
Di ruang kerjanya, Edgar baru saja mendengar kabar kurang mengenakkan, tentang kedua sahabat Noah yang telah mendapatkan investor baru, sebagai pengganti investor lama yang berhasil ia tarik untuk berinvestasi di beberapa perusahaan yang ia kelola.
“Tuan, para investor baru itu bukanlah sosok sembarangan! Meraka adalah orang-orang kepercayaan Tuan Richard Carl Ludwing, dan saya yakin Tuan mengenali siapa itu Tuan Richard!” kata seorang pria, yang memberi laporan tentang keadaan terbaru kedua perusahaan milik kedua sahabat Noah.
“Kurang ajar! Kenapa begitu sulit menghancurkan mereka yang sudah berani membantu Noah mengungkap kebenaran dari fitnah yang aku rencanakan untuknya? Dengan adanya orang-orang kepercayaan Tuan Richard yang berinvestasi di perusahaan mereka, mustahil aku bisa menghancurkan mereka, tapi bagaimana bisa mereka tiba-tiba bisa menarik perhatian orang-orang kepercayaan Tuan Richard? Apa kau tau bagaimana kedua orang itu bisa menarik perhatian orang-orang kepercayaan Tuan Richard?” tanya Edgar, dan ia menatap tajam pria di hadapannya.
Pria yang ditanya Edgar hanya menggelengkan kepala, dikarenakan ia belum alasan kenapa orang-orang kepercayaan Tuan Richard bersedia menjadi investor di kedua perusahaan yang ingin dihancurkan oleh Tuannya.
“Cari tahu apa yang membuat orang-orang itu tertarik berinvestasi di perusahaan mereka! Jika kau sudah tahu apa yang membuat mereka tertarik, kita gunakan sesuatu yang lebih baik untuk merebut perhatian mereka, dan dengan begitu mereka bakalan bersedia menjadi investor di beberapa perusahaanku!” kata Edgar.
“Baik Tuan, saya akan mencari tahu apa yang membuat orang-orang kepercayaan Tuan Richard tertarik berinvestasi di perusahaan mereka!” Usai berkata, ia langsung saja pamit undur diri.
“Mereka berdua berani membantu musuhku, artinya mereka harus menanggung konsekuensi karena berani membantu musuhku! Siapapun itu yang membantu musuhku, artinya ia juga akan menjadi musuhku!” gumamnya, dan tanpa sadar Edgar telah memilih musuh yang salah.
Bukannya nanti dia yang menghancurkan musuhnya, melainkan bisa jadi dirinya sendiri yang akan musnah di tangan musuhnya.
......................
Waktu berlalu dengan cepat, dan sebelumnya Noah yang berada di Cafe Sasa, sekarang ia pergi ke sekolah Jane, dan tentu ia datang untuk menjemput Jane.
Hari ini Noah berencana memberikan pil kekuatan super pada Sasa dan juga Jane. Oleh karena itu sekarang Noah menjemput Jane pulang sekolah, dan setelahnya ia akan menjemput Sasa begitu sudah selesai dengan urusan di Cafe nya. Noah ingin Sasa dan Jane mengkonsumsi pil kekuatan super saat berada di rumahnya, sehingga ia bisa langsung mengawasi apa saja yang terjadi pada mereka selama mengkonsumsi pil itu.
Sampai di sekolah Jane, ternyata kekasihnya itu sudah menunggu kedatangannya, dan begitu ia menghentikan mobilnya tepat di sebelah Jane, gadis cantik itu langsung saja masuk ke dalam mobilnya.
Noah tidak lagi melihat keberadaan pria yang mengejar-ngejar Jane, membuatnya yakin jika pria itu sudah tidak lagi memiliki keberanian mengganggu Jane.
“Sayang, apa setelah dari tempat ini kita akan langsung pergi ke Cafe Kakak?” tanya Jane begitu ia sudah berada didalam mobil, dan duduk di sebelah Noah yang duduk di tekok pengemudi mobil.
“Seharusnya kita memang langsung pergi ke Cafe, tapi kalau kamu ingin lebih dulu pergi ke suatu tempat, dengan senang hati aku akan pergi mengantarmu!” kata Noah dan ia tersenyum hangat.
“Sebenarnya aku ingin lebih dulu memberi peralatan melukis, dikarenakan esok ada praktek melukis,” kata Jane, dan itu bukan sebuah kebohongan.
“Kalau begitu, kita beli apa yang kamu butuhkan untuk praktek melukis!” kata Noah, lalu ia membawa Jane ke tempat terbaik untuk memberi peralatan yang berhubungan dengan lukisan.
......................
Di toko yang menjual berbagai perlengkapan untuk melukis, Jane memilih peralatan apa saja yang ia butuhkan untuk praktek melukis. Setelah mendapatkan apa yang dibutuhkannya untuk menghasilkan sebuah karya lukisan, ia bermaksud membayar menggunakan uangnya sendiri semua perlengkapan yang dibutuhkannya.
