Sistem Pekerja Keras

Sistem Pekerja Keras
Kematian Beberapa Pemimpin Negara


Di Bumi.


Di sebuah ruangan yang minum dengan pencahayaan, tujuh pria nampak terduduk di dalam ruangan dengan kedua tangan dan kaki terikat oleh rantai. Suara teriakan terus saja keluar dari mulut mereka, yang ingin dibebaskan dari tempat yang menurut mereka sangat mengerikan.


Namun, seolah-olah tidak ada orang lain yang mendengar teriakan mereka, setelah beberapa waktu berlalu dan mereka terus saja berteriak, tak ada satu orangpun yang masuk ke dalam ruang tempat mereka ditahan, merespon apa yang terus-terusan mereka teriakkan.


Ketujuh pria itu adalah pemimpin beberapa negara, yang masih saja mencoba mengungkap rahasia yang dimiliki prajurit super.


Berkali-kali merek mencoba menculik prajurit super untuk dibedah, tapi berkali-kali pula hanya kegagalan yang mereka dapatkan, sampai akhirnya mereka semua justru diculik oleh prajurit super, dan berakhir di tempat mereka saat ini.


Untuk negara mereka, tak ada sesuatu yang buruk terjadi pada negara mereka, tapi orang-orang yang mendukung mereka telah dimusnahkan, termasuk orang-orang yang mereka bayar, untuk menuruti apa yang menjadi keinginan mereka.


“Tempat apa ini sebenarnya?” tanya salah satu pria, penasaran dimana sebenarnya dia saat ini.


“Apapun tempat ini, jelas tempat ini bukan tempat yang baik untuk ditempati,” kata pria lainnya.


“Siapa juga yang ingin tinggal di tempat seburuk ini?” ujar satu-satunya pria berambut perak.


Tak lama kemudian satu-satunya pintu yang menghubungkan ruangan tempat mereka dengan dunia luar terbuka, dan masuk ke dalam ruangan dua pria yang wajahnya sangat mereka kenali.


Kedua pria yang mereka lihat adalah Wakil Pemimpin prajurit super, dan sekarang mereka akhirnya tau siapa yang telah menculik dan melakukan hal buruk pada mereka.


Dua pria yang tak lain adalah Jacob dan Hans, keduanya dengan santai duduk di kursi, tepat berasa di depan tujuh pria yang tak bisa melakukan banyak pergerakan.


“Rasanya aku langsung ingin membunuh mereka,” kata Jacob.


“Aku juga ingin langsung membunuh mereka, tapi itu tidak akan terlalu memuaskan. Sebaiknya kita siksa dulu mereka, baru setelahnya kita bunuh mereka!” ungkap Hans.


“Siksaan apa menurutmu yang pantas kita berikan pada mereka? Apa kita lukai fisik mereka, dan membiarkan mereka mati secara perlahan?” tanya Jacob.


“Itu boleh juga, tapi untuk sekarang bagaimana kalau kita siksa mereka dengan menguliti satu demi satu keluarga mereka?” ujar Hans.


Jacob tersenyum lebar mendengarnya, dan tentu saja dia setuju.


“Tidak! Kalian tidak boleh melakukan apapun pada keluargaku! Masalah kalian hanya denganku, tolong jangan libatkan keluargaku! Kalau kalian ingin menyiksa, siksa saja aku seperti keinginan kalian,” kata seorang pria.


Jacob dan Hans tersenyum sinis mendengar semua itu.


“Aku kenal siapa kamu, dan aku ingat kalau kamu memiliki istri dan dua putri yang sangat cantik. Tubuh yang indah dan wajah yang cantik, bagaimana menurutmu kalau aku menyiksa mereka, tapi dengan siksaan penuh dengan kenikmatan dan keringat?” ujar Jacob.


“Aku mohon jangan lakukan apapun pada mereka! Mereka sama sekali tidak terlibat dan tidak tau apapun tentang apa yang aku lakukan. Siksa saja aku dan bunuh aku jika kalian ingin!” katanya memohon pada Jacob dan Hans.


