
Noah membawa Rafael dan delapan Vampir lainnya ke rumah gua. Sementara Victoria, dia sudah berkumpul dengan seluruh kekasih Noah, termasuk Flora.
Para wanita saat ini berada dan bersantai di dekat air terjun, sementara Noah, Rafael, dan kedelapan Vampir yang seluruhnya pria, mereka berada di ruang pertemuan, yang ada di rumah gua.
Noah ingin mengetahui keadaan terbaru Dunia Monster dari informasi yang dimiliki oleh Rafael.
Sebenarnya saat ini juga dia ingin pergi menghancurkan sarang milik Orc dan goblin, dan mendapatkan hadiah dari sistem.
Akan tetapi untuk saat ini dia menunda rencananya, karena dia ingin mendapatkan banyak informasi berharga tentang Dunia Monster dari Rafael.
“Bagaimana keadaan manusia yang kalian sembunyikan dan lindungi?” tanya Noah pada Rafael.
“Tuan, mereka semua dalam keadaan baik-baik saja, dan saat ini sedang bekerja keras meningkatkan kekuatan, dibawah bimbingan para Vampir,” jawab Rafael.
“Apa yang mereka lakukan untuk meningkatkan kekuatan?” kembali Noah bertanya.
“Mereka saat ini fokus meningkatkan kekuatan fisik, dan sudah ada perkembangan sangat signifikan terhadap kekuatan fisik mereka. Setelah meningkatkan kekuatan fisik, baru mereka akan dilatih berbagai macam teknik bertarung, supaya nantinya dapat melindungi diri-sendiri,” kata Rafael.
“Bagaimana dengan level kekuatan mereka, apa mereka tidak berusaha meningkatkan level kekuatan?”
“Tuan, mereka saat ini tertahan di level 100, dan sangat sulit bagi mereka untuk meningkatkan kekuatan ke level yang lebih tinggi.”
“Secepatnya aku akan menemui mereka, karena aku tahu cara pasti untuk meningkatkan kekuatan mereka.”
Rafael yang mendengarnya hanya mengangguk, dan dia tetap fokus pada Noah karena dia tau ada yang kembali ingin ditanyakan padanya.
“Ceritakan padaku apa yang kamu ketahui tentang penguasa Dunia ini, dan apa yang saat ini sedang di lakukan olehnya!” ujar Noah.
Rafael segera mengumpulkan seluruh informasi yang dia miliki, dan mengumpulkan semua dalam pikirannya, baru setelahnya dia berbicara dengan Noah.
“Identitas sesungguhnya dari penguasa Dunia Monster sampai saat ini belum ada yang mengetahuinya secara pasti, tapi seluruh monster yakin jika sosok itu adalah iblis. Untuk kekuatan, aku hanya tau jika kekuatannya telah melampaui level 1000.”
“Saat ini, dari kabar yang sempat aku dengar, penguasa Dunia ini sedang menyiapkan pasukan besar untuk menguasai Dunia bernama Bumi. Setidaknya ada jutaan monster disiapkan, untuk menyerang Bumi.”
Semua informasi yang diketahui Rafael telah disampaikan pada Noah tanpa ada yang ditutup-tutupi.
“Apa kamu tau kira-kira berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mempersiapkan pasukan itu, sampai benar-benar siap pergi ke Bumi?”
“Dari pengalaman apa yang pernah terjadi di masa lalu, seharusnya membutuhkan dua sampai tiga bulan untuk mempersiapkan pasukan.”
‘Waktu yang cukup lama, dan aku rasa waktu yang ada cukup untukku melampaui level kekuatan 1000,’ batin Noah.
Dua sampai tiga bulan bukanlah waktu yang lama, tapi juga bukan waktu yang sebentar. Dalam kurun waktu itu, Noah akan bekerja ekstra keras, untuk terus meningkatkan kekuatannya.