Namun Noah lebih dulu menyodorkan kartu miliknya, dan pada akhirnya seluruh peralatan yang dibeli Jane, semua dibayar lunas oleh Noah, dan karena peralatan itu merupakan barang-barang dengan kualitas terbaik, tentu saja harganya tidak murah. Namun, harga peralatan yang mencapai ratusan juta, semua itu tidak akan membuat seorang Noah jatuh miskin.
Selesai berbelanja, Jane yang sudah mendapatkan seluruh peralatan dan perlengkapan untuk praktek melukis, ia terlihat senang, dan ingin buru-buru sampai di Cafe kakaknya.
“Sayang, terimakasih untuk semua ini! Padahal aku bisa membeli semua ini dengan uang tabunganku,’ kata Jane yang sebenarnya tidak enak hati karena harga peralatan yang ia butuhkan tidaklah murah.
Mendengar semua itu, Jane sangat bahagia karena ia telah disandingkan dengan sosok pria yang begitu sempurna. Meski harus berbagi dengan wanita lain, ia tidak mempermasalahkan semua itu, dikarenakan ia sudah sayang dengan ke-empat calon saudarinya, yang mana salah satunya adalah kakak kandungnya sendiri.
Sampai di Cafe, ternyata keadaan Cafe sedang ramai, dan Sasa tidak bisa pulang saat keadaan Cafe sedang ramai. Melihat Sasa yang kerepotan, Noah dan Jane akhirnya membantu Sasa. Seperti biasa, Jane membantu di kasir, sedangkan Noah, ia bertugas sebagai pelayan yang mencatat pesanan pelanggan Cafe.
Dua jam berlalu, akhirnya kesibukan di Cafe sudah tidak lagi terlihat, seiring dengan jumlah pelanggan yang tidak sebanyak beberapa waktu yang lalu.
Melihat keadaan Cafe yang tidak terlalu ramai dan memang sudah waktunya pulang, akhirnya Sasa memutuskan pulang bersama dengan Noah dan Jane.
Sebenarnya selain Jane dan Sasa, Noah juga ingin memberikan pil kekuatan super pada Ellena, tapi karena salah satu kekasihnya itu saat ini masih ada acara pemotretan sampai malam nanti, Jane dan Sasa akan mendapatkan pil kekuatan super lebih dulu dari Ellena.
Rencananya ia juga yang nanti malam akan menjemput Ellena di lokasi pemotretan, dan Ellena akan pulang ke rumahnya.
......................
Di rumah Noah.
Noah telah memberikan pil kekuatan super pada Sasa dan Jane, kebetulan juga Joy dan Agnes juga ada di rumah Noah, jadi mereka bisa menjelaskan manfaat pil kekuatan super pada Sasa dan Jane.
Sebenarnya keberadaan Joy dan Agnes bukanlah sebuah kebetulan, melainkan mereka datang ke rumah Noah setelah menerima pesan Ellena, yang meminta suoaya malam ini mereka semua berkumpul di rumah Noah.
Setelah mendengar apa saja manfaat pil kekuatan super dari Joy dan Agnes, Sasa dan Jane langsung saja mengkonsumsi pil kekuatan super yang sudah berada di tangan mereka. Baru juga keduanya mengkonsumsi pil kekuatan super, Noah mendapatkan panggilan dari Ellena, yang mengatakan jika tidak lama lagi acara pemotretan nya selesai.
Sasa dan Jane tidak masalah ditinggal Noah, apalagi ada Joy dan Agnes yang menemani mereka.
Pada akhirnya Noah pergi menjemput Ellena, dan mempercayakan pengawasan Sasa dan Jane pada Joy dan Agnes.
Mobil Bugatti Chiron milik Noah melaju kencang membelah jalanan ibukota di malam hari. Dengan kecepatan di atas seratus kilometer per jam, ia mengemudikan mobilnya menuju lokasi pemotretan Ellena, yang ada di kawasan timur ibukota.
Kurang dari setengah jam Noah sampai di tempat tujuan, dan ia langsung menghampiri Ellena yang terlihat sedang berbicara dengan beberapa pria dan juga ada beberapa wanita di tempat yang sama.
Banyak pria dengan ketampanan di atas rata-rata di sekitar Ellena, tapi sosok Noah masih jauh lebih unggul dari mereka, dan saat melihat Noah berjalan ke arahnya, senyum manis terlihat di wajah cantik Ellena, dan ia langsung saja menghampiri Noah.
“Apa kita langsung pulang, atau kamu masih ada urusan dengan mereka?” tanya Noah begitu Ellena sudah memeluk erat lengan tangan kirinya.
“Sebenarnya mereka mengajak makan malam bersama, tapi aku jauh lebih tertarik dengan sesuatu yang ingin kamu berikan padaku, dan sepertinya yang lainnya sudah mendapatkannya!” kata Ellena yang nampak antusias dengan sesuatu, yang akan diberikan Noah padanya.
“Kalau begitu kita pulang, dan aku akan memberikan apa yang memang ingin aku berikan padamu begitu kita sudah sampai di rumah!” ungkap Noah, dan setelahnya ia bersama Ellena masuk ke dalam mobil, yang akan membawa mereka pulang ke rumah.
......................
Bersambung.