
Di dalam kamarnya, Noah yang beberapa saat yang lalu masih berpelukan dengan Joy, sekarang ia sudah berpakaian rapi, sedangkan Joy, ia sudah kembali ke rumah Agnes. Saat kembali ke rumah Agnes, wajah Joy merona merah karena malu dengan kelakuannya sendiri.
Selesai dengan urusannya di kamar, Noah pergi ke ruang makan untuk sarapan dan setelahnya ia akan pergi ke rumah Agnes. Pagi ini ia akan pergi menemani Agnes pergi bertemu investor yang ingin berinvestasi di perusahaannya, oleh karena itu pagi ini ia sudah terlihat rapi.
Untuk para wanita kecuali Agnes, setelah sarapan bersama di rumah Agnes, mereka memutuskan melakukan aktivitas masing-masing. Sasa yang kembali mengurus Cafe miliknya, Joy yang kembali menjadi dosen, Ellena yang hari ini ada pekerjaan sebagai model iklan, dan Jane kembali bersekolah.
Selesai sarapan, Noah langsung pergi ke rumah Agnes, dan ternyata wanita itu sudah siap pergi dengannya. Jihan tentu saja ikut, dan sekarang ia sedang berada di gendongan babysitter yang setiap hari merawat Jihan sementara Agnes bekerja.
Hal pertama yang Noah lakukan saat bertemu Agnes, ia membalas uluran tangan Agnes, dan membiarkan kecupan mendarat di punggung tangannya. Setelahnya ia langsung membawa Agnes ke mobilnya.
Di dalam mobil, Agnes duduk di kursi depan bersebelahan dengan Noah yang duduk di belakang kemudi mobil. Sedangkan Jihan dan babysitter nya, mereka duduk di kursi belakang. Baru juga mengemudikan mobilnya meninggalkan rumah Agnes, Noah merasa ada yang mengikuti mobilnya, dan saat melihat dari spion mobil, ia melihat dua mobil asing yang sedang membuntuti mobilnya.
Sedangkan untuk para bodyguard yang selalu mengikuti kemanapun Noah pergi, mobil mereka berada tepat di belakang dua mobil asing, yang jelas terlihat sedang mengikuti mobilnya. Menggunakan keterampilan mata tembus final pandang, Noah bisa melihat mereka yang berada di dalam kedua mobil asing.
Sayangnya ia hanya bisa melihat keberadaan mereka, tanpa bisa mengetahui apa yang direncanakan orang-orang itu. Kalau saja ia tahu rencana mereka, tentunya ia bisa melakukan persiapan untuk menggagalkan rencana mereka. “Sistem, apa kamu tahu rencana orang-orang itu?” Pada akhirnya ia memutuskan bertanya pada sistem.
[Misi sistem terpicu]
[Tuan rumah harus mengerjakan misi sistem, menggagalkan rencana penculikan Nona Jihan, yang direncanakan oleh keluarga Morgan. Para penculik berjumlah delapan orang, dan mereka saat ini berada di dalam dua mobil yang membuntuti mobil Tuan]
[Hadiah misi]
[Uang tunai lima ratus miliar rupiah]
[Seratus ribu Poin Level]
[Seratus ribu Poin Sistem]
[Satu kotak hadiah misterius]
Sistem tidak memberi jawaban secara langsung apa yang ditanyakan Noah, tapi ia memberikan jawaban itu melalui misi yang diberikan pada Noah.
“Ternyata mereka orang-orang Morgan, dan ternyata mereka belum juga menyerah untuk mendapatkan Agnes, bahkan mereka ingin mempergunakan Jihan supaya Agnes menuruti semua keinginan mereka!” gumam Noah lirih, bahkan Agnes tidak mendengar gumaman nya.
Sekarang ia tahu tujuan orang-orang di dalam dua mobil, yang terus saja membuntuti mobilnya. Mereka adalah penculik yang menargetkan Jihan, tapi selama dirinya ada di dekat Jihan, Noah akan memastikan jika mereka tidak bakalan dapat melakukan apa yang ingin dilakukan pada Jihan. Yang ada mereka akan dibuatnya menyesal karena berani merencanakan hal buruk pada Jihan.
