
Meski sudah tahu Noah adalah pemilik Tech Company dan Paradise Beach Hotel, Agnes merasa Noah masih mengelola perusahaan lain, tapi ia masih merahasiakannya.
Ia tidak memiliki sedikitpun niatan memaksa Noah menceritakan semuanya saat ini juga, tapi ia berharap suatu saat nanti Noah menceritakan semua padanya. Untuk saat ini, ia merasa sudah cukup mengetahui siapa Noah, meski ia masih terkejut dengan kenyataan jika Noah adalah pemilik Paradise Beach Hotel.
Keluarga Kaivan termasuk dirinya, tiap kali pergi liburan, jika di tempat mereka berlibur ada cabang dari Paradise Beach Hotel, mereka senantiasa menginap di hotel itu. Pelayanan terbaik yang senantiasa diberikan pihak Paradise Beach Hotel, senantiasa membuat mereka merasa nyaman menginap di tempat itu.
Kebetulan di akhir bulan ini keluarga Kaivan akan pergi berlibur ke salah satu negara di Eropa, dan salah satu cabang Paradise Beach Hotel yang ada di negara itu akan menjadi tempat istirahat anggota keluarga Kaivan selama pergi berlibur. Agnes rencananya tidak ikut pergi berlibur dikarenakan ia ingin lebih banyak menghabiskan waktu bersama Noah.
Saat ini Agnes melihat wajah Noah yang sedang menunjukkan senyuman padanya, sebuah senyuman yang senantiasa membuat jantungnya seolah sedang berlari maraton. Ia tahu apa arti dari detak jantungnya. Itu bukanlah penyakit, melainkan itu adalah tanda jika dirinya telah jatuh cinta pada Noah.
“Sini biar aku yang menggendong Jihan!” kata Noah lembut dan Jihan segera pindah ke gendongannya saat ia dan Agnes berjalan pulang.
“Anak ini, entah kenapa bisa setenang ini saat bersamamu!” kata Agnes yang dibalas senyuman oleh Noah.
Jihan memang senantiasa terlihat tenang saat berada di gendongan Noah, bahkan sesekali ia tertawa senang saat melihat Noah tersenyum. Memang tidak ada ikatan darah diantara mereka, tapi melihat Jihan yang selalu tenang saat berada di pelukan ataupun gendongan Noah, hubungan diantara mereka selayaknya hubungan Ayah dan putri kandungnya.
Melihat kedekatan Noah dan Jihan tidak membuat Agnes iri karena putrinya begitu dekat dengan Noah, ia justru merasa senang karena Noah mau menyayangi Jihan selayaknya ia menyayangi darah dagingnya sendiri.
Noah sendiri tahu jika Agnes saat ini terus memperhatikannya, dan ia membalas perhatian Agnes dengan menunjukkan senyuman di wajahnya. Ia senang diperhatikan Agnes, dan ingin lebih lama mendapatkan perhatian seperti itu. Namun, ia harus berpisah dengan Agnes dan Jihan begitu mereka telah sampai di rumah masing-masing.
Saat ini keduanya memang harus berpisah untuk sementara waktu, dikarenakan hubungan mereka belum melangkah ke jenjang pernikahan. Mereka baru bisa hidup bersama di sepanjang waktu begitu sudah resmi menjadi pasangan suami istri, dan sepertinya itu akan terjadi tidak lama lagi.
“Bukan hanya ingin menikahi Agnes, tapi supaya yang lain tidak iri, aku merasa lebih baik menikahi mereka di waktu yang sama, dan nantinya tidak akan ada yang namanya istri pertama dan istri-istri selanjutnya, yang ada hanyalah istri Noah Ilias Ludwing!” kata Noah saat ia memikirkan masa depan dengan para wanita yang sedang menjalin hubungan dengannya.
Noah pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya begitu ia selesai merencanakan apa yang kedepannya akan ia lakukan. Selesai mandi, ia pergi ke balkon rumahnya, yang dekat dengan balkon rumah Agnes, dan kebetulan Agnes dan Jihan sedang bersantai di tempat itu.
Tidak ada yang menduga jika balkon rumah akan menjadi tempat pertemuan mereka selanjutnya, dan mereka harus kembali berpisah saat malam menggantikan sore hari yang penuh warna.
“Masih ada hari esok untuk kembali bertemu dengannya dan putri kecilnya,” gumam Noah yang sudah berada di dalam rumah, dan setelah menikmati makan malam bersama mereka yang bekerja di rumahnya, ia memutuskan istirahat karena esok akan menjadi hari yang cukup melelahkan untuknya.
