
Malam yang panjang telah berlalu, dengan Noah yang memanen begitu banyak poin level, untuk meningkatkan level kekuatannya.
“Masih belum cukup untuk membuatku meningkatkan kekuatan sampai dengan level 1000,” gumam Noah.
Poin level yang telah dikumpulkan Noah belum mencukupi untuk membuatnya meningkatkan kekuatan, sampai level 1000. Dia masih membutuhkan banyak poin level, untuk bisa mencapai level kekuatan yang diinginkan.
Namun, dia memiliki keyakinan dalam tiga sampai lima hari ke depan, poin level miliknya cukup untuk membuatnya meningkatkan kekuatan sampai dengan level 1000, seandainya setiap malam dia mendapatkan banyak poin level, sebanyak yang dia dapatkan malam ini.
“Untuk sekarang sebaiknya aku istirahat sebentar, sebelum pergi melihat pembangunan Desa Vampir, yang dipimpin Rafae,” katanya.
Puluhan ribu Vampir pagi-pagi sekali telah sampai, dan langsung saja Rafael mengarahkan mereka ke gua, yang akan dijadikan sebagai desa Vampir. Untuk ribuan manusia yang datang bersama puluhan ribu Vampir, mereka akan di tempatkan di Desa Elf untuk sementara waktu, sebelum nantinya dibangunkan desa manusia, sebagai tempat tinggal mereka.
......................
Di dalam gua yang akan dijadikan Desa Vampir.
Rafael sedang mengawasi pembangunan besar-besaran yang sedang berlangsung di dalam gua. Dengan banyaknya Vampir yang bekerja membangun desa, dia memperkirakan pembangunan akan terselesaikan kurang dari lima hari, tapi itu pembangunan di dalam desa, bukan pembangunan di luar desa.
Untuk pembangunan di luar desa, Rafael akan memulai pembangunannya begitu bagian dalam desa seluruhnya selesai dibangun.
“Tuan, dimana Nona Victoria, kenapa sejak datang aku tidak melihat keberadaannya?” tanya Vampir wanita, yang merupakan satu dari sedikit sahabat Victoria, dan dia merupakan Vampir wanita yang memiliki hubungan lumayan dekat dengan Rafael.
“Tea, saat ini Victoria berada di Desa Elf, jika kamu ingin bertemu dengannya, dengan senang hati aku akan mengantarmu ke sana,” kata Rafael sambil tersenyum, sebuah senyuman yang sangat jarang diperlihatkan olehnya.
Tea sebenarnya sangat ingin bertemu Victoria, tapi seketika dia lupa dengan keinginannya, begitu melihat senyuman Rafael yang sangat jarang terlihat.
“Se-sebenarnya aku memang ingin bertemu dengannya,” kata Tea setelah beberapa saat terdiam, efek dari terpesona senyuman Rafael.
“Kalau begitu, ikut denganku, dan aku akan mengantarkanmu ke Desa Elf bertemu Victoria,” kata Rafael.
Tea tak membalasnya dengan suara, melainkan dia hanya mengangguk sebagai balasan dari perkataan Rafael.
Setelahnya merek berjalan keluar dari gua, dan tujuan mereka adalah pergi ke Desa Elf menemui Victoria.
......................
Di Desa Elf.
Rafael dan Tea mendatangi tempat tinggal Victoria selama dia berada di Desa Elf. Akan tetapi, begitu sampai di tempat itu, mereka mendengar kabar dari Elf yang berjaga jika Victoria masih istirahat, dan baru Noah yang telah bangun dari istirahatnya dan saat ini sedang bersantai di halaman belakang.
Rafael tentu saja tidak ingin mengganggu waktu istirahat Victoria, begitu juga dengan Tea. Rafael lebih memilik membawa Tea pergi menghampiri Noah, sekaligus dia ingin memperkenalkan Tea pada Noah, pria yang dicintai adiknya, dan juga Tuannya.
Begitu sampai di halaman belakang rumah, Rafael dapat melihat keberadaan Noah, yang sedang duduk bersantai. Sedangkan Tea yang baru pertama kali melihat Noah, dia jelas saja terpesona dengan ketampanan Noah, tapi dia merasa Noah adalah sosok yang harus dihormatinya, bukan sosok yang harus dia puja karena ketampanannya.
