Sistem Pekerja Keras

Sistem Pekerja Keras
Pembunuhan Berencana


Ketika Noah, Ellena, serta Ellina sudah berada di Mansion keluarga Ludwing, Richard mempersilahkan mereka duduk di sofa, yang berada di ruang santai tidak jauh dari kolam renang yang keberadaannya tepat berada di tengah-tengah bangunan Mansion. Lima pelayan segera datang untuk menyajikan camilan dan minuman, yang akan menemani mereka membahas banyak hal yang berhubungan dengan keluarga Ludwing, dan berhubungan dengan Noah juga Ellena.


Richard, sejak melihat wajah Noah secara langsung untuk pertama kalinya, ia terus menatap wajah yang mengingatkannya pada sosok putranya, yang tidak lain adalah ayah Noah. Ia melihat banyak kesamaan antara wajah Noah dengan putranya, dan tentu saja kesamaan diantara mereka, semua itu jelas menurun dari dirinya.


Noah sebenarnya juga melihat banyaknya kesamaan penampilan antara dirinya, ayahnya, dan juga Richard yang merupakan kakeknya, tapi ia tidak terlalu peduli dengan semua itu, dikarenakan ia saat ini hanya berfokus pada apa yang ingin ditanyakannya pada sang kakek.


Namun, ia merasa sangat beruntung karena cucu yang sedang dicari kakeknya itu adalah dirinya, dan itu artinya dirinya lah yang akan dijodohkan dengan Ellena.


Setelah cukup lama semua orang hanya berdiam diri tanpa ada yang memiliki niatan membuka obrolan, Noah akhirnya membuka suara, dan memulai obrolan diantara mereka.


“Kakek, apa sekarang juga bisa menjelaskan alasan kenapa ayah dan ibu pergi meninggalkan keluarga Ludwing?” tanya Noah langsung ke intinya.


Noah tidak suka basa-basi, begitu juga dengan Richard. Mendengar pertanyaan Noah, tanpa banyak berpikir Richard segera memberi jawaban, “Saat itu keluarga Ludwing dalam masalah besar, bahkan kedua kakak ayahmu mati di tangan musuh keluarga Ludwing. Dikarenakan keadaan yang begitu bahaya, kakek mengirim kedua orangtuamu dan kamu yang masih kecil ke negara ini, dan akhirnya setelah bertahun-tahun kakek dan sisa kekuatan keluarga Ludwing berjuang, masalah itu akhirnya bisa terselesaikan.”


Sejenak Richard menarik napas panjang dan kembali ia berkata, “Namun sayangnya semua sudah terlalu terlambat. Kakek yang terlalu fokus pada masalah keluarga Ludwing sampai melupakan keberadaanmu dan kedua orangtuamu, bahkan kematian kedua orangtuamu kakek belum lama ini mengetahuinya, dan sejak mengetahui semua itu kakek memutuskan tinggal di tempat ini sekaligus mencari keberadaanmu!”


Richard menambahkan jika saat ini kedua kakak ayah Noah, mereka saling bekerjasama menjaga keluarga Ludwing, dan keduanya sangatlah menyesal karena tidak tepat waktu menyadari apa yang terjadi pada adik kesayangan mereka. Keduanya bahkan sempat depresi saat tahu adik yang ingin mereka lindungi dengan mengirim ke negara lain justru telah tiada karena sebuah kecelakaan.


“Cucuku, apa kamu tahu jika kecelakaan kedua orangtuamu bukanlah murni kecelakaan melainkan ada yang sengaja ingin mencelakai mereka?” ujar Richard yang tentu saja membuat Noah terkejut.


Noah yang masih tidak tahu apa-apa, pada saat itu ia melihat kejadian yang menimpa kedua orangtuanya adalah murni kecelakaan tabrak lari, yang mana kecelakaan itu telah merenggut nyawa mereka. Namun, mendengar apa yang dikatakan kakeknya, ia mengingat beberapa kejanggalan setelah kematian kedua orangtuanya.