...----------------...
Noah tersenyum melihat Rizal dan Prima sudah berada di rumahnya tepat waktu seperti yang diinginkannya. “Sebenarnya kita masih ada waktu untuk bersiap, tapi sebaiknya kita segera pergi ke Tech Company karena aku tidak ingin meninggalkan kesan buruk di hari pertamaku datang ke tempat itu!” kata Noah pada kedua temannya.
Menggunakan mobil Noah yang mana kali ini Rizal mengemudikan mobil dengan Prima duduk di sebelahnya sedangkan Noah duduk di kursi belakang, dengan kecepatan sedang Rizal mengemudikan mobil menuju kantor Tech Company, dan tibanya mereka di tempat tujuan, mereka segera memarkirkan mobil di tempat parkir khusus tamu, sesuai arahan petugas keamanan.
Belum ada yang tahu jika Noah adalah pemegang 80 persen saham Tech Company, termasuk petugas keamanan. Kalau saja mereka tahu, pasti mereka akan mempersilahkan mobil Noah ke tempat parkir VIP, yang hanya bisa ditempati oleh pemilik saham Tech Company.
Setelah keluar dari mobil dan meninggalkan area parkir, Noah dan kedua temannya pergi ke lobby dan menghampiri resepsionis. Walaupun ia adalah pemilik 80 persen saham Tech Company, dikarenakan ini adalah pertama kalinya ia mengunjungi kantor Tech Company, Noah mengikuti aturan yang berlaku untuk bertemu direktur Mona.
Di tempat resepsionis, Noah dan kedua temannya disambut dua wanita cantik yang merupakan resepsionis kantor Tech Company. Mereka ramah menyambut siapapun tamu yang datang ke kantor Tech Company, dan itu adalah nilai lebih mereka di mata Noah.
“Permisi, sayan dan kedua teman saya ingin bertemu dengan direktur Mona, apa belia sudah ada di tempatnya?” tanya Noah sopan pada kedua resepsionis.
Dengan senyum di wajahnya, salah satu resepsionis berkata, “Kebetulan direktur Mona baru saja sampai, kalau saya boleh tahu, dengan Tuan siapa saya bicara, dan apa sebelumnya Tuan sudah membuat janji bertemu direktur Mona?” tanyanya sopan.
“Noah Ilias Ludwing, dan kebetulan kemarin saya sudah membuat janji dengan direktur Mona,” jawab Noah.
“Mohon Tuan tunggu sebentar, saya akan menghubungi direktur Mona!” kata resepsionis dan ia tersenyum, lalu setelahnya ia segera menghubungi Noah, menjelaskan tentang keberadaan Noah dan kedua temannya di lobby kantor.
Noah dan kedua temannya tenang menunggu resepsionis menyelesaikan panggilannya, sambil melihat-lihat seperti apa keadaan kantor Tech Company. Nantinya Noah akan menempatkan Rizal di kantor Tech Company, jadi ia akan sangat jarang berada di kantor Tech Company.
“Tuan Noah, mari saya antar ke ruang direktur Mona!” kata resepsionis setelah ia menghubungi Mona, dan sekarang ia tahu sedang berhadapan dengan siapa.
Ia sama sekali tidak merasa akan terkena marah karena membuat Noah dan kedua temannya menunggu sedikit lebih lama di lobby kantor, dikarenakan ia merasa apa yang dilakukannya sesuai dengan aturan pekerjaannya.
Noah sendiri sama sekali tidak ada niatan memarahi resepsionis kantor Tech Company, dikarenakan ia hanya melakukan semua sesuai aturan tempatnya bekerja.
Berjalan menuju lift khusus pemilik saham dan tamu penting kantor Tech Company, Anggie, resepsionis wanita menjadi pemandu Noah dan kedua temannya. Berada di dalam lift, lantai 20 menjadi tujuan mereka, dan tidak butuh waktu lama untuk sampai di lantai tujuan. Begitu pintu lift terbuka di lantai 20, Anggie mengantar Noah dan kedua temannya menuju ruang rapat, dikarenakan Mona menunggu kedatangan mereka di tempat itu bersama sekretarisnya. Saat pintu ruang rapat terbuka, Noah dan kedua temannya mengerutkan kening saat melihat sosok Mona, di sisi lain Mona juha melakukan hal yang sama.
