
Ketika para penjaga Mansion Noah telah membereskan orang-orang yang menculik Ellena dari kejauhan datang Leo dan anak buahnya. Meski Leo dan anak buahnya masih di dalam mobil, Noah jelas melihat keberadaan mereka dan ia menyuruh penjaga membukakan gerbang Mansion nya, membiarkan lima mobil memasuki Mansion.
Setelah kelima mobil terparkir di halaman Mansion, Leo dan anak buahnya keluar dari mobil mereka masing-masing, dan melihat keadaan puluhan orang yang sudah dilumpuhkan. Tidak ada yang mati dari orang-orang itu, tapi jelas mereka menderita luka yang membuat semuanya meringis menahan rasa sakit.
Melihat seperti apa keadaan orang-orang yang ia takutkan dapat mencelakai Ellena, Leo semakin yakin jika Noah bukanlah sosok sembarangan, apalagi setelah ia melihat penjaga Mansion Noah, yang ia yakinin memiliki kemampuan diatas rata-rata utuk melindungi apa yang harus mereka lindungi.
Apa Noah juga ketua salah satu Mafia seperti dirinya?
Atau hanya sekedar orang kaya yang kebetulan memiliki orang-orang terlatih sebagai penjaganya?
Sangat jelas Leo melihat para penjaga Mansion Noah bukan orang sembarangan, bahkan ia yakin anak buahnya tidak mungkin dapat mengalahkan penjaga Mansion Noah dalam perkelahian satu lawan satu.
Mungkin jika itu lima anak buahnya melawan salah satu penjaga, mereka baru bisa mengimbangi kekuatan salah satu penjaga Mansion Noah. Sungguh perbedaan kekuatan yang terlampau jauh.
“Aku tidak menyangka mudah bagimu membereskan mereka!” kata Leo begitu ia berjumpa Noah.
“Aku hanya melakukan apa yang sudah seharusnya dilakukan untuk melindungi wanitaku!” balas Noah dan ia tersenyum.
“Mendengarnya aku jadi semakin ingin melihatmu secepatnya menjadi adik iparku!” kata Leo.
“Itu pasti akan segera terjadi, tapi ada beberapa hal yang harus aku selesaikan sebelum menikahi Ellena dan yang lainnya!” ungkap Noah.
Leo hanya mengangguk dan tersenyum mendengar semua itu, lalu ia bertanya pada Noah, “Sebaiknya apa yang akan kita lakukan pada mereka? Membiarkan mereka pergi dengan sedikit luka tidak akan memberi efek jera, bagaimana jika hukuman untuk mereka serahkan saja semua padaku?”
“Kakak ipar, kamu bebas melakukan apapun pada mereka, termasuk jika kamu ingin mengeluarkan oragan penting di tubuh mereka, dan menjualnya dengan harga yang layak. Aku yakin itu jauh lebih menguntungkan daripada langsung membunuh mereka!” kata Noah yang mana ia sudah menyelidiki semua bisnis yang dilakukan Leo, termasuk bisnis jual beli organ penting di pasar gelap.
Bukannya terkejut ketika tahu Noah ternyata mengetahui bisnis gelapnya, Leo justru terkekeh pelan dan dengan santainya ia berkata, “Apa kamu ingin mendapatkan bagian dari panen besar kali ini?”
Noah menggeleng pelan. “Kebetulan aku masih memiliki banyak uang yang harus dihabiskan, jadi pergunakan uang itu untuk anak-anak yang membutuhkannya!” kata Noah.
“Aku tidak menyangka mudah bagimu mengetahui semua itu, padahal aku yakin sudah menutup rapat semua informasi itu, bahkan aku tidak tahu jika ada yang bisa mendapatkan informasi tanpa melewati beberapa lapis keamanan yang dibuat ahli IT Mafia Black Panther.”
Kini giliran Noah yang terkekeh pelan, dan berkata, “Keamanan yang dibuat ahli IT kakak ipar masih terlalu lemah dan banyak celah. Jika kakak ipar ingin, aku bisa membuat keamanan sepuluh kali lebih kuat dari buatan mereka!”
“Ternyata aku sedang berurusan dengan ahli IT yang sebenarnya. Baiklah, aku terima tawaran kamu, dan kapan kamu akan melakukan itu?” tanya Leo yang tentu saja ia menginginkan keamanan yang jauh lebih kuat untuk melindungi semua data penting yang berhubungan dengan identitasnya, dan juga semua data tentang apa saja bisnis yang dilakukan Mafia Black Panther.
