Sistem Pekerja Keras

Sistem Pekerja Keras
Kedatangan Kelompok Pembunuh Bayaran


Setelah dua jam akhirnya Agnes dan juga Joy berhasil mendapatkan seluruh manfaat dari mengkonsumsi pil kekuatan super. Meski mereka belum membuktikan secara langsung manfaat yang didapat dari pil kekuatan super, keduanya dapat merasakan jika tubuh mereka saat ini dipenuhi tenaga yang meluap-luap, dan mereka yang seumur hidup tidak pernah belajar teknik beladiri ataupun teknik menggunakan senjata, entah kenapa mereka saat ini merasa telah menguasai berbagai jenis teknik beladiri, begitu juga dengan teknik menggunakan berbagai jenis senjata.


“Apa semua ini manfaat yang aku dapat setelah mengkonsumsi pil itu?” tanya Agnes pada dirinya sendiri. Sedangkan Joy yang hanya diam, ia pun memiliki pertanyaan yang sama.


“Sepertinya semua ini memang manfaat dari pil yang telah kita konsumsi!” kata Joy, meski ia belum tahu pasti apa yang saat ini dirasakan Agnes.


“Adik Joy, kalau aku boleh tahu apa yang kamu dapatkan setelah mengkonsumsi pil itu?” tanya Agnes penasaran.


Mendengar itu Joy menjelaskan seluruh manfaat yang ia dapat setelah mengkonsumsi pil pemberian Noah, dan setelahnya Agnes mengatakan jika ia juga mendapatkan manfaat yang sama persis seperti yang didapatkan Joy. Dari situ keduanya menyimpulkan jika kedua pil pemberian Noah memberi manfaat yang sama pada mereka berdua.


“Manfaat dari pil itu sangat baik untuk kita, dengan begini aku merasa bisa melindungi diri sendiri, seandainya ada bahaya datang sewaktu-waktu,” ungkap Joy, dan ia tersenyum senang.


“Bukan hanya bisa melindungi diri sendiri, tapi dengan begini kita juga tidak akan terlalu membebaninya, dikarenakan sebelumnya kita terlalu menggantungkan keamanan padanya!” kata Agnes yang merasa jika dirinya selama ini terlalu membebani Noah, tapi mulai sekarang ia bertekad untuk tidak lagi menjadi beban untuknya.


Sementara itu Noah yang sedari tadi mendengar pembicaraan kedua kekasihnya, ia hanya diam sambil sedikit tersenyum, dan setelahnya ia yang sebelumnya berada di balik tembok bersebelahan dengan mereka, ia menghampiri mereka tentunya dengan Jihan yang setia berada di gendongannya.


“Tidak ada diantara kalian yang menjadi beban untukku! Apa yang selama ini aku lakukan untuk kalian, itu adalah kewajibanku sebagai kekasih kalian!” kata Noah begitu ia sudah berada di hadapan Agnes dan Joy, yang mana keduanya hanya bisa tersenyum kaku karena sadar jika Noah sedari tadi mendengar pembicaraan mereka.


......................


Beberapa waktu kemudian di halaman belakang rumah Noah.


Agnes dan Joy sedang melakukan latih tanding di halaman belakang rumah, bersebelahan dengan taman yang menjadi satu dengan taman yang berada di halaman belakang rumah Agnes.


Di bawah langit malam, latih tanding yang mereka lakukan sudah berlangsung selama satu jam, tapi belum terlihat jika ada diantara merka yang terlihat kelelahan, yang ada mereka masih bersemangat latih tanding, meski hasilnya masih berimbang.


Noah yang menjadi penonton, ia puas dengan kekuatan serta keterampilan kedua kekasihnya, dan ia tidak sabar memberikan pil kekuatan super pada Ellena, Sasa, dan Jane. Sementara itu, Jihan yang berada di pangkuan Noah, anak kecil itu sudah tertidur lelap sejak beberapa saat yang lalu.


“Lima orang pria terlatih belum tentu dapat mengalahkan salah satu dari mereka, meskipun orang-orang itu menggunakan senjata,” kata Noah memberi penilaian pada Agnes dan Joy setelah melihat latih tanding mereka.


Pada akhirnya latih tanding mereka berakhir setelah melakukannya selama hampir satu setengah jam, dan hasil latih tanding itu menunjukkan jika kekuatan dan keterampilan keduanya berimbang. Jadi, tidak ada pihak yang kalah ataupun pihak yang menang dalam latih tanding, yang keseruannya baru saja berakhir.


Salah satu pelayan di rumah Noah menyerahkan botol minum berisi air mineral pada Agnes dan Joy begitu keduanya selesai melakukan latih tanding.


