Sistem Pekerja Keras

Sistem Pekerja Keras
Serangan Di Atas Lautan


Di tengah hujan badai yang sedang melanda, para petinggi militer dan kepolisian sedang melakukan pertemuan di ruangan khusus, yang baru selesai dibangun belum lama ini.


“Keadaan darurat terjadi di seluruh wilayah yang saat ini sedang dilanda hujan badai. Banji terjadi di mana-mana, belum lagi monster yang kemungkinan tidak lama lagi akan muncul,” ucap seorang pria.


Suaranya dapat didengar jelas oleh semua orang di dalam ruangan, sekalipun dia bicara tanpa menggunakan pengeras suara.


“Ada petugas khusus yang sudah bergerak untuk menangani bencana alam, tapi untuk melawan monster, senjata baru yang dipesan baru saja datang dan masih tersimpan di gudang.”


“Hujan badai menjadi kendala kita mendistribusikan senjata baru ke berbagai tempat, terutama mereka yang berada di titik terjauh dari ibukota.”


Selain membuat susah mengemudikan mobil, hujan badai juga memutus beberapa ruas jalanan, yang membuat banyak tempat untuk sementara waktu tidak bisa diakses.


“Apa jalur udara juga sama sekali tidak bisa dimanfaatkan?”


“Sangat mustahil mendistribusikan senjata-senjata itu di tengah hujan badai melalui jalur udara, yang ada kita hanya akan merugi jika memaksa melakukan itu.”


“Kalau sudah seperti ini, kita hanya bisa menunggu hujan badai selesai, baru setelahnya kita bisa mendistribusikan senjata-senjata itu ke berbagai tempat!”


“Hujan badai baru akan berhenti setidaknya tengah malam ini, dan aku rasa itu bukan waktu yang tepat untuk melakukan perjalanan jauh. Sepertinya kita harus menunggu pagi untuk bisa mendistribusikan seluruh senjata ke kantong-kantong pertahan di beberapa tempat.”


“Aku rasa itu adalah pilihan yang tepat, tapi aku sangat ragu kalau malam ini kita tidak akan kehilangan banyak personil polisi dan tentara.”


“Berharap saja semoga kondisi hujan juga mempengaruhi kemunculan monster!”


Semua orang memiliki harapan yang sama untuk malam ini, dan akhirnya pertemuan mereka berakhir.


Keluar dari ruang pertemuan begitu pertemuan berakhir, semua orang kembali ke pos masing-masing untuk memantau keadaan personil, yang bertugas di lapangan.


Saat ini waktu menunjukkan pukul empat sore, dan belum ada laporan tentang munculnya portal dan monster.


Melihat waktu saat ini, kemungkinan satu jam dari sekarang baru akan muncul portal, dan setelahnya disusul kemunculan monster dari dalam portal.


Sementara itu, keadaan personil polisi dan tentara yang bertugas dilapangan, saat ini mereka dituntut selalu waspada, meski berada di tengah-tengah hantaman hujan badai yang tak kunjung berhenti, bahkan ada sebagian dari pos jaga mereka yang sudah tergenang air sebatas dada.


Di tengah amukan alam yang tak kunjung mereda, mereka dibuat semakin waspada saat melihat jam di pergelangan tangan.


Personil sudah disebar, dan dengan perasaan cemas mereka menanti laporan munculnya portal.


Belum ada alat yang bisa memprediksi kapan dan dimana munculnya portal, jadi mereka hanya bisa mengetahui keberadaan portal dengan cara mencari langsung keberadaannya.


Dikatakan jika suhu di suatu tempat akan sedikit menghangat saat sebelum munculnya portal. Dari informasi itu, seharusnya tidak sulit menciptakan alat yang dapat memprediksi dimana lokasi munculnya portal.


Tiga puluh menit berlalu dengan keadaan hujan badai mulai sedikit mereda, personil polisi dan tentara mulai mendapatkan laporan tentang kemunculan portal di beberapa tempat.


Mendapatkan laporan bertubi-tubi tentang kemunculan portal di beberapa tempat, ribuan personil polisi dan tentara segera pergi ke tempat-tempat munculnya portal.


