Sistem Pekerja Keras

Sistem Pekerja Keras
Terungkapnya Sebuah Rahasia


Pesta keluarga Ludwing berjalan lancar. Begitu pesta berakhir, Noah yang sedikit merasa lelah karena terus saja diajak kakeknya bertemu dengan orang-orang kepercayaannya, dia pergi menyusul ke-enam kekasihnya, yang sudah lebih dulu pergi beristirahat di kamar yang telah dipersiapkan untuk mereka, dan kamar itu bertempat di Mansion keluarga Milito.


Di Mansion keluarga Ludwing masih terlalu ramai dan Noah bukanlah orang yang menyukai keramaian. Oleh karena itu malam ini dia lebih memilih bermalam di Mansion keluarga Milito, daripada bermalam di Mansion keluarga Ludwing. Lagipula ke-enam kekasihnya juga berada di Mansion keluarga Milito, jadi tidak ada salahnya jika dia berada di tempat yang sama dengan mereka.


Segera Noah beristirahat di kamar yang bersebelahan dengan kamar ke-enam kekasihnya. Akan tetapi, baru juga Noah merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur setelah sebelumnya dia lebih dulu mandi dan berganti pakaian, dia yang sudah memejamkan mata, dia merasakan pergerakan di tempat tidurnya, dan saat membuka mata di melihat Nancy telah mengambil posisi tiduran di sisi kanannya, sedangkan di sisi kiri ada Sasa.


“Apa kalian berdua sudah mendapatkan izin malam ini tidur bersamaku?” tanya Noah, dan izin yang dia maksud adalah izin dari ke-empat kekasihnya.


“Mereka sudah memberi izin, tapi hanya izin tidur bersama, tidak izin untuk yang lainnya,” jawab Sasa, dan tentu saja Noah tahu apa yang dimaksud dengan izin yang lainnya.


“Sebenarnya mereka mengizinkan kami melakukan apapun, asalkan kamu yang lebih dulu memulainya! Namun, aku rasa kamu tidak akan melakukan apa-apa pada kami!” kata Nancy yang sudah memeluk lengan kanan Noah, sedangkan Sasa memeluk lengan kirinya.


Noah tersenyum mendengar apa yang dikatakan kedua kekasihnya, lalu dia menyuruh keduanya cepat tidur karena besok banyak hal yang harus mereka kerjakan, termasuk berkunjung ke makam keluarga asli Nancy. Keduanya dengan cepat bisa tidur, tapi berbeda dengan Noah yang kini justru kesulitan memejamkan mata, dikarenakan ada salah satu bagian tubuhnya yang terus saja bangunan.


‘Bagaimana aku bisa tidur jika tanganku saat ini terjepit diantara dua bukit yang terasa begitu hangat?’ batinnya bertanya, dan setelah berhasil menghilangkan pikiran kotornya, akhirnya dia bisa tertidur.


Tidur Noah dan dua wanita yang tidur bersamanya sangat nyenyak, dan setelah beberapa jam berlalu, Noah menjadi yang pertama membuka mata, dan saat melirik jam dinding di kamarnya, dia melihat jam menunjukkan waktu pukul delapan pagi.


Dia mulai tidur pukul satu dini hari, artinya dia telah tertidur selama tujuh jam, dan itu waktu tidur yang sangat cukup untuknya.


Saat Noah ingin beranjak pergi ke kamar mandi, tidak sengaja dia membangunkan Sasa dan Nancy yang sebelumnya masih tertidur.


Melihat kedua kekasihnya itu bangun, Noah menunjukkan senyuman hangat di wajahnya, lalu dia memberi kecupan singkat di kening mereka secara bergantian. “Selamat pagi untuk kalian yang aku sayangi!” kata Noah, berhasil membuat wajah Sasa dan Nancy memerah karena senang. Mereka senang karena pagi-pagi sudah mendapatkan sambutan hangat dari pria, yang sangat mereka cintai.


Setelah memberi sambutan hangat pada kedua kekasihnya Noah memutuskan pergi ke kamar mandi untuk mandi, dan tidak lupa dia membawa pakaian ganti saat pergi ke kamar mandi. Sedangkan Sasa dan Nancy setelah kepergian Noah, keduanya sama-sama tersenyum. Mereka sangatlah senang dengan kejadian yang baru saja terjadi.


Selesai mandi dan berganti pakaian, Noah keluar dari kamar mandi tapi dia tidak lagi menemukan keberadaan Sasa maupun Nancy di kamarnya. “Mungkin mereka sudah kembali ke kamarnya!” gumamnya.


