menembak lawannya.


Pria yang terus menembak Noah, ia menggerakkan gigi marah karena tidak ada satupun peluru yang berhasil melukai Noah. Semua berhasil dihindari dan sekarang ia telah kehabisan amunisi.


Noah tahu jika lawannya telah kehabisan amunisi, dan dengan gerakan yang begitu cepat ia berhasil merebut pistol di tangan lawannya. lalu ia menghancurkan pistol itu dengan cara meremasnya.


Tentu saja pria pemilik pistol yang sudah hancur di tangan Noah terkejut. Bagaimanapun juga pistol itu adalah benda yang tidak mudah dihancurkan, tapi pistol itu hancur hanya dengan diremas menggunakan tangan kosong.


‘Apa pria itu masih manusia?’ tanya dalam hati pria yang telah kehilangan pistol kebanggaannya.


Merasa tidak mampu melawan sosok Noah, ia bermaksud pergi melarikan diri. Namun, baru juga membalikkan tubuh, ia sudah harus dihadapkan pada Jacob dan ketiga anak buahnya.


Melihat keberadaan Jacob, dengan suara lantang Noah berkata, “Jacob, aku serahkan pria itu padamu dan terserah kamu ingin melakukan apa pada pria itu! Mereka yang terluka dan mati juga aku serahkan padamu, tapi untuk keluarga Morgan, jangan usik keluarga itu karena aku masih ingin bermain-main dengan mereka!”


“Baik Tuan Muda!” balas Jacob dan langsung saja ia membereskan pria yang sebelumnya ingin melarikan diri, sedangkan anak buahnya mengurus mereka yang mati dan terluka.


“Sayang, apa kamu baik-baik saja?” tanya Agnes khawatir begitu Noah kembali kedalam mobilnya.


Mendengarnya Noah tersenyum hangat, dan berkata, “Semuanya baik-baik saja, dan sebaiknya kita segera pergi ke kantor perusahaanmu!” Ia kembali mengemudikan mobilnya, dan ia harus melewati jalur memutar untuk sampai di kantor Agnes.


Di dalam mobil Agnes terus saja memperhatikan keadaan Noah, dan ia bernapas lega setelah memastikan kekasihnya tidak mengalami luka, dan hanya pakaiannya saja yang sedikit kusut.


Sementara itu, di tempat Jacob dan anak buahnya, mereka langsung saja mengeksekusi tujuh orang yang masih bernapas, lalu mengubur mayat mereka di hutan, yang juga menjadi tempat eksekusi mereka.


Sambil menggali tanah untuk mengubur mereka yang sudah mati, ketiga anak buah Jacob saling melemparkan pujian seberapa hebat Tuan Muda mereka.


“Kecepatan sebuah peluru tentu tidak lambat, tapi Tuan Muda bukannya berlindung atau menahan peluru-peluru itu dengan sesuatu yang kokoh, tapi dengan mudahnya ia menghindari seluruh peluru yang ditembakkan ke ayahnya. Sungguh Tuan Muda sangat luar biasa!”


“Aku setuju denganmu, Tuan Muda memang sangat luar biasa, bahkan seumur hidup aku belum pernah melihat ada orang yang bisa melakukan, apa yang tadi dilakukan Tuan Muda! Rasanya tadi aku seperti melihat sosok manusia super di dunia nyata.”


Mereka masih saja saling melemparkan pujian, sedangkan Jacob, ia sedari tadi hanya mendengar sambil mengamati pekerjaan mereka.


Meskipun mereka bekerja sambil bicara, Jacob tidak ada keinginan menegur mereka dikarenakan ia tidak melihat adanya kesalahan dalam pekerjaan mereka, dan mereka dapat menyelesaikan pekerjaan dengan sangat cepat.


...----------------...


Di kantor Agnes, dimana Noah baru saja memarkirkan mobilnya di parkiran VIP.


