Sistem Pekerja Keras

Sistem Pekerja Keras
Datang Memberi Hukuman


Noah dan Ellena tiba di rumah tidak lama setelah semua persiapan makan malam selesai. Agnes, Jiy, Jane, serta Sasa, mereka juga telah selesai bersiap, dan dengan menunjukkan senyuman terindah, mereka berempat menyambut kedatangan Noah dan Ellena.


“Apa kalian yang sudah mempersiapkan semua ini?” tanya Noah begitu dirinya dan Ellena sampai di ruang makan bersama empat wanita lainnya. Jihan tidak ada diantara mereka, dikarenakan dia sudah tertidur dan ditemani babysitter nya.


“Ya, kami semua menyiapkan ini untuk kita makan malam bersama!” jawab Agnes, sementara tiga wanita lainnya tersenyum dan mengangguk, membenarkan jawaban Agnes.


Noah senang dengan apa yang dilakukan semua kekasihnya, begitu juga dengan Ellena yang sangat-sangat senang memiliki saudari terbaik seperti mereka. Rasanya sangat menyenangkan memiliki banyak saudari seperti mereka.


Mereka segera saja duduk di meja masing-masing, dan acara makan malampun segera dimulai. Malam ini Noah adalah Rajanya, yang mana dia akan mendapatkan pelayanan terbaik dari ke-lima kekasihnya.


Noah tidak perlu bergerak mengambil apa yang dia inginkan, tapi dia cukup menunjuk yang diinginkannya, dan salah satu kekasihnya dengan senang hati mengambilkan apa yang diinginkannya.


Setengah jam acara makan malam berlangsung, dan sekarang mereka semua sedang menikmati waktu bersantai di ruang keluarga, sambil melakukan pembicaraan ringan.


Pembicaraan mereka malam ini tidak jauh-jauh dari apa yang terjadi pada Edgar dan keluarganya, dan mereka juga membicarakan tentang acara pemotretan Ellena yang gagal akibat rencana buruk, yang dimiliki fotografer.


Noah sama sekali tidak terkejut dengan apa yang terjadi pada Edgar dan keluarganya, dikarenakan dia sudah bisa menebak semua itu bakalan terjadi pada mereka, begitu viralnya video menjijikkan yang menjadikan Edgar sebagai binatang utamanya. Akan tetapi, dia cukup terkejut dengan kabar Edgar yang saat ini berada di rumah sakit jiwa karena gangguan mental.


Tidak lagi membahas apa yang terjadi pada Edgar dan keluarganya, sekarang mereka membahas apa yang terjadi di lokasi pemotretan Ellena. Mereka semua penasaran, apa yang akan dilakukan Noah pada fotografer dan asistennya, yang mana keduanya terlibat kerjasama untuk mencelakai Ellena.


“Sayang, kemana kamu membawa mereka pergi, dan apa yang akan kamu lakukan pada mereka?” tanya Joy yang saat ini sedang merebahkan kepalanya di pangkuan Noah. Bukan hanya dia, tapi ada juga Jane yang sedang merebahkan kepalanya di pangkuan Noah.


“Aku menyuruh Paman Jacob membawa mereka ke penjara yang ada di Mansion Kakek, dan apa besok ada diantara kalian yang ingin ikut bersamaku melihat keadaan mereka, sekaligus memberi pelajaran pada mereka?” ujar Noah.


Jane tidak bisa ikut karena besok dia harus pergi ke sekolah, begitu juga dengan Joy yang harus kembali bekerja sebagai dosen. Ellena, Sasa, serta Agnes, merekalah yang besok akan ikut Noah melihat keadaan fotografer dan asistennya.


Setelah membicarakan banyak hal dan melihat malam semakin larut, Noah berkata, “Sebaiknya kita istirahat, supaya besok tidak telat saat bangun!” Mendengar itu, para wanita baru sadar jika waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam, dan ini memang sudah saatnya mereka istirahat.


Mereka semua bakal menempati kamar di lantai dua. Joy, Sasa, dan Jane berada dalam satu kamar. Sedangkan di kamar lainnya ditempati Agnes, Ellena, dan si kecil Jihan. Untuk babysitter Jihan, dia menempati kamar tamu yang ada di lantai satu. Sementara Noah yang masuk ke kamarnya paling akhir, dia berada di kamarnya seorang diri, dan segera tidur begitu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


......................


Pagi yang cerah menyambut mereka yang akan segera menjalankan aktivitasnya. Jane yang sudah menggunakan seragam sekolah dan Joy yang sudah berpakaian rapi, mereka menjadi dua orang pertama yang pergi meninggalkan rumah Noah.


Tidak lama setelah kepergian keduanya, kini giliran Noah, Sasa, Agnes, serta Ellena yang pergi meninggalkan rumah. Tujuan kepergian mereka adalah Mansion keluarga Ludwing. Dengan dikawal ketat dua mobil yang berisikan para bodyguard, Noah membawa ketiga kekasihnya dan si kecil Jihan pergi ke Mansion keluarga Ludwing.