“Baiklah aku tidak akan melakukan apapun pada mereka, bahkan aku tak akan menyentuh mereka,” kata Jacob, membuat pria yang sebelumnya memohon padanya mulai bernapas lega, tapi selanjutnya dia kembali dibuat khawatir setel mendengar perkataan selanjutnya, yang keluar dari mulut Jacob.


“Aku memang tidak akan melakukan apapun pada mereka, atau menyentuh mereka, tapi aku akan menyuruh orang lain untuk melakukannya!” kata tegas Jacob.


“Kau kira aku tidak tau kalau istrimu terlibat dalam rencanamu? Kedua putrimu memang tidak terlibat, tapi apa kau pikir aku tidak tau seburuk apa sifat mereka, dan seliar apa mereka saat melayani keinginanmu di atas ranjang?” lanjut Jacob, membungkam mulut pria yang sebelumnya terus memohon padanya.


“Kedua putrimu itu pernah membunuh wanita lain hanya karena iri, dan saat ini mereka sedang mendapatkan siksaan dari keluarga wanita, yang telah mereka bunuh,” ungkap Hans.


“Untuk istrimu, terakhir aku dengar dia sedang mengerang nikmat saat tubuhnya dinikmati belasan pria, yang selama ini menjadi penjaga Mansion mewah milikmu, dan asal kau tau, ini bukan kali pertama istrimu melakukan itu dengan mereka,” lanjut Hans, membuat pria yang mendengar semua itu tiba-tiba meringis, lalu tubuhnya jatuh tersungkur.


Selanjutnya, tubuh pria itu kejang-kejang, sebelum akhirnya kematian mendatanginya.


Jacob dan Hans yang sudah tau jika pria itu memiliki riwayat penyakit jantung, mereka sama sekali tidak terkejut dengan apa yang terjadi pada pria, yang kemungkinan besar mati karena serangan jantung, setelah mendengar nasib hubungannya dengan sang istri serta nasib kedua putrinya.


Memanggil dua dari belasan penjaga di luar ruangan, begitu dua orang masuk, Jacob segera memberi perintah pada mereka, “Penggal kepala orang itu, dan kirim mayatnya ke Mansion miliknya! Kirim bersama dengan tubuh istri dan kedua putrinya!”


“Baik, Wakil Pemimpin,” jawab keduanya, dan segera mereka menjalankan apa yang diperintahkan oleh Jacob.


Setelah satu pria dipastikan mati, kini tersisa enam pria, yang wajahnya nampak begitu pucat, dan tubuh mereka bergetar karena rasa takut.


Jacob dan Hans tersenyum melihat itu, lalu Hans berkata, “Siapa diantara kalian yang ingin menyusul satu orang dari kalian, yang sudah lebih dulu bertemu dengan kematian? Katakan saja padaku, jika ada diantara kalian yang ingin segera mati!”


Dari keenam pria yang tersisa, tak ada satupun dai mereka yang mengajukan diri untuk mati, yang ada mereka justru bersujud di hadapan Jacob dan Hans.


“Tuan, tolong ampuni aku! Aku berjanji tidak akan mengusik kembali keberadaan prajurit super, kalau Tuan melepaskanku!” kata salah satu pria.


Jacob dan Hans terkekeh pelan mendengarnya. “Tidak akan ada satupun dari kalian yang akan mendapatkan pengampunan. Kalian semua akan mati, tapi sebelum itu kalian akan mendapatkan siksaan yang akan mengantar kalian menuju kematian!” kata Hans.


Merasa tak ada gunanya lagi meminta tolong ataupun memohon, keenam pria mulai melakukan perlawanan terakhir, dikarenakan mereka belum ingin mati dalam waktu dekat.


Mereka masih ingin hidup, untuk menikmati indahnya kehidupan.


