
Setelah mengalahkan lima anjing berkepala tiga, dan pergi meninggalkan perempatan jalan besar yang kini dipenuhi anggota polisi dan tentara, Noah mengira pertarungan malam ini berakhir, tapi perkiraannya salah.
[Tuan, muncul portal baru lima ratus kilometer di sebelah utara lokasi Tuan saat ini]
Mendengarnya, Noah segera mengarahkan motornya ke tempat yang dimaksud sistem.
“Muncul portal lainnya dan kita ke tempat itu sekarang juga!” kata Noah melalu alat komunikasi yang dimiliki oleh semua orang yang mengikutinya.
“Sayang, apa portal muncul di arah utara?” tanya Sasa yang cukup mengenali lokasi mereka saat ini.
“Benar, di sebelah utara beberapa ratus meter dari tempat ini,” jawab Noah.
“Sial, ini buruk! Beberapa ratus meter dari tempat ini ada panti asuhan, dan anak-anak panti bisa dalam bahaya jika portal muncul di sekitaran panti!” ungkap Sasa.
“Sebaiknya kita cepat pergi ke tempat itu!” kata Noah, dan dia memacu lebih cepat motornya begitu juga dengan yang lainnya.
Brum... Brum... Brum...
Noah mengarahkan pandangan ke sekeliling, dan akhirnya dia melihat keberadaan portal yang baru saja muncul.
[Tuan, portal muncul tepat di sebelah bangunan panti asuhan, sebaiknya Tuan segera mengalahkan seluruh makhluk asing yang keluar dari portal sebelum mereka melangkah ke bangunan panti]
Jelas Noah mendengar suara sistem yang senantiasa memberinya informasi penting.
Mengetahui portal muncul tepat di sebelah bangunan panti asuhan, Noah segera mengarahkan motor ke tempat itu.
Ciiit...
Motor berhenti berjarak kurang dari lima puluh meter dari lokasi munculnya portal, dan dari dalam portal mulai bermunculan sosok makhluk asing menyerupai manusia, dan mereka menatap tajam ke arah kelompok Noah.
“Langsung serang sebelum mereka pergi ke bangunan panti!” Bukan Noah yang bicara, melainkan Sasa yang bicara.
Mendengarnya, semua orang segera turun dari motor yang sudah terparkir rapi, dan dengan memegang senjata masing-masing, mereka maju menyerang musuh yang bergerak maju menyambut serangan mereka.
Kedelapan kekasih Noah tidak ada yang merasa lelah, begitu juga dengan Jacob dan Hans.
Saat berhadap-hadapan dengan mahkluk asing yang menjadi musuh mereka, Noah dan yang lainnya dibuat bergerak cepat menghindari serangan musuh, yang secara tiba-tiba menyemburkan cairan kental dari mulutnya.
Semburan cairan kental melesat ke arah Noah dan yang lainnya, tapi dengan gerakan yang begitu cepat mereka semua berhasil menghindarinya.
“Mereka menggunakan racun!” kata Noah begitu sistem memberitahu jika cairan kental itu adalah racun.
Cairan kental berwarna hitam merupakan racun yang sangat kuat dan berbahaya. Sedikit saja bagian kulit terkena cairan kental, racun yang terkandung dalam cairan itu dapat membunuh makhluk hidup hanya dalam hitungan detik, atau paling lambat dua puluh detik.
“Cairan kental yang mereka keluarkan adalah racun mematikan! Meski aku memiliki penawarnya, usahakan untuk tidak sampai terkena!” kata Noah dengan suara lantang.
Mereka yang mendengarnya mengangguk, dan cepat mereka menghindari cairan kental yang disemburkan musuh melalui bagian mulut.
Mengetahui musuh tahu jika cairan kental yang mereka semburkan adalah racun, makhluk asing menyerupai manusia tapi memiliki lidah bercabang selayaknya ular, mereka mendesis marah, dan kulit mereka yang semula tampak seperti kulit manusia, kini sisik berwarna hitam mulai muncul, dan tidak lama sisik berwarna hitam seutuhnya telah menyelimuti tubuh mereka.
Seketika tubuh mereka terlihat jauh lebih kokoh dari sebelumnya, dan sepertinya tidak akan mudah bagi siapapun untuk melukai tubuh mereka.
Bukan hanya seluruh tubuh berselimut sisik yang terlihat kuat, tapi ukuran tubuh mereka menjadi lebih besar, dan mereka memiliki sepasang ekor, serta taring tajam yang cukup panjang.
Dari taring mereka menetes cairan berwarna ungu, dan itu bukan sembarang cairan, melainkan racun yang sangat mematikan.
Mata mahkluk asing yang semula berwarna hitam, kini telah berubah warna menjadi merah menyala.
Penampilan mereka terlihat cukup mengerikan, tapi masih jauh untuk membuat Noah dan yang lainnya ketakutan hanya karena penampilan mereka.
“Hmm... mereka sepertinya marah karena kita tahu, jika cairan kental yang mereka semburkan adalah racun mematikan!” kata Noah lalu dia menunjukkan senyuman di wajahnya.
