
Saat Noah dan yang lainnya ingin meninggalkan tempat yang dipenuhi mayat dimana-mana, dari kejauhan mereka mendengar suara sirene mobil kepolisian.
Dari suara yang masih cukup jauh, anggota akan sampai di lokasi mereka dalam tiga menit.
“Paman, mereka terlalu berisik!” kata Noah tenang, sementara Jacob dan Hans yang mendengarnya, mereka tahu apa yang harus dilakukan.
“Serahkan mereka pada kami!” kata Jacob, dan dia segera menghubungi seseorang.
Tidak lama menghubungi seseorang yang memiliki jabatan tinggi di kepolisian, Jacob berbicara pada Noah, “Tuan, polisi yang datang sepertinya komplotan Eden, dan mereka datang karena tidak bisa menghubungi Eden.”
Pihak yang dihubungi Jacob memberi informasi yang begitu lengkap, dan nyatanya polisi yang datang adalah para polisi korup, yang sudah banyak merugikan masyarakat dengan tingkahnya.
Jacob jelas dan lengkap memberitahu seluruh informasi yang dia dapat pada Noah, tanpa ada sedikitpun yang ditutupinya.
Mengetahui semua itu, Noah tersenyum dan dia mengurungkan niatnya pergi dari lokasinya saat ini. Dia dan yang lainnya tetap berada di tempat, menunggu anggota polisi yang kurang dari dua menit bakalan sampai di lokasi mereka.
Benar saja, kurang dari dua menit lima mobil polisi datang, dan orang-orang yang berada dalam mobil segera keluar, begitu mobil berhenti.
Total ada empat belas orang polisi yang datang, dan mereka langsung saja menodongkan pistol ke arah Noah dan yang lainnya.
Ketika Noah melihat wajah polisi yang paling dekat dengannya, dia bisa melihat wajah yang begitu arogan, seolah dia adalah sosok yng sangat berkuasa, dan yang lain harus tunduk padanya.
“Angkat tangan kalian semua, dan jangan ada yang berani melakukan perlawanan! Sedikit saja kalian melakukan gerakan mencurigakan, aku tidak akan segan meledakkan kepala kalian!” kata polisi yang menodongkan pistol di tangannya, ke arah kepala Noah.
Noah menatap sinis polisi yang baru saja bicara sambil menodongkan pistol ke arah kepalanya. Dia sama sekali tidak memiliki keinginan mengangkat tangan, begitu juga yang lainnya, dan lagi dia sama sekali tidak takut dengan ancama polisi, yang ingin meledakkan kepalanya.
Tidak ada alasan untuk takut pada ancaman yang diberikan padanya, dikarenakan jika ingin, dengan mudah Noah bisa lebih dulu meledakkan kepala mereka yang berani berbuat macam-macam padanya.
“Segera angkat kedua tangan kalian, atau aku benar-benar akan meledakkan kepala kalian! Jujur saja kesabaranku sangatlah terbatas!” kata polisi yang sama, tapi dia kini menodongkan pistol di tangannya ke arah Sasa.
“Jauhkan pistolmu dari wanitaku, atau dalam hitungan ketiga kepalamu akan meledak!” Bukannya takut dengan ancaman polisi yang bekerjasama dengan Eden, Noah justru memberi ancaman balik, dan dia tidak pernah main-main dengan ancamannya.
Segera Noah mulai menghitung, “Satu, Dua...”
Belum sempat hitungannya sampai angka tiga, polisi yang menodongkan pistol ke arah kepala Sasa bicara, “Di sini aku yang berkuasa, dan kau harus turuti seluruh keinginanku jika ingin wanita ini selamat!”
Mengabaikan apa yang dibicarakan polisi itu, Noah lebih memilih melanjutkan hitungannya, “Tiga...”
Door...
Suara tembakan terdengar, dan secara tiba-tiba polisi yang menodongkan pistol ke arah Sasa tumbang.
Polisi itu tumbang lalu tidak lama kemudian dia berhenti bernapas, dan semua itu terjadi karena peluru tajam yang menembus kepalanya.
“Sayangnya ukuran peluru itu terlalu kecil, jadi cuma bisa melubangi kepalanya, dan tidak cukup untuk meledakkan kepalanya,” kata Noah dengan santainya.
“Apa yang kau lakukan padanya?” tanya polisi lainnya, dan dia terlihat antara takut, terkejut serta masih mencoba terlihat arogan.
“Bukannya kau melihatnya sendiri kalau dia sudah mati! Dari situ seharusnya kau tahu kalau aku sudah membunuhnya!” ungkap Noah masih dengan begitu santai.
“Ka-Kau berani membunuh seorang polisi? Kau harus mendapatkan hukum setimpal atas perbuatanmu!” Mengeluarkan borgol, polisi itu mencoba memborgol lengan Noah, tapi sebelum dia berhasil melakukannya, Noah menunjuk keningnya lalu salah satu rekannya memberitahu jika ada titik merah di keningnya.
