Sistem Pekerja Keras

Sistem Pekerja Keras
Membunuh Seluruh Musuh


Dengan katana di genggaman tangannya, Noah bergerak cepat tanpa menimbulkan suara sambil melihat keadaan ruangan yang ditempati ratusan penjaga desa.


Dia datang untuk membunuh mereka semua, sebelum mereka datang menuntut balas atas kematian Riyo, yang merupakan pemimpin desa mereka.


“Karena kalian semua sedang tidur, maka lanjutkan tidur kalian dan tak perlu bangun untuk melihat indahnya Dunia ini!” kata Noah sangat pelan, lalu dia mulai mengayunkan katana di tangannya, memenggal satu demi satu kepala penjaga desa yang masih terlelap.


Bukan hanya Noah yang melakukan penyerangan dan pembunuhan dengan memanfaatkan musuh yang masih terlelap, melainkan para wanita yang merupakan rombongan Noah, mereka juga melakukan hal yang sama pada musuh, yang masih terlelap.


Dalam waktu singkat ratusan Elf pria yang merupakan penjaga desa mati tanpa perlawanan, bahkan mereka tidak tau siapa yang telah membunuhnya.


Namun, bukan hanya satu rumah yang ditempati oleh Elf pria, yang merupakan penjaga desa, melainkan ada beberapa rumah, dan baru dua rumah yang mendapatkan serangan dari Noah dan rombongannya.


Melihat setiap sudut rumah, Noah memastikan jika semua musuh di dalam rumah telah mati, dan tidak ada yang terlewatkan. Setelah yakin semua orang telah mati, dia lekas pergi ke rumah lain, yang juga ditempati Elf pria penjaga desa.


Para wanita yang kini bergerak dalam dua kelompok, mereka juga telah berpindah ke rumah lain, mengikuti instruksi yang diberikan oleh Noah.


“Jumlah mereka sangat banyak,” kata Noah begitu mendapatkan informasi dari sistem, tentang jumlah Elf pria yang menjadi penjaga desa.


Setidaknya ada lebih dari lima ribu Elf pria yang menjadi penjaga desa, dan mereka di tempatkan di puluhan rumah, yang dijadikan tempat tinggal sekaligus tempat berlatih.


Hampir seribu Elf pria telah mati, dan menyisakan lebih dari empat ribu dari mereka yang masih hidup. Waktu sebelum mereka bangun semakin menipis, membuat Noah yakin jika semua tidak akan selesai tepat waktu, dan dia akan segera berhadapan dengan Elf pria yang telah bangun dari tidurnya.


Tak ingin membuang waktu berharga yang sudah hampir habis, Noah langsung saja membunuh sebanyak-banyaknya musuh yang ditemuinya. Semua mati hanya dalam satu kali serangan, dan sampai saat ini belum ada satupun penduduk desa, yang sadar jika desa mereka diserang.


Pada saat yang sama ke-enam kekasih Noah, bersama dengan Flora dan Victoria, mereka juga membunuh sebanyak-banyaknya musuh, membuat ribuan musuh mati dan hanya menyisakan setengah dari jumlah keseluruhan musuh, yang belum tersentuh penyerangan.


Dua kelompok wanita telah berkumpul kembali dengan Noah, dan kini mereka bersiap melakukan pertarungan yang sesungguhnya, dikarenakan sudah banyak musuh yang telah bangun dari tidur mereka, dan memulai aktivitas mereka.


Meski jumlah musuh sudah banyak berkurang, tetap saja mereka memiliki jumlah yang lumayan banyak, tapi jumlah bukan sesuatu yang menakutkan, dikarenakan jumlah dapat dikalahkan dengan kekuatan, yang dimiliki oleh Noah dan rombongannya.


“Musuh sudah bangun dari tidur mereka, dan pertarungan yang sesungguhnya akan segera dimulai!” kata Noah, yang mendapat balasan anggukan kepala dari para wanita.


Segera Noah memimpin mereka menyerang ratusan Elf pria yang merupakan penjaga desa, yang nampak jelas jika mereka baru saja bangun dari tidur, dan belum sadar jika bahaya datang mendekati mereka.