“Dalam dua hari aku akan memenuhi apa yang menjadi keinginan kakak ipar!” kata Noah dan dua hari sangat cukup untuknya melakukan apa yang diinginkan Leo.
“Kalau begitu dua hari lagi aku tunggu kabar baik darimu, dan sekarang biarkan anak buahku membawa mereka ke tempat, yang sudah seharusnya mereka tempati karena berani mengincar adikku!” kata Leo, dan ia memerintahkan anak buahnya menyeret puluhan orang yang terluka ke dalam mobil box yang sudah dipersiapkan.
“Apa kakak ipar tidak ingin bertemu Ellena?” tanya Noah yang mendapat balasan anggukan kepala dari Leo, lalu mereka berdua pergi ke dalam Mansion.
Ketika memasuki Mansion, Leo kagum dengan keindahan dan kemegahan interior di dalam Mansion Noah. Seumur hidup ia baru melihat orang yang cukup boros untuk tempat tinggalnya dan orang itu adalah calon adik iparnya.
Sampai di lantai empat Mansion, kedatangan Noah dan Leo disambut oleh Ellena dan Joy, sedangkan Farel dan Liam, keduanya sedang melihat keadaan di luar Mansion setelah Noah mengatakan keadaan di luar telah aman.
Keduanya tidak takut melihat puluhan orang dengan luka tembak di tubuh mereka, yang saat ini sedang dimasukkan ke dalam mobil box. Tanpa diketahui Noah, keluarga Farel dan Liam adalah anggota kelompok Mafia Daredevil, yang merupakan sekutu Mafia Black Panther.
Kembali ke dalam Mansion, Ellena mengenalkan kakaknya pada Joy. ‘Wanita yang pantas menjadi saudari adikku,’ kata Leo dalam hati.
Leo sendiri setelah memastikan Ellena dalam keadaan baik-baik saja, dan melihat anak buahnya telah selesai menyelesaikan tugas mereka, ia memutuskan meninggalkan Mansion Noah, dan ia mempercayakan keamanan Ellena pada Noah.
Setelah Leo dan anak buahnya meninggalkan Mansion dan penjaga Mansion yang telah selesai membersihkan sisa pertarungan yang belum lama ini terjadi, Noah membawa Ellena, Joy, serta kedua sahabatnya ke kebun buah tepat di belakang Mansion nya.
Noah tahu dari kepala pelayan jika kebun buah yang berada di belakang Mansion masih bagian dari Mansion miliknya, dan ada lima orang yang bekerja di kebun buah.
Semua pekerja yang bekerja di kebun buah sempat sembunyi saat ada banyak orang bersenjata memasuki kebun buah, tapi saat melihat keberadaan kepala pelayan dan orang-orang yang mengikuti kepala pelayan, mereka berlima buru-buru keluar dari tempat persembunyian dan menghampiri kepala pelayan.
Salah satu pekerja yang bekerja di kebun buah menceritakan apa yang dilihatnya pada kepala pelayan, dan ia merasa lega setelah kepala pelayan mengatakan semua orang bersenjata telah diamankan, tapi seketika kelima pekerja terkejut saat tahu jika ada pemilik tempat mereka berkerja, diantara orang-orang yang mengikuti kepala pelayan Mansion.
Noah maju memperkenalkan diri pada para pekerja yang bekerja di kebun buah, dan setelahnya ia bersama yang lainnya berjalan-jalan di kebun buah, sambil sesekali memetik buah yang siap panen.
Kepala pelayan kembali ke dalam Mansion, dan terlihat ada lima penjaga Mansion yang mengikuti Noah dan yang lainnya dari kejauhan, sama halnya dengan para bodyguard Ellena yang berjaga di kejauhan.
“Aku tidak menyangka rasa anggur yang baru dipetik jauh lebih segar daripada yang dijual di supermarket!” kata Ellena dan ia mencicipi buah anggur yang dipetik langsung dari pohonnya.
Joy setuju dengan Ellena, dan ia suka berada di kebun buah yang dipenuhi banyak buah siap panen. Keduanya terus berkeliling sampai akhirnya mereka sampai di aliran sungai yang menjadi pembatas tanah Mansion dan tanah milik warga sekitar.
Noah yang mengikuti kemanapun mereka pergi, ia akhirnya juga sampai di aliran sungai yang dipenuhi ikan, dan di seberang terlihat banyak orang sedang memancing. “Kalian berdua, bagaimana kalau kita memancing?” tanya Noah pada Farel dan Liam yang baru datang.