‘Masih ada waktu beberapa bulan, kenapa juga aku tidak menyiapkan kekuatan di Dunia ini, dan memerangi mereka sebelum pergi ke Bumi?’ batinnya bertanya, dan dia merasa telah menemukan solusi, supaya tidak terjadi kerusakan besar di Bumi saat terjadi peperangan terakhir.
Memikirkan solusi yang baru dia temukan, Noah semakin tidak sabar meningkatkan kekuatan manusia, yang disembunyikan oleh elf wanita, dan juga Vampir.
‘Sebelum pergi menemui manusia-manusia itu, alangkah baiknya jika aku lebih dulu menghancurkan seluruh sarang monster yang berada di dekat tempat ini, baru setelahnya aku pergi menemui mereka,’ lanjutnya membatin, lalu dia berkata pada Rafael.
“Hari ini aku ingin menghancurkan tiga sarang monster tak jauh dari tempat ini, apa kamu ingin ikut denganku?” tanyanya, sambil melihat kearah Rafael.
“Aku dan yang lainnya akan ikut bersama Tuan,” jawab Rafael sementara delapan vampir lainnya hanya mengangguk pelan.
Mereka para vampir dalam kesehariannya juga melakukan perburuan monster untuk meningkatkan kekuatan, dan tentu saja mereka tidak ada niatan menolak saat Noah menawari mereka ikut serta dalam penghancuran sarang monster.
“Rafael, apa kau bisa meninggalkan dua orang dari mereka untuk menjaga tempat ini? Bagaimanapun juga tiga dari dua belas kekasihku dalam kondisi hamil, dan aku benar-benar ingin memastikan keselamatan mereka,” ujar Noah.
“Tuan, biarkan Victoria yang tinggal menjaga mereka! Dia seorang diri jauh lebih berguna dari mereka semua!” Rafael tidak meremehkan kekuatan delapan vampir, yang merupakan pengawalnya, dia hanya mengatakan sebuah kebenaran.
Noah mengangguk setuju. “Kalau begitu segera persiapkan diri kalian, karena setelah aku memberitahu seluruh kekasihku, kita akan langsung pergi!” ungkapnya.
“Baik Tuan,” kata Rafael.
Setelahnya Noah pergi menemui seluruh kekasihnya, yang dia yakin kalau mereka semua saat ini berada di dapur menyiapkan makan siang.
......................
Tak lama setelah makan siang bersama, Noah, bersama dengan kesembilan kekasihnya, ditambah Rafael dan delapan vampir, mereka pergi menuju sarang monster pertama, yaitu sarang monster milik Orc, yang diyakini jika tempat itu sudah sepi, dikarenakan sebagian besar penghuninya telah mati dalam pertempuran beberapa waktu yang lalu.
Keadaan yang sama akan mereka temui saat pergi menghancurkan sarang goblin, dan mereka baru akan mendapatkan perlawanan dari sarang Orc terakhir.
Noah memimpin rombongannya, mengarahkan mereka semua ke sarang Orc.
Kesembilan kekasihnya yang tau jika sistem membantu Noah menemukan keberadaan sarang monster, mereka sama sekali tidak terkejut saat Noah tau pasti letak sarang monster.
Berbeda dengan Rafael dan delapan vampir lainnya, mereka terkejut melihat bagaimana mudahnya Noah menemukan keberadaan sarang monster.
Rafael segera saja teringat jika sebelumnya Noah mengatakan jika hari ini dia akan menghancurkan tiga sarang monster. Melihat mudahnya Noah menemukan keberadaan sarang monster, dia meyakininya jika Noah sudah lebih dulu mencari sarang monster, dan hari ini dia datang untuk menghancurkan sarang monster yang sudah ditandainya.
“Tidak terlalu banyak Orc yang tersisa di dalam sarangnya, jadi kita bisa cepat menghancurkan sarang mereka!”
Noah langsung saja memimpin rombongannya masuk ke dalam sarang Orc, dan membunuh Orc yang berada di dalam sarang.
Tanpa adanya Raja Orc dan wakilnya yang sudah mati dalam pertempuran beberapa saat yang lalu, sangatlah mudah bagi Noah dan rombongannya memusnahkan seluruh Orc di dalam sarang, lalu dalam sekejap saja sarang itu berhasil dihancurkan.