Jelas terlihat mereka menggunakan seluruh kekuatan dan tenaga untuk membebaskan diri, tapi rantai itu sangatlah kuat, dan mustahil mereka dapat membebaskan diri dari rantai itu.


‘Sial! Rantai ini terlalu kuat!’ batin salah satu pria, yang sudah kehabisan tenaganya.


‘Kalau rantai biasa, aku pasti sudah bisa menghancurkannya. Sepertinya ini rantai khusus, dengan kekuatan berkali-kali lebih kuat dari rantai biasa,’ batin pria lainnya.


Mereka masih terus berusaha menghancurkan rantai yang mengikat dengan sekuat tenaga, tapi usaha mereka berakhir sia-sia, dikarenakan rantai terlalu kuat untuk bisa mereka hancurkan.


“Bagaimana, apa kalian sudah menyerah?” tanya Hans, sambil bangkit berdiri, lalu berjalan mengampiri salah satu pria.


“Kalau kalian sudah menyerah dan sangat menginginkan apa yang dinamakan kematian, segera katakan padaku, dan aku akan memberi kematian pada kalian, tentunya setelah aku puas memberikan siksaan pada kalian,” ungkapnya.


“Cih, kalian berdua benar-benar pengecut karena hanya berani pada kami yang terikat rantai. Kalau kau memang berani menghadapi kami, lepaskan rantai ini dan kita akan bertarung sampai mati sebagai seorang pria!” kata salah satu pria, sementara yang lainnya mengangguk setuju.


“Aku mengabulkan keinginanmu!” balas Jacob, dan langsung saja dia juga Hans menghancurkan rantai yang mengikat kedua tangan dan kedua kaki keenam pria. Semua rantai mereka hancurkan, dan keenam pria sekarang sudah bisa bergerak secara bebas.


“Sekarang kalian bisa bersama-sama menyerang kami, dan kami tak akan segan memukul kalian!” kata Jacob dengan santainya, meski dihadapkan pada lawan yang memiliki keunggulan jumlah.


Keenam pemimpin negara yang dimasa lalu merupakan anggota militer, mereka masih memiliki kekuatan dan kemampuan seorang anggota militer, dan dengan semua itu mereka mulai maju menyerang Jacob dan Hans.


Tiga orang melawan satu orang, enam tinju menyerang satu orang yang hanya memiliki dua tinju, tapi dua tinju dengan mudah melawan keenam tinju.


“Bang... Bang... Bang...” Tiga pemimpin negara beradu kekuatan tinju dengan Hans, dan berakhir dengan jari-jari tangan mereka yang patah dan itu sangatlah menyakitkan.


Hal yang sama juga di alami oleh jari-jari tangan tiga orang, yang melawan Jacob, bahkan luka mereka lebih parah karena Jacob telah mematahkan lengan mereka.


Jacob dan Hans yang sebelumnya lebih sering bertahan, melihat lawan mereka terluka, bukannya menunda serangan, mereka justru melakukan serangan balik, dan serangan yang mereka lakukan sangat menyakitkan dan juga sangat mematikan.


“Bang... Bang... Bang... Aaaarrrgh...” Erangan kesakitan terdengar dari mulut keenam pria, saat Jacob dan Hans terus menyerang mereka, dan tak peduli dengan luka-luka yang sudah mereka derita.


“Brugh... Brugh... Brugh...” Tiga pria tumbang dengan sekujur tubuh dipenuhi luka, tapi mereka masih bernapas. Sementara tiga pria lainnya, mereka juga tumbang, dan tak lagi ada napas yang keluar masuk hidung mereka.


Tiga mati, tiga sekarat, dan dengan menginjak leher tiga pria yang masih hidup, Jacob dan Hans mengakhiri hidup mereka, dan memanggil penjaga untuk membereskan mayat keenam pemimpin negara.


“Dengan kematian mereka, aku penasaran, apa masih ada pemimpin sebuah negara, yang tetap menginginkan mengungkap rahasia yang dimiliki oleh prajurit super?” ujar Jacob.


