Sistem Pekerja Keras

Sistem Pekerja Keras
Pergi Menemani Ellena


Noah sudah menghentikan siaran langsungnya saat melihat Edgar sudah tidak berdaya. Merapikan peralatannya dengan dibantu Jacob, setelahnya mereka pergi menjauhi Mansion Edgar dengan mengendarai sebuah mobil.


Senyum terlihat di wajah Noah begitu mobil yang dikemudikan Jacob menjauhi Mansion Edgar. Ia sangat-sangat puas dengan apa yang terjadi, dan ia yakin esok akan menjadi salah satu hari terindah selama hidupnya.


“Membuatnya terlihat menjijikkan dan memalukan di satu waktu, itu jauh lebih kejam daripada mengirim pembunuh untuk membuatnya celaka! Rasa malu yang akan dia dapatkan, akan lebih menyakitkan daripada mendapatkan luka fisik di sekujur tubuh!” kata Noah yang duduk di sebelah Jacob.


“Tuan Muda, saya benar-benar tidak menyangka jika Tuan Muda memiliki rencana yang begitu brilian. Saya yakin, bukan hanya malu yang akan dirasakan pria itu, tapi dia pastinya bakal mengalami banyak kerugian, begitu juga dengan orang-orang yang memiliki hubungan dengannya,” ungkap Jacob kagum pada sosok Tuan Mudanya.


“Tuan Muda, saya rasa pernikahan pria itu juga akan gagal setelah apa yang terjadi malam ini, kalaupun acara itu terus berlanjut, saya benar-benar kasihan dengan wanita yang menjadi istrinya! Pastinya ia harus menahan malu seumur hidupnya, dikarenakan harus menikahi pria seperti itu!” Jacob melanjutkan perkataannya.


Memikirkan apa yang baru dikatakan Jacob, entah kenapa Noah jadi merasa kasihan pada nasib Nancy. Namun, mengingat bagaimana wanita itu membuangnya disaat ia membutuhkannya, rasa kasihan itu menguap lenyap tidak bersisa.


“Jika wanita itu tetap melanjutkan pernikahannya, kita tidak perlu mengasihani nya, melainkan kita bisa menilai wanita itu sebagai sosok bodoh, yang tidak bisa membedakan mana pria yang baik untuknya, dan mana yang tidak baik untuknya!” Noah berkata dengan santainya, seolah sosok Nancy tidak pernah ada di hidupnya.


Sebenarnya ia belum sepenuhnya melupakan wanita itu, bagaimanapun juga hubungan mereka terjalin lama, dan banyak kenangan indah yang dibuat bersama. Namun, seiring berjalannya waktu Noah yakin sepenuhnya ia bakal bisa melupakan Nancy, dan semua yang berhubungan dengannya.


“Tuan Muda, apa cukup sampai di sini kita membalas perbuatan pria itu?” tanya Jacob.


Noah menggelengkan kepalanya, pertanda jika ia masih ingin membalas perbuatan Edgar.


Edgar tidak hanya sekali melakukan hal buruk padanya, jadi ia tidak cukup jika hanya sekali membalas perbuatan Edgar. “Aku belum cukup membalasnya. Sekarang ia hanya menderita, tapi belum sepenuhnya jatuh ke lubang penderitaan, dan aku baru akan merasa puas jika dia sudah benar-benar jatuh ke dalam lubang penderitaan!” katanya tegas.


Selesai ia berkata, suara sistem mulai terdengar di kepalanya, dan saat mendengar suara sistem Noah yakin jika ada misi yang harus dikerjakan olehnya.


[Misi sistem terpicu]


[Tuan harus mengerjakan misi sistem, menghancurkan Edgar beserta seluruh anggota keluarganya, dan menggagalkan rencana pernikahan Edgar dengan Nona Nancy]


[Hadiah misi]


[Uang tunai sepuluh triliun rupiah]


[Lima puluh ribu poin level]


[Lima ribu poin sistem]


[Mendapatkan Nona Nancy]


[Untuk hadiah terakhir sistem memberi Tuan opsi menolak, jika Tuan benar-benar tidak menginginkan hadiah itu. Terdeteksi jika Nona Nancy masih seorang gadis, dan itu bisa menjadi pertimbangan Tuan untuk menolak atau menerima hadiah terakhir]


Hadiah dari sistem sangatlah menggiurkan, dan dari melihat misi dari sistem yang harus dikerjakannya, Noah yakin jika pernikahan antara Edgar dan Nancy akan tetap berlangsung. Jika ingin menyelesaikan misi sistem, ia harus menggagalkan pernikahan mereka, dan ia sudah memikirkan banyak cara untuk menggagalkan pernikahan mereka.


‘Untuk hadiah ke-empat, itu akan aku pikirkan nanti setelah aku berhasil mengerjakan misi yang sistem berikan padaku,’ Noah membatin, dan ia akan segera menjalankan rencana selanjutnya, yang mana rencana selanjutnya adalah untuk menghancurkan bisnis keluarga Edgar.


......................


“Sayang, apa hari ini kamu memiliki banyak waktu? Jika kamu memilikinya, apa kamu bisa seharian ini menemaniku di tempat pemotretan?” Ellena yang jarang bepergian dengan Noah, akhirnya ia mengatakan apa yang menjadi keinginannya.


