
Hari sudah siang.
Menggunakan salah satu mobil sport miliknya, Noah melihat keadaan sekaligus merasakan suasana ibukota negara saat siang hari.
Dia tidak pergi sendirian melainkan pergi bersama Vita, dan hanya mereka berdua tanpa adanya tujuh wanita lain, yang saat ini sedang menikmati waktu bersantai di Mansion.
“Kota ini jauh lebih sepi dari sebelumnya,” ungkap Noah.
Sebelum kemunculan portal dan makhluk asing, jalanan ibukota senantiasa padat baik pagi, siang, sore, ataupun malam hari, tapi kini jalanan cukup lengang.
“Sekilas kehidupan berjalan seperti biasa, tapi ini memang lebih sepi dari awal-awal aku berada di kota ini!” ujar Vita.
Noah menganggukkan kepalanya pelan.
“Sayang apa kamu tahu kapan semua ini akan berakhir? Keberadaan portal dan makhluk asing benar-benar merubah segalanya.”
Mendengar apa yang ditanyakan Vita padanya, Noah hanya menggelengkan kepalanya pelan.
“Aku tidak tahu kapan semua ini akan berakhir, tapi aku yakin ini semua akan berakhir setelah semua musuh berhasil dikalahkan!” kata Noah.
“Kita tidak tahu berapa jumlah musuh yang akan datang, dan sepertinya baru sedikit dari mereka yang datang, sementara jumlah yang lebih banyak masih menunggu giliran datang ke Bumi ini!” ungkap Vita.
“Sebenarnya kita tidak perlu mengkhawatirkan mereka! Selama kita semakin kuat, mereka tidak akan bisa berbuat macam-macam pada kita!” kata Noah.
“Kita memang harus tumbuh semakin kuat untuk menghadapi mereka!” kata Vita, dibalas anggukan kepala oleh Noah.
Setelahnya tidak terjadi pembicaraan apapun diantara mereka, dikarenakan mereka semua fokus melihat-lihat keadaan sekitar.
Puas menghabiskan waktu dua jam berkeliling melihat keadaan dan suasana ibukota negara, Noah dan Vita saat ini berada di restoran menikmati makan sore mereka.
Mereka hanya memiliki waktu tiga puluh menit sebelum restoran tutup. Ya, saat ini seluruh toko dan restoran akan tutup pukul empat sore, dan seluruh kegiatan akan benar-benar berhenti setiap pukul lima sore.
Namun, sore ini semua orang merasakan suasana sedikit berbeda, dikarenakan sedari siang awan gelap telah menyelimuti langit ibukota.
Hari yang seharusnya masih terdapat sinar matahari, kini terlihat lebih gelap, selayaknya malam tidak lama lagi datang.
[Tuan, gelapnya hari membuat portal lebih cepat muncul. Dua portal akan segera muncul tidak jauh dari lokasi Tuan saat ini]
“Ternyata awan gelap membuat portal lebih cepat muncul, dan ini sangat berbahaya bagi mereka yang masih beraktivitas di luar rumah!” gumam Noah yang masih dapat didengar oleh Vita.
“Sayang, apa benar portal akan muncul lebih cepat dari hari biasanya?” tanya Vita.
“Iya, portal akan segera muncul dan semua ini terjadi karena awan gelap yang menyelimuti langit ibukota, yang membuat suasana jauh lebih gelap dari hari-hari biasanya,” jawab Noah sambil melirik keadaan di luar yang memang terlihat gelap, padahal waktu belum menunjukkan pukul empat sore.
“Sayang, sebaiknya kita memberitahu pengelola restoran untuk tutup lebih cepat dari biasanya!” kata Noah, sementara Vita hanya mengangguk pelan sebagai balasan.
Segera mereka bangkit berdiri, dan ternyata tanpa perlu mereka memberitahu, pengelola restoran sudah lebih dulu berinisiatif menutup restorannya lebih cepat.
Namun, belum juga pelanggan pergi meninggalkan restoran, sebuah portal muncul tepat di halaman restoran.
Melihat munculnya portal yang disusul munculnya makhluk asing menyerupai manusia, pelanggan restoran dilanda kepanikan.
Sementara petugas keamanan restoran, mereka cepat mengunci seluruh pintu, termasuk pintu dan jendela besi, yang belum lama ini dipasang untuk keadaan darurat seperti saat ini.
Sebelum seluruh pintu serta jendela tertutup dan dikunci, Noah dan Vita berhasil keluar, dan saat ini mereka melihat makhluk asing yang jumlahnya semakin banyak.
Noah menggunakan masker untuk menutupi sebagian wajahnya, begitu juga dengan Vita.
“Apa kita langsung menyerang?” tanya Vita.
“Tunggu sebentar lagi baru kita akan menyerang mereka!” jawab Noah sambil mengeluarkan senjata untuk dirinya dan untuk Vita.
Dia mengeluarkan senjata dari ruang senjata, dan seluruh kekasihnya serta Jacob dan Hans, mereka telah tahu jika dirinya memiliki ruang misterius yang menyimpan berbagai jenis senjata.
“Sayang, beri aku dua belati dan dua buah pistol!” kata Vita yang lebih menyukai pistol daripada senapan serbu, dan dia lebih menyukai belati yang ringan daripada pedang atau katana.
Noah mengangguk pelan, dan dia memberikan senjata sesuai yang diinginkan Vita.
