Sistem Pekerja Keras

Sistem Pekerja Keras
Permainan Panas


Noah benar-benar menikmati waktu kebersamaannya dengan Sasa dan Ellena, dia membiarkan keduanya melakukan apa yang mereka inginkan, sedangkan dirinya bebas menyentuh setiap bagian tubuh mereka.


“Sayang, kami semua sudah sepakat dan sudah menentukan urutan, jika aku adalah wanita pertama yang akan melakukannya denganmu!” kata Sasa, yang kini sedang meraba dada bidang Noah dari belakang.


Mendengar apa yang dikatakan Sasa, Noah tahu apa yang dimaksud olehnya. Mengetahui jika kekasihnya sudah menentukan urutan tanpa perlu dirinya minta, Noah merasa dirinya tidak ada beban jika saat ini juga melakukannya dengan Sasa, dan selanjutnya dia bisa melakukannya dengan Ellena.


Selesai mengatakan apa yang ingin dia katakan, Sasa segera bertukar posisi dengan Ellena. Sekarang Sasa berhadap-hadapan dengan Noah, dan setelah mensejajarkan posisi wajahnya dengan wajah Noah, Sasa memejamkan kedua matanya, lalu secara perlahan bibirnya bersentuhan dengan bibir Noah.


Sasa benar-benar berinisiatif menciun Noah, tentu saja Noah tidak tinggal diam. Dia yang sudah cukup berpengalaman karena di masa lalu sering berciuman dengan Nancy, tanpa ragu dia membalas ciuman Sasa.


Layaknya kekasih yang begitu lama tidak dipertemukan karena terkendala jarak dan waktu, mereka berciuman begitu panas dan bergairah. Selayaknya pria saat berciuman, tangan Noah tidak tinggal diam. Satu tangannya menjelajahi tubuh Sasa, sedangkan satu lagi sedang menjelajahi tubuh Ellena. Kedua wanita itu sama sekali tidak menolak apa yang dilakukan Noah, yang ada mereka justru menikmatinya.


“Sayang, apa kita bisa langsung melakukannya?” tanya Sasa begitu ciumannya dengan Noah terhenti.


Noah mengangguk, dan dia langsung saja membaringkan tubuh polos Sasa di atas ranjang yang ada di kamarnya. Kemudian mereka melakukan apa yang sedari tadi ingin mereka lakukan.


Oouuhh... Aaaaah...


Sasa merintih saat Noah melakukan proses penyatuan secara perlahan. Dia bisa merasakan sesuatu yang robek di bawah sana. Perih, dan tentu saja sakit, tapi tidak lama rasa sakit dan perih terganti oleh rasa nikmat, dan semakin lama apa yang dirasakannya telah didominasi rasa nikmat. Noah melakukan apa yang sudah seharusnya dia lakukan, dan dia baru berhenti saat Sasa sudah mencapai puncak kenikmatan.


Setelah melihat Sasa terkulai lemas, kini giliran dia melakukannya dengan Ellena. Hal yang sama dia lakukan dengan Ellena, tapi dia mengakhiri hubungan panasnya dengan Ellena, dengan menyemburkan benih keturunannya ke bagian bawah Ellena. Puas, itulah yang saat ini dirasakan Noah, Sasa, dan Ellena.


......................


Sore harinya.


Setelah menghabiskan siang dengan melakukan hubungan panas dan berdarah dengan Sasa dan Ellena, Noah terbangun lebih dulu setelah hampir satu jam dia beristirahat, setelah meraih puncak kenikmatan bersama Ellena. Rasanya Noah masih ingin belum bangun, dan lagi saat ini juga tidak ada yang memintanya bangunan.


Namun semakin lama dia tiduran di ranjangnya yang begitu nyaman, Noah merasa ada yang sudah lebih dulu bangun di bawah sana, semakin lama yang ada di bawah sana bangun semakin tegak, dan sesaat kemudian Noah teringat jika dia tidak seorang diri tiduran di ranjangnya.


Segera Noah membuka kedua matanya, dan melirik wanita yang masih tertidur di sisi kiri dan kanan tubuhnya. Tiba-tiba saja, dia merasa ada sesuatu yang hangat menyentuh bagian bawahnya.


Tidak perlu berpikir jauh, Noah tentu saja tahu apa yang saat ini menyentuh bagian bawahnya. Itu adalah dua tangan, dan pastinya milik dua wanita yang berada di atas ranjangnya. Tidak membiarkan hanya mereka yang mulai nakal, Noah mulai membalas mereka. Kedua tangannya bergerak, meremas lembut bukit kembar kedua wanitanya.


Oouuuuh...