Dengan perlengkapan yang sangat lengkap, mereka bergerak cepat menuju tempat, yang menjadi lokasi munculnya portal, dan salah satu portal muncul di jalanan, tepat di depan hotel tempat Noah dan yang lainnya mengamankan diri dari hujan badai.


Tentu saja Noah dan yang lainnya tahu tentang kemunculan portal di depan hotel, dan saat ini mereka sudah bersiap menghadapi monster yang keluar dari portal.


“Tuan, apa kita hanya akan menyerang dari kejauhan?” tanya Jacob sambil menatap Noah.


Noah menganggukkan kepala sebagai jawaban dari pertanyaan Jacob.


“Di tengah cuaca seperti saat ini, lebih baik melakukan serangan dari jarak jauh, daripada melakukan serangan langsung!” ungkap Noah.


Jacob pun menganggukkan kepala, dan dia fokus melihat portal yang akan segera terbentuk sempurna.


Saat portal belum terbentuk sempurna, ada dinding transparan yang melindungi keberadaan portal, sehingga tidak bisa dihancurkan.


Portal baru bisa dihancurkan begitu sudah terbentuk dengan sempurna.


Beberapa kali Noah dan orang-orangnya mencoba menghancurkan portal yang belum terbentuk sempurna, tapi mereka senantiasa dilanda kegagalan.


“Aku memiliki firasat jika monster yang akan segera muncul setidaknya lebih kuat dari monster di negara ini, yang sebelumnya sudah pernah kita lawan!” kata Noah menyampaikan firasatnya pada orang-orang yang bersamanya saat ini.


Belum juga mulut Noah tertutup rapat setelah selesai bicara, portal telah terbentuk sempurna, dan monster mulai bermunculan.


Kali ini monster yang muncul memiliki bentuk selayaknya binatang, tapi bulu maupun kulit mereka seluruhnya berwarna hitam, dan mereka memiliki bola mata berwarna merah terang.


Monster-monster yang baru keluar dari portal, terlihat mereka melihat sekeliling, seolah sedang mencari buruan yang akan mereka buru.


“Sayang, apa tidak sebaiknya kita langsung menyerang mereka?” tanya Joy yang tangannya sudah begitu gatal, ingin menggunakan senjata yang di tangannya untuk menyerang monster yang jumlahnya terus bertambah banyak, dan belum ada tanda-tanda datangnya personil polisi dan tentara, yang bertugas mengalahkan para monster.


“Belum saatnya menyerang mereka! Tunggu sebentar lagi sampai jumlah mereka sedikit lebih banyak,” jawab Noah yang telah menyiapkan senjatanya.


Mendengar jawaban Noah, semua orang menunggu Noah memulai serangan, baru mereka akan ikut melakukan serangan.


Mereka saat ini hanya berjarak puluhan meter Dari tempat munculnya portal dan para monster. Dengan jarak yang tidak begitu jauh, mereka bisa memastikan tembakan yang dilakukan memiliki akurasi tepat sasaran sebanyak seratus persen.


“Sekarang serang mereka!” perintah Noah, begitu sudah ada lebih dari seratus monster yang keluar dari dalam portal.


Door...


Tembakan pertama dilakukan Noah, dan tembakannya tepat mengenai sasaran.


Door... Door... Door...


Ketiga kekasih Noah melakukan tembakan yang tepat sasaran, begitu juga dengan Jacob. Setelahnya dua puluh pengawal juga ikut menembaki monster.


Satu-persatu monster tumbang, dan banyak dari mereka bergerak mencari tempat persembunyian.


Namun, dikarenakan mereka tidak tahu dari arah mana datangnya serangan musuh, mereka kesulitan mencari tempat persembunyian yang benar-benar aman.


Tidak tahu dimana lokasi musuh, puluhan monster yang tersisa kesulitan mencari tempat persembunyian. Pergi jauh juga tidak bisa menyelamatkan mereka, dikarenakan sebelum mereka benar-benar pergi jauh, peluru perak sudah lebih dulu melubangi kepala mereka.


“Terus serang, jangan sampai ada yang berhasil meloloskan diri!” kata Noah dengan suara yang dapat didengar oleh semua orang, yang ada di dekatnya.