“Mereka pasti masih ada, tapi akan semakin berhati-hati dalam melakukan tindakan, dan ini tugas kita untuk lebih teliti melihat pergerakan orang-orang seperti mereka,” kata Hans, dibalas anggukan kepala oleh Jacob.


Selanjutnya mereka keluar dari ruangan, dan setelah beberapa waktu melangkahkan kaki menyusuri lorong dengan penerangan yang cukup minim, mereka akhirnya sampai di halaman belakang Mansion, yang mana itu adalah Mansion keluarga Ludwing.


Melihat sekeliling, kedua mata mereka melebar sempurna, dan segera berlari ke arah sosok pria yang menatap lurus ke arah mereka. Pria itu berdiri tenang di tempatnya, seolah sedang menanti kedatangan mereka.


“Akhirnya Tuan kembali,” kata Jacob dan Hans bersamaan, begitu dia berada di hadapan pria, yang tak lain adalah Noah.


“Aku hanya kembali untuk sementara waktu, dan secepatnya harus kembali ke Dunia itu,” kata Noah, yang dengan mudah kembali ke Bumi dan pergi lagi ke Dunia Monster, menggunakan keterampilan mengendalikan ruang.


Jacob dan Hans mengangguk mendengar semua itu, dan mereka menanti perintah apa yang akan diberikan Noah pada mereka.


“Bagaimana kabar Bumi selama aku berada di Dunia Monster? Lalu bagaimana dengan orang-orang yang terus mencoba mengungkap rahasia yang dimiliki oleh prajurit super?” tanya Noah, sambil menatap Jacob dan Hans secara bergantian.


“Tuan, monster yang bermunculan dengan mudah kami atasi, dan untuk orang-orang yang menginginkan rahasiayang dimiliki oleh prajurit super, satu persatu mereka telah kami singkirkan, termasuk beberapa pemimpin negara yang turut menginginkan rahasia yang dimiliki oleh prajurit super,” kata Jacob.


Noah mengangguk puas mendengar semua itu, lalu dia menanyakan kabar keluarganya yang ada di Bumi pada mereka berdua.


Keduanya bergantian menceritakan keadaan keluarga Noah, yang seluruhnya berada dalam keadaan baik-baik saja, dan mereka juga menyampaikan kabar luar biasa NIL Company, yang kini berhasil menjadi perusahaan raksasa nomor satu di Bumi, dan perusahaan paling berpengaruh pada kehidupan di Bumi.


Noah tersenyum senang mendengarnya, lalu dia menyampaikan pada keduanya untuk terus mengalahkan sebanyak-banyaknya monster, dan melindungi keluarganya yang ada di Bumi.


Setelah mengatakan itu, sosok Noah menghilang dari hadapan Jacob dan Hans, dikarenakan dia telah kembali ke Dunia Monster.


“Tuan, kami pasti akan melindungi keluarga Tuan, dan memusnahkan semua monster yang datang ke Bumi,” kata Jacob dan Hans, sambil menundukkan kepala, ke tempat semula Noah berdiri.


Keduanya yang tak lagi melihat keberadaan Noah, mereka berdua segera pergi dari tempat itu, dikarenakan hari ini masih banyak pekerjaan yang harus mereka kerjakan, termasuk pekerjaan membantu keamanan negara.


Sementara itu, di Dunia Monster, Noah tersenyum setelah dia bisa kembali ke Bumi dengan sangat mudah, begitu juga saat pergi kembali ke Dunia Monster.


“Dengan begini aku bisa pulang pergi ke Bumi dengan sangat mudah,” gumam Noah, dan dia tersenyum.


Dalam waktu dekat Noah berencana membawa semua kekasihnya ke Bumi, termasuk kekasih barunya, untuk diperkenalkan pada keluarga yang ada di Bumi.


“Aku tak sabar membawa mereka pergi ke Bumi,” katanya.