Sementara itu, diwaktu yang sama, empat orang sedang bersiap pergi ke Mansion keluarga Ludwing. Mereka adalah kedua orangtua palsu Nancy, serta kakek dan nenek, yang selama ini dianggap keluarga oleh Nancy, tapi nyatanya mereka semua adalah orang-orang yang telah mencelakai keluarga asli Nancy.


“Apa kalian semua sudah siap? Kita akan pergi ke Mansion keluarga Ludwing, dan setelah hari ini aku yakin kehidupan keluarga kita akan jauh lebih baik dari sebelumnya!” kata Bara, pria yang selama ini mengaku sebagai ayah Nancy.


Sementara itu, Widuri, wanita yang selama ini mengaku sebagai ibu Nancy, dia sudah tidak sabar memamerkan pada teman-temannya jika tidak lama lagi dirinya akan menjadi besan keluarga Ludwing. “Suamiku, tentu saja aku sudah siap!” jawab Widuri, sedangkan dua orang lainnya, mereka hanya menganggukkan kepala.


Setelah selesai bersiap, mereka berempat segera memasuki mobil, yang akan membawa mereka pergi ke Mansion keluarga Ludwing. Mereka menggunakan mobil paling mewah yang ada di garasi, untuk menunjukkan jika mereka bukan dari kalangan keluarga tingkat bawah, melainkan berasal dari keluarga yang setara dengan keluarga Ludwing.


Itu semua adalah anggapan mereka setelah menaiki mobil seharga beberapa miliar rupiah, tapi anggapan mereka tidak sesuai realita, dikarenakan begitu sampai di Mansion keluarga Ludwing, mereka bisa melihat deretan mobil yang seluruhnya jauh lebih mewah dan lebih mahal dari mobil mereka. Bahkan mobil termurah di Mansion keluarga Ludwing masih jauh lebih mahal dibandingkan mobil mereka.


Melihat deretan mobil yang ada di Mansion keluarga Ludwing, mereka kini tahu seberapa jauh perbedaan keluarga mereka, dengan keluarga Ludwing. Apa yang mereka anggap mahal dan mewah, semua itu akan terlihat biasa-biasa saja bagi keluarga Ludwing. Bukannya insecure setelah melihat semua itu, tapi tanpa rasa malu mereka semakin bersemangat bertemu kepala keluarga Ludwing, dan memperkenalkan diri mereka sebagai keluarga Nancy, yang merupakan salah satu kekasih Tuan Muda keluarga Ludwing.


Seharusnya tidak sembarangan orang bisa memasuki kawasan Mansion keluarga Ludwing, tapi karena Noah sudah berpesan pada penjaga gerbang Mansion tentang kedatangan mereka, mereka bisa dengan mudah memasuki kawasan Mansion keluarga Ludwing.


Ada seorang mata-mata yang mengawasi kegiatan keluarga palsu Nancy, dan orang itu melaporkan semua kegiatan mereka pada Noah, membuat Noah senantiasa tahu apa yang ingin keluarga itu lakukan, termasuk mereka yang pagi ini ingin mengunjungi Mansion keluarga Ludwing.


Setelah memarkirkan mobil di tempat yang ditunjuk penjaga Mansion, empat orang di dalam mobil keluar, dan hanya menyisakan seorang supir, yang mana supir itu adalah seseorang yang mendapat tugas dari Noah untuk memata-matai kegiatan keluarga palsu Nancy.


Dua pelayan yang menyambut kedatang keluarga palsu Nancy, kedua pelayan mengarahkan mereka menuju ruang tamu samping, dikarenakan ruang tamu utama masih dalam proses pembersihan, sebab semalam tempat itu menjadi salah satu lokasi berlangsungnya pesta keluarga Ludwing.


“Selama datang di Mansion keluarga Ludwing!” kata Noah menyambut kedatangan orang-orang yang dimasa lalu senantiasa menghinanya saat bertemu.


Bukan hanya Noah yang menyambut kedatangan mereka, tapi ada juga kakek Richard serta Nancy yang senantiasa berada di sebelah Noah. Tidak lagi terlihat rasa hormat Nancy pada mereka, setelah dia tahu semua tentang mereka, yang selama ini dianggapnya sebagai keluarga.


Sedangkan mereka yang kedatangannya disambut oleh Noah dan yang lainnya, mereka senang dengan sambutan itu, dan tidak merasa adanya keanehan dari sambutan Noah dan dua orang lainnya.