Dengan alat pancing yang sudah berada di tangan mereka, Noah, Liam, dan Farel, ketiganya mulai memancing ikan di sungai, sedangkan para wanita dibantu beberapa pelayan yang datang dari Mansion menyiapkan bara api untuk membakar ikan.
“Aku dapat lagi!” kata Noah dan ini adalah ikan kelima yang ia dapat, sedangkan Liam dan Farel, keduanya masing-masing baru mendapatkan dua ikan. Berkat keberuntungan 100% miliknya, tidak sulit bagi Noah mendapatkan ikan sungai, dan tidak lama ia telah memenuhi ember dengan ikan.
Meski tidak banyak ikan yang didapat Liam dan Farel, mereka berhenti memancing karena ikan yang didapat sudah cukup banyak. Para pelayan Mansion yang dibantu pekerja kebun buah, mereka segera membersihkan ikan di aliran sungai yang sangat bersih, dan setelahnya ikan mulai dibakar setelah dilumuri bumbu sederhana.
“Entah kapan terakhir kali aku bisa merasakan kebebasan seperti saat ini, bebas melakukan apapun yang aku mau, tanpa ada yang berteriak melarangku melakukan ini dan itu?” kata Ellena yang selama beberapa tahun terakhir tidak lagi mendapatkan kebebasannya dikarenakan banyak orang yang mengincarnya.
Sebagai putri konglomerat terkaya di negaranya dan banyaknya saingan bisnis keluarganya, Ellena selalu berada dalam bahaya, dan itu membuatnya tidak bisa hidup bebas. Setelah bertahun-tahun lamanya, saat ini adalah kali pertama ia bebas melakukan kegiatan di alam bebas, tanpa ada rasa takut ada hal buruk yang akan terjadi padanya.
“Aku akan sering membawamu bepergian ke alam bebas seperti saat ini, dan aku akan memastikan tidak ada hal buruk terjadi padamu!” kata Noah setelah ia mendengar semua yang dikatakan Ellena.
Ellena tersenyum mendengarnya, lalu ia kembali pada aktivitasnya membakar ikan bersama Joy dan para pelayan. Tidak butuh waktu lama semua ikan selesai di bakar, dan mereka menikmati makan bersama di padang rumput, yang tepat berada di tepian sungai.
Canda tawa mewarnai acara makan mereka, dan setelah puas makan sambil bercanda dan tertawa bersama, mereka memutuskan kembali ke Mansion, dan tidak lama setelah mereka kembali ke Mansion hujan mulai turun.
...----------------...
Malam harinya begitu huja sudah reda, Noah dan yang lainnya menikmati makan malam bersama, dan rencananya mereka malam ini akan bermalam di Mansion. Esok hari mereka baru akan kembali ke pusat kota, meski sebenarnya mereka masih ingin lebih lama tinggal di Mansion yang sekelilingnya sangat tenang.
Saat Noah mengatakan di akhir pekan satu minggu lagi ia akan kembali ke Mansion miliknya, Ellena dan Joy jelas ingin ikut pergi dengannya, begitu juga dengan Farel dan Liam. Mendengar keinginan mereka, Noah hanya berkata jika minggu depan ia juga akan membawa beberapa orang untuk berkunjung ke Mansion nya.
Ellena dan Joy bisa menebak siapa yang akan Noah ajak mengunjungi Mansion nya. Sedangkan Farel dan Liam, keduanya tidak terlalu peduli siapa yang akan diajak Noah, dikarenakan yang penting mereka boleh ikut dan tidak ditinggal di kota saat Noah dan yang lainnya justru pergi ke Mansion di puncak.
Selesai makan malam, Farel dan Liam memilih main game di ruang hiburan, sedangkan Noah, Ellena dan Joy, keduanya memilih pergi ke balkon kamar utama untuk menikmati suasa malam, dengan ditemani suara bising serangga malam yang anehnya justru membuat mereka tenang. Bagi mereka, suara serangga malam jauh lebih baik dari suara mesin kendara di kota.
“Noah, kapan kamu akan mengajukan lamaran resmi untukku dan untuk Joy?” tanya Ellena memecah keheningan malam.
“Kenapa namaku kamu sebut?” tanya Joy pada Ellena.