Begitu keluar dari mobil, Agnes mengajak Noah menuju lift khusus yang hanya bisa diakses oleh President Director perusahaan, yang tidak lain adalah Agnes, dan lift itu hanya akan berhenti di lantai empat puluh, yang mana di lantai itu secara keseluruhan adalah ruang pribadi sekaligus ruang kerja milik Agnes.


Ting...


Pintu lift terbuka di lantai empat puluh, dan kedatangan mereka langsung disambut sepasang suami istri yang merupakan sekretaris Agnes, dan mereka dulunya merupakan sekretaris sekaligus orang kepercayaan mendiang suami Agnes.


Keluar dari lift, kedua sekretaris Agnes dibuat bertanya-tanya dengan pria berpenampilan sempurna yang sedang menggendong Jihan, bahkan Jihan yang biasanya rewel saat berurusan dengan orang asing, anak kecil itu terlihat senang di gendong pria, yang memperlakukannya begitu lembut.


“Aku akan membicarakan beberapa hal yang berhubungan dengan investasi perusahaan dengan Tuan Noah, jadi kalian bisa kembali ke pekerjaan masing-masing!” kata Agnes, dan kedua sekretarisnya segera kembali ke ruangan mereka untuk lanjut bekerja.


...----------------...


Membiarkan Jihan bermain dengan babysitter nya, sekarang Noah dan Agnes sedang membahas investasi yang akan dilakukan Noah, di perusahaan Agnes. Total investasi yang akan dilakukan Noah mencapai nominasi satu triliun rupiah, dan tanpa banyak berpikir Noah akan menggunakan satu triliun uangnya untuk berinvestasi di perusahaan Agnes.


“Dengan begini kita sudah resmi menjadi rekan kerja!” kata Agnes begitu ia dan Noah baru saja menandatangani beberapa kesepakatan.


Noah tidak mengharapkan banyak keuntungan dari investasi nya, ia hanya berharap apa yang dilakukannya menjauhkan Agnes dari para pria yang mengincarnya.


“Apa hari ini kamu tidak disibukkan dengan pekerjaan?” tanya Noah setelah masalah pekerjaan telah terselesaikan dengan sangat mudah.


“Sebenarnya siang ini aku ada pertemuan dengan Edgar dan Nancy, membahas kerjasama pembangunan sebuah resort, tapi setelah membaca proposal yang mereka kirim padaku, hampir tidak ada keuntungan yang aku dapatkan jika bekerjasama dengan mereka, yang artinya aku hanya buang-buang waktu dan tenaga jika bekerja dengan mereka!” kata Agnes.


“Jika memang tidak memberi keuntungan apa-apa padamu, memang sebaiknya abaikan saja kerjasama itu!” Noah membelai lembut rambut Agnes, yang mana saat ini mereka sedang berada di sofa panjang, dengan posisi Agnes tiduran, dan ia menggunakan paha Noah sebagai bantal.


Agnes mengangguk pelan mendengar apa yang dikatakan Noah, dan ia kembali menikmati kebersamaan dengan Noah, tapi kebersamaan mereka tidak berlangsung lama setelah sekertaris Agnes memberitahu jika Morgan ingin bertemu dengannya, dan saat ini sedang menunggu si ruang tunggu.


“Suruh saja orang itu pergi karena aku tidak memiliki waktu luang mengurusi orang sepertinya!” kata Agnes, dan sekretaris nya langsung melakukan apa yang dikatakannya.


Akan tetapi, tidak lama kemudian kebersamaannya dengan Noah terganggu karena ada orang yang dengan paksa masuk ke ruang bersantai, yang biasa ia gunakan bersantai saat penat dengan pekerjaan.


Siapa lagi orang itu jika bukan Morgan, dan ia saat ini menatap tajam Agnes yang benar-benar mengabaikan keberadaannya, bahkan ia masih saja merebahkan tubuhnya di sofa dengan paha Noah sebagai bantal.


“Agnes, apa yang sedang kamu lakukan? Bagaimana bisa kamu tega berselingkuh dariku?” kata Morgan dengan wajah terlihat sangat marah.