Mulai dari perusahaan ayahnya yang berpindah nama menjadi milik orang lain, serta harta benda milik keluarganya yang disita dengan alasan melunasi hutang pada pihak Bank, lalu terakhir polisi tidak mencari pelaku kecelakaan tabrak lari yang menimpa orangtuanya.


Noah sangat tahu dan masih ingat siapa sosok yang saat itu tiba-tiba menjadi pemilik baru perusahaan milik ayahnya, yang mana sebelumnya perusahaan itu 100 persen kepemilikannya atas nama ayahnya. Orang itu adalah Adam, yang tidak lain adalah ayah Edgar.


“Kakek dan kedua Pamanmu sudah menyelidiki kasus kematian kedua orangtuamu, dan begitu semua bukti terkumpul, pelaku mengarah pada satu orang, dan kakek yakin kamu mengenali siapa orang itu!” kata Richard.


“Adam Willian Smith, apa orang itu yang kakek maksud?” tanya Noah dengan sorot mata tajam menatap Richard yang terlihat tenang meski ia sedang menahan amarahnya.


Richard mengangguk pelan, dan ia sama sekali tidak tidak menutupi kenyataan itu dari Noah. “Orang itu sengaja melakukan perencanaan pembunuhan pada kedua orangtuamu, dikarenakan ia ingin menguasai perusahaan ayahmu yang saat itu sedang berkembang pesat.”


“Ayah dan ibumu saat itu tidak mengenalkan diri mereka sebagai bagian dari keluarga Ludwing, oleh karena itu pria dari keluarga Smith berani melakukan tindakan kejam pada kedua orangtuamu! Namun, sekarang keluarga itu akan mulai membayar apa yang sudah meraka lakukan!” Richard tidak hanya mencari keberadaan cucunya selama di Negara I, tapi ia juga memulai rencana balas dendam pada keluarga Smith, yang telah melakukan pembunuhan berencana pada anggota keluarga, yang sangat ingin ia lindungi.


Saat ini rencana Richard sudah mulai dijalankan, dan rencana itu nantinya bertujuan menghancurkan keluarga Smith sampai ke akar-akarnya. Mereka yang lebih dulu mencari masalah dengan keluarga Ludwing, dan ke depannya mereka harus menanggung apa yang sudah dilakukan pada keluarga Ludwing.


Kematian terlalu ringan untuk mereka. Membuat mereka kehilangan semua yang dimiliki saat ini, dan membuat mereka menderita setelah kehilangan segalanya, itulah yang akan dilakukan Richard, dan semua rencananya saat ini berjalan lancar, sedangkan keluarga Smith, mereka tidak akan sadar jika sudah masuk dalam rencana Richard.


Untuk saat ini Noah telah tahu apa sebenarnya yang terjadi pada kedua orangtuanya, saat mereka harus pergi meninggalkan keluarga Ludwing, dan sekarang ia juga tahu jika kematian kedua orangtuanya merupakan rencana dari Adam, yang di masa lalu merupakan rekan kerja ayahnya.


“Untuk membalas kematian kedua orangtuamu, kakek sudah melakukan rencana balas dendam pada mereka, tapi kakek tidak melarangmu ikut membalas perbuatan mereka! Namun, untuk sekarang bagaimana kalau kita membahas pertunanganmu dengan Ellena dan wanita yang lain?” ujar Richard dan ia tersenyum meski hanya senyuman yang begitu tipis.


“Tentu aku akan ikut membalas perbuatan mereka yang sudah keterlaluan, tapi benar kata kakek, untuk saat ini sebaiknya kita membahas tentang pertunanganku dengan Ellena dan yang lainnya!” kata Noah.


Ellena dan Ellina yang sebelumnya hanya diam mendengar pembicaraan kakek dan cucunya, mereka masih saja diam saat mendengar kedua pria itu mulai membahas banyak hal tentang rencana pertunangan dan pesta.


Richard akan berkumpul dengan para pemimpin keluarga calon istri Noah untuk membicarakan hari yang tepat untuk menggelar pesta pertunangan. Sedangkan untuk acara pesta pertunangan, itu akan menjadi tugas para wanita dari semua keluarga, termasuk Ellina yang merupakan ibu dari Ellena.


