
Mansion keluarga Ludwing benar-benar ramai.
Noah dan para kekasihnya sudah sampai di Mansion keluarga Ludwing, dan mereka saat ini sedang berkumpul bersama para orang tua. Sebelumnya para orangtua telah menyepakati hari pernikahan Noah dan ke-enam kekasihnya. Mereka tidak akan bertunangan, melainkan akan langsung menikah.
Noah dan ke-enam kekasihnya tidak ada yang keberatan, termasuk Jean. Jika sebelumnya Jean belum ingin menikah karena lebih dulu harus melakukan ujian akhir. Dikarenakan ujian akhir telah selesai dan dia yakin dapat lulus dengan nilai baik, dia merasa pernikahan adalah hadiah terindah untuk kelulusannya.
Untuk masalah kuliah, Jean ingin kuliah, tapi karena tidak ada larangan orang yang sudah menikah untuk kuliah, jadi tidak masalah dia kuliah setelah menikah. Bahkan jika dia hamil di tengah perkuliahan, itu bukan sesuatu masalah, dikarenakan dia tetap bisa kuliah meski sedang hamil, meski semua keputusan nantinya berada di tangan Noah.
Pernikahan rencananya akan dilakukan lima hari setelah Jane dinyatakan lulus. Jika dihitung dari sekarang, masih ada waktu sekitar satu bulan lagi sebelum Noah resmi menjadi suami dari ke-enam kekasihnya. Sungguh satu bukan yang akan sangat berat bagi Noah dan ke-enam kekasihnya, dikarenakan dalam satu bulan ini mereka harus bertahan dari keinginan menyalurkan keinginan mereka melakukan permainan panas di atas ranjang.
Sepakat dengan tanggal pernikahan, ditambah malam sudah larut, para orangtua segera oergi ke kamar mereka masing-masing yang berada di Mansion keluarga Ludwing. Sedangkan Noah, ke-enam kekasihnya, ditambah Jihan, mereka segera pergi ke Mansion keluarga Milito, dikarenakan malam ini mereka masih akan bermalam di tempat itu.
“Sayang, malam ini kami yang akan menemanimu!” kata Ellena, yang sudah berada di kamar Noah bersama dengan Agnes.
Melihat kedatangan mereka Noah tersenyum hangat, dan dia membiarkan mereka berada di kamarnya, sedangkan dia memilih pergi ke kamar mandi untuk berganti pakaian.
Keluar dari kamar mandi, seketika Noah disuguhi pemandangan yang membuat juniornya seketika memberontak. Bagaimana juniornya tidak memberontak jika kedua mata Noah melihat Ellena Ellena dan Agnes, yang mana keduanya hanya memakai pakaian dalam, dan berbaring di atas tempat tidur seolah menunggu dirinya menerkam mereka.
Bukit kembar berukuran jumbo, serta tubuh mulus tanpa noda, siapa pria yang tidak menginginkan menikmati semua itu untuk dirinya sendiri. Namun, sekuat tenaga Noah bertahan dari semua keinginannya, tapi dia sama sekali tidak menutupi juniornya yang sudah siap tempur. Dia ingin menunjukkan jika dirinya pria normal, dan dia tidak akan menolak jika keduanya bersedia memberi kepuasan pada juniornya.
Kedua wanita yang melihat bagian bawah Noah, seketika mereka menelan ludah secara kasar. Meski ada celana pendek yang menutupi bagian itu, jelas mereka bisa melihat jika ada sesuatu yang sangat besar, tersembunyi di dalam celan itu.
Noah tentu tahu arah pandangan keduanya, dan dengan sangat sadar dia melepas celana pendeknya, dan menunjukkan sesuatu yang hanya tertutup kain tipis berwarna hitam. “Aku hanya mengikuti apa yang kalian lakukan!” kata Noah dengan santainya, lalu dia segera mengambil posisi merebahkan diri di tengah-tengah Ellena dan Agnes.