Di sisi lain, Noah yang sebelumnya menutup kedua matanya menikmati hangatnya matahari sebelum memasuki musim dingin, dia segera menoleh, melihat ke arah datangnya Rafael dan juga Tea.
Melihat ke arah keduanya, Noah tersenyum tipis karena merasa banyak kecocokan diantara mereka, dan saat jalan bersama, mereka nampak seperti sepasang kekasih.
Bangkit dari tempat duduknya, Noah menyambut kedatangan Rafael, yang sepertinya datang untuk menemui Victoria, tapi karena Victoria masih istirahat, jadilah dia menemuinya, padahal pagi-pagi sekali sebelum istirahat, Noah sudah bertemu dengan Rafael yang datang untuk melakukan penghormatan pagi.
“Apa kamu datang untuk memperkenalkan Kakak Ipar padaku?” ujar Noah dengan maksud menggoda Rafael yang senantiasa terlihat tenang.
Mendengarnya, Rafael masih mencoba bersikap tenang, meski ada sedikit rona merah di wajahnya. Sementara Tea, dia tiba-tiba menunduk, setelah merasa wajahnya menghangat, dan itu bukan karena paparan sinar matahari.
Noah tersenyum tipis melihat ekspresi yang ditunjukkan oleh Rafael, dan wanita yang belum dikenalnya, tapi dia tau jika wanita itu merupakan Vampir, sama halnya seperti Rafael dan Victoria. Dalam hal kekuatan, wanita itu juga kuat, bahkan sedikit lebih kuat dari Victoria, saat pertama kali bertemu dengannya.
“Katakan saja apa yang ingin kamu katakan padaku!” kata Noah sambil menatap Rafael.
Rafael bingung ingin mengatakan apa, dikarenakan semua telah dikatakan pada Noah, saat pagi-pagi tadi menemuinya.
Rafael akhirnya memperkenalkan Tea pada Noah, dan secara tidak langsung dia mengakui jika Tea adalah calon istri masa depannya. Selain memperkenalkan Tea, Rafael juga mengatakan kalau dia datang untuk mengantarkan Tea, yang merupakan sahabat Victoria.
Setelahnya, Noah membiarkan Rafael dan Tea memnunggu Noah, sementara dia kembali ke dalam rumah untuk membersihkan tubuh, dikarenakan dia belum membersihkan tubuh setelah istirahat, dan sebelumnya hanya mencuci wajahnya.
Tak lama menunggu, akhirnya sosok yang ditunggu oleh Rafael dan Tea datang ke halaman belakang dengan penampilan yang begitu segar, dikarenakan dia baru saja mandi dan berganti pakaian.
Victoria senang dengan kedatangan Tea, yang sudah lama dia ketahui memiliki perasaan pada kakaknya.
Setelah berpelukan melepas rindu, Victoria memperkenalkan Tea pada seluruh saudarinya, lalu mereka segera terlihat pembicaraan antar wanita, yang sebagian besar membahas hubungan Tea dan Rafael, dan penjelasan Victoria pada Tea, tentang hubungannya dengan Noah dan para wanita lainnya.
Di sisi lain, Noah dan Rafael pergi meninggalkan rumah. Tujuan mereka adalah gua, yang akan dijadikan sebagai Desa Vampir.
Melihat proses pembangunan yang sedang berlangs di dalam gua, Noah cukup terpukau dengan kecepatan pembangunan Desa Vampir. Meski belum genap satu hari dikerjakan, beberapa bangunan sudah selesai dibangunin, dan sekarang dalam proses perapian.
“Kira-kira berapa orang yang bisa tinggal di tempat ini?” tanya Noah pada Rafael.
“Tuan, tempat ini sangat luas, dan setidaknya mampu menampung lebih dari seratus ribu orang, dan itu belum ditambah dengan keberadaan ruangan di dalam gua yang lebih kecil, dari ruangan utama,” jawab Rafael.
Mendengar jawaban Rafael, Noah hanya menganggukkan kepalanya pelan, lalu dia berjalan melihat-lihat keadaan gua, yang tak lama lagi akan menjadi Desa Vampir.
Banyak yang menyapa mereka di sepanjang jalan, tapi bukan menyapa Noah, melainkan mereka menyapa Rafael. Bukan mereka tak ingin menyapa Noah, tapi mereka tidak mengenali siapa Noah, dan bingung harus menyapa seperti apa.