Tanpa sepengetahuan Noah, para pelayan di rumahnya adalah seorang ahli beladiri, dan meski mereka ahli beladiri, para pelayan itu merasa keterampilan serta kekuatan mereka tidak sebanding dengan apa yang dimiliki kedua kekasih Tuan mereka.


Mereka sangat yakin jika harus melakukan latih tanding satu lawan satu dengan salah satu kekasih Noah, maka hasilnya adalah kekalahan telak untuk mereka. Sebagai ahli beladiri tentu mereka bisa menilai kemampuan orang lain, dan penilaian mereka tentang keterampilan serta kekuatan kedua kekasih Noah tidaklah salah dan semua itu bisa dibuktikan secara langsung.


“Bukannya kalian terlalu lama melakukan latih tanding? Lihat, bahkan Jihan sudah tertidur lelap karena menunggu kalian selesai melakukan latih tanding!” kata Noah, dan ia menunjukkan pada Agnes dan Joy keadaan Jihan yang tertidur nyenyak dalam gendongannya. Meski lama menggendong Jihan, tidak ada tanda-tanda Noah kelelahan, dan ia juga tidak mengeluh.


“Sebaiknya kita makan malam dulu, baru setelahnya istirahat!” kata Agnes yang sebenarnya ia tidak enak hati karena membuat Noah terlalu lama menggendong Jihan.


......................


‘Entah kenapa malam ini firasatku jauh dari kata baik-baik saja,’ kata Noah membatin, dan tidak lama kemudian ia mendengar suara sistem menggema dalam kepalanya.


[Misi sistem terpicu]


[Tuan harus mengerjakan misi sistem, melumpuhkan keberadaan belasan pembunuh bayaran yang dikirim untuk membunuh Tuan! Mereka akan datang lima menit lagi, dan mereka akan datang dari segala arah! Tuan harap berhati-hati karena mereka membekali diri dengan senjata api, dan terdapat keberadaan sniper di rumah tiga lantai yang berhadap-hadapan dengan rumah Tuan]


[Hadiah misi]


[Hadiah baru bisa dilihat begitu Tuan meyelesa misi sistem]


Noah mengangguk pelan setelah mendengar misi yang harus ia kerjakan, dan soal senjata api ataupun keberadaan sniper ia terlalu memikirkan semua itu. Dengan keterampilan kebal terhadap berbagai senjata, selama hanya dirinya yang diincar, semua itu tidak akan membahayakannya.


‘Sebaiknya aku mulai melumpuhkan mereka dengan terlebih dahulu menyingkirkan si sniper,’ katanya membatin, dan ia menggunakan keterampilan mata tembus pandang untuk mencari keberadaan sniper.


Tidak sulit baginya menemukan keberadaan sosok itu, dikarenakan sosok itu baru saja menyiapkan senjata begitu berada di atap rumah berlantai tiga yang berhadap-hadapan dengan rumah Noah.


Tanpa membuang waktu berharga yang dimilikinya, sebelum kawanan pembunuh bayaran tiba di rumahnya, Noah dengan gerakan sangat cepat bergerak menuju tempat persembunyian sniper yang sedang merakit senjatanya.


Melompati pagar rumah yang teekunci rapat, lalu beberapa kali melompati dinding sampai akhirnya ia berada di lantai tertinggi rumah, yang keberadaannya langsung berhadap-hadapan dengan rumahnya.


Muncul tanpa suara tepat di belakang sosok sniper yang tidak menyadari keberadaannya, Noah langsung saja melumpuhkan sosok itu menggunakan racun pelumpuh yang ia keluarkan dari ruang segala jenis racun.


Dengan racun itu sosok sniper akan kehilangan kesadarannya selama tujuh hari, dan karena malam Noah tidak ingin mengotori tangannya dengan membunuh seseorang, ia akan menyerahkan sosok sniper pada Jacob, dan membiarkan Jacob melakukan apapun pada sosok sniper yang sudah tidak berdaya.


Setelah melumpuhkan sosok sniper, masih dengan keterampilan mata tembus pandang yang dapat meningkatkan kemampuan penglihatannya di malam hari, Noah jelas melihat keberadaan belasan orang yang bergerak mendekati rumahnya.


Mengamati barang-barang apa saja yang ada di tubuh mereka, Noah tiba-tiba saja tersenyum karena ia melihat jika barang-barang yang ada di tubuh mereka semua sama persis seperti apa yang dikatakan sistem padanya.


Langsung melompat turun dari lantai tiga, Noah segera bergerak cepat, berlari ke tempat pembunuh bayaran yang paling dekat jaraknya dari rumahnya.


‘Kalian yang datang dengan niat buruk, tidak akan ada jalan kembali untuk kalian. Malam ini, di tempat ini, kalian semua akan musnah di tanganku,’ kata Noah membatin, dan ia akan mengerahkan keterampilan terbaiknya untuk mengalahkan musuh-musuhnya.


......................


Bersambung.