
Ingin rasanya Jiwa Iblis marah setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Jiwa Manusia, tapi dia sadar jika apa yang dikatakannya merupakan sebuah fakta, sari situasinya saat ini. Dia nyatanya memang tak lagi memiliki banyak waktu, untuk berhadapan dengan kekuatan musuh, yang kali ini jauh lebih kuat dari kekuatannya.
‘Sial, sial, sial! Apa kali ini aku akan benar-benar kalah darinya? Aku tidak akan kalah darinya, dan kalaupun harus mati, aku akan membawa mereka semua mati bersama denganku!’ batinnya, dan dia tersenyum sangat tipis tanpa diketahui oleh Jiwa Manusia.
Dengan membawa mereka semua mati dengannya, menurutnya itu jauh lebih baik daripada mati sendirian, sementara musuhnya masih hidup dan menikmati kemenangannya.
......................
Di Desa Elf.
Noah sedsng mendengarkan laporan dari Rafael tentang apa saja yang sudah dilakukan pasukan Vampir selama Noah dan seluruh kekasihnya pergi ke Bumi.
“Tuan, saat ini kebanyakan Monster berada di kawasan Istana Penguasa Dunia Monster, dan pasukan Vampir tak ada yang berani mendekati tempat itu, dikarenakan ada sosok Penguasa Dunia Monster, yang kekuatannya bahkan telah melampaui kekuatanku,” jelas Rafael.
Noah mengangguk mendengarnya, dan saat ini dia semakin ingin segera menyerang istana Penguasa Dunia Monster, dan mengalahkan sosok yang saat ini menjadi Penguasa Dunia Monster.
“Secepatnya kita akan menyerang tempat itu, dan saat kita menyerang tempat itu, aku sendiri yang akan menghadapi sosok Penguasa Dunia Monster!” kata Noah tegas.
“Aku akan membantu Tuan melawannya, sekalipun bantuanku tak mungkin dapat memberi dampak besar pada sosok itu,” ungkap Rafael.
“Kamu tidak perlu membantuku, saat aku berhadapan dengannya! Dengan kekuatan yang aku miliki, aku lebih dari yakin dapat mengalahkannya,” kata Noah.
Melihat sorot mata tajam Noah dan kata-kata tegasnya yang seolah dia menunjukkan keinginannya yang tak ingin dibantah, Rafael tak memiliki keberanian membantah perkataan Noah, dan dia dengan berat hati mengikuti apa yang menjadi keinginan sosok Tuannya, sekaligus sosok adik iparnya.
Saat pergi ke Bumi sebenarnya Noah mengajak Rafael untuk pergi dengannya, dan akan mengenalkan Rafael ke anggota keluarganya sebagai kakak ipar yang berasal dari Dunia Monster.
Akan tetapi Rafael menolak ajakan Noah, dikarenakan dia ingin melakukan banyak hal selama Noah dan seluruh kekasihnya berada di Bumi, termasuk mengerahkan pasukan Vampir untuk mengurangi jumlah monster, bahkan peperangan sesama Vampir ataupun melawan Drakula, semua dilakukan Rafael dan pasukannya, saat Noah dan seluruh kekasihnya berada di Bumi.
Selesi melaporkan apa yang ingin dilaporkannya pada Noah, Rafael memutuskan pergi, dikarenakan dia masih ingin melakukan beberapa hal bersamaa dengan pasukan Vampir miliknya.
Sedangkan Noah yang saat ini hanya ditinggal seorang diri karena para wanita sedang melihat-lihat pembangunan Desa Manusia pertama di Dunia Monster, setelah desa-desa dan kota para manusia di masa lalu musnah, di tangan para Monster.
[Tuan, saat ini ada sosok dengan kekuatan yang begitu besar, sedang mengintai keberadaan seluruh kekasih Tuan, dan sosok itu memiliki niatan sangat buruk yang ditujukan pada seluruh kekasih Tuan. Gunakan mata tembus pandang, dan Tuan akan dengan mudah menemukan keberadaan orang itu]
Mendengarnya, Noah langsung saja menggunakan keterampilan mata tembus pandang, untuk melihat keberadaan sosok dengan kekuatan besar, yang sedang mengintai keberadaan seluruh kekasihnya.
Dalam kurun waktu yang sangat-sangat singkat, dengan mudahnya Noah menemukan keberadaan sosok yang dia cari, dan seketika sosok Noah menghilang dari tempatnya.
Sementara itu di tempat yang cukup tersembunyi, nampak sosok dengan wajah tertutupi topeng sedang mengamati Desa Manusia, yang sedang mendapatkan kunjungan dari belasan wanita cantik, dengan kecantikan di atas rata-rata.
“Mereka terlalu cantik untuk dibiarkan berkeliaran bebas. Sebaiknya aku membawa mereka semua, dan menjadikan mereka sebagai milikku, hanya milikku!” kata pelan sosok bertopeng, yang identitas aslinya Penguasa Dunia Monster, yang dikendalikan oleh Jiwa Iblis.
Sambil tersenyum lebar dibalik topengnya, dia terus saja melihat keberadaan belasan wanita di Desa Manusia, yang keberadaannya cukup membuatnya terkejut, karena dia mengira seluruh manusia yang ada di Dunia Monster telah musnah.