Dengan gerakan yang sangat cepat, Noah dan para wanita menyerang, membuat banyak musuh tak sempat bereaksi akan datangnya serangan, dan banyak dari mereka yang mati tanpa sempat melakukan perlawanan.


Sementara itu, bagi mereka yang lebih siap menghadapi datangnya serangan, mereka telah mempersenjatai diri, dan mencoba melawan balik musuh yang menyerang mereka.


Detik berikutnya, pertarungan antara Noah dan rombongannya melawan ratusan Elf pria penjaga desa tak lagi bisa terelakkan. Kedua kubu saling menyerang, tapi serangan Noah dan rombongannya jauh lebih mematikan dibandingkan serangan Elf pria penjaga desa.


Serangan Noah dan rombongannya selalu tepat sasaran tanpa ada satupun serangan yang meleset, ataupun berhasil dihentikan lawan mereka. Berbanding terbalik dengan serangan Elf pria penjaga desa, yang seluruhnya berhasil dihindari oleh Noah dan rombongannya.


Slash... Slash... Slash...


Noah dan ke-enam kekasihnya yang memiliki kecepatan luar biasa cepat, berhasil menghindari serangan lawan dan di waktu yang sama mereka melakukan serangan balik. Sedangkan Flora dan Victoria, keduanya berjaga di belakang, membunuh lawan yang melakukan serangan dari arah belakang.


Brugh... Brugh... Brugh...


Elf pria penjaga desa terus bertumbangan, tapi jumlah mereka justru bertambah banyak karena datang bala bantuan, setelah kabar penyerangan desa tersebar luas, seluruh penjaga desa yang tersisa bergegas pergi ke tempat terjadinya penyerangan.


“Sial! Siapa sebenarnya mereka dan kenapa tiba-tiba menyerang desa kita?” ujar salah satu Elf pria yang baru saja datang ke tempat terjadinya pertarungan.


“Mereka sangat kuat, bahkan jumlah kita yang jauh lebih banyak sama sekali tidak membuat mereka kewalahan,” kata yang lainnya.


“Itu, aku mengenali salah satu dari mereka, dia adalah Elf wanita bernama Flora, yang merupakan pemimpin desa Elf wanita yang lokasinya tak begitu jauh dari tempat ini.”


Identitas Flora menjadi yang pertama diketahui oleh Elf pria penjaga desa, dan segera saja banyak Elf pria menghubungkan serangan kali ini dengan kematian Riyo, yang baru mereka ketahui beberapa waktu yang lalu.


Mereka memiliki keyakinan jika kematian Riyo, berhubung dengan orang-orang yang kini menyerang desa mereka.


Orang-orang itu sangatlah kuat, dan jika diperhatikan lebih jelas, mereka tak terlihat selayaknya monster, melainkan terlihat selayaknya manusia, yang keberadaannya telah sangat lama menghilang dari Dunia Monster.


“I-itu, jangan ada yang mengatakan padaku jika mereka adalah manusia, yang selama ini keberadaannya di Dunia ini telah dianggap musnah!” kata salah satu Elf pria, yang belum yakin jika orang-orang yang melakukan penyerangan adalah sekelompok manusia.


Seluruh Elf pria yang mendengar perkataan salah satu dari mereka tentang musuh, yang saat ini menjadi lawan mereka, seketika mereka satu demi satu meyakini jika lawan mereka adalah sekelompok manusia, yang selama ini dianggap telah musnah tak bersisa.


“Mereka benar-benar manusia!” teriak salah satu Elf pria dengan suara lantang, bahkan Noah dan rombongannya jelas mendengar suara teriakannya.


“Karena kalian semua sudah tau jika kami adalah manusia, jangan harap ada diantara kalian yang masih bisa hidup untuk melihat hari esok!” kata Noah tegas, dan dia semakin brutal menyerang musuh-musuhnya.


Dua katana telah dipegang oleh kedua tangan Noah, dan dengan pergerakan cepat sambil mengayunkan kedua katana di tangannya, dalam waktu singkat ratusan Elf pria mati di tangan Noah.


Melihat kekuatan besar Noah dan tidak yakin mengalahkan sosok yang begitu kuat, banyak Elf pria yang mencoba pergi melarikan diri. Namun mereka tidak bisa pergi kemana-mana, dikarenakan ada ke-enam kekasih Noah, juga Flora dan Victoria yang mencegah mereka pergi melarikan diri.