Tetap tenang dan untuk sementara waktu mengabaikan dua mobil yang terus membuntuti mobilnya, Noah kembali fokus pada jalanan, dan tidak lama lagi ia akan sampai di tempat, dimana calon investor perusahaan Agnes, membuat janji bertemu dengannya, yang mana tempat pertemuan itu berada di restoran yang masih satu bagian dari sebuah hotel.
...----------------...
Sampai di restoran, Agnes membawa Noah dan yang lainnya pergi ke ruang VIP restoran, dimana calon investor perusahaan Agnes sudah menunggu kedatangan mereka. Ada dua calon investor, dan mereka semua adalah pria. Dikare mereka adalah dua orang pria, oleh karena itulah Agnes minta ditemani Noah.
Noah tidak tahu siapa-siapa orang yang akan menjadi investor di perusahaan Agnes, tapi instingnya mengatakan mereka memiliki niat lain karena mengajak Agnes melakukan pertemuan di restoran yang merupakan bagian dari sebuah hotel, dan lagi pertemuan dilakukan di ruang VIP, yang terletak sedikit berjauhan dari ruang VIP lainnya.
Masuk ke ruang VIP, dua orang pria di dalam ruang VIP terlihat terkejut dan kecewa saat melihat Agnes datang tidak sendirian. Jika hanya datang bersama babysitter dan putrinya, mereka tidak masalah dengan itu, tapi ia justru datang bersama seorang pria.
Keterkejutan mereka tidak lama menghilang, dan digantikan ketidaksukaan mereka pada keberadaan pria yang duduk di sebelah Agnes, dan terlihat Agnes sama sekali tidak menjaga jarak dengan pria itu, yang saat ini sedang memangku Jihan.
Setelah sedikit berbasa-basi, Jihan dan dua pria calon investor perusahaannya melakukan pembicaraan tentang bisnis, sedangkan Noah hanya fokus sebagai pendengar.
Pembicaraan berjalan lancar, tapi sebelum kedua investor setuju berinvestasi di perusahaan Agnes yang sedang membutuhkan banyak dana untuk beberapa proyek besar, keduanya mengajukan syarat yang membuat Agnes maupun Noah mengerutkan kening mereka.
Melihat Agnes yang ragu dengan syarat yang mereka berikan, salah satu dari mereka berkata, “Nona Agnes hanya perlu menemani kami mendatangi pesta itu, tapi sayangnya hanya mereka yang memiliki undangan, yang diizinkan memasuki tempat pesta!” usai berkata, pria itu menyodorkan sebuah undangan pada Agnes.
“Kalau memang seperti itu, sebaiknya saya menolak kerjasama diantara kita, dikarenakan saya tidak bisa menghadiri pesta tanpa pria yang aku cinta!” kata Agnes tegas.
Agnes bukan wanita bodoh, yang tidak tahu apa yang direncanakan dua pria yang sejak awal pertemuan senantiasa menatap penuh minat ke arah tubuhnya.
Dari situ ia yakin jika ikut bersama mereka menghadiri pesta malam, yang ia sama sekali tidak tahu apa tujuan diadakannya pesta itu, ia yakin pasti terjadi hal buruk pada dirinya, dan mungkin saja ia akan berakhir menjadi wanita menjijikkan, yang menghangatkan ranjang mereka. Membayangkan semua itu, lebih baik ia tidak menjalin hubungan apapun dengan mereka, dan ia lebih baik mencari calon investor lainnya.
“Sayang, kalau kamu ingin, aku bisa menjadi investor baru di perusahaanmu, tapi dengan syarat kamu senantiasa setia hanya padaku!” Noah yang semula hanya diam, akhirnya ia berkata dan senyuman di wajahnya membuat Agnes tidak akan pernah bosan melihat wajahnya.
Kedua pria itu tidak begitu saja melepaskan Agnes yang ingin mereka jerat dalam hubungan penuh kenikmatan, meski nyatanya jika hubungan itu terjalin, merekalah yang akan merasakan kenikmatan itu. Setelah saling lirik selama beberapa saat, keduanya bersamaan menganggukkan kepala, lalu bersama-sama mereka mengarahkan pandangan ke arah Agnes.