Puas melihat-lihat pembangunan di dalam gua, Noah dan Rafael pergi ke sebuah tempat, yang tak begitu jauh dari Desa Elf. Mereka pergi ke tanah yang luas, yang nantinya akan menjadi desa tempat tinggal para manusia.
Sampai di tempat yang menjadi tujuan mereka, ternyata di tempat itu sudah ada ratusan manusia, yang memulai pembangunan desa.
Terdapat dua kelompok yang sedang mengerjakan pembangunan. Satu kelompok membangun rumah, sementara satu kelompok lainnya sedang membangun pagar, yang nantinya akan dibangun mengelilingi desa. Sejajh ini sudah ada dua bangunan rumah yang hampir selesai, dan pagar sudah terbangun sejauh puluhan meter.
Untuk bangunan rumah, seluruh bahan bangunannya berasal dari kayu, sedangkan untuk pagar setinggi tiga meter yang mengelilingi desa, pagar terbuat dari susunan batu yang kokoh. Semua orang nampak sangat bersemangat, dan dikejauhan terlihat adanya beberapa Elf yang melakukan penjagaan.
Meski ratusan manusia yang melakukan pembangunan merupakan mereka yang memiliki kekuatan di atas level 400, tetap saja mereka membutuhkan perlindungan saat sedang fokus melakukan pekerjaan membangun desa.
Noah yang melihat semua itu mengangguk puas, dan berharap pembangunan cepat terselesaikan.
“Tak lama lagi tempat ini akan semakin ramai, dengan adanya tiga desa, yang berdiri di tempat ini,” kata Noah.
“Semakin ramainya tempat ini, aku yakin akan menarik perhatian penguasa dunia ini, dan dia pasri mengirim semakin banyak monster untuk mengusik kehidupan kita, bahkan ada kemungkinan dia datang sendiri ke tempat ini, untuk merayakan ketiga desa,” imbuhnya.
“Tuan, dengan kekuatan kita saat ini, kecil kemungkinan kita bisa mengalahkan penguasa dunia ini, jika dia benar-benar datang,” kata Rafael.
“Bukan hanya kecil, tapi kita sama sekali tidak memiliki kesempatan mengalahkannya, jika dia benar-benar datang ke tempat ini dalam waktu dekat! Namun, selama masih ada waktu untukku meningkatkan kekuatan, kita akan segera memiliki kesempatan mengalahkannya!” ungkap Noah.
Rafael mengangguk setuju, dan dia juga akan berusaha meningkatkan kekuatannya, seperti apa yang dilakukan oleh Noah.
Dia tidak ingin menjadi beban saat terjadi peperangan besar di masa yang akan datang, oleh karena itu dia harus terus bertambah kuat, dan nantinya dia bisa berada di dekat Noah, berdampingan dengannya melawan dan mengalahkan semua musuh.
Tak melihat adanya masalah dalam proses pembangunan desa yang nantinya akan menjadi tempat tinggal manusia, Noah bermaksud pergi menemui ribuan manusia, yang pagi ini datang bersama rombongan Vampir.
Noah ingin segera menemui mereka, dan memberi mereka pil kekuatan super, lalu nantinya ratusan dari mereka akan dia beri tugas membantu proses pembangunan, lalu sisanya pergi meningkatkan kekuatan, dengan berburu monster, yang lebih lemah dari mereka.
Dikarenakan manusia-manusia itu selama ini hidup dalam perlindungan Vampir, Noah yakin mereka mengenali Rafael, dan dia mengajak Rafae menemui mereka, untuk nantinya Rafael yang akan memperkenalkan dirinya pada semua orang.
Dengan senang hati Rafael ikut dengan Noah, melihat keadaan ribuan manusia, yang untuk sementara waktu tinggi di Desa Elf.
Mereka semua adalah manusia yang jauh menghargai adanya sebuah peraturan, jadi selama tinggal di Desa Elf, mereka begitu patuh, mematuhi aturan yang berlaku di Desa Elf, dan sebisa mungkin tidak melakukan kesalahan.
“Dengan tambahan kekuatan dan jumlah yang begitu banyak, aku semakin yakin untuk melakukan perang besar-besaran dengan penguasa dunia ini, di dunia ini, bukan di Bumi!” gumam Noah.