Dari kelima kekasih Noah, hanya Ellena yang hari ini tidak bisa bersantai selayaknya yang lainnya. Ia sudah menandatangani kontrak kerja, dan ia tidak mungkin mengabaikan pekerjaan yang sudah disepakati, bahkan Ellena sudah menerima bayaran penuh saat menandatangani kontrak pekerjaan.


Bukannya tanpa alasan Ellena minta di temani Noah. Lokasi pemotretan kali ini mengambil tempat di air terjun, yang lokasinya berada di tenga hutan belantara. Di tambah keberadaan rekan kerja yang hampir seluruhnya adalah laki-laki dewasa, Ellena merasa tidak nyaman jika tidak ada sosok Noah, meski ada para bodyguard yang mengawalnya kemanapun ia pergi.


Sebenarnya semalam Ellena sudah menduskusikannya bersama para saudarinya, dan mereka tidak keberatan jika satu hari ini Noah menemaninya. Mereka nyatanya mengkhawatirkan keadaan Ellena, dan akan merasa lebih tenang saat ada Noah yang menemani Ellena.


“Hari ini banyak waktu yang aku miliki, dan baiklah aku akan pergi bersamamu!” kata Noah.


Mendengar itu semua wanita tersenyum senang, termasuk Ellena yang merasa senang dan tenang karena ada sosok Noah yang akan menemaninya. “Kalau begitu, sebaiknya kita segera berangkat!” kata Ellena.


Noah dengan pakaian santainya, kapanpun ia siap pergi menemani Ellena, tapi karena akan pergi ke hutan, ia lebih dulu ingin menyiapkan beberapa hal yang harus dibawa pergi bersamanya.


“Sayang, kamu tidak perlu menyiapkan apapun, karena kami sudah menyiapkan semuanya!” kata Agnes, dan ia menyerahkan sebuah tas ransel pada Noah.


“Di dalamnya sudah ada pakaian ganti, camilan, minuman, serta obat-obatan yang sangat cukup untuk kalian berdua,” kali ini giliran Sasa yang bicara.


Sedangkan Joy dan Jane, mereka hanya tersenyum dan mengangguk pelan, lalu kembali keduanya sibuk bermain dengan Jihan.


Noah tidak menyangka jika semua sudah dipersiapkan oleh mereka, dan ia yakin jika semalam mereka semua sudah mendiskusikan apa yang akan dilakukan hari ini. Mengetahui semua itu tentu saja dia senang, dikarenakan mereka bisa hidup rukun, saling membantu, dan saling menghargai.


Memakai jaket yang diberikan Ellena padanya, dan setelah pamit pada para kekasihnya yang hari ini akan menghabiskan waktu di rumahnya, Noah segera masuk ke dalam mobil, mengikuti Ellena yang sudah lebih dulu masuk ke dalam mobil. Ia kali ini mengendarai mobil yang telah dipersiapkan Ellena, dan terlihat mobil bodyguard Ellena juga siap pergi mengawal kepergian mereka.


Jacob juga akan mengawal Noah dan Ellena, tapi ia tidak melupakan keberadaan para kekasih Tuan Mudanya, yang berada di rumah. Untuk menjaga keamanan mereka yang ada di rumah, Jacob mengerahkan lima belas anak buah terbaiknya, dan mereka akan berjaga selama yang dibutuhkan.


Sedangkan untuk pergi memgawal Noah, ia ditemani tiga orang yang senantiasa pergi bersamanya, saat ia melakukan pengawalan pada Tuan Mudanya.


...----------------...


Ellena mengarahkan Noah mengemudikan mobilnya menuju tempat berkumpulnya kru yang akan menjadi rekan kerjanya selama satu hari ini.


“Ini adalah kali pertama aku bekerjasama dengan mereka, dan aku masih belum mengenali sifat asli mereka. Oleh karena itu aku sangat berhati-hati pada mereka, terutama pada fotografer yang sejak pertemuan pertama terus mengarahkan tatapan penuh minat padaku, yang mana tentunya itu membuatku risih!” kata Ellena menceritakan tentang siapa-siapa yang kali ini menjadi rekan kerjanya.


“Sayang, kamu tenang saja, selama ada aku, tidak akan ada pria yang bisa berbuat macam-macam padamu!” kata Noah, dan meski ia fokus mengemudikan mobilnya, ia tetap bisa sejenak menoleh, hanya untuk menunjukkan senyuman di wajahnya.


Ellena yang melihat senyuman Noah, ia merasa jauh lebih tenang, dan ia yakin dengan adanya Noah serta para bodyguard, tidak akan ada yang bisa berbuat macam-macam padanya. Jika ada yang nekat berbuat macam-macam padanya, bisa dipastikan orang itu bakalan bernasib sangat buruk.


Sementara itu, Noah yang kembali fokus pada kemudi mobilnya, ia marah pada pria yang berani menatap penuh minat pada kekasihnya. ‘Siapapun pria itu, aku tidak akan melepaskannya jika ia berani berbuat macam-macam pada kekasihku,’ batinnya.


...----------------...


Bersambung.