Sedangkan Noah yang sudah membaca apa yang ada dipikiran mereka, ia tersenyum tipis, dan setelahnya berkata, “Tidak usah menawarkan apa yang tidak pernah kalian miliki pada calon istriku! Aku tahu seberapa besar kemampuan kalian, dan kalian tidak akan pernah bisa melampaui apa yang aku miliki!”
Noah tahu mereka berencana membohongi Agnes dengan menawarkan investasi dua kali lebih besar dari yang sebelumnya mereka tawarkan. Bagaimana mungkin mereka bisa menawarkan investasi dua kali lebih besar dari yang sebelumnya, sedangkan keuangan mereka saat ini jauh dari kata baik-baik saja? Tidak sulit bagi Noah mengetahui semua itu selama ia bisa membaca pikiran mereka.
Intinya, dalam kerjasama yang belum terjalin, selain ingin mendapatkan keuntungan dari investasi yang dilakukan, nyatanya mereka juga ingin mendapatkan banyak keuntungan dari tubuh Agnes. Namun, semua itu urung terjadi karena keberadaan Noah. Kalau saja Noah tidak ikut menemani Agnes, mungkin saat ini kedua pria itu sudah membawa tubuh Agnes ke salah satu kamar hotel.
“Kau jangan mengatakan omong kosong, disaat kami belum mengatakan apapun!” teriak salah satu pria.
Noah menyeringai mendengar itu, lalu ia berkata, “Kalian tidak perlu mengatakan apapun, dikarenakan seluruh rencana busuk itu sudah terlihat jelas di wajah kalian! Wajah kalian terlalu jelek untuk menutupi niat buruk, yang kalian tujukan pada kekasihku!”
Agnes tiba-tiba lebih erat memeluk lengan Noah saat ia melihat dua pria yang semula terlihat bersahabat, sekarang mereka tiba-tiba terlihat mengerikan dengan ekspresi marah yang terlihat jelas olehnya. Ingin rasanya ia segera pergi, tapi melihat wajah Noah yang begitu tenang, ia kembali merasa tenang karena yakin dirinya aman selama ada Noah.
Noah sebenarnya ingin segera pergi meninggalkan ruang VIP restoran, meski mereka belum menikmati sedikitpun makanan atau minuman yang tersaji di atas meja, tapi saat ia baru saja ingin membawa Agnes, Jihan, dan juga si babysitter pergi, secara tiba-tiba salah satu pria menyerangnya dikarenakan ia tidak lagi bisa menahan amarahnya karena gagal merasakan kehangatan tubuh Agnes.
“Kalian jangan harap bisa pergi dalam keadaan baik-baik saja setelah membuatku marah, apalagi kau yang telah membuat gagal seluruh rencanaku!” teriaknya, dan sebuah tinju begitu saja melayang ke arah wajah Noah.
Gerakan pria itu sangat cepat, dan Agnes sudah berteriak histeris khawatir pada Noah. Akan tetapi, dimata Noah gerakan pria itu sangat lambat, bahkan ia tidak kesulitan menangkap tinju yang sebentar lagi mengenai wajahnya.
“Aaargh...” Bukan Noah yang berteriak, tapi pria yang ingin memukulnya yang berteriak, dan itu terjadi karena selain menangkap tinjunya, ternyata Noah juga meremas tinjunya, yang menyebabkan jari-jari tangannya patah, dan tentu saja itu sangat menyakitkan.
“Hmmm, jangan berteriak di hadapanku! Siapa yang menyuruhmu melayangkan tinju ke arahku, sedangkan kau tidak tahan dengan rasa sakit?” kata Noah datar, lalu ia begitu saja melepaskan tinju pria yang sekarang terlihat sangat menyedihkan.
Pria yang satunya seketika itu juga tidak berani menyinggung Noah yang dari luar terlihat biasa-biasa saja, tapi siapa yang menyangka jika ia begitu kuat? Temannya saja yang merupakan ahli beladiri, dibuat tidak berdaya, apalagi dirinya yang tidak tahu apa-apa soal beladiri.
Yang ada ia hanya akan babak belur ditangan Noah, yang jelas bukan tandingannya. Daripada babak belur, ia teringat dengan para pengawalnya yang berjaga di luar ruang VIP, dan ia berencana menggunakan kekuatan mereka untuk membuat Noah babak belur, dan nantinya ia bisa pergi bersenang-senang dengan Agnes.