“Aku akan memakan seluruh manusia di desa itu, setelah aku membawa pulang para wanitaku!” katanya dan dia telah menganggap belasan wanita itu sebagai miliknya, dan selamanya hanya akan menjadi miliknya.
Dikarenakan terlalu fokus melihat desa di depan dan juga keberadaan para wanita yang telah dianggap sebagai miliknya, dia tak sadar jika ada sosok Noah di belakang, dan sejak tadi mendengar keseluruhan perkataannya.
“Baang... Booomm...” Tendangan Noah begitu telak menghantam tubuh Penguasa Dunia Monster, membuat sosok itu terpental jauh, dan merasakan kesakitan pada bagian tubuhnya yang terkena tendangan Noah.
“Si-Sialan! Sejak kapan ada orang di belakangku? Aku benar-benar tidak bisa merasakan kehadirannya,” gumamnya dan dia segera bangkit berdiri, sambil menahan rasa sakit yang tak lama akan menghilang dengan sendirinya.
[Tuan, aku telah mengidentifikasi identitasnya, dan 100 persen dia merupakan Penguasa Dunia Monster, dan kekuatannya berada di tingkat Penguasa Level 5. Bertarung dengannya saat ini, Tuan memiliki kesempatan 100 persen kemenangan]
Noah yang mendengarnya tersenyum senang, karena dia tak akan kalah saat berhadapan dengan Penguasa Dunia Monster.
“Sistem, siapa nama Penguasa Dunia Monster?” tanya Noah, sedikit memiliki ketertarikan dengan sosok Penguasa Dunia Monster.
[Tuan, sosok itu bernama Richard Neilson, dan usianya saat ini adalah dua puluh ribu, lima ratus lima puluh tahun]
“Benar-benar sosok yang sudah sangat tua, bahkan aku bingung harus seperti apa memanggilnya,” kata Noah.
[Tuan, dilihat dari garis keturunannya, orang itu adalah kakak Tuan di kehidupan lalu, dan dari informasi yang aku dapat, Tuan telah mengalami berkali-kali reinkarnasi, tapi Tuan selalu mati di tangan sosok yang sama, yaitu sosok yang saat ini berada di hadapan Tuan]
[Namun, bukan Jiwa asli Tuan Richard yang telah membunuh Tuan, melainkan Jiwa Iblis yang merebut tubuh abadi milik Tuan Richard]
Sambil mendengarkan cerita sistem, Noah melihat rekaman kejadian di masa lalu, dan dengan sangat mudah dia bisa mengerti keseluruhan cerita yang disampaikan oleh sistem.
“Sistem, bukan kakakku yang membunuhku, tapi Jiwa Iblis di tubuhnya yang melakukannya, dan saat dia membunuhku, dia senantiasa menyerap kekuatanku,” kata Noah yang mulai mengingat, kejadian-kejadian di kehidupannya yang lalu.
Bukan keseluruhan ingatan yang dia dapatkan, tapi setidaknya dia telah mengingat garis besar kejadian yang pernah menimpanya di kehidupan yang lalu, kehidupan sebelum dia menjadi Noah.
“Sistem, apa kamu punya cara membunuh Jiwa Iblis yang ada di tubuh Kakakku?” tanya Noah yang hanya ingin membunuh Jiwa Iblis didalam tubuh Kakaknya.
[Tuan bisa membeli keterampilan Pelahap Jiwa, yang ada di toko sistem, tapi keterampilan itu hanya bisa digunakan jika Tuan bersentuhan langsung dengan sosok itu, dan jangan sampai salah melahap Jiwa]
[Atau sebaliknya Tuan juga sekalian membeli keterampilan pengunci jiwa, yang membuatnya tidak bisa bertukar dengan jiwa lainnya, saat Tuan menggunakan keterampilan Pelahap Jiwa]
“Kalau begitu tunggu apa lagi, cepat beli kedua keterampilan itu untukku!” perintahnya sambil melompat kesamping, dikarenakan Jiwa Iblis yang menguasai tubuh Richard mulai melakukan serangan kepadanya.
[Tuan akan mengalami kesakitan saat terdaji proses penyatuan kedua keterampilan dengan tubuh Tuan. Aku sarankan Tuan menunda pertarungan dengannya, sampai kedua keterampilan menjadi milik Tuan]
“Berapa lama kira-kira aku harus menahan rasa sakit?” tanya Noah, sambil terus menghindar dari serangan lawan yang nampak begitu lambat.
[Dalam sepuluh menit Tuan akan merasakan kesakitan, dan tidak mungkin bagi Tuan melawannya sambil menahan rasa sakit]
Sistem tidak pernah berbohong dengannya, dan Noah sangat yakin apa yang dikatakan oleh sistem benar-benar akan terjadi.
Oleh karena itu, dia memilih menuruti apa yang menjadi keinginan sistem, dan kali ini dia benar-benar akan menghajar tubuh kakaknya, dan dia akan memaksanya pergi.
“Kalau saja aku sudah menguasai kedua keterampilan itu, tak akan aku melepaskannya, dan akan aku pastikan jiwa itu hancur, musnah tak bersisa!” gumamnya pelan, dan dengan mengerahkan seluruh kekuatannya, dia beradu pukulan dan tendangan dengan Richard.