“Joy, apa kamu tidak ingin menjadi istri Noah? Akan tetapi kamu harus bisa berbagi jika ingin menjadi istri Noah, dikarenakan aku bisa pastikan ia tidak hanya akan memikirkan satu orang istri, melainkan lebih dari satu!” kata Ellena.
“I-I-Itu, aku memang ingin menjadi istri Noah, dan aku sama sekali tidak keberatan berbagi suami, asalkan itu bukan dengan selingkuhan!” kata Joy dengan sedikit menunduk, malu menunjukkan wajahnya pada Ellena apalagi pada Noah.
“Bagaimana mungkin aku selingkuh sedangkan nantinya aku sudah memiliki seluruh kecantikan yang ada di dunia ini?” ujar Noah dan ia memegang tangan Ellen dan Joy. Kebetulan ia berdiri di tengah-tengah mereka, jadi ia bisa melakukan apa yang saat ini sedang ia lakukan.
Joy terlihat tersenyum meski ia masih menundukkan kepalanya, sedangkan Ellena, ia tersenyum lebar, dan ia langsung saja memeluk lengan Noah. “Apa kamu tidak ingin mencicilnya malam ini?” bisik Ellena, dan ia semakin erat memeluk lengan Noah.
Noah menela ludak kasar saat mendengar bisikan Ellena, dan ia merasa juniornya mulai menegang saat Ellena memeluk lengannya, dan Joy tiba-tiba saja juga memeluk lengannya seperti yang dilakukan Ellena. Merasakan dua bukit kembar Joy dan Ellena, serta mengingat kembali bisikan Ellena, Noah merasa juniornya sangat siap melakukan pertarungan, tapi ia tidak ingin itu terjadi malan ini.
Bohong besar jika ia tidak menginginkan semua itu terjadi malam ini juga, tapi ia merasa masih bisa bertahan, dan baru akan melakukannya setelah ia dan para wanitanya resmi menjadi suami istri.
‘Noah, kamu harus bisa bertahan dari godaan mereka!’ kata Noah dalam hati memotivasi dirinya sendiri.
“Ellena, Joy, aku tidak akan melakukan sesuatu pada kalian sebelum kita resmi menjadi pasangan suami istri! Kalau hanya tidur bersama, rasanya malam ini kita memang akan tidur bersama!” kata Noah dan karena sama-sama sudah mengantuk, mereka memutuskan pergi ke kamar dan malam ini mereka tidur di kamar yang sama serta ranjang yang sama.
Di atas tempat tidur, Noah tidur di tengah-tengah antara dua wanita, dimana Joy berada di sisi kirinya dan Ellena berada di sisi kanannya. Merasa di bawah sana juniornya masih saja bangun, ia yang sebelumnya mengantuk, ia tiba-tiba tidak lagi mengantuk, tapi tidak lama kemudian ia tertidur begitu Ellena dan Joy memeluk tubuhnya dari sisi kanan dan sisi kiri.
...----------------...
Di rumah sakit milik Mafia Black Panther.
“Tuan, operasi berjalan lancar dan untuk beberapa hari ke depan, kita bisa mendapatkan banyak untung dari orang-orang yang siang ini Tuan bawa ke tempat ini!” kata dokter pribadi Leo, dan ia sedang berbicara dengan Leo.
Leo terkekeh pelan mendengar itu. “Lakukan yang terbaik untuk mendapatkan organ dalam yang bersih dan dalam keadaan sehat!” kata Leo lalu ia pergi meninggalkan ruang operasi, yang senantiasa tercium amis darah dari tempat itu.
Keluar dari ruang operasi, Leo bertemu dengan Geo, pemimpin ahli IT Mafia Black Panther. “Bagaimana, apa kamu sudah berhasil mengetahui indentitas calon adik iparku?” tanyanya.
Mendengar itu Geo menggelengkan kepala pelan. “Tidak ada yang aku dapatkan dari identitasnya selain namanya, dan jika aku memaksa lebih keras, takutnya itu justru akan membahayakan keberadaan kita karena ada banyak negara yang mengamankan identitasnya.”
“Le, entah kenapa aku yakin pria itu memang pasangan yang tepat untuk Ellena,” lanjut Geo yang juga merupakan teman Leo, bahkan mereka sudah berteman sejak SMP.
Leo mengangkat kedua sudut bibirnya, dan ia tersenyum. “Dia memang pria yang tepat untuk menjadi pasangan adikku, dan sampai saat ini hanya dia yang tepat menempati posisi itu di kehidupan adikku!”
...----------------...
Bersambung.