“Apa kau sedang berpikir ingin menggunakan tenaga pengawal yang berada di luar untuk membuatku babak belur? Sayangnya kau tidak akan pernah bisa menggunakan tenaga mereka, dikarenakan bodyguard yang mengikutiku telah membereskan mereka!” Noah menunjukkan layar handphonenya, dan disitu terlihat para pengawal kedua pria di hadapannya telah babak belur di tangan Jacob dan yang lainnya.
“Kalian berdua salah memilih lawan, dan setelah ini mungkin kalian akan mendapatkan pelajaran karena telah berani mencari masalah denganku!” kata Noah, dan setelahnya ia meminta Agnes dan yang lainnya keluar, baru setelahnya ia pergi menyusul mereka.
Keluar dari ruangan dan bertemu Jacob, Noah berkata pada pria itu, “Cari tahu identitas dua pria di dalam ruangan, dan hancurkan semua hal yang berhubungan dengan mereka! Aku yakin kamu mampu melakukan, tanpa harus aku turun tangan secara langsung!”
“Tuan Muda tenang saja, saya lebih dari mampu melakukan semua itu!” kata Jacob, dan entah kenapa ia merasa senang saat Noah mulai memberi kepercayaan padanya, selayaknya kepercayaan yang diberikan Tuan Besarnya, kepada ayahnya.
Ayah Jacob adalah orang kepercayaan Richard, dan ayahnya berharap ia bisa menjadi orang kepercayaan Tuan Mudanya, yang tidak lain adalah Noah.
Setelah selesai mengatakan apa yang ingin ia katakan pada Jacob, Noah segera menghampiri Agnes, yang saat ini sedang menggendong Jihan, sedangkan Laras, babysitter yang membantu Agnes merawat dan menjaga Jihan, wanita itu saat ini sedang menyiapkan susu untuk Jihan yang sudah lapar.
‘Ternyata mereka masih mengawasi dari kejauhan!’ kata Noah dalam hati, saat ia melihat keberadaan orang-orang Morgan, yang ditugaskan menculik Jihan.
Setelah pertemuan yang berbuat kegagalan, Agnes ingin membawa Noah ke kantornya, dan melakukan pembicaraan lanjutan tentang kerjasama yang akan mereka lakukan. “Sayang, bagaimana kalau sekarang kita pergi ke kantorku, dan membicarakan tentang kerjasama di sana? Aku merasa jauh lebih nyaman dan aman membicarakan sesuatu di tempat yang tidak asing!”
Mendengarnya, Noah mengangguk pelan dan tersenyum, lalu setelah Jihan meminum susunya, mereka kembali ke dalam mobil, dan mobil segera melaju menuju kantor Agnes.
“Jacob, persiapkan anak buahmu! Kita akan membersihkan kotoran yang sejak tadi mengganggu perjalananku!” Bunyi pesan yang dikirim pada Jacob, dan pria itu yang sudah tahu maksud pesan Noah, ia segera menyuruh anak buahnya bersiap, dikarenakan ia juga tahu jika sendiri tadi ada dua mobil yang terus membuntuti mobil Tuan Mudanya
Sampai di jalanan sepi yang sebenarnya tidak mengarah ke kantor Agnes, Noah menepikan mobilnya di pinggir jalan. “Tetap berada di dalam mobil, dan jangan pernah keluar dari mobil!” kata Noah tegas dan ia tidak ingin ada bantahan.
Agnes yang tahu jika Noah tidak ingin dibantah, ia hanya mengangguk pelan, dan berkata, “Hati-hati, dan cepat kembali!” Ia tentu saja mengkhawatirkan Noah, tapi setelah melihat senyuman pria itu sebelum pergi, ia yakin Noah akan kembali dalam keadaan baik-baik saja.
“Kalian yang berani mencari masalah denganku, kalian juga harus berani menanggung semua rasa sakit karena sudah mencari masalah denganku!” kata Noah dan ia berjalan santai menghampiri orang-orang yang keluar dari dua mobil, yang sedari meninggalkan rumah Agnes, kedua mobil itu telah membuntutinya.
...----------------...
Bersambung.