Suasana ruang rapat seketika menjadi hening, tapi tidak lama kemudian suasana menjadi heboh saat Mona setengah berlari mendekati Prima dan begitu dekat keduanya segera berpelukan cukup erat.
Prima membalas pelukan Mona, dan mereka menghabiskan hampir dua menit untuk berpelukan sebelum akhirnya mereka menyudahi acara pelukan. Setelah melepas pelukan, keduanya kembali bersikap profesional, tapi sikap profesional itu tidak berlangsung lama setelah Mona melihat Noah. “Aku tidak menyangka jika Noah Ilias Ludwing itu adalah kamu, Noah yang dulu membantuku menyelesaikan skripsi!” kata Mona dan ia tersenyum.
“Aku juga tidak menyangka jika kamu adalah pemilik perusahaan ini. Mahasiswi yang dulunya begitu cengeng dan mudah menyerah, sekarang telah menjadi seorang direktur perusahaan!” balas Noah yang masih ingat seperti apa sosok Mona saat masih menjadi seorang Mahasiswi.
...----------------...
Setelah melepas rasa rindu, Mona mempersilahkan Noah, Rizal, serta Prima masuk ke ruang rapat, dan duduk di tempat yang sudah dipersiapkan untuk mereka. Hari ini akan diada penandatanganan surat-surat pengalihan saham, yang tentunya dilakukan oleh Noah dan Mona.
Selesai menandatangani surat-surat yang tergolong penting, Noah menjelaskan pada Mona jika Rizal adalah orang yang akan mewakilinya, membantu mengurus Tech Company.
Sedangkan Prima, ia akan menempatkan Prima di kantor pusat Paradise Beach Hotel, dan kurang lebih posisinya di tempat itu sama dengan Rizal.
Pertemuan di kantor Tech Company berlangsung lancar, dan setelah saling bertukar nomor pribadi dengan Mona, dua orang, Noah dan Prima pergi meninggalkan Tech Company. Rizal tidak ikut pergi karena hari ini juga ia sudah bekerja di Tech Company, mewakili keberadaan Noah.
Dua jam setelah menyelesaikan apa yang harus ia selesaikan di Tech Company, baru saja Noah menyelesaikan apa yang harus diselesaikan di kantor pusat Paradise Beach Hotel, dan ia meninggalkan Prima di tempat itu, yang mana di kantor pusat Paradise Beach Hotel ternyata ada Aldi, yang dimasa lalu juga mendapatkan bantuan Noah saat ingin menyelesaikan skripsinya.
Meninggalkan kantor Paradise Beach Hotel, mengemudikan mobilnya seorang diri, di dalam mobilnya ia menghubungi Leo, dikarenakan ia akan mengantarkan apa yang diinginkan Leo. Tidak butuh waktu lama, Leo di seberang sana memberi jawaban.
“Apa benar kamu sudah menyelesaikan apa yang aku inginkan?” tanya Leo sulit percaya jika Noah telah menyelesaikan apa yang ia minta.
“Aku sudah menyelesaikannya, dan saat ini aku sedang dalam perjalanan menuju Mansion, markas Black Panther!” kata Noah menjawab pertanyaan Leo.
“Baiklah, aku menunggu kedatanganmu, dan aku juga akan menyiapkan tim IT terbaik yang dimiliki Black Panther untuk menguji sesuatu yang kamu miliki!” balas Leo, dan setelahnya hubungan keduanya berakhir.
Setelah menyimpan kembali handphonenya di saku celana, Noah menambah kecepatan mobilnya, dan mungkin kurang dari satu jam ia akan sampai di tempat tujuan.
...----------------...
Dua jam kemudian.
Ahli IT Black Panther sudah banyak yang menyerah, saat Leo meminta mereka melawan sistem keamanan yang diciptakan Noah. Bukan hanya menyerah, tapi mereka juga harus merelakan rusaknya banyak peralatan setelah terkena serangan balik oleh sistem keamanan yang diciptakan Noah.
Leo menghela napas melihat kerugian yang dialami ahli IT Black Panther. “Bukan hanya bisa memberi perlindungan, tapi juga bisa melakukan serangan balik. Sungguh sistem keamanan terbaik yang pernah aku lihat!” katanya.
Noah tersnyum mendengarnya, kemudian ia menekan sesuatu di layar laptopnya dan seluruh ahli IT Black Panther segera menjauh dari peralatan mereka yang tiba-tiba mengeluarkan asap.
Booomm...
