
Malam hari di desa Elf wanita.
Saat ini Noah sedang berkumpul dengan seluruh kekasihnya untuk makan malam bersama. Dua belas wanita masak bersama menyiapkan makanan untuk makan malam, dan kini mereka ingin menikmati hasil kerja kerasnya bersama dengan Noah, satu-satunya kekasih mereka.
Rafael dan delapan vampir lainnya tidak ikut makan malam bersama, dikarenakan mereka saat ini sedang istirahat, setelah seharian melakukan pekerjaan yang cukup menguras stamina. Sedangkan Victoria, dia sedang bersantai di halaman belakang rumah, sambil menikmati segelas darah segar pemberian Noah, yang di dapatkan dari toko sistem.
Flora tidak ikut makan malam bersama karena saat ini dia sedang mendisiplinkan para manusia, yang sebelumnya sempat lepas kendali karena melihat kecantikan yang dimiliki oleh keseluruhan kekasih Noah.
Mereka para manusia mendapatkan ancaman tegas dari Flora, yaitu berupa pengusiran dari desa, jika sampai berani melakukan kesalahan yang sama.
Dia bahkan tak akan segan membunuh manusia, jika mereka tak menururi peraturannya. Bagaimana juga mereka tinggal di desanya, dan jika tidak menuruti peraturannya, sama saja mereka menentangnya, dan harus siap menerima akibat dari menentangnya.
Sebenarnya situasi sore tadi sangatlah wajar, dikarenakan jumlah wanita manusia hanya setengah dari jumlah pria, dan hampir seluruh wanita telah menemukan pasangan hidupnya, lalu sisanya masih anak-anak, jauh dari kata cukup umur untuk menjalin hubungan suami istri.
Melihat banyaknya wanita cantik, tentu mereka tertarik untuk memiliki salah satunya, dan jelas saja mereka iri saat seluruh wanita itu ternyata hanya milik seorang pria. Mereka yang merasa tidak adil, dengan sekuat tenaga ingin melawan, tapi itu jelas kesalahan karena mereka ingin memiliki sesuatu, yang jelas-jelas telah ada yang memilikinya.
......................
Usai makan malam bersama, Ellena, Nancy, dan Jane pamit istirahat. Mereka hanya istirahat, tidak langsung tidur karena itu tidak baik bagi mereka yang baru saja selesai makan malam.
Yuna, Suzy, Prilly dan Joy pergi ke halaman belakang menemani Victoria yang sedang bersantai. Sementara Vika, Amel, Sasa dan Anggun, mereka menyusul pergi ke halaman belakang, setelah merapikan dapur.
Tersisa Noah dan Agnes yang masih berada di ruang makan, dan saat semua orang telah pergi, keduanya pergi ke halaman depan, untuk melihat ada tidaknya pengganggu yang ingin menerobos masuk.
Baik Noah maupun Agnes, awalnya mereka tidak melihat siapapun di luar pagar rumah, yang terhubung langsung dengan halaman rumah, tapi tak lama mereka mendapatkan informasi penting dari sistem.
[Tuan dan Nona, saat ini ada lima belas orang sedang mengintai rumah dari balik pepohonan, tak jauh dari pagar rumah. Mereka sepertinya memiliki niat buruk, dan niat itu akan dilakukan begitu mereka memastikan seluruh penghuni rumah telah terlelap]
Mendengar itu, Noah langsung saja menggunakan keterampilan mata tembus pandang, untuk melihat ke arah yang ditunjukkan oleh sistem. Tak lama kemudian dia melihat sesuatu yang sama seperti informasi sistem.
“Mereka semua manusia, dan seluruhnya adalah pria, bahkan beberapa dari mereka adalah orang-orang yang tadi sempat membuat kerusuhan di depan rumah, sesaat setelah kedatangan kita,” jelas Noah pada Agnes.
“Orang-orang yang dipenuhi sifat iri seperti mereka tidak akan pernah jera sebelum kematian mendatanginya,” kata Agnes sambil menoleh menatap Noah, lalu dia kembali berkata, “Sayang, apa kamu akan memberikan kematian pada mereka?” tanyanya.
“Mereka telah mengabaikan peringatanku sore tadi, jadi tidak ada alasan untukku tidak membunuh mereka, sebagai konsekuensi mereka telah mengabaikan peringatanku yang sangat jelas!” kata Noah menjawab pertanyaan Agnes.
Mendengarnya, Agnes menganggukkan kepala, setuju dengan apa yang akan dilakukan Noah.
“Sebaiknya kita segera masuk ke dalam, dan buat suasana rumah sehening mungkin, supaya mereka segera keluar dari persembunyiannya, dan melakukan apa yang menjadi tujuan mereka,” kata Noah, yang dibalas senyuman penuh arti oleh Agnes, lalu keduanya bersama-sama masuk kedalam rumah, bahkan Agnes memeluk mesra lengan Noah, untuk semakin membuat iri orang-orang yang melihat mereka dari tempat persembunyiannya.
Sementara itu, lima belas orang yang bersembunyi di balik pepohonan, mereka yang melihat bagaimana Agnes memeluk mesra lengan Noah, mereka semakin iri dan secepatnya ingin memisahkan mereka. Kematian Noah adalah tujuan mereka, sementara para wanitanya akan mereka ambil.
“Kalian semua tahan diri dan jangan terpancing emosi melihat kemesraan mereka! Sedikit lagi kita akan bergerak untuk membunuh pria itu, lalu kita akan memiliki para wanitanya,” kata salah satu pria yang sebenarnya dia sendiri sangatlah iri, dengan apa yang baru saja dia lihat.