Pembicaraan mereka akhirnya berakhir saat tiba jam makan siang, dan setelah makan siang bersama Noah memutuskan membawa Ellena pergi jalan-jalan. Dikarenakan ingin kenikmati waktu berdua dengan Ellena, Noah memilih menggunakan salah satu mobil sport yang berada di Mansion keluarga Ludwing, sedangkan mobilnya, ia menyuruh Diki membawanya pulang.


...----------------...


Noah menatap wajah cantik Ellena saat mereka baru saja memasuki mall terbesar yang ada di ibukota. Meski belum puas melihat wajah cantik Ellena, Noah harus melihat ke arah depan karena sekarang mereka sedang berjalan di mall yang ramai pengunjung meski di siang hari, di saat kebanyakan orang sedang sibuk bekerja.


Namun, saat ia menemani Ellena yang ingin membeli tas, ia justru melihat keberadaan Edgar yang sedang jalan berdua dengan Nancy. Mereka belum menyadari keberadaan Noah dan Ellena yang sedang jalan bersama, dan sebenarnya saat ini Noah dan Ellena sedang menunggu Sasa yang sebelumnya sedang dalam perjalanan menuju mall.


Sasa sebelumnya mengirim pesan ke Ellena, mengajaknya pergi ke mall. Ellena yang sudah lama berteman dengan Sasa, ia memberitahu Sasa jika saat ini sedang jalan bersama Noah, dan ia berharap segera datang supaya mereka bisa menikmati waktu bertiga.


Untuk Agnes, Joy, dan Jane, siang ini mereka tidak bisa ikut pergi karena sedang ada kegiatan. Agnes yang sedang mengurus perusahaan peninggalan suaminya, Joy yang ada jam mengajar, dan Jane yang harus mengikuti les privat karena sebentar lagi ia akan melakukan ujian akhir.


Jadilah hanya Ellena dan Sasa yang siang ini akan menghabiskan waktu bersama Noah, meski sampai saat ini Sasa belum terlihat batang hidungnya, tapi pesan terakhirnya pada Ellena, ia mengatakan sudah berada di mall dan sedang berjalan ke tempat Ellena membeli tas.


“Maaf, jalanan sedikit macet jadi aku lama sampai!” kata Sasa yang baru saja sampai, dan ia duduk di sebelah Noah untuk sejenak istirahat karena lelah berjalan.


Ellena tidak cemburu melihat Sasa duduk di sebelah Noah, dikarenakan ia tahu seperti apa hubungan mereka. Sedangkan Noah, ia tersenyum saat melihat Sasa yang duduk di sebelahnya.


Tidak lama duduk, Sasa berdiri dan ia ikut memilih tas seperti yang sedang dilakukan Ellena, sedangkan Noah, ia hanya melihat apa yang mereka lakukan, dan ia tidak sadar jika Nancy dan Edgar telah menyadari keberadaannya, bahkan Nancy tidak berkedip saat memperhatikan keberadaannya. ‘Entah kenapa aku merasa Noah sekarang senantiasa memancarkan aura selayaknya ia adalah orang besar, bahkan aura seperti itu tidak dimiliki Edgar!’ kata Nancy dalam hati.


Edgar bisa melihat pandangan penuh cinta dan memuja yang ditunjukkan Nancy pada Noah, dan ia benar-benar tidak menyukai semua itu, meski ia tahu keberadaannya adalah awal hancurnya hubungan antara Nancy dan Noah.


‘Padahal aku sudah membuatnya kehilangan pekerjaan, dan membuat buruk namanya, tapi kenapa Nancy masih saja belum bisa menghapus bayang-bayang keberadaan pria itu, dan menempatkan aku seorang diri di hatinya?’ teriak Edgar dalam hati, dan ia ingin segera membawa Nancy ke tempat selanjutnya.


“Syang, cepat pilih tas mana saja yang kamu inginkan, dan setelahnya kita bisa pindah ke tempat lainnya!” kata Edgar lembut pada Nancy, meski ia marah atas perilaku Nancy yang masih saja lebih fokus pada mantan pacarnya.


