
Raja Kerajaan Drakula dan Permaisuri nya masih sulit percaya jika ke-empat panglima Kerajaan Drakula, beserta seluruh prajurit yang pergi bersama mereka berhasil dikalahkan oleh manusia Bumi.
Mereka yang sebelumnya yakin akan segera menguasai dunia yang ditinggali miliaran manusia, kini keyakinan mereka hanya ada di angan-angan, karena pada kenyataannya mereka masih belum berhasil menguasai dunia itu.
Permaisuri menatap suaminya yang duduk di tempatnya sambil memejamkan kedua matanya.
“Awalnya aku ingin mengatakan mustahil mereka dikalahkan, tapi begitu tidak lagi merasakan tanda kehidupan yang mereka miliki, kini aku yakin jika mereka telah berhasil dikalahkan!”
Raja Kerajaan Drakula berbicara, tapi dia sama sekali tidak membuka kedua matanya.
“Manusia yang tinggal di bumi sepertinya tidak selemah manusia yang dulunya tinggal di dunia ini,” ungkap sang Permaisuri.
“Berhasil mengalahkan seluruh panglima Kerajaan kita, yang kekuatannya hanya sedikit lebih lemah dariku, kemungkinan di Bumi ada manusia yang kekuatannya setara denganku!”
Raja Kerajaan Drakula merasa dirinya sekalipun tidak akan sanggup menguasai Bumi, selama dia tidak tahu sekuat apa manusia yang menjadi lawannya.
“Suamiku, apa perlu kita meminta bantuan Yang Mulia Penguasa? Bukannya Yang Mulia sedang membutuhkan darah manusia untuk meningkatkan kekuatannya!”
Yang Mulia Penguasa yang dimaksud Permaisuri Kerajaan Drakula adalah sosok Penguasa Dunia Monster.
Tidak ada yang tahu sekuat apa kekuatan Penguasa Dunia Monster, tapi konon katanya kekuatannya telah melampaui kekuatan awal, yang merupakan kekuatan level.
“Aku tidak yakin Yang Mulia Penguasa bersedia membantu kita, disaat dia memiliki tujuan pribadi pada dunia itu!”
Penguasa Dunia Monster tidak menjalin kerjasama dengan Kerajaan di Dunia Monster, dan dia memilih melakukan gerakan tersendiri, tapi gerakannya juga masih saja gagal.
“Jika tidak bisa meminta bantuannya, bagaimana jika kita kembali bekerjasama dengan para Raja Kerajaan lainnya, seperti beberapa waktu lalu.”
Kerajaan Minotaur telah tumbang, dan hanya menyisakan lima Kerajaan, tapi dua Kerajaan tidak ingin menyinggung kekuatan di dunia lain, dikarenakan mereka lebih menyukai kehidupan damai tanpa pertumpahan darah.
Tersisa Kerajaan Drakula, Kerajaan Vampir yang tunduk pada Kerajaan Drakula, terakhir ada Kerajaan Goblin, yang dipimpin oleh Raja Goblin yang kekuatannya telah mencapai level 899, sedikit lebih lemah dari Raja Drakula.
“Jika menyerang secara terpisah tidak membuahkan hasil, mungkin sudah seharusnya kita bekerjasama dengan mereka!”
Dalam waktu dekat Raja Drakula akan mengumpulkan seluruh Raja, termasuk dua Raja yang menyukai perdamaian.
Dia berencana mengajak mereka semua bekerjasama menguasai Bumi, dan menaklukkan seluruh manusia di dunia itu.
‘Apapun yang terjadi, aku harus menguasai Bumi, dan setelahnya aku akan meningkatkan kekuatanku dengan meminun banyak darah manusia!’ batin Raja Drakula.
......................
Mansion keluarga Ludwing.
Noah telah kembali setelah menghabiskan waktu bersama Yuna, Suzy, dan Amel.
Sampai di Mansion, Noah pergi ke kamar untuk mandi dan berganti pakaian. Sebentar lagi portal dan monster akan segera bermunculan, jadi dia segera bersiap melakukan perburuan monster.
Perburuan monster kali ini dia masih akan bersama dengan Yuna, Suzy, dan juga Amel. Ketiganya yang untuk pertama kalinya akan melakukan perburuan monster, mereka akan mendapatkan bimbingan langsung dari Noah.