“Kita harus berhasil membunuh pria itu, dan mengambil wanitanya! Aku sama sekali tidak peduli dengan ancaman wanita Elf pemimpin desa ini, yang mengancam akan mengusir kita. Selama aku mendapatkan salah satu dari wanita pria itu, aku rela meninggalkan desa ini, dan berjuang berdua di luar sana,” ungkap pria yang lain.
“Tenang saja, kau tidak akan pergi seorang diri, karena aku akan ikut pergi denganmu meninggalkan desa ini, begitu kita berhasil mendapatkan salah satu wanita yang ada di dalam sana!” Pria di sebelah pria yang sebelumnya bicara dengan begitu percaya diri.
Setelah puas membicarakan rencana mereka ke depannya, mereka semua kembali fokus pada rumah yang menjadi tujuan mereka. Seluruh mata fokus melihat keadaan rumah yang mulai sepi, tapi mereka masih belum bergerak, untuk melakukan apa yang sangat ingin mereka lakukan.
Belum lama ini mereka melihat dua orang yang baru saja memasuki rumah, jadi mereka belum yakin jika mereka semua telah terlelap. Setidaknya mereka akan menunggu sampai tengah malam, dan baru saat itu mereka akan masuk ke dalam rumah, membunuh pria yang telah membuat mereka iri, lalu membawa pergi semua wanitanya.
Di sisi lain, Noah yang berada di dalam rumah, bukannya pergi istirahat seperti harapan mereka yang sedang melakukan pengintaian, dan menunggu waktu yang tepat untuk menerobos masuk, nyatanya Noah saat ini sedang bersantai di halaman belakang bersama para wanita, kecuali ketiga kekasihnya yang sudah beristirahat di kamar mereka.
“Sayang, bagaimana kalau kamu menjadikan Victoria sebagai salah satu kekasihmu?”
Uhuk...
Victoria seketika terbatuk teesedak ludahnya sendiri, begitu dia mendengarkan perkataan Joy.
Dia akui jika sosok Noah sangat menarik, dan dia memang tertarik, bahkan dia tidak peduli jika menjadi kekasih yang kesekian. Namun, dia tidak ingin menjadi kekasihnya dalam waktu dekat apalagi karena sebuah keterpaksaan, terutama Noah yang terpaksa menerimanya sebagai kekasih.
“Joy, jangan mengatakan sesuatu yang tidak mungkin terjadi,” kata Victoria, yang memang sudah akrab dengan seluruh kekasih Noah.
“Itu bukan sesuatu yang tidak mungkin terjadi. Aku tau kamu menginginkannya, dan kamu tidak keberatan dengan keinginanmu.” Seluruh kekasih Noah mengangguk, mendengar perkataan Joy. “Akan tetapi terjadi atau tidaknya, sekarang itu semua tergantung keputusan sayangnya kita,” lanjut Joy sambil menatap lekat sosok Noah.
Noah yang ditatap Joy dan yang lainnya, bahkan Victoria juga menatapnya, dia sebenarnya ingin mengatakan ‘Ya’, tapi belum juga mengatakan itu, perhatiannya seketika tertuju pada suara dari bagian depan rumah.
Mendengar suara itu, seketika Noah menutup rapat mulutnya, begitu juga dengan para wanita, yang telah tau jika akan ada penyusup memasuki rumah, dengan tujuan buruk pada mereka semua, terutama pada Noah.
“Kita masuk!” kata Noah dengan sangat pelan, lalu mereka semua masuk ke dalam rumah tanpa menimbulkan sedikitpun suara langkah kaki.
Para penyusup baru saja berhasil membuka pintu, dan semua itu terlihat jelas oleh kedua mata Noah, yang telah menggunakan keterampilan mata tembus pandang.
Kamar yang ditempati Nancy, Ellena dan juga Jane berada lebih dekat dari halaman belakang, jadi mereka berada di tempat aman, dan para penyusup saat ini justru mendekati pintu kamar, yang di dalamnya terdapat Rafael yang sedang istirahat, dan tepat di sebelah kamar itu terdapat kamar kedelapan vampir, pengawal Rafael.
‘Mereka datang hanya untuk mencari kematian,’ batin Noah sambil terus mengawasi pergerakan mereka.
“Sayang, bagaimana kalau sekarang juga kita tangkap dan beri hukuman kematian pada merek?” tanya Agnes berbisik di dekat telinga Noah.
“Kita tidak perlu turun tangan karena begitu mereka masuk kedalam kamar Kakakku, dan tak sengaja membangunkannya, mereka semua pasti mati tanpa sempat melawan atau bahkan pergi dari tempat ini!” kata Victoria pelan, tapi semua orang dapat mendengarnya.
Benar seperti apa yang dikatakan oleh Victoria. Begitu orang-orang itu masuk ke dalam kamar Rafael, dan tanpa sengaja membangunkannya, Rafael yang marah langs membunuh mereka semua, bahkan dia menyedot darah mereka sampai mengering.
Lima orang yang selamat mencoba pergi melarikan diri, tapi Rafael jauh lebih cepat dari mereka semua, dan pada akhirnya mereka semua mati, menyusul rekan mereka yang sudah lebih dulu mati.
Victoria yang melihat semua itu terkekeh pelan, sedangkan wanita lainnya hanya menggelengkan kepala pelan.
“Mereka ini benar-benar datang hanya untuk mencari kematian,” gumam pelan Noah.
......................
Bersambung.