Pergi meninggalkan sarang Orc yang telah hancur, Noah memimpin rombongannya pergi ke sarang goblin, yang jaraknya tak begitu jauh.
Mereka adalah sisa kekuatan goblin, yang sebagian besar telah dikalahkan dalam pertempuran, yang seharusnya mempertemukan mereka dengan Orc, tapi pada kenyataannya banyak goblin yang ikut dalam pertempuran justru mati di tangan Noah dan kesembilan kekasihnya.
Dalam sekejap saja ribuan goblin langsung menyerang Noah dan rombongannya yang baru saja memasuki gua, yang mereka jadikan sarang.
Goblin champions langsung saja ikut menyerang, dan dia menargetkan Joy yang terlihat lemah di pandangannya.
Akan tetapi, pilihannya sangat salah karena baik Joy maupun wanita lainnya, mereka masih jauh lebih kuat dari kedelapan vampir, bahkan lebih kuat dari Rafael.
Goblin champions yang memiliki kekuatan di level 645, dia maju menyerang Joy. Serangannya cepat dan mematikan, bagi lawan yang kekuatannya berada di bawahnya.
Sayangnya lawan yang dihadapinya adalah Joy, yang jelas-jelas lebih kuat darinya, bahkan gerakan cepatnya terlihat begitu lambat di mata Joy.
“Kau terlalu lambat dan terlalu lemah untuk menjadi lawanku!” kata Joy meremehkan kekuatan goblin champions.
Goblin champions tak tahu apa yang dikatakan Joy, tapi hanya dengan melihat ekspresi di wajah Joy, dia tahu jika lawannya meremehkan kekuatannya, dan itu sukses memancing amarahnya.
Bergerak sedikit lebih cepat dan lebih lincah dari sebelumnya, goblin champions menyerang Joy secara membabi-buta, tapi seluruh serangannya hanya mengenai angin, sebab Joy terlalu mudah menghindari seluruh serangannya.
Noah dan yang lainnya tidak ikut campur dalam pertarungan Joy, karena mereka tau Joy akan marah jika saat ini ada yang lancang ikut campur dalam pertarungan yang jelas dapat dia menangkan.
Setelah terus saja menghindari serangan musuh, kini gilirannya melakukan serangan balik mematikan.
Slash... Slash... Slash... Slash...
Cepat Joy mengayunkan kedua belati di tangannya, menyerang goblin champions yang tak memiliki kesempatan menghindari serangannya.
Dalam waktu sekejap saja tubuh goblin champions sudah di penuhi dengan luka sayatan, baik luka sayatan kecil maupun sayatan besar, bahkan tangan kiri dan salah satu telinganya telah terpotong rapi, membuat goblin champions menjerit kesakitan.
Meski masih dapat berdiri kokoh di tempatnya, goblin champions tak lagi bergerak melakukan serangan, melainkan dia saat ini hanya berfokus pada pertahanannya. Sebaik mungkin dia akan bertahan dari serangan musuh yang mengancam nyawanya.
Joy yang sudah merasa cukup bermain-main, dia langsung saja menyerang titik vital yang ada di tubuh goblin champions, untuk segera memberikan kematian padanya.
Dengan pergerakan yang sangat cepat, Joy berhasil menusukkan salah satu belatinya tepat di jantung goblin champions, lalu dia menggunakan belati satunya menebas leher goblin champions, membuat kepalanya terpisah dari bagian tubuhnya.
“Akhirnya berakhir dengan sempurna,” kata Joy sambil melihat mayat goblin champions, lalu dia mengambil kembali belatinya yang tertancap di dada mayat goblin champions.
Sementara itu, Noah dan yang lainnya baru saja selesai membunuh seluruh goblin di dalam gua, saat Joy juga berhasil membunuh goblin champions.
Sekarang mereka tinggal menghancurkan sarang goblin, lalu pergi melanjutkan serangan ke sarang monster selanjutnya.