Mereka semua menyerang dari balkon hotel, yang mengarah langsung ke jalanan. Di tengah kondisi hujan badai ditambah kamar hotel yang kedap suara, tidak ada satupun penghuni kamar hotel yang mendengar suara tembakan.


Penghuni kamar hotel sampai saat ini juga belum sadar jika ada portal dan monster yang muncul di jalanan, tepat di depan bangunan hotel.


“Sepertinya ada monster lebih kuat yang akan segera keluar dari dalam portal!” ungkap Noah dengan pandangan tertuju pada portal, dan benar saja sosok monster menyerupai manusia tapi memiliki sepasang sayap berwarna hitam keluar dari portal.


Ada belasah monster dengan bentuk serupa, dan mereka segera saja terbang begitu keluar dari portal.


Namun, belum juga terbang tinggi, mereka sudah dihujani peluru, dan peluru itu melubangi sayap mereka, membuat satu-persatu mereka jatuh menghantam kerasnya aspal jalanan.


Aaaargh...


Teriakan kesakitan terdengar, tapi itu tidak berlangsung lama karena baru juga berteriak, peluru perak sudah menembus dada dan kepala mereka, membuat mereka mati dengan darah berwarna hitam mengalir deras, dari luka-luka di tubuh mereka.


Setelah seluruh monster mati, Noah mengambil dua granat dari ruang penyimpanan segala jenis senjata, dan dengan sekuat tenaga dia melemparkan granat ke dalam portal.


Boom... Boom...


Ledakan keras terjadi, dan bersamaan dengan itu portal yang muncul di jalanan berhasil dihancurkan, dan yang tersisa hanya mayat monster yang berserakan di jalanan.


Orang-orang baru sadar jika ada banyak monster muncul di depan hotel setelah mendengar suara ledakan, dan seketika mereka semua dilanda kepanikan.


Belasan petugas keamanan hotel yang telah dibekali senjata api, mereka segera memeriksa keadaan, dan tidak membutuhkan waktu lama mereka benar-benar telah memastikan, jika seluruh monster telah mati.


......................


Tepat di tengah malam hujan badai akhirnya berakhir, dan saat Noah melihat berita melalui layar televisi, dia menyaksikan berita yang seluruhnya berisikan kabar buruk.


Selain berita bencana alam yang terjadi di berbagai tempat, diberitakan juga personil polisi dan tentara yang kewalahan, dikarenakan monster yang mereka hadapi lebih kuat dibandingkan monster, yang mereka lawan di hari-hari yang lalu.


“Selama belum berhasil menguasai negeri ini, kekuatan monster akan terus meningkat, tapi jumlah mereka sedikit berkurang dari sebelumnya,” gumam Noah.


Noah terus saja melihat berita, sedangkan para wanita sudah terlelap karena besok pagi mereka sudah harus pulang ke negara asal.


Noah ingin segera menyiapkan kekuatan untuk menghadapi kemunculan Minotaur, yang tidak lama lagi akan muncul di negara tempat kelahirannya.


Kekuatan Minotaur bukan sesuatu yang bisa dianggap remeh, bahkan kali ini yang datang jauh lebih banyak dan lebih kuat dari Minotaur yang sebelumnya pernah dilawan dan dikalahkan Noah.


Selain itu, Noah kembali memiliki firasat tentang sosok musuh kuat, yang akan datang bersama dengan kedatangan Minotaur.


“Semakin hari monster yang datang akan semakin kuat, dan sepertinya aku perlu kembali meningkatkan kekuatan,” gumam Noah, lalu dia mematikan televisi, dikarenakan dia juga ingin istirahat.


Sepenuhnya Noah menyerahkan keamanan malam ini pada Jacob dan anak buahnya.


......................


Pagi-pagi sekali, saat matahari baru saja terbit, Noah dan semua orang-orangnya telah berada di bandara.


Dua pesawat pribadi keluarga Ludwing yang menjemput mereka sudah datang, dan segera Noah dan yang lainnya bergegas masuk ke dalam pesawat.


Setelah semua orang berada di dalam pesawat, perjalanan dimulai, dan setidaknya membutuhkan waktu satu setengah jam untuk sampai bandara tujuan.