Keluar dari kamar setelah memakai pakaian berwarna serba hitam, Noah langsung pergi menuju ruang makan, karena semua kekasihnya sudah menunggu kedatangannya untuk makan sore bersama.
Sampai di ruang makan, seluruh wanita tersenyum hangat menyambut kedatangan Noah.
Selanjutnya mereka semua mulai makan penuh dengan ketenangan.
Saat makan, suasana benar-benar terasa hening karena semua orang fokus pada makanan masing-masing, dan tidak ada obrolan apapun saat acara makan masih berlangsung.
Usai makan, mereka semua telah mendengar kemunculan portal, tapi mereka tidak buru-buru pergi berburu monster.
Mereka sejenak beristirahat, membiarkan makanan mereka tercerna dengan baik. Sambil istirahat setelah makan, terjadi pembicaraan santai diantara mereka.
“Sayang, malam ini menjadi tugasmu membimbing saudari Aggun, Yuna, Suzy, dan Amel! Bimbing mereka sebaik mungkin, supaya nantinya kita bisa berburu monster bersama-sama!” kata Agnes.
Aggun pada akhirnya bergabung dengan tiga wanita lainnya, dikarenakan dia masih membutuhkan bimbingan secara langsung dari Noah.
“Percayakan saja padaku! Aku akan membimbing mereka dengan sebaik mungkin!” balas Noah, lalu dia tersenyum.
......................
Di sebuah kamp militer, lima ribu tentara yang telah menyelesaikan latihan sebagai tentara khusus, malam ini mereka siap ditugaskan di lapangan.
Mereka di pimpin oleh lima orang komandan, dan masing-masing komandan membawahi seribu prajurit. Nantinya mereka akan pergi ke lima tempat berbeda, dengan tujuan membunuh sebanyak-banyaknya monster, dan menghancurkan portal yang bermunculan.
Tepat setelah munculnya portal pertama di hari ini, lima ribu tentara keluar dari kamp militer, dan bergerak menyebar ke lima arah yang berbeda. Untuk sementara baru ibukota negara yang dilindungi tentara khusus, tapi kedepannya seluruh wilayah akan berada dalam perlindungan tentara khusus.
“Semoga mereka adalah jawaban pasti untuk monster yang terus saja bermunculan!” kata Presiden baru negara IDN, setelah melepas kepergian tentara khusus, yang pertama kali lulus dari kamp pelatihan.
......................
Seluruh prajurit super telah meninggalkan tempat itu, setelah tahu Noah dan ke-empat kekasihnya akan berburu monster di tempat itu. Sementara itu, untuk Agnes, Joy, Sasa, Vita, dan Prilly, mereka yang ditemani Jacob memilih berburu monster di pesisir pantai.
“Apapun bentuk monster yang menjadi lawan kalian, jangan pernah ragu untuk membunuhnya!” pesan Noah.
“Baik!” balas bersamaan Anggun, Yuna, Suzy, dan Amel.
“Di depan sana ada portal yang akan segera terbentuk sempurna, dan kalian akan segera menghadapi monster secara langsung!” kata Noah, sambil terus memimpin perjalanan mereka.
Tidak lama kemudian mereka sampai di kawasan hutan, dan tak jauh dari tempat mereka muncul portal, yang saat ini belum terbentuk secara sempurna, oleh karena itu belum ada monster yang keluar dari portal.
Begitu portal terbentuk sempurna, monster mulai bermunculan, dan kali ini monster yang muncul berbentuk mirip kadal, tapi mereka bisa berdiri dan berjalan selayaknya manusi. Hanya cara berjalan mereka yang selayaknya manusia, tapi sisanya mereka adalah kadal.
Segera ke-empat wanita mengeluarkan senjatanya masing-masing.
Yuna mengeluarkan katana, Anggun mengeluarkan sepasang pistol, Suzy dengan dua belatinya, terakhir ada Amel dengan senapan serbu.
Noah sendiri mengeluarkan katana sebagai senjatanya, dan dia akan menyerang begitu seluruh musuh telah keluar dari portal.
“Apa diantara kalian ada yang takut?” tanya Noah, yang dijawab gelengan kepala oleh ke-empat kekasihnya.
Noah tersenyum melihat itu, dan setelah melihat wajah mereka yang dipenuhi semangat, dia yakin jika mereka akan cepat belajar bagaimana membunuh monster, dan selanjutnya mereka akan segera menikmatinya.