Namun, Noah yang yang melihat wajah Morgan sambil membaca pikirannya, ia tahu jika pria itu tidak benar-benar marah, melainkan hanya pura-pura marah. Namun, melihat pria dan wanita di belakang Morgan, seketika pandangannya tertuju pada mereka, yang kebetulan juga segan mengarahkan pandangan ke arahnya.


Niah tersenyum tipis setelah ia memastikan siapa pria dan wanita di belakang Morgan, bahkan, dikarenakan senyumannya yang begitu tipis, hanya Agnes yang melihat senyuman itu, dikarenakan jaraknya yang sangat dekat dengan Noah. “Oh, ternyata kamu datang dengan Edgar dan Nancy,” kata Agnes dan ia duduk di sebelah Noah. “Maaf saja aku tidak pernah berselingkuh karena saat ini aku sedang bersama kekasihku, dan hanya ia satu-satunya kekasihku!” tegas Agnes dengan sorot mata tajam menatap Morgan.


Menurut Agnes, Morgan adalah sosok pria tidak tahu malu, yang menuduhnya selingkuh padahal jelas semua orang tahu jika ia tidak memiliki hubungan khusus dengannya, dan ia lah yang terus-terusan mengejarnya, sekalipun ia dulunya sudah menikah.


“Agnes, seharusnya kamu ingat, orangtuaku sudah melamarmu untuk menjadi istriku, jadi kamu adalah milikku, dan pria tidak tahu malu itu adalah selingkuhanmu!” kata Morgan.


Agnes ingin membalas, tapi ia didahului Edgar yang sudah lebih dulu berkat, “Setelah gagal mendapatkan harta keluarga calon istriku, sekarang kau ingin merebut calon istri sahabatku hanya untuk mendapatkan hartanya, sungguh pria menjijikkan!”


Edgar menoleh melihat Nancy, dan kembali berkata, “Sayang, lihatlah pria yang pernah kamu cintai, setelah gagal mendapatkan harta keluargamu, sekarang ia ingin menguasai harta keluarga Kaivan, bahkan ia mencoba merebut calon istri sahabatku!”


Edgar ingin menunjukkan seburuk apa Noah pada Nancy, tapi sayangnya Nancy bukanlah wanita bodoh. Ia tahu seperti apa sifat Noah, dan ia juga tahu seperti apa sifat Edgar. Meski Edgar tunangannya dan hari pernikahan mereka telah ditentukan, ia masih lebih percaya pada Noah daripada Edgar, dan ia menyesal kenapa dulu ia justru memilih menerima keinginan keluarganya, daripada memperjuangkan cintanya dengan Noah.


“Kalian berdua sebaiknya diam, terutama kau Edgar! Kau tidak tahu apa-apa, dan siapa juga yang calon istri sahabatku? Asal kau tahu, aku dan juga keluargaku telah menolak lamaran pria tidak berguna sepertinya, dan kau Morgan, apa kau pikir aku tidak tahu apa yang sedang kau rencanakan bersama keluargamu?”


Agnes menatap tajam Morgan, yang mana pria itu mulai terlihat ketakutan. “Berencana menculik Jihan supaya aku mau menuruti keinginanmu dan juga keinginan keluargamu, tapi semua rencanamu itu gagal karena kekasihku bisa melindungiku!”


Noah telah menjelaskan pada Agnes, siapa sekelompok pria yang sebelumnya terlibat perkelahian dengannya. Noah menjelaskan semua yang ia ketahui, tanpa ada yang ia tutup-tutupi.


“Satu lagi, Edgar, aku tegas menolak kerjasama denganmu, dikarenakan aku tidak mau menghabiskan tenaga, waktu, serta pikiranku untuk sesuatu yang tidak memberi keuntungan apapun padaku!” kata Agnes.


Setelah mengatakan apa yang ingin ia katakan pada mereka, Agnes membawa Noah pergi ke ruangan sebelah, mengabaikan orang-orang yang diam di ruang bersantainya.


...----------------...


Bersambung.