Sedangkan Nancy yang mendengar semua itu, ia hanya mengangguk dan berusaha memilih tas yang diinginkannya, tapi lagi-lagi perhatiannya kembali ditarik pada sosok Noah, yang sedang berbicara dengan dua wanita.


Tatapan Nancy tertuju pada dua wanita yang sedang berbicara dengan Noah, ia mengenali keduanya, apalagi sosok Ellena yang merupakan putri seorang Alexander. ‘Ada hubungan apa ia dan putri Tuan Alexander?’ tanyanya dalam hati saat melihat Ellena begitu akrab dengan Noah.


Edgar juga melihat interaksi antara Noah dan Ellena, dan tentunya ia mengenali siapa itu Ellena. Melihat kedekatan Noah dengan putri kesayangan Alexander, Edgar menggertakkan giginya marah, dan ia merasa kehidupan Noah terlalu beruntung karena setelah kehilangan Nancy, ia justru dikelilingi banyak wanita cantik, dan terlihat hubungan diantara mereka yang begitu akrab dan hangat.


‘Sialan! Setelah apa yang aku lakukan padanya, kenapa hidupnya menjadi jauh lebih baik, bahkan ia bisa begitu dekat dengan putri kesayangan Tuan Alexander?’ kata Edgar dalam hati, dan ia sangat iri dengan kehidupan Noah saat ini. Kalau ia disuruh memilih antara menjalin hubungan baik dengan Ellena atau menikah dengan Nancy, tidak perlu berpikir ia akan memilih menjalin hubungan baik dengan Ellena.


Berpikir bisa menjalin hubungan baik dengan Ellena, begitu melihat Nancy selesai memilih tas pilihannya, Edgar membawa Nancy mendekati Ellena yang tentu saja masih bersama Noah dan Sasa.


Melihat Edgar yang menggandeng Nancy datang mendekat, Noah menatap datar keberadaan mereka, begitu juga dengan Ellena. Sedangkan Sasa yang belum tahu jika keluarga Edgar adalah pembunuh calon mertuanya, ia mengabaikan keberadaan Edgar dan Nancy, meski ia sudah tahu jika Nancy adalah mantan kekasih Noah.


Ellena yang tidak ingin berdekatan dengan Edgar, ia memberi kode pada dua bodyguard yang mengikutinya kemanapun dirinya pergi supaya mereka menjauhkan Edgar dari dirinya.


“Tuan sebaiknya berhenti di sini dan jangan melangkah lebih jauh! Noan Ellena saat ini tidak ingin diganggu oleh siapapun, dikarenakan ia sedang menikmati kebersamaan dengan kekasihnya dan juga saudarinya!” kata tegas salah satu bodyguard Ellena, yang saat ini ia berdiri tepat di hadapan Edgar, berjarak tiga dua meter dari tempat keberadaan Noah, Ellena, dan Sasa.


Edgar sebenarnya tidak terima dengan apa yang dilakukan bodyguard Ellena, tapi ia tidak mungkin bersikap kasar pada mereka, dikarenakan itu hanya akan membuat buruk hubungan keluarganya dengan keluarga Milito, yang saat ini sedang terlibat dalam banyak proyek penting di dalam maupun di luar negeri.


Tidak melihat adanya kesempatan mendekati Ellena dan menjalin hubungan baik denga wanita itu, Edgar segera membawa Nancy pergi ke kasir untuk membayar barang belanjaan mereka. Namun, saat dalam perjalanan ke kasir, Edgar maupun Nancy baru sadar akan ucapan salah satu bodyguard Ellena.


‘Tidak mungkin! Pria itu tidak mungkin menjadi kekasih Nona Ellena! Ia sangat tidak layak menempati posisi itu, hanya aku yang layak menjadi kekasih Nona Ellena!’ teriak Edgar dalam hati.


Sedangkan Nancy, ia hanya bisa tersenyum masam karena seperti perkataannya di malam perpisahannya dengan Noah, pria yang sampai saat ini masih dicintainya, ternyata ia benar mendapatkan pengganti jauh lebih baik dari dirinya.