Melihat kekuatan musuh, Noah memberi Vita puluhan peluru perak, dan begitu juga dengan peluru emas.
Sementara dirinya, dia juga menggunakan pistol, dan akan menggunakan katana sebagai senjata alternatif.
Vita berjalan di belakang Noah, disaat Noah berjalan mendekati musuh yang belum mengetahui keberadaan mereka.
Puluhan makhluk asing yang keluar dari portal, mereka ingin menerjang maju ke arah restoran, tapi belum juga mereka bergerak maju, rentetan tembakan menghujani mereka.
Door... Door... Door... Door...
Puluhan peluru melesat ke arah makhluk asing. Serangan yang datang secara tiba-tiba, membuat banyak dari mereka gagal menghindar dan akhirnya mati mengenaskan di tangan dua orang yang melakukan serangan.
Dua orang yang melakukan serangan adalah Niah dan Vita. Dengan masing-masing menggunakan senjata berupa pistol untuk menyerang musuh, dalam waktu singkat puluhan musuh berhasil mereka kalahkan.
Door... Door... Door... Door...
Noah dan Vita terus menembaki musuh, membuat semakin banyak musuh yang tumbang di tangan mereka.
Mereka berdua melangkah maju, memperpendek jarak dengan musuh yang jumlahnya semakin berkurang.
Berada di jarak yang cukup dekat, keduanya menyimpan pistol di tangan masing-masing, lalu melakukan serangan jarak dekat.
Dengan dua belati di tangannya Vita bergerak sangat cepat dan lincah menyerang musuh-musuhnya.
Slash... Slash... Slash...
Mengayunkan belati yang ada di kedua tangannya, satu-persatu musuh tumbang di tangannya.
Kedua mata Vita begitu fokus melihat setiap pergerakan musuh.
Saat musuh menyerang, dia menghindar atau menahannya. Sementara saat ada kesempatan melakukan serangan balik, dia melakukan serangan balik sangat cepat.
Cepatnya serangan balik yang dilakukan Vita, membuat musuh sama sekali tidak bisa menghindar atau menahan serangan balik yang dilakukannya.
Di sisi lain, Noah dengan katana nya, dia dengan sangat mudah memotong-motong tubuh musuhnya.
Jika Vita harus melakukan beberapa kali serangan untuk membunuh musuh, Noah membunuh musuh hanya dalam dua kali gerakan.
Noah menatap tajam makhluk asing yang menjadi musuhnya. “Kalian tamu tidak diundang, yang datang untuk membuat kejahatan. Tidak ada sambutan baik untuk tamu seperti kalian, yang ada kalian semua harus mati!”
Tidak peduli musuh mengerti atau tidak dengan ucapannya, Noah terus saja bergerak dan mengayunkan katana di tangannya, dan tanpa terasa kini hanya tersisa lima musuh yang harus dikalahkan.
Untuk portal, Noah sudah lebih dulu menghancurkan portal, membuat jumlah musuh tidak terus bertambah, dan akhirnya jumlah mereka dapat berkurang cepat.
Swush... Swush...
Noah berlari cepat ke arah tiga makhluk asing tidak jauh darinya, sementara dua mahkluk asing lainnya akan menjadi urusan Vita.
Slash... Slash...
Dengan dua tebasan Noah berhasil membunuh salah satu makhluk asing, dan kini hanya menyisakan dua dari mereka yang mencoba pergi melarikan diri.
Namun, tentu saja Noah tidak membiarkan mereka pergi melarikan diri.
Bergerak sangat cepat, Noah berhasil muncul di depan dua makhluk asing yang mencoba pergi melarikan diri.
“Jangan harap kalian bisa pergi melarikan diri dari tempat ini!” kata Noah dan langsung saja dia menyerang mereka.
Vita sendiri sudah menyelesaikan pertarungannya, dan saat menoleh melihat ke arah Noah, dia melihat pria yang dicintainya juga telah selesai mengalahkan dua musuh terakhirnya.
Apa yang dilakukan Noah dan Vita dilihat jelas oleh orang-orang di dalam restoran, bahkan ada yang merekam kejadian itu. Namun tidak ada satupun dari mereka yang mengenali Noah ataupun Vita.
Selain menggunakan masker, Noah dan Vita juga mengganti pakaiannya, sehingga mereka terlihat jauh berbeda dibandingkan saat menjadi pelanggan restoran.
Begitu menyelesaikan pertarungan, Noah dan Vita terlihat pergi meninggalkan restoran, tapi tanpa ada yang menyadarinya keduanya masuk kembali ke dalam restoran melalui pintu belakang restoran yang sepertinya lupa dikunci.
Saat orang-orang berhamburan keluar restoran setelah memastikan tidak ada makhluk asing berkeliaran di sekitar restoran, Noah dan Vita ikut keluar dari restoran, dan pergi menuju mobil di area parkir restoran.
Area parkir berada di sebelah bangunan restoran, jadi orang-orang tidak perlu melewati tempat yang dipenuhi mayat makhluk asing.
Melihat Vita sudah memasang sabuk pengaman, Noah segera mengemudikan mobilnya pergi meninggalkan area parkir restoran.
‘Dengan begini identitasku dan Vita masih terjamin kerahasiaannya!’ batin Noah sambil menunjukkan senyuman tipis di wajahnya.
......................
Bersambung.