Siapapun dari mereka yang mencoba pergi melarikan diri, mereka akan mati di tangan para wanita, yang cepat memburu mereka yang mencoba melarikan diri.


Mereka semua kuat, tapi dengan kekuatan mereka masih dari kata cukup untuk bisa mengalahkan Noah, ke-enam kekasihnya, juga Flora dan Victoria. Mereka para Elf pria hanya akan datang mengantar nyawa, jika melawan Noah dan rombongannya.


Dua pria yang merupakan putra Riyo, mereka mengambil Dua langkah maju, mengurangi jarak antara mereka dan Noah yang berdiri tenang di tempatnya.


“Setelah membunuh ayahku dan orang-orangnya, apa kalian belum merasa puas sampai melakukan serangan, dan membunuh seluruh penjaga desa ini?” tanya putra pertama Riyo, dengan sorot mata tajam dipenuhi dendam dan amarah.


“Kami hanya melakukan pencegahan, sebelum kalian datang menyerang, menuntut balas atas kematian Riyo dan orang-orangnya,” kata Noah.


Kedua putra Riyo yang mendengarnya, mereka menggerakkan gigi marah, dikarenakan apa yang hari ini akan mereka lakukan ternyata telah diketahui oleh musuh, bahkan musuh telah lebih dulu melakukan serangan, yang berhasil membuat mereka kehilangan banyak kekuatan.


Seharusnya ribuan Elf pria penjaga desa akan menjadi kekuatan mereka dalam rencana balas dendam, tapi nyatanya semua gagal terlaksana, dikarenakan mereka semua telah lebih dulu mati.


“Karena kalian telah tau apa yang kami rencanakan dan kebetulan kalian berada di tempat ini, aku tak akan menyia-nyiakan kesempatan membunuh kalian semua, untuk membalaskan dendam ayah kami!” kata putra kedua Riyo.


“Lakukan jika memang kalian ingin membunuh kami, tapi jangan harap kami diam dan menerima kematian begitu saja,” balas Noah dengan santainya.


“Apa yang bisa dilakukan segelintir orang seperti kalian untuk melawan kami? Sekalipun kalian telah mengalahkan banyak penjaga desa, kekuatan mereka tak sebanding dengan kekuatan kami, dan jangan harap kali ini kau bisa merasakan kembali apa yang dinamakan kemenangan!” kata putra pertama Riyo.


“Kami tidak berharap menang, tapi kami cuma berharap bisa membunuh kalian semua!” kata Flora, yang memiliki dendam tersendiri pada kedua putra Riyo, yang dia ketahui sering menculik Elf wanita dari desanya, dan semua dikembalikan dalam keadaan mati mengenaskan.


Bahkan ada Elf wanita yang dikembalikan dalam keadaan tak bernyawa, dengan luka menganga dibagian **** *************, dan masih banyak luka lainnya.


Mengingat semua itu, Flora sangat marah pada kedua putra Riyo, dan ingin membunuhnya. Namun dia sadar dirinya tidak akan bisa membunuh mereka, jika melakukannya seorang diri, dikarenakan dia masih lebih lemah dari keduanya.


Beruntung ada Noah dan yang lainnya, yang membuat dia yakin dapat mengalahkan kedua putra Riyo, yang telah membuat banyak Elf wanita hidup dalam penderitaan.


Di sisi lain, setelah mendengar perkataan Flora, kedua putra Riyo tak lagi bisa menahan amarah mereka, dan perintah segera diberikan oleh putra pertama Riyo.


“Bunuh mereka semua tanpa sisa!” perintahnya.


“Baik Tuan Muda,” balas ratusan Elf pria yang bertugas memastikan keselamatan keluarga Riyo.


[Tuan, mereka semua memiliki kekuatan antara level 500 sampai dengan level 600. Dengan kekuatan yang Tuan miliki, tak akan sulit mengalahkan mereka, dan menjadikan mereka sebagai pundi-pundi poin level]


Noah mengangguk mendengarnya, dan kini dia sama sekali tidak khawatir dengan kekuatan yang dimiliki oleh musuh. Meski hanya seorang diri, kekuatan yang dimilikinya sudah lebih dari cukup untuk mengalahkan musuh yang hanya berjumlah ratusan.