Suara yang begitu indah terdengar dari mulut Ellena dan Sasa, saat tangan Noah sedikit keras meremas salah satu bukit kembar milik mereka. Mendengar suara itu Noah semakin bersemangat melakukan apa yang saat ini sedang dia lakukan, membuat suara indah terus keluar dari mulut Ellena dan Sasa.


Tidak tahan hanya sekedar saling melakukan sentuhan, Ellena begitu cepat mengambil posisi di atas tubuh Noah, dan memposisikan dirinya di posisi yang pas, dia mulai melakukan penyatuan dengan Noah. Sedangkan Sasa, dia memamerkan bagian bawahnya yang begitu bersih tepat di hadapan wajah Noah, dan tanpa berkata apa-apa, Noah sudah tahu apa yang menjadi keinginannya.


Dengan mata terpejam karena Ellena begitu lihai di bawah sana, Noah menjulurkan lidahnya, dan dia mulai melakukan apa yang sudah seharusnya dia lakukan. Kedua mata Sasa terpejam dan mulutnya terbuka lebar saat Noah mulai melakukan apa yang memang harus dia lakukan. Meski ini kali pertama dia melakukannya, Noah begitu lihai memberikan kepuasan pada wanitanya.


Ketiganya di waktu bersamaan terus memburu kenikmatan bersama-sama, dan tiga puluh menit kemudian kedua wanita sudah mendapatkan puncak kenikmatan mereka, disusul Noah yang mendapatkannya sepuluh menit setelah mereka, bersamaan dengan Ellena yang mendapatkan puncak kenikmatan yang kedua kalinya di sore hari ini.


Setelahnya mereka menghabiskan waktu istirahat selama lima belasan menit di atas renjang, dan barulah setelah itu Noah membantu Ellena dan Sasa pergi ke kamar mandi. Melihat tubuh polos mereka berdua, bagian bawah Noah kembali menegang, dan jujur dia ingin kembali melakukannya dengan mereka. Namun, dia tidak tega melakukan itu dengan mereka, setelah melihat mereka yang sedang kelelahan.


“Sulit dipercaya kalau aku sudah melakukannya dengan mereka, tapi kenyataannya aku memang sudah melakukannya dengan mereka!” Noah bergumam setelah dia keluar dari kamar mandi, dan dia menggunakan celana pendek untuk menutupi bagian bawahnya.


Noah membiarkan Ellena dan Sasa membersihkan tubuh mereka di kamar mandi. Saat mengantar mereka ke kamar mandi, mereka mengatakan pada Noah untuk mengambilkan pakaian ganti mereka, mengingat itu, setelah memakai celana pendek dan pakaian santai, dia memutuskan keluar kamar.


Baru juga keluar kamar, dari arah kamar sebelah, Noah melihat Nancy dan Jane datang menghampirinya. Di tangan keduanya terdapat pakaian wanita, termasuk pakaian dalam. Keduanya menyodorkan seluruh pakaian wanita yang mereka bawa pada Noah, lalu segera saja mereka putar balik, kembali ke dalam kamar, yang berada tepat si sebelah kamar Noah.


Sebelum mereka berdua masuk kamar, Noah sempat melihat senyuman di wajah keduanya, dan dari melihat senyuman itu, dia yakin jika ke-empat kekasihnya sudah tahu apa yang baru dilakukannya bersama Ellena dan Sasa.


“Jelas saja mereka tahu karena semua ini terjadi atas sepengetahuan mereka, dan pakaian ini sepertinya milik Sasa dan Ellena,” kata Noah pelan, lalu dia segera saja kembali ke dalam kamar, menunggu kedua wanita yang sepertinya masih belum selesai membersihkan diri mereka di dalam kamar mandi.


“Ukuran mereka sangat besar!” kata Noah sambil melihat sesuatu yang nantinya akan menutupi bukit kembar milik Ellena dan Sasa. Melihat ukurannya yang begitu besar, dia jadi tahu alasan kenapa tadi tangannya tidak muat menampung bukit kembar mereka.


Dari seluruh kekasihnya, Noah tidak melihat ada yang memiliki bukit berukuran sedang atau bahkan kecil. Ukuran bukit kembar mereka terlihat sama, bahkan dia harus akui jika milik Joy dan Agnes sedikit lebih besar dari yang lainnya.


Tidak lama kemudian Noah mendengar suara Ellena dan Sasa memanggilnya. Segera saja Noah bangkit berdiri, dan membuka pintu kamar mandi. Didalam kamar mandi Ellena dan Sasa sudah menutupi sebagian tubuh mereka menggunakan handuk, tapi mereka tidak akan protes jika Noah membuang handuk mereka, dan untuk pertama kalinya melakukan penyatuan di kamar mandi.