Bukannya ketakutan melihat kemarahan musuhnya, Noah justru semakin tertantang untuk mengalahkan mereka.
[Tuan, selain menyemburkan racun, gigitan serta cakaran mereka juga beracun. Ekor yang mereka miliki jika terdapat duri-duri beracun, dengan tingkat racun sangat berbahaya]
“Itu buruk, ternyata tubuh mereka dipenuhi racun!” gumam Noah sangat pelan.
[Sebaiknya Tuan tidak melakukan pertarungan jarak dekat dengan mereka! Gunakan saja pistol dengan peluru khusu yang bisa Tuan ambil di ruang berbagai jenis senjata]
Noah segera saja mencari peluru yang dimaksud sistem, dan tidak butuh waktu lama dia sudah menemukannya.
“Aku merasa peluru ini lebih ringan dari peluru biasanya, tapi aku merasa jika peluru ini lebih berbahaya!” gumamnya dengan peluru berwarna perak yang sudah berada di tangannya.
Noah mengeluarkan banyak peluru berwarna perak dari ruang berbagai jenis senjata.
“Gunakan peluru ini untuk membunuh musuh!”
Noah memberi masing-masing seratus peluru, dan dia rasa jumlah itu cukup untuk membunuh seluruh makhluk asing yang saat ini menjadi lawan kelompoknya.
Semua orang menerima peluru pemberian Noah, dan segera mereka mengganti peluru lama dengan peluru yang baru diberikan Noah.
......................
Door... Door... Door... Door...
Noah dan yang lainnya segera menembaki mahkluk asing, yang merupakan musuh mereka.
Beberapa peluru berhasil dihindari, tapi jauh lebih banyak peluru yang berhasil mengenai musuh mereka, membuat satu-persatu musuh mereka tumbang.
[Tuan tidak perlu khawatir peluru perak tersisa di tubuh musuh, dikarenakan peluru perak akan hancur dengan sendirinya lima detik setelah digunakan]
Noah yang mendengar itu mengangguk lega, dikarenakan dia tidak perlu memungut kembali peluru yang telah ditembakkan.
Dengan gerakan cepat Noah dan yang lainnya saat menembak, musuh semakin kesulitan menghindari serangan mereka.
Door... Door... Door... Door...
Belasan makhluk asing tumbang dengan kepala berlubang, dan darah segar berwarna hijau mengalir deras dari luka akibat tembakan.
Aaaargh...
Belasan makhluk asing yang tersisa mengeram marah, dan tiba-tiba sisik di tubuh mereka yang semula berwarna hitam, kini telah berganti warna sepenuhnya berwarna merah.
Door...
Orang bodoh mana yang membiarkan musuh meningkatkan kekuatannya di tengah-tengah pertempuran yang sedang terjadi.
Tidak menunggu musuh selesai meningkatkan kekuatannya, Noah terus saja menembaki mereka, begitu juga dengan yang lainnya.
Sampai akhirnya mereka semua mati, dan Noah langsung saja menghancurkan portal yang muncul menggunakan granat, sebelum muncul mahkluk asing lainnya.
Noah menatap mayat makhluk asing yang berserakan. Ingin dia membakar mayat mahkluk asing, tapi belum sempat dia melakukannya, dia mendengar suara helikopter mendekat dengan cepat, membuat dia segera pergi begitu juga dengan kedelapan kekasihnya, tentu juga dengan Jacob dan Hans.
Helikopter kepolisian sangat cepat datangnya, membuat Noah dan yang lainnya hanya bisa menyembunyikan diri di dalam gedung bersama motor mereka masing-masing.
“Malam ini sepertinya akan menjadi malam yang sangat panjang dan melelahkan!” kata Noah sambil duduk di lantai gedung kosong, sambil menyandarkan tubuhnya ke arah dinding.
Wiiiuuu... Wiiiuuu... Wiiiuuu...
Belum sempat ada yang membalas perkataan Noah, suara sirene mobil polisi terdengar, dan mobil-mobil itu berhenti tidak begitu jauh dari gedung kosong yang mereka jadikan lokasi persembunyian.
Selain suara sirene mobil polisi, Noah dan yang lainnya juga mendengar suara keras, dan mereka yakin itu adalah suara kendaraan lapis baja milik anggota militer.
Bingung dengan apa yang sedang terjadi di luar karena mereka merasa sudah mengalahkan seluruh musuh, tapi entah kenapa suasana di luar menjadi semakin ramai.
Noah ingin keluar mencari tahu, tapi suara sistem cepat menghentikannya.
[Tuan, kembali muncul portal di luar sana, dan itu bukan hanya satu melainkan ada tiga portal. Ratusan atau bahkan ribuan makhluk asing dipastikan akan keluar dari ketiga portal, dan para polisi serta tentara di luar sana sangat mustahil dapat mengalahkan mereka]
‘Sepertinya aku akan melakukan pertarungan di sepanjang malam!’ batin Noah, dan sekarang dia mulai mengerti apa yang dimaksud bekerja keras yang sesungguhnya.
......................
Bersambung.