Setelah merebahkan tubuhnya, Noah menarik kedua wanita, dan memberi kenyamanan pada mereka begitu berada di pelukannya. Tanpa sengaja tangan Noah mendarat di bukit kembar milik kedua kekasihnya. Bukannya menepis tangan Noah, Ellena dan Agnes justru membalas itu dengan menyentuh bagian bawah tubuh Noah dengan tangan mereka.
“Sayang, sepertinya aku tidak akan sabar untuk satu bulan ke depan, jadi bagaimana jika kita melakukannya malam ini?” tanya Ellena, yang mana dia sangat rela memberikan semuanya padan pria yang sangat dicintainya.
Sedangkan Agnes, dia tahu jika tubuhnya pernah dimiliki pria lain, tapi pria lain itu bukanlah pria yang sekedar singgah dihidupnya, melainkan pria itu adalah mendiang suaminya. Lalu untuk sekarang, dia hanya ingin memberikan tubuhnya pada pria yang dicintainya, yang mana pria itu adalah Noah.
Malam ini juga jika Noah menginginkannya, dia rela menyerahkan semua padanya, dan dia akan menggunakan seluruh keahliannya untuk memberi kepuasan pada Noah. Di masa lalu dia selalu unggul dalam permainan ranjang bersama mendiang suaminya, tapi melihat sosok Noah, sepertinya dirinya akan dibuat lemas tidak berdaya jika hanya seorang diri melayani Noah di atas ranjang. Namun dengan adanya Ellena, dia yakin malam ini bisa membuat Noah melayang ke langit karena rasa nikmat yang terpuaskan.
“Ellena, apa kamu yakin ingin melakukannya? Bukannya saat kali pertama melakukannya akan timbul rasa sakit?” ujar Noah menatap Ellena, sedangkan tangannya terus saja memijat bukit milik Agnes.
“Sayang, kamu tidak perlu khawatir, aku pasti bisa bertahan dari rasa sakit itu, dan lagi ada yang mengatakan padaku jika setelah rasa sakit akan timbul rasa nikmat!” kata Ellena, lalu dia melirik Agnes yang saat ini tertawa pelan.
Mendengar tawa pelan Agnes, Noah tahu siapa yang mengatakan pada Ellena jika setelah rasa sakit akan timbul rasa nikmat. Dia juga pernah mendengar tentang itu, tapi dia belum mengetahui kebenarannya, dikarenakan belum pernah melakukan pembuktian secara langsung.
Saat Ellena dan Agnes sama-sama ingin membuang kain terakhir yang menutupi tubuh mereka, tiba-tiba saja terdengar suara pintu kamar di ketuk dari luar. Tidak sekali, tapi pintu diketuk berkali-kali.
Tuk... Tuk... Tuk...
Noah dan dua wanita di kamarnya jelas mendengar ada yang mengetuk pintu. Elena dan Agnes segera menyembunyikan keberadaan mereka di bawah selimut, sedangkan Noah segera membuka pintu setelah memakai celana pendeknya.
“Maaf jika aku mengganggu istirahat kalian!” kata Joy, orang yang berkali-kali mengetuk pintu kamar Noah. “I-itu, malam ini apa aku boleh tidur bersama kalian?” tanya Joy dengan sedikit menundukkan kepalanya.
Belum juga Noah memberi jawaban, Ellena dan Agnes sudah lebih dulu menarik Joy masuk ke dalam kamar Noah, “Bukannya ikut sendiri tadi, tapi pakai acara malu karena harus tidur dengan keadaan seperti kami!” kata Ellena, dan dia membantu Joy melepaskan pakaiannya.
Jadilah Joy saat ini berpenampilan seperti Ellena dan Agnes, bahkan dengan ukuran pakaian dalam yang seolah kesempitan, Noah bisa melihat bukit kembar Joy yang terlihat begitu kencang.
Noah segera kembali ke atas tempat tidur, dan tidak lama ketiga wanita menyusulnya. Saat Joy dan Ellena merebahkan tubuh mereka di sisi kanan dan kiri Noah, Agnes justru masuk dari bagian bawah selimut, dan sekarang seluruh tubuhnya berada di dalam selimut.