Peledak berdaya ledak tinggi telah dipasang di dalam gua, yang dijadikan goblin sebagai sarang mereka.
Setelah seluruh peledak berhasil dipasang, Noah membawa semua orang keluar dari dalam gua, lalu dia meledakkan bom dari kejauhan.
Duaarr... Duaarr... Duaarr...
Ledakan besar terjadi, menghancurkan sarang goblin, sekaligus mengubur seluruh mayat goblin yang sebelumnya tersebar di dalam sarang mereka.
Sama sekali tidak merasakan kelelahan, Noah memimpin rombongannya menuju sarang ketiga, yang merupakan sarang Orc, dan di tempat itu setidaknya mereka akan berhadapan dengan puluhan ribu bahkan sampai lebih dari seratus ribu Orc, yang mana mereka dipimpin oleh sosok Raja Orc.
Kekuatan Raja Orc berada di level 720, sedikit lebih kuat dari Rafael, tapi masih belum bisa melampaui kekuatan yang dimiliki oleh Noah, dan kesembilan kekasihnya. Jadi, sekalipun ada Raja Orc di sarang itu, keberadaannya bukanlah ancaman untuk Noah dan rombongannya.
Ketika Noah dan rombongannya sampai di sarang Orc, mereka langsung disambut oleh puluhan Orc yang langsung menyerang, sekalipun mereka tidak melakukan pergerakan yang mencurigakan.
“Karena mereka sudah begitu baik menyambut kita, balas sambutan mereka dengan membunuh mereka tanpa sisa!” perintah Noah.
“Mereka terlalu lemah, mudah bagi kita membunuh mereka.” Yuna maju menyerang Orc, diikuti oleh wanita lainnya.
Rafael dan delapan vampir juga ikut maju, mempercepat kemenangan mereka atas puluhan Orc.
Dalam waktu singkat puluhan Orc mati di tangan mereka, sementara Noah hanya melihat jalannya pertarungan singkat mereka.
Melanjutkan perjalanan, saat semakin mendekati sarang Orc, ratusan Orc menghadang mereka, dan karena melihat hari tak lama lagi malam, Noah meminta seluruh kekasihnya menggunakan senapan serbu untuk membunuh musuh.
Sedangkan untuk Rafael dan delapan vampir lainnya, Noah meminta mereka diam di tempat, jika tidak ingin terkena tembakan yang salah sasaran.
“Peluru tidak memiliki matanya sendiri, jadi sebaiknya kalian semua tetap diam di sini, biarkan mereka yang menyelesaikannya dengan cepat!” kata Noah pada Rafael dan delapan vampir lainnya.
Rafael dan yang lainnya hanya menganggukkan kepalanya, dan mereka melihat bagaimana peluru perak dengan sangat mudah membunuh ratusan Orc, bahkan jumlah Orc yang mati terus bertambah dengan sangat cepat.
“Senjata yang sangat mengerikan.”
“Cepat, tajam, mematikan, aku tidak yakin dapat menghindarinya.”
“Itu kecepatan yang mustahil untuk dihindari, bahkan olehku,” kata Rafael di tengah-tengah pembicaraan pengawalnya.
Jika Rafael yang jelas lebih kuat dari mereka mengatakan dirinya tidak bisa menghindarinya, apalagi dengan mereka, yang ada mereka semua akan bernasib sama dengan para Orc, yang mati mengenaskan sebelum tahu apa yang membunuh mereka.
Dor... Dor... Dor... Dor...
Suara tembakan terus saja terdengar, seiring dengan Orc yang terus saja berdatangan.
Mereka yang sebelumnya berdiam diri di dalam sarang, begitu mendengar suara tembakan, mereka segera keluar dari sarang, tapi naas, baru juga keluar, mereka sudah mati terkena tembakan yang dilakukan kesembilan kekasih Noah.
“Dengan begini banyak poin level yang aku kumpulkan tanpa harus bekerja terlalu keras!” kata Noah lalu dia tersenyum.