“Kami senang karena kedatangan kami mendapatkan sambutan baik dari Tuan Richard dan Tuan Muda Noah,” kata Bara, dengan memperlihatkan wibawa yang dimilikinya.


“Sayangnya aku tidak senang menyambut kedatangan kalian!” kata Nancy berterus-terang.


Untuk rahasia mereka yang diketahui oleh keluarga Edgar, mereka sudah memiliki rencana untuk membuat keluarga Edgar bungkam. Kalau tidak bisa dibuat bungkam sesaat, mereka berencana membungkam mereka untuk selama-lamanya.


Tentunya dengan membunuh mereka, itu bisa membungkam mulut keluarga Edgar untuk selama-lamanya. Mereka yang pernah membunuh bahkan bukan satu orang melainkan satu keluarga, mereka sama sekali tidak memiliki rasa takut jika harus kembali melakukan pembunuhan, lagipula kali ini mereka tidak akan membunuh menggunakan tangan sendiri, melainkan mereka akan menyewa pembunuh bayaran profesional.


“Sayang, apa kamu tidak senang dengan kedatangan kami, atau kamu masih marah karena kami telat memberi restu pada hubunganmu dan Tuan Muda Noah?” tanya Widuri begitu lembut, seolah dia sangat menyayangi Nancy. Biasanya Nancy akan luluh saat diperlakukan lembut, tapi sayangnya semua itu kini sudah tidak berlalu.


“Aku tidak peduli tentang restu kalian, lagipula kalian ini siapa sampai aku harus meminta restu pada kalian?” tanya Nancy dengan tatapan sinis yang ditujukannya pada mereka, yang dulu dianggapnya sebagai anggota keluarga.


Mendengar itu, Bara dan tiga orang lainnya masih berpikir positif, dan mereka beranggapan Nancy mengatakan semua itu, dikarenakan pertemuan terakhir mereka, dimana Nancy memutuskan hubungan keluarga karena menolak melanjutkan pernikahan dengan Edgar.


Mengingat semua itu, mereka yakin jika semua itu yang membuat Nancy saat ini seolah-olah tidak mengakui keberadaan mereka sebagai anggota keluarganya. Mereka belum terpikirkan jika Nancy telah mengetahui keseluruhan rahasia, yang selama ini mereka tutup rapat.


“Sayang, tolong maafkan kami yang waktu itu memaksamu melanjutkan rencana pernikahan dengan Edgar! Kami menyesal memaksamu melakukan itu setelah tahun seperti apa sifat asli Edgar, yang ternyata begitu menjijikkan!” kata Bara lembut, menunjukkan seolah-olah dia benar-benar menyesal.


Mereka benar-benar ingin memperbaiki hubungan dengan Nancy, baru setelahnya mereka akan meminta maaf pada Noah karena di masa lalu mereka terlalu sering menghinanya. Dengan berhasil memperbaiki hubungan dengan keduanya, mereka yakin kakek Richard dengan senang hari akan menyambut mereka sebagai calon besan.


“Kalian mengatakan sifat asli Edgar sangat menjijikkan, lalu bagaimana dengan sifat kalian sendiri? Bukannya sifat asli kalian jauh lebih menjijikkan dari sifat asli yang dimiliki Edgar dan kedua orangtuanya?” kata Nancy dengan tatapan jijik, tapi sebisa mungkin dia masih menahan amarahnya, dikarenakan dia sedang mengikuti rencana yang telah dipersiapkan oleh Noah.


“Sayang, kami tidak mengerti dengan apa yang kamu katakan! Kamu boleh kecewa dengan keputusan kami di masa lalu, tapi kami bukanlah orang-orang menjijikkan seperti Edgar dan kedua orangtuanya!” kata Yuni, wanita tua yang selama ini dipanggil nenek oleh Nancy.


Nancy terkekeh mendengar itu, “Hehehe... kalian mengatakan tidak menjijikkan seperti Edgar dan kedua orangtuanya, tapi entah kenapa aku justru merasa kalian jauh lebih menjijikkan dari mereka!” kata Nancy.


“Kalau kami menjijikkan, bukannya kamu saja dengan kami? Bagaimanapun juga kamu adalah keturunan kami!” kata Bara yang sedikit kenaikan volume suaranya.


Jika sebelumnya dia terkekeh, kali ini Nancy tersenyum remeh setelah mendengar semua itu, lalu dia berkata, “Siapa yang keturunan orang-orang menjijikkan seperti kalian? Jika itu aku, jelas saja aku bukan keturunan kalian! Bagaimana mungkin aku ini keturunan kalian, sedangkan diantara kita tidak ada hubungan darah?”