“Uhm...” Noah reflek segera menutup rapat mulutnya, saat dia merasa bagian bawahnya masuk ke sebuah tempat yang hangat, dan ada yang menari-nari di ujung bagian bawah miliknya.
Dia tahu semua itu adalah perbuatan Agnes, tapi dia tidak menyangka jika Agnes berani melakukan semua itu, disaat ada dua wanita lainnya, yang berada di satu ranjang dengannya.
Memejamkan kedua matanya menikmati apa yang dilakukan Agnes, kedua mata Noah seketika terbuka lebar saat dia merasa kedua telapak tangannya bersentuhan dengan sesuatu yang kenyal, lembut, halus, dan hangat.
Melihat ke arah samping kanan dan kirinya secara bergantian, Noah hanya melihat dua wanita yang memejamkan mata, seolah menikmati apa yang saat ini dilakukan kedua tangan Noah. Di bawah sana Noah benar-benar menikmati saat bagian bawahnya terjepit sesuatu yang begitu hangat, tapi dia tahu jika dirinya belum melakukan penyatuan dengan Agnes.
Kemungkinan saat ini bagian bawahnya terjepit diantara bukit kembar milik Agnes, dan dia sangat menikmati saat-saat sepeti ini. Ini adalah pengalaman pertamanya, dan dia menikmati apa yang dilakukan Agnes. Tanpa teras satu jam berlalu, dan akhirnya dia merasa ada yang ingin keluar dari bagian bawahnya.
Tanpa bisa ditahan lagi, sesuatu itu meledak keluar dari bagian bawah miliknya, dan dia tidak tahu apa yang terjadi di bawah sana. Dia hanya tahu tidak lama kemudian Agnes muncul di hadapannya sambil menjilati bibirnya, “Itu nikmat dan aku ingin merasakannya lagi!” bisik Agnes yang merebahkan tubuhnya di atas tubuh Noah. Sedangkan dua wanita lainnya, mereka sudah tertidur, tapi tangan Noah masih berada di tempatnya.
‘Bisa saja aku langsung memasukkannya, tapi aku tidak akan melakukannya tanpa seizin dirinya!’ batin Noah, dan dia melirik Agnes yang sudah tertidur pulas.
Merasa ngantuk, akhirnya dia juga tertidur, dan meski di bawah sana ada yang tegang, dia tetap bisa tertidur nyenyak dengan tiga wanita berada di atas ranjang yang sama dengannya. Hujan di malam hari semakin membuat dingin keadaan kamar, membuat mereka tertidur semakin lelap.
......................
Pagi-pagi Noah sudah bangun, dan dia terbangun lebih dulu dari tiga wanita, yang malam ini tidur di atas satu ranjang yang sama dengannya.
Bedanya sast terbangun, Agnes sudah tidak berada di atas tubuhnya, melainkan dia tidur saling memeluk dengan Joy. Membuka selimut yang menutupi tubuhnya, Noah hanya bisa menggelengkan kepala pelan saat melihat bagian bawahnya tidak tertutup oleh apapun, bahkan itu sangat tegang.
Melihat kearah tiga wanita yang masih tertidur, dia melihat bagian atas tubuh mereka polos tanpa ada kain yang menutupinya. Melihat semua itu Noah kesusahan menelan ludahnya, dan dia merasa semakin tegang di bawah sana.
Jika saja dia tidak segera pergi ke kamar mandi, bisa dipastikan akan terjadi permainan berdarah di atas tempat tidur. “Kenapa mereka memiliki sesuatu yang begitu indah dipandang? Semua itu hanya milikku, dan tidak akan aku biarkan orang lain bisa melihat semua itu!” gumamnya sambil membasahi tubuhnya dengan air dingin.
Saat air dingin mulai menenangkan pikiran Noah, dia mendengar suara sistem di kepalanya.
[Selamat tuan berhasil menyelesaikan misi menggagalkan pernikahan Edgar dan Nancy. Hadiah sudah ditambahkan ke status milik Tuan]
Noah hampir lupa tentang misi itu, dan dia baru ingat jika malam ini seharusnya menjadi malam bahagia untuk Edgar, tapi kebahagiaan itu tidak terjadi karena hubungannya dengan Nancy telah berakhir, dan dia tidak tahu seperti apa keadaan Edgar saat ini.