‘Meski aku sulit percaya jika kamu benar-benar telah menjalin hubungan dengan wanita lain, aku hanya bisa memberikan ucapan selamat padamu, dan semoga kamu berbahagia menjalin hubungan dengannya!” kata Nancy dalam hati sambil melirik Noah yang sama sekali tidak melihat keberadaannya.


Edgar yang tidak terima jika Noah justru mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari Nancy, ia tiba-tiba menyeringai setelah memiliki rencana yang diyakininya bisa menghancurkan hidup Noah.


‘Tunggu saja, tidak lama lagi kau akan pergi menyusul kedua orangtuamu yang sudah lebih dulu dikirim ke neraka oleh ayahku!’ katanya dalam hati, dan begitu mengantar Nancy pulang, ia akan menemui seseorang di masa lalu yang dengan sempurna mengeksekusi perintah ayahnya.


Sementara itu, di tempat Noah, ia baru saja mendengar suara sistem, yang mengatakan jika ada seseorang yang berniat buruk padanya. Bukan hanya sekedar berniat melukai Noah, tapi orang itu berniat mengakhiri hidup Noah.


Mendengar semua itu dan mengingat siapa yang baru ia lihat, Noah tahu siapa yang berniat melakukan hal buruk padanya. “Setelah kedua orangtuanya merencanakan pembunuhan kedua orangtuaku, sekarang giliran putra mereka yang berencana membunuhku. Sayangnya, rencananya tidak akan pernah berhasil!”


Ellena dan Sasa sama-sama telah mendapatkan tas yang mereka inginkan, dan saat mereka ingin membayar, cepat Noah bergerak membayar apa yang kedua wanitanya beli.


Ia mengeluarkan uang puluhan miliar rupiah untuk tas Ellena dan Sasa, yang mana mereka juga membelikan tas untuk Jane, Joy, dan juga Agnes. Keduanya mengatakan jika rasanya ada yang kurang jika tidak membelikan tas untuk mereka.


Meninggalkan toko tas, Ellena dan Sasa menyeret Noah ke toko pakaian khusus pria, dan mereka memilihkan banyak pakaian untuk Noah. Keluar dari toko pakaian, mereka masuk ke toko jam tangan, lalu dilanjutkan ke toko sepatu. Terakhir mereka pergi ke restoran untuk mengusir perut yang mulai keroncongan karena aktivitas belanja yang baru saja selesai.


Untuk barang belanjaan, mereka tidak perlu repot menenteng barang belanjaan kemana-mana, dikarenakan semua barang belanjaan mereka telah dimasukkan ke mobil khusus, yang telah dipersiapkan oleh Richard. Beberapa bodyguard keluarga Ludwing juga ikut pergi ke mall atas perintah Richard, dan merekalah yang mengurus seluruh barang belanjaan Noah serta kedua wanitanya.


Di saat Noah, Ellena, dan Sasa sedang menikmati makanan mereka, di media sosial saat ini sedang heboh dengan beredarnya foto dan video Ellena yang sedang jalan dengan seorang pria, meski ada wanita lain diantara mereka.


Namun, melihat kedekatan Ellena dengan pria yang jalan dengannya, banyak orang yang berkomentar jika Ellena ada hubungan spesial dengan pria yang jalan dengannya, dan mereka tentu mengenali Sasa yang merupakan salah satu dari sedikit teman Ellena.


Di saat banyak orang yang menganggap Ellena dan pria yang jalan dengannya merupakan pasangan serasi, di sebuah ruang kerja seorang pria terlihat marah melihat Ellena jalan bersama seorang pria, padahal selama ini wanita itu begitu acuh dengan keberadaannya.


“Cari tahu siapa pria itu, dan jika ia hanya pria dari kalangan biasa, tentu kamu sudah tahu apa yang harus dilakukan padanya!” perintahnya pada orang kepercayaannya.


“Baik Tuan!” balas orang kepercayaan pria yang saat ini mengalihkan pandangannya pada foto Ellena yang berada di layar handphonenya.


“Tidak ada pria lain yang berhak bersanding denganmu selain diriku!” gumamnya.


...----------------...


Bersambung.