Pada awalnya, perjalanan menggunakan pesawat yang sudah dilengkapi senjataan berlangsung sangat lancar.


Namun, sesuatu yang buruk terjadi saat kedua pesawat melintas tepat di atas lautan.


Monster bersayap hitam yang kemungkinan muncul dari portal di lautan datang menyeranh.


Di keadaan terang setelah terbitnya matahari kekuatan monster meningkat pesat, dan monster bersayap mengalami peningkatan kekuatan dalam kecepatan terbangnya.


Dua pesawat yang sudah terbang cepat, dengan mudah berhasil dikejar, dan mereka terbang sejajar dengan pesawat.


Saat monster bersayap hitam mencoba semakin mendekati pesawat, mereka dibuat menjauh setelah tembakan peluru tajam mengarah ke arah mereka.


Dari puluhan monster bersayap hitam, sebagian besar berhasil menghindar, tapi tidak sedikit dari mereka yang ditembak mati, dan mayatnya jatuh ke tengah lautan.


Keadaan di dalam pesawat seketika menjadi tegang, dikarenakan untuk saat ini mereka tidak bisa melakukan apa-apa untuk mengalahkan monster bersayap hitam.


Di tengah ketegangan, ada satu orang yang masih terlihat tenang, dan orang itu adalah Noah. Dia sebisa mungkin tetap tenang, dan memikirkan apa yang bisa dilakukannya saat ini.


Noah akhirnya memutuskan bertanya pada sistem, tentang apa yang sebaiknya dilakukan dalam situasi seperti saat ini.


“Sistem, apa sebaiknya yang aku lakukan? Apa mungkin aku harus keluar dan menembaki mereka dari atas pesawat?” tanyanya.


[Tuan tidak perlu mengambil resiko sebesar itu untuk mengalahkan mereka]


[Aku sarankan Tuan membeli barrier pelindung, untuk melindungi pesawat dari serangan monster dan barrier itu juga juga dapat melukai monster yang mencoba menyerang pesawat]


“Baiklah, aku akan segera membelinya!” Noah segera menyusuri toko sistem, dan tidak sulit baginya menemukan keberadaan barrier pelindung.


Melakukan pembelian dengan cepat, bola berwarna biru seukuran genggaman tangan yang merupakan inti dari barrier pelindung muncul di tangan Noah, dan dengan menekan tombol yang berada di bola itu, barrier transparan muncul di sekeliling pesawat.


Noah membeli dua barrier pelindung dari toko sistem, dan kini kedua pesawat memiliki perlindungan dari serangan monster bersayap hitam.


Barrier pelindung dapat digunakan untuk melindungi benda atau makhluk hidup sesuai keinginan pemiliknya.


Saat Noah menggunakannya untuk melindungi kedua pesawat yang terbang berdekatan, secara otomatis barrier pelindung akan melindungi kedua pesawat, begitu diaktifkan.


Setelah barrier pelindung aktif dan melindungi kedua pesawat, semua orang di dalam pesawat dapat melihat monster bersayap hitam yang tiba-tiba terpental seolah menghantam sesuatu, saat mendekati kedua pesawat.


Bukan hanya terpental, tapi monster bersayap hitam terlihat seperti kehilangan kesadaran, dan mereka begitu saja meluncur jatuh ke tengah-tengah lautan.


‘Dengan begini aku bisa menikmati perjalanan dengan sedikit pertunjukan,” gumam Noah, dan belum ada yang sadar jika apa yang terjadi pada monster bersayap hitam berhubungan dengan Noah.


Disaat Noah menikmati perjalanan sambil melihat pertunjukan dari banyaknya monster bersayap hitam yang terus datang mencoba menyerang kedua pesawat, orang lainnya yang berada di dalam pesawat masih saja bertanya-tanya, tentang apa yang sebenarnya sedang terjadi di luar sana.


Semua orang yakin ada sesuatu yang melindungi pesawat, dan saat sesuatu itu tidak mereka temukan, mereka semua memiliki keyakinan yang sama, yaitu sama-sama yakin jika apa yang terjadi merupakan perbuatan Noah.


......................


Bersambung.