“Aku penasaran, apa yang sedang dilakukan pria itu saat ini? Apa mungkin dia sudah dikirim ke rumah sakit jiwa?” gumamnya sambil membersihkan tubuhnya, dan membiarkan air dingin terus mengguyur tubuhnya.
Sementara itu, pria yang dimaksud oleh Noah, pria itu sedang bersenang-senang dengan dua wanita. Salah satu wanita adalah pelayan di Mansion tempat tinggalnya, dan satu lagi adalah wanita yang melahirkannya.
Sejak membuka mata di pagi hari, mereka kembali melakukan apa yang semalam sudah mereka lakukan.
Edgar sangat menikmati permainan panas bersama dua wanita, yang sepenuh hati memberinya kenikmatan. Sebenarnya ada satu lagi wanita yang semala memburu kenikmatan bersama Edgar, tapi karena semalam adalah pengalaman pertama wanita itu, pagi ini dia masih tidur dalam keadaan polos di atas ranjang milik Edgar.
Tanpa diduga sejak awal permainan panas berlangsung di kamar Edgar, ada yang merekam semua yang mereka lakukan, bahkan pagi ini video adegan di kamar Edgar telah tersebar luas, dan dapat dilihat oleh jutaan orang.
“Setelah ini mereka akan hancur sehancur hancurnya,” gumam pria yang terus merekam adegan panas Edgar dengan dua wanita yang tidak lagi bisa dikatakan masih muda.
......................
Keluar dari kamar mandi Noah melihat ketiga wanita yang sedang bercanda di atas tempat tidur. Melihat mereka, Noah bisa bernapas lega karena mereka telah memakai pakaian, yang sepertinya mereka ambil dari lemari pakaiannya.
“Apa kalian tidak ingin membersihkan diri?” tanya Noah sambil merapikan rambutnya yang acak-acakan setelah menghabiskan waktu cukup lama di dalam kamar mandi.
Ketiganya yang mendengar pertanyaan Noah, mereka segera pamit kembali ke kamar mereka untuk membersihkan diri. Ellena dan Joy langsung pergi, tapi tidak dengan Agnes.
Agnes lebih dulu menghampiri Noah, lalu dia membisikkan sesuatu pada Noah. “Semalam sangat luar biasa, dan aku menginginkannya lagi dan lagi!” setelah berbisik Agnes langsung saja pergi meninggalkan kamar Noah.
Senyuman terlihat di wajah Noah mengiringi kepergian Agnes, dia benar-benar tidak menyangka jika Agnes begitu berani membisikkan semua itu padanya.
Melangkah keluar kamarnya tidak lama setelah kepergian Agnes, ternyata Nancy sudah menunggunya di luar kamarnya.
Nancy ingin diantar ke ruang penyiksaan karena dia ingin melakukan olahraga pagi dengan menyiksa mereka, yang selama ini berpura-pura menjadi keluarganya, setelah mereka melenyapkan keluarga aslinya.
Namun, tanpa sepengetahuan Nancy, sekarang di ruang penyiksaan bukan hanya ada empat orang. Ada satu lagi orang yang dimasukkan ke tempat itu, dan orang itu adalah pengacara keluarga Nancy, yang justru bekerjasama dengan mereka yang mengaku-ngaku sebagai keluarga Nancy.
“Sayang, apa kedua orang yang berada di luar kota sudah tertangkap?” tanya Nancy, dan dia berharap dua orang itu sudah tertangkap, dikarenakan dia sangat ingin membalaskan perlakukan mereka, yang di masa lalu pernah dilakukan padanya.
“Mereka sudah tertangkap, dan saat ini dalam perjalanan. Kemungkinan sore ini mereka akan sampai,” jawab Noah.
Nancy tersenyum senang mendengar kabar baik, yang dari kemarin sangat dia nanti-nantikan. Dia benar-benar tidak sabar menyiksa mereka, kalau perlu dia akan menyiksa mereka sampai mati mengenaskan.
......................
Bersambung.