Meski saat ini merasa lelah, mereka senantiasa menikmati proses penyatuan dengan Noah. Jadi kapanpun Noah ingin melakukan penyatuan dengan mereka, selama tidak lagi tanggal merah untuk para wanita, kapanpun itu mereka dengan senang hati membiarkan Noah melakukan apa yang ingin dilakukannya.


Mengingat kembali rasa nikmat saat proses penyatuan bersama dengan Noah yang masuk ke kamar mandi, baik Ellena dan Sasa, keduanya merasa bagian bawah mereka basah, dan itu sedikit membuat mereka tidak nyaman.


Noah yang tidak peka dengan semua itu, dia hanya membantu mereka keluar dari kamar mandi, lalu menyerahkan pakaian ganti pada mereka. Dia sama sekali tidak melakukan sesuatu untuk memuaskan keinginan Sasa dan Ellena.


......................


Seperti biasa, saat makan malam para wanita dengan senang hati melayani semua yang dibutuhkan Noah. Mulai dari mengambilkan makanan, ataupun minuman. Meraka bahkan dengan senang hari akan bergantian menyuapi Noah, jika dia menginginkan semua itu.


Melihat mereka tidak mempermasalahkan Ellena dan Sasa yang tidak bisa makan malam bersama, dan akan makan malam di kamarnya, Noah bernapas lega. Dia juga tidak menyangka jika Agnes, Joy, Jane, serta Nancy, mereka tidak keberatan membiarkan dirinya menghabiskan malam bersama Sasa dan Ellena.


Tidak tahu saja jika malam-malam selanjutnya Noah akan menghabiskan malam berbeda, sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh para kekasihnya. Mereka telah membuat jadwal, dan tidak ada yang keberatan jadwal itu. Untuk jadwal mereka merasa tidak perlu izin dari Noah, karena mereka merasa Noah tidak akan keberatan dengan keputusan mereka.


Nyatanya Noah pasti senang seandainya tahu tentang jadwal itu. Bagaimanapun juga dia membutuhkan jadwal itu untuk bisa bersikap adil pada seluruh kekasihnya, yang tidak lama lagi mereka semua akan menjadi istrinya. Membayangkan melakukan permainan panas dengan enam wanita sekaligus, Noah merasa dia tidak akan mampu memberi mereka kepuasan yang sama.


Jadi, keberadaan jadwal itu sangatlah penting, dikarenakan setiap malamnya dia bisa memberi kepuasan pada dua wanita, begitu juga dengan malam-malam selanjutnya.


Seusai makan malam bersama di Mansion keluarga Milito, yang malam ini hanya dihadiri Noah, dan para kekasihnya, mereka semua menikmati waktu bersantai di ruang keluarga. Meraka bukan sekedar bersantai, tapi meraka bersantai sambil mengerjakan perkerjaan masing-masing yang sebelumnya belum sempat terselesaikan.


“Sayang, besok giliranku dan Nancy yang akan bermalam denganmu!” bisik Jane, saat dia menyandarkan tubuhnya ke tubuh Noah.


Noah menangguk mendengarnya, lalu dia berkata, “Apa kamu yakin ingin bermalam denganku?” Noah sangat penasaran dengan jawaban yang akan diberikan Jane.


“Aku bukan hanya yakin bermalam denganmu, tapi aku juga yakin menyerahkan semua padamu, seperti apa yang sudah diberikan Ellena dan Sasa!” jawab Jane, dan untuk saat ini dan seterusnya dia tidak akan lagi memanggik Sasa kakak, dikarenakan para wanita sepakat memanggik nama satu sama lain saat berbicara.


Noah tidak melihat adanya keraguan di wajah Jane saat mengatakan semua itu padanya. Dari situ dia tahu jika Jane benar-benar ingin menyerahkan semua padanya, seperti apa yang sudah dilakukan Ellena dan Sasa. Sementara Nancy, Noah tersenyum saat Nancy yang berada di sebelahnya, tiba-tiba saja dia memeluk lengannya.


“Kalau kamu sudah yakin, aku tidak akan ragu mengambil apa yang sudah seharusnya menjadi milikku,” kata Noah, dan dia membelai lembut kepala Jane.


“Malam yang sama aku juga akan menyerahkan semua padamu!” kali ini Nancy yang berbisik, tapi apa yang dia bisikkan turut didengar oleh Jane.


“Aku akan menerima semua yang kalian serahkan padaku, dan aku pasti membalas semua itu dengan kesetiaan, serta kebahagiaan untuk kalian semua!” kata Noah, yang mana dia tidak bisa memberikan kesetiaannya pada satu wanita, dikarenakan saat ini kesetiaannya telah terbagi pada ke-enam wanita.