“Sayang, apa kita hanya pergi melihat, atau kita juga turut serta memberi hukuman pada mereka? Jujur saja aku sangat ingin memberi hukuman pada mereka, setelah apa yang mereka rencanakan untukku,” kata Ellena.


“Hukuman apa yang ingin kamu berikan pada mereka? Jika hukuman itu tidak membuat kedua tanganmu kotor, aku tidak akan melarangmu ikut memberi hukuman pada mereka!” ungkap Noah yang tidak ingin tangan Ellena kotor hanya karena memberi hukuman pada mereka.


“Aku cuma ingin mereka berteriak kesakitan, jadi aku bisa menggunakan beberapa benda, dan dengan begitu aku tidak akan mengotori tangan ini!” kata Ellena.


“Sayang, apa kami juga boleh melakukan seperti yang akan dilakukan saudari Ellena?” tanya Sasa, dan hal yang sama juga ingin ditanyakan Agnes.


“Selama kalian tidak mengotori tangan hanya untuk memberi hukuman pada mereka, aku tidak akan melarang kalian melakukan apapun pada mereka!” kata Noah, dan dia menunjukkan senyuman, yang mana senyuman itu dapat dilihat Sasa dan Agnes melalui kaca spion tengah.


Satu jam kemudian mereka akhirnya sampai di Mansion keluarga Ludwing, dan kedatangan mereka langsung disambut oleh Kakek Richard. Terlihat senyum bahagia di wajahmu Kakek Richard saat menyambut kedatangan Noah dan yang lainnya, apalagi diantara mereka ada si kecil Jihan yang sangat menggemaskan.


Kakek Richard yang memang menyukai anak kecil, dia langsung saja menggendong Jihan, dan membiarkan Noah bersama ketiga kekasihnya pergi ke penjara, tempat ditahannya fotografer dan asistennya, yang kemarin ketahuan ingin berbuat buruk pada Ellena.


Mempercayakan Jihan pada Kakek Richard yang terlihat sangat menyayangi si kecil Jihan, dengan diantar Jacob, Noah dan ketiga kekasihnya pergi ke penjara yang berada di halaman belakang Mansion keluarga Ludwing. Para penjaga yang berjaga di Mansion, mereka segera menundukkan kepala memberi hormat saat melihat keberadaan Noah dan ketiga kekasihnya, dan tidak lama akhirnya mereka sampai ke tempa tujuan.


“Aku merasa penjara ini terlalu mewah untuk dijadikan tempat pelaksanaan hukuman pada mereka!” kata Ellena, membandingkan penjara di Mansion keluarga Ludwing, dengan penjara yang ada di Mansion kakeknya.


“Nona Ellena, ini adalah penjara, bukan tempat hukuman. Jadi, tempat ini memang sengaja dibuat sedikit mewah, untuk kenyamanan anggota keluarga Ludwing yang mengunjungi tempat ini. Jika Nona ingin menikmati keadaan yang berbeda, kita bisa pergi ke ruang penghukuman dan ruang eksekusi,” kata Jacob sangat sopan.


“Ternyata ada tempat yang seperti itu di Mansion keluarga Ludwing. Aku sangat tidak sabar untuk melihatnya!” kata Ellena.


“Aku juga tidak sabar,” ungkap Sasa.


“Begitu juga denganku,” kata Agnes.


“Kita akan membawa mereka berdua ke ruang hukuman saat kalian ingin memberi hukuman pada mereka, jadi saat itu kita bisa melihat seperti apa keadaan ruang penghukuman!” kata Noah.


Mendengar itu ketiga kekasihnya kompak menganggukkan kepala, dan akhirnya mereka sampai di ruang penjara, yang di dalamnya terdapat fotografer dan asistennya. Keduanya yang melihat kedatangan Noah dan yang lainnya, segera terlihat ekspresi ketakutan di wajah mereka. Akan tetapi mereka tidak bisa menyuarakan apapun karena mulut mereka tertutup lakban.


Menghampiri mereka, Noah menunjukkan senyuman di wajahnya, “Bagaimana, apa kalian sudah siap menerima hukuman?” tanyanya, dan tentu saja dia tidak mendengar jawaban dari mereka.


“Aku lupa jika mulut kalian tertutup. Kalau begitu, bagaimana kalau aku langsung menberi hukuman pada kalian?” ujar Noah, lalu dia menyuruh Jacob mengerahkan orang-orangnya untuk membawa fotografer dan asistennya ke ruang hukuman, dan hukuman awal akan dilakukan oleh ketiga kekasihnya.


“Paman Jacob, suruh beberapa orang menyeret mereka ke ruang hukuman!” kata Noah dengan tatapan sinis menatap dua orang di hadapannya.


“Baik Tuan Muda!” Jacob segera saja menyuruh empat orang untuk menyeret fotografer dan asistennya menuju ruang hukuman.


Semua peralatan penyiksaan yang Noah inginkan telah disiapkan, dan ketiga kekasihnya bebas menggunakan semua itu untuk menyiksa mereka.


......................


Bersambung.