Ratusan Elf pria maju menyerang Noah dan rombongannya. Mereka menggunakan berbagai jenis senjata untuk menyerang, bahkan ada yang melesatkan anak panah dari kejauhan untuk melukai Noah dan rombongannya.


Syut... Syut... Syut... Syut...


Noah dan rombongannya dengan cepat menghindari anak panah yang terlihat lambat di mata mereka.


Setelah berhasil menghindari serangan anak panah, Noah dan rombongannya dihadapkan pada serangan jarak dekat yang dilakukan oleh ratusan Elf pria. Pedang, tombak, bahkan cambuk digunakan ratusan Elf pria untuk menyerang mereka.


Tajam kedua mata Noah menatap serangan yang mengarah padanya, dan dengan sangat mudah dia menghindarinya. Bersamaan dengan itu dia melakukan serangan balik cepat, membuat lawannya tak sempat menghindar, dan katana di tangannya tanpa hambatan berhasil menebas leher lawannya, memisahkan bagian kepala dan tubuhnya.


“Apa hanya ini kemampuan terbaik kalian? Sangat lemah!” Jelas Noah mencibir kekuatan yang dimiliki sekelompok oleh Elf pria yang menjadi lawannya.


Kelompok Elf pria yang tidak terima, mereka semakin gencar menyerang Noah dari berbagai arah. Akan tetapi, bukannya berhasil melukai Noah, yang ada mereka semua satu demi satu tumbang di tangan Noah, dengan bagian kepala terpisah dari tubuhnya.


“Sial! Mereka sangat kuat, bahkan ratusan Elf dengan kekuatan di atas level 500 sama sekali tidak membuatnya kerepotan,” ungkap putra pertama Riyo.


Jika ratusan Elf yang merupakan penjaganya tidak cukup untuk mengalahkan lawannya, kedua putra Riyo berencana pergi melarikan diri, tapi tanpa keduanya sadari, keberadaan mereka telah dikunci, dan mustahil bagi mereka bisa pergi melarikan diri tanpa terluka.


Ke-enam kekasih Noah telah bersiap menyerang kedua putra Riyo jika mereka mencoba pergi melarikan diri, begitu juga dengan Flora dan Victoria, keduanya juga bersiap menyerang putra Riyo jika mereka pergi melarikan diri.


Saat ini mereka memang nampak mengabaikan keberadaan kedua putra Riyo, tapi nyatanya mereka semua terus mengamati pergerakan keduanya, dan siap menyerang jika mereka melakukan pergerakan yang mencurigakan.


Slash... Slash... Slash...


Kedua katana di tangan Noah terus saja membunuh musuh, yang berada dalam jangkauan serangannya. Cepatnya Noah membunuh musuh-musuhnya, membuat jumlah musuh berkurang dengan sangat cepat, apalagi di sisi lain delapan wanita juga melakukan apa yang sedang dilakukan Noah.


Dari ratusan, kini hanya tersisa puluhan, dan mereka tidak mungkin bertahan lebih dari lima menit, saat berhadapan dengan Noah dan kedelapan wanita.


“Kakak, sebaiknya kita segera pergi dari tempat ini sebelum mereka semua mati!” kata putra kedua Riyo.


“Sial! Tunggu saja aku pasti membalas kekalahan hari ini, dan saat itu aku akan memastikan kematian mereka!” kata putra pertama Riyo dengan marah.


Keduanya segera pergi meninggalkan lokasi pertempuran, tapi belum juga pergi jauh, mereka diberhentikan secara paksa oleh ke-enam kelasih Noah, bersama dua wanita lainnya.


Para wanita menyunggingkan senyuman lebar di wajah cantik mereka, saat melihat reaksi terkejut yang terlihat jelas di wajah kedua putra Riyo.


“Jangan harap kalian bisa pergi melarikan diri dari tempat ini dalam kehadapan hidup! Kalian baru bisa pergi meninggalkan tempat ini, setelah menyerahkan nyawa kalian pada kami!” kata Flora tegas.