Nancy dan Jane tersenyum mendengar apa yang dikatakan, Noah, dan tanpa sepengetahuan Joy dan Agnes yang fokus dengan pekerjaannya, kedua wanita itu secara bergantian mencium bibir Noah. Bagi mereka Agnes dan Joy tidak mengetahuinya, tapi nyatanya mereka mengetahui semua itu.


Begitu Noah selesai berciuman dengan Nancy dan Jane, secara tiba-tiba Agnes dan Joy mendaratkan ciuman ke pipi Noah. Jane dan Nancy sedikit menjaga jarak saat Agnes dan Joy datang. keduanya tidak marah saat Agnes dan Joy tiba-tiba datang dan saat ini mereka berebut menciun bibir Noah. Keduanya justru tersenyum saat melihat Noah kewalahan mengimbangi ciuman Joy dan Agnes.


“Ternyata menyenangkan saat kita bersama-sama memiliki pria yang sama!” kata Jane, yang benar-benar beruntung karena memilih Noah sebagai pendamping hidupnya.


“Sejak awal bertemu kalian, aku merasa kehidupan ini akan jauh lebih berwarna, saat aku menjalaninya bersama kalian, dan nyatanya semua itu benar adanya. Hidup ini benar penuh warna saat kita semua memilih pria yang sama sebagai pendamping hidup!” ungkap Nancy.


Jika biasanya para wanita tidak akan terima saat pria yang mereka cintai membagi cintanya pada wanita lainnya, nyatanya itu semua tidak berlaku pada ke-enam wanita, yang merupakan kekasih Noah.


Mereka justru sangat bahagia saat tahu jika pria yang mereka miliki telah membagi cintanya pada wanita lain, yang ternyata mereka semua para wanita bisa hidup berdampingan dan saling menghargai satu sama lain.


Setelah menuntaskan ciumannya bersama Agnes dan Joy, Noah kembali duduk tenang menikmati acara TV. Jane dan Nancy sudah kembali berada di dekat Noah, sedangkan Joy dan Agnes, keduanya kembali pada pekerjaan mereka. Satu jam kemudian Agnes dan Joy talah menyelesaikan pekerjaan mereka, lalu keduanya membawa Jane dan Nancy untuk beristirahat di kamar.


Untuk keberadaan Jihan dan orangtua di Mansion keluarga Milito, mereka semua saat ini berada di Mansion keluarga Ludwing.


Mereka semua sengaja tinggal sementara waktu di Mansion keluarga Ludwing, dikarenakan mereka ingin memberi banyak waktu berkumpul pada Noah dan ke-enam kekasihnya.


Setelah kepergian Agnes dan tiga wanita lainnya, Noah tidak langsung pergi ke kamar. Dia masih melanjutkan menonton acara TV, dan dia baru kembali ke kamar tiga puluh menit kemudian.


Sampai di kamarnya dia melihat Sasa dan Ellena yang sudah tertidur. Terlihat dari wajah keduanya, mereka masih lelah setelah apa yang sepanjang hari ini dilakukan di atas ranjang.


Noah yang melihat kedua wanita mengosongkan bagian tengah ranjang, sepertinya mereka sengaja melakukan itu, supaya dirinya tidur di tengah-tengah mereka. Secara perlahan Noah naik ke atas ranjang, dan baru juga dia merebahkan tubuhnya sembari mencari posisi nyaman untuknya, Sasa dan Ellena secara tiba-tiba memeluknya dari dua sisi yang berbeda.


“Apa sebelumnya kalian belum tidur?” tanya Noah, yang sangat yakin jika keduanya belum tidur.


Kedua wanita yang memang belum tidur, bersamaan mereka menggelengkan kepala. “Bagaimana kami bisa tidur, sedangkan kami menginginkannya lagi?” ujar Sasa, dan dengan gerakan cepat dia melepas semua pakaian Noah. Ellena juga tidak tinggi diam, dia dengan cekatan membantu apa yang dilakukan Sasa.


Sebelumnya Sasa dan Ellena menggunakan selimut untuk menutupi tubuh mereka. Akan tetapi, begitu selimut tersingkap, Noah bisa melihat jika keduanya sudah tidak menggunakan apapun untuk menutupi tubuh polos mereka.


Selanjutnya permainan panas diatas ranjang kembali terjadi, bahkan permainan mereka saat ini jauh lebih panas dari apa yang meraka lakukan sepanjang siang sampai sore hari. Ellena dan Sasa semakin pintar memberi kepuasan pada Noah.


Sedangkan Noah yang merasakan nikmatnya permainan mereka, dia membiarkan Ellena dan Sasa memberi kepuasan pada dirinya. Dia tidak akan melakukan apa-apa malam ini, dikarenakan dia hanya ingin menerima setiap rasa nikmat yang diberikan Sasa dan Ellena.


......................


Bersambung.