Secara bersamaan seluruh peralatan ahli IT Black Panther meledak, itu benar-benar meledak, dan tidak ada yang bersisa. Semua peralatan rusak, dan itu semua akibat sistem keamanan ciptaan Noah yang melakukan serangan balik tingkat 2. Terdapat tiga tingkat serangan balik, tingkat pertama menyerang balik menggunakan virus, tingkat kedua menyerah balik dengan meledakkan peralatan elektronik, dan tingkat ketiga menyerang balik dengan mengirim serangan kejut listrik yang bisa mengakibatkan kematian.
“Bagaimana kakak ipar, apa kamu puas dengan sistem keamanan ciptaanku? Jika kakak ipar masih belum puas, mungkin aku bisa menambahkan beberapa fitur baru, tapi aku membutuhkan banyak waktu untuk bisa menyelesaikannya!” kata Noah yang mana ia sendiri masih belum puas dengan sistem keamanan ciptaannya.
Sedangkan Leo yang mendengar semua, ia hanya menghela napas, dan berkata, “Menurutku ini sudah cukup, dan aku akan menggunakan sistem keamanan cipataanmu untuk mengamankan seluruh data penting Black Panther, dan seluruh data penting keluarga Milito!”
“Padahal aku ingin menambahkan fitur serangan nuklir secara online yang nantinya dapat membunuh banyak musuh Black Panther, yang berusaha meretas data penting Black Panther!” kata Noah dan ia mematikan laptopnya.
Leo merasa sedikit terlalu berlebihan tentang apa yang ingin dilakukan Noah, tapi ia merasa itu cukup menarik jika benar-benar bisa dilakukan. Tanpa mengotori tangan dan membahayakan hidup anak buahnya, dari jarak jauh ia bisa melenyapkan siapapun yang menjadi musuhnya.
‘Untuk saat ini rasanya tidak perlu melakukan hal yang begitu mengerikan, tapi tidak menutup kemungkinan, di masa depan aku akan melakukan itu!’ kata Leo dalam hati dan ia segera bicara pada Noah. “Berikan aku nomor rekeningmu, dan aku akan mentransfer apa yang menjadi hakmu!”
“Aku tidak butuh uang kakak ipar, tapi aku butuh kakak ipar merestui hubunganku dengan Ellena!” kata Noah, meski ia sudah tahu jika Leo telah merestui hubungannya dengan Ellena.
Leo terkekeh pelan mendengar itu, dan tentu saja ia sudah merestui hubungan Noah dan Ellena. “Aku memang sudah merestuimu, begitu juga dengan ayah dan ibuku, tapi masih ada kakekku yang berkeinginan menjodohkan Ellena dengan cucu sahabat lamanya, tapi dikarenakan cucuk teman kakek belum ditemukan sampai hari ini, perjodohan itu belum bisa dilanga, dan kakek memberi waktu sahabatnya itu sampai akhir tahun ini untuk menemukan cucunya!”
“Jika sampai akhir tahun ini sahabatnya belum menemukan keberadaan cucunya, aku yakin kakek akan merestui hubungan kalian, tapi kalau sampai cucu sahabat kakek ketemu sebelum akhir tahun, sepertinya kamu harus bersaing dengan orang itu!” kata Leo.
“Bersaing? Aku rasa cukup menarik jika memang nantinya aku harus bersaing dengan pria lain untuk mendapatkan wanita sesempurna Ellena,” kata Noah tanpa rasa takut jika nantinya ia harus bersaing untuk mendapatkan Ellena.
Dengan semua yang dimilikinya saat ini, ia yakin dapat bersaing dengan siapapun dan bakal keluar sebagai pemenangnya. Namun, entah kenapa ia tiba-tiba merasa penasaran dengan keluarga sahabat kakek Ellena, dan akhirnya ia memutuskan bertanya pada Leo tentang keluarga orang itu.
“Kakak ipar, apa kamu tahu nama keluarga yang cucu dari keluarga itu akan dijodohkan dengan Ellena?” Noah berharap Leo memberi jawaban sesuai dengan apa yang ia harapkan.
Leo sejenak terlihat seolah sedang berpikir, lalu tidak lama kemudian ia berkata, “Kalau tidak salah orang itu berasal dari keluarga Ludwing, keluarga besar di Eropa. Selain memiliki banyak perusahaan, mereka juga memiliki kelompok Mafia, dan bisa dikatakan kelompok Mafia keluarga Ludwing masuk dalam jajaran tiga Mafia terkuat di dunia ini!”
...----------------...
Bersambung.