“Sedikit saja kalian bergerak, aku pastikan kalian akan bernasib sama seperti dia yang sudah mati!” Noah menunjuk mayat polisi yang tergeletak di dekatnya.
Seluruh anggota polisi yang tahu jika nyawa mereka terancam, mereka benar-benar hanya diam di tempat, dan tidak lagi ada yang bersikap arogan di hadapan Noah dan orang-orangnya.
Sementara Noah yang melihat semua itu, dia tidak lagi menahan tawanya. Dia tertawatertawa, menertawakan para polisi yang saat ini terlihat jauh berbeda, dibandingkan saat mereka baru datang.
“Berapa bayaran yang kalian dapatkan dari Eden, sampai kalian bersedia bekerjasama dengannya? Katakan atau mati!” Di bawah sorot lampu jalanan, Noah menunjukkan wajah seriusnya di hadapan para polisi yang berada dibawah ancamannya.
Satu menit semua polisi masih diam, dan itu sangat menguji kesabaran Noah.
Beruntung saat kesabaran Noah pada mereka hampir mencapai batasnya, salah satu dari mereka bersedia bicara.
“Masing-masing dari kami mendapatkan bayaran lima ratus juta, dan kami baru menerima setengah dari jumlah yang dia janjikan, setelah bersedia menjalin kerjasama dengannya!” kata polisi yang bersedia bicara.
Mendengar semuanya, Noah hanya menggelengkan kepalanya pelan, lalu dia bicara, “Harga diri kalian ternyata sangat murah, bahkan dengan uang sekecil itu kalian rela bekerjasama dengan komplotan penjahat, yang seharusnya kalian tangkap dan masukkan ke dalam penjara!”
“Oh iya, aku lupa jika kalian semua sudah tidak lagi memiliki harga diri! Bagaimana mungkin polisi korup seperti kalian memiliki harga diri? Mengambil dan memeras uang rakyat saja kalian lakukan, jelas itu menunjukkan jika kalian tidak punya harga diri!”
Belasan polisi yang mendengar semua itu jelas saja mereka terkejut. Mereka tidak menyangka jika musuh orang yang bekerjasama dengan mereka, ternyata mengetahui seluruh kebusukan, yang selama ini mereka tutup begitu rapat, bahkan keluarga mereka tidak ada yang mengetahui semua itu.
“Apa yang kau katakan? Aku sama sekali tidak tahu tentang apa yang kau katakan!” ujar salah satu polisi yang tidak ingin begitu saja rahasianya terbongkar, padahal dia sudah sangat yakin jika tidak akan ada yang tahu tentang rahasia itu.
“Tidak perlu bersandiwara di hadapanku, yang telah mengetahui semua kebusukan kalian! Satu lagi, saat ini seluruh kebusukan kalian telah tersebar luas, dan besok rakyat akan sangat senang saat melihat mayat kalian tergantung di tugu peringatan!” kata Noah lalu dia menunjukkan seringaian di wajahnya.
‘Sialan! Siapa sebenarnya pria itu? Kenapa dia bisa tahu semua hal yang selama ini aku sembunyikan? Dan lagi, apa maksudnya menggantung mayat di tugu peringatan?’ batin salah satu polisi bertanya-tanya.
Dia masih belum sadar jika mayat yang dimaksud Noah adalah mayat mereka semua, yang nantinya akan digantung di tugu peringatan, yang keberadaannya tepat berada di pusat ibukota.
Belum juga dia dan yang lainnya sadar akan maksud Nioah, peluru tajam sudah lebih dulu menembus kepala mereka, memberikan kematian secara instan pada mereka semua.
Belasan anggota polisi yang datang untuk menunjukkan seberapa besar kekuasaannya, pada akhirnya mereka hanya bisa menerima nasib, mati tanpa perlawanan di tangan orang-orang yang coba mereka amankan.
Tidak ada jeritan kesakitan sebelum kematian di waktu bersamaan mendatangi mereka, tentu kecuali satu orang yang sudah lebih dulu mati.
“Kumpulkan mereka semua, dan buat api unggun untuk menghangatkan malam!” perintah Noah, dan segera saja anak buah Jacob dan Hans yang baru datang, mereka segera melakukan apa uang sudah diperintahkan.
“Sekalian gunakan seluruh mobil yang ada di tempat ini sebagai bahan bakar api unggun!” Kembali perintah diberikan Noah.
Dalam waktu singkat perintah Noah diselesaikan dengan sangat baik, dan sekarang semua orang bisa menikmati hangatnya api unggun si tengah dinginnya suasana malam.
“Ini semua adalah balasan untuk mereka semua yang berani memiliki tujuan buruk padaku dan orang-orangku!” gumam Noah, lalu setelahnya dia dan yang lainnya pergi begitu api yang semula menyala terang mulai padam.
Dia tidak jadi menggantung mayat para polisi korup di tugu peringatan karena itu hanya akan mengotori tempat yang indah, dan lagi melakukan itu cukup menyita waktu berharganya.
......................
Bersambung.