Empat orang tubuhnya bergetar dan mata mereka terbuka lebar begitu mendengar apa yang beru dikatakan Nancy. Mereka menganggap jika salah mendengar apa yang dikatakan Nancy, tapi sayangnya semua itu terdengar sangat jelas, dan tidak mungkin mereka salah dengar.


“Sayang, aku adalah ibumu, jadi bagaimana mungkin kita tidak memiliki hubungan darah?” ujar Widuri, yang cepat menenangkan keadaannya.


“Aku tidak yakin kamu ibuku! Wajah kita tidak mirip, begitu juga dengan suamimu. Wajah-wajah kalian terlalu jelek untuk menjadi ayah dan ibuku, dan entah kenapa aku baru-baru ini menyadari semua itu!” Nancy mencibir mereka, membuat wajah mereka seketika menggelap menahan amarah.


“Cukup Nancy, jika kamu memang tidak menyukai keberadaan kami, sebaiknya kamu diam! Sekarang kamu boleh membenci kami, tapi kamu harus tahu kalau tanpa restu dari kami, kamu tidak akan pernah bisa menikah!” kata Bara dengan sorot mata tajam menatap Nancy.


Jika biasanya nyali Nancy menciut saat ditatap tajam Bara, kali ini tatapan mata itu terasa biasa-biasa saja, bahkan Nancy berani membalas tatapan Bara, dengan tatapan yang lebih tajam. “Aku tidak butuh restu dari kalian untuk melangsungkan pernikahan dengan pria, yang aku cintai! Kita tidak memiliki hubungan apapun, jadi untuk apa juga aku mempedulikan restu kalian!” kata Nancy, dan tidak sedikitpun dia mempedulikan ekspresi keluarga palsunya.


Bara bangkit dari tempat duduknya, dan dia berjalan menghampiri Nancy. Tangannya terulur untuk memegang lengan Nancy, tapi dengan kuat Nancy menepis tangan Bara. “Jangan pernah menggunakan tangan kotormu untuk menyentuhku! Sebaiknya kembali ke tempat duduknya, sebelum hal buruk terjadi padamu!” kata Nancy tegas, dan entah kenapa tiba-tiba saja nyali Bara menciut setelah mendengar semua itu.


Bara kembali ke tempat duduknya, dan setelah suasana kembali tenang, kini giliran kakek Richard yang membuka suara, “Sebenarnya kalian ini siapa, dan ada hubungan apa antara kalian dengan calon menantuku?” tanyanya, yang mana kakek Richard tidak menganggap Bara dan yang lainnya sebagai calon besan.


Dia sudah tahu pasti siapa mereka dari laporan Noah, dan sekarang dia hanya mengikuti rencana yang sedang dijalankan oleh Noah. Rencana berjalan lancar, dan akhir dari rencana ini adalah kehancuran empat orang di hadapannya.


“Tuan Richard, kami adalah keluarga Nancy, dan jika Nancy adalah calon menantu Tuan, artinya kami adalah calon besan Tuan!” kata Bara menjaw pertanyaan kakek Richard.


Kakek Richard tidak membalas perkataan Bara. Dia lebih memilih menoleh, melihat ke arah Nancy lalu berkata, “Cucuku, apa benar mereka orangtuamu? Kalau benar, kenapa aku tidak melihat kemiripan antara dirimu dan mereka?” tanyanya.


“Kakek, mereka bukan keluargaku, jadi wajar jika aku dan mereka tidak memiliki sedikitpun kemiripan! Keluargaku sudah tiada, dan merekalah penyebab kematian seluruh anggota keluargaku!” kata Nancy, dan bersamaan dengan itu muncul beberapa orang yang langsung meringkus keluarga palsu Nancy.


“Apa yang kalian lakukan? Nancy, kami ini keluargamu, bukan orang lain! Kami sama sekali tidak tahu apa yang barusan kamu katakan!” kata Widuri mencoba membebaskan diri dari orang-orang yang meringkus nya.


“Hentikan sandiwara kalian karena aku sudah tahu semuanya! Kalian hanyalah orang-orang yang tidak tahu berterimakasih, yang demi harta kalian rela membunuh seluruh anggota keluargaku, bahkan selama ini kalian terus saja menipuku! Mulai hari ini kalian akan mendapatkan balasan atas apa yang sudah kalian lakukan padaku, dan pada seluruh anggota keluargaku!” teriak Nancy, yang tidak lagi mampu membendung amarahnya.


......................


Bersambung.