Begitu keseluruhan monster telah keluar dari portal, segera Noah bicara, “Mari serang dan bunuh seluruh monster yang terlihat!” Hari masih sore, sehingga mereka semua tidak kesusahan melihat keberadaan dan pergerakan monster.
Level monster yang muncul antara level 300 sampai dengan level 450, sebuah level yang pas untuk menu latihan Anggun dan tiga wanita lainnya.
Mereka yang mendengar perkataan Noah, langsung saja mereka maju menyerang musuh. Gerakan mereka sangat cepat dan juga lincah.
Serangan cepat yang mereka lakukan sukses membuat belasan musuh tidak siap, dan pada akhirnya belasan monster mati di tangan mereka.
Nampak jelas jika ke-empat wanita sama sekali tidak gentar, dan mereka mulai menikmati jalannya pertarungan.
Noah yang melihat semua itu tersenyum senang, dan sekarang yang perlu dia lakukan adalah membuat mereka terbiasa melawan dan membunuh monster.
Yuna dan Suzy menyerang dari jarak dekat, sementara Anggun dan Amel, mereka menyerang dari kejauhan, sekaligus melindungi Yuna dan Suzy dari serangan, yang berasal dari belakang tubuh mereka.
“Biarkan mereka yang membunuh seluruh monster yang keluar! Kali ini aku cukup menjadi penonton apa yang mereka lakukan!” gumam pelan Noah sambil menyimpan katana nya, lalu duduk menonton jalannya pertarungan yang cukup seru.
“Perbedaan kekuatan mereka terlampau jauh, tidak lama lagi seluruh monster akan mati di tangan mereka, dan mereka akan mendapatkan kemenangan pertamanya begitu berhasil menghancurkan portal!” Noah masih saja bergumam pelan.
Slash...
Katana di tangan Yuna menebas leher lawan, dan bukan hanya satu lawan yang lehernya di tebas katana Yuna, melainkan ada tiga monster yang secara bersamaan harus merelakan leher mereka di tebas Yuna.
Brug... Brug... Brug...
Tiga monster tumbang, dengan kepala menggelinding di atas permukaan tanah.
“Penampilan saja menyeramkan, tapi soal kekuatan kalian ternyata sangat lemah!” ujar Yuna meremehkan kekuatan monster yang menjadi lawannya, dan dia lanjut menyerang monster lainnya.
“Membunuh kalian ternyata sangat menyenangkan!” katanya, dan dia semakin bersemangat membunuh sebanyak-banyaknya monster, lalu tujuan akhirnya adalah menghancurkan portal.
Di sisi lain, Suzy, Anggun, maupun Amel, mereka juga merasakan apa yang dirasakan Yuna, dan itu membuat mereka semakin bersemangat membunuh sebanyak-banyaknya monster.
Kerjasama keempatnya membuat ratusan monster tak berdaya, dan akhirnya seluruh monster dapat dikalahkan, dan kini mereka tinggal menghancurkan portal yang muncul.
Mereka masing-masing membawa empat granat tangan, lalu masing-masing dari mereka melemparkan satu granat tangan ke arah portal, yang ingin dihancurkan.
Duarr... Duarr... Duarr... Duarr...
Suara ledakan terdengar bertubi-tubi, membuat debu beterbangan menutupi portal yang ingin dihancurkan. Begitu debu menghilang, mereka semua bisa melihat portal sudah hancur tak bersisa.
Saat Noah ingin melanjutkan perjalanan membawa mereka ke tempat kemunculan portal selanjutnya, Noah menerima panggilan dari Jacob, dan tiba-tiba saja perasaannya tidak enak.
Begitu menjawab panggilan Jacob dan mendengar keseluruhan yang disampaikan Jacob padanya, aura kemarahan yang meluap-luap terpancar dari tubuh Noah.
Yuna, Anggun, Amel, serta Suzy yang turun mendengar apa yang disampaikan Jacob, mereka nampak memiliki kemarahan, selaras seperti apa yang sedang diperlihatkan Noah.
“Aku sudah baik membantu mereka, tapi justru ini balasan yang mereka berikan padaku! Berani menyakiti salah satu wanitaku, mereka akan mengalami apa itu yang dinamakan kehancuran!” kata Noah lantang.
......................
Bersambung.