
Flora yang melihat kedatangan Noah dan sembilan wanita, dia bertanya-tanya darimana mereka.
“Apa kalian baru membersihkan monster yang datang mendekati tempat ini?” tanya Flora dan kesembilan wanita yang telah memisahkan diri dari Noah.
“Ada ribuan Orc datang mendekati tempat ini, jadi kami lebih dulu membunuh mereka sebelum sampai di tempat ini,” jawab Anggun.
“Ribuan Orc, dan kalian mengalahkan mereka hanya dengan beberapa orang.”
Tentu saja Flora terkejut mereka yang hanya sepuluh orang dapat mengalahkan ribuan Orc, sementara dia tahu sekuat apa Orc saat malam hari.
“Mereka sudah kami kalahkan dan malam ini kita bisa istirahat dengan tenang,” kata Sasa sambil menunjukkan senyuman di wajahnya.
Flora menganggukkan kepalanya lalu dia pergi ke dalam tendanya untuk istirahat, meski dia masih penasaran dengan seberapa besar kekuatan yang dimiliki oleh Noah dan kedua belas kekasihnya.
Melihat wajah mereka yang dilanda kelelahan, Flora menunda keinginannya untuk bertanya tentang seberapa kuat mereka, tapi besok dia akan menanyakan apa yang membuatnya sangat penasaran.
Pagi hari saat Noah dan kedua belas kekasihnya baru saja bangun dari tidurnya, suara sistem segera terdengar, dan informasi yang sangat penting dan mendesak segera disampaikan sistem pada mereka.
[Tuan dan para Nona sekalian, ribuan Orc dan goblin datang mendekati lokasi air terjun, dan diperkirakan mereka akan datang dalam kurun waktu kurang dari tiga puluh menit. Orc dan goblin akan terlibat dalam pertempuran perebutan wilayah, dan aku berharap Tuan bisa membunuh pemimpin goblin dan Orc saat mereka terlibat pertempuran]
“Kenapa mereka saling berebut wilayah? Apa kejadian seperti ini sering terjadi?” tanya Noah pada sistem.
[Hal seperti ini wajar dan sering terjadi, meski tak setiap hari terjadi peperangan diantara para monster yang saling memperebutkan sebuah wilayah]
Noah mengangguk, lalu dia segera bersiap untuk membunuh pemimpin goblin dab Orc yang akan terlibat dalam peperangan.
Sembilan wanita juga bersiap, sementara tiga wanita yang sedang mengandung, dan usia kandungan yang masih sangat muda, ketiganya tetap tinggal di rumah gua.
Keluar dari rumah gua, Noah dan kesembilan kekasihnya melihat Flora dan puluhan elf wanita yang sedang merapikan perkemahan mereka, dan sepertinya mereka akan segera melakukan perjalanan pulang.
Melakukan perjalanan untuk saat ini sangat membahayakan untuk mereka, oleh karena itu Noah segera menghampiri Flora untuk menyampaikan keadaan di luar sana yang tidak aman untuk melakukan perjalanan.
“Apa benar akan terjadi peperangan goblin dan Orc tak jauh dari tempat ini?” tanya Flora memastikan setelah mendengar apa yang disampaikan Noah padanya.
Noah menganggukkan kepala, sebagai jawaban dari pertanyaan yang diberikan Flora padanya.
Tak melihat adanya kebohongan dari semua yang disampaikan Noah padanya, Flora memutuskan mempercayai Noah, tapi dia bersikeras ingin ikut pergi bersama Noah dan yang lainnya begitu tahu mereka semua akan pergi melihat jalannya peperangan goblin dan Orc.
Noah menatap bergantian kesembilan kekasihnya, meminta mereka memberikan keputusan.
Melihat mereka semua kompak menganggukkan kepala, Flora akhirnya diizinkan ikut pergi melihat jalannya peperangan antara goblin dan Orc.
Namun, dengan level kekuatan yang dimiliki oleh Flora, Noah meminta kesembilan kekasihnya membantunya menjaga Flora.
Untuk puluhan elf wanita, Flora meminta mereka tetap tinggal, setelah sebelumnya memberitahu mereka tentang peperangan goblin dan Orc.
Puluhan elf wanita sama sekali tak keberatan menuruti permintaan Flora, dikarenakan mereka tahu jika hal buruk akan terjadi, jika mereka sampai terjebak di tengah-tengah pertempuran saat melakukan perjalanan pulang.
“Baiklah, sekarang kita berangkat ke tempat yang dijadikan medan peperangan mereka,” kata Noah.
Kesembilan kekasih Noah ditambah Flora, mereka kompak menganggukkan kepala, lalu bergegas pergi mengikuti Noah yang bergerak di depan mereka.
Menyadari tempat yang menjadi tujuannya bukan tempat yang aman, Noah telah mempersiapkan segalanya sebelum pergi, begitu juga dengan kesembilan kekasihnya, dan juga Flora.
Bergerak sangat cepat, Noah dan yang lainnya akhirnya sampai di puncak tertinggi sebuah bukit, dan dari tempat mereka saat ini, mereka dapat melihat keberadaan dua kubu yang akan terlibat dalam peperangan perebutan wilayah.
Jumlah goblin dua sampai tiga kali lebih banyak dari jumlah keseluruhan Orc, tapi dalam kekuatan Orc dua kali lebih kuat dari para goblin, dan itu adalah keunggulan serta kekurangan dari kedua belah kubu.
‘Jumlah mereka sangat banyak, akan sangat berbahaya jika aku tadi tetap memutuskan melakukan perjalanan pulang,’ batin Flora.
Flora merasa sangat beruntung karena Noah tepat waktu memberitahunya tentang peperangan yang akan terjadi antara goblin dan Orc.
Telat sedikit saja dia dan puluhan anggotanya pasti sudah terjebak ditengah-tengah peperangan goblin dan Orc.
Terjebak di tengah-tengah peperangan mereka sama saja dengan bunuh diri, dan mustahil dapat keluar hidup-hidup.
Disaat Flora merasa sangat beruntung, Noah disibukkan mencari keberadaan pemimpin goblin dan Orc yang harus dia bunuh.
“Sistem, apa kamu bisa membantuku mencari keberadaan pemimpin goblin dan Orc?” ujar Noah yang kesulitan menemukan keberadaan keduanya, di tengah-tengah lautan goblin dan Orc, yang akan segera terlibat peperangan.
[Pemimpin goblin adalah lima goblin champions, sementara pemimpin Orc adalah Raja Orc, dan saat ini mereka masih dalam perjalanan menuju tempat ini]
Noah menghentikan pencariannya untuk saat ini setelah mendengar jawaban yang diberikan sistem.
“Sistem, berikan padaku informasi tentang kekuatan mereka!” perintah Noah.
[Lima goblin champions memiliki kekuatan diantara level 605 sampai dengan 660, sementara Raja Orc memiliki kekuatan di level 700, dan dia memiliki dua wakil dengan kekuatan di level 630 dan level 655]
“Sepertinya mereka semua cukup kuat untuk menjadi lawanku,” kata Noah bersemangat begitu mengetahui level kekuatan beberapa sosok yang akan menjadi lawannya.
[Tuan, sepertinya ada kelompok yang mengawasi jalannya peperangan, seperti yang saat ini sedang kita lakukan, dan mereka bukan orang-orang lemah, bahkan ada dua dari orang-orang itu yang memiliki kekuatan di atas level 700]
Noah mengerutkan keningnya begitu mendapatkan informasi sistem.
“Dimana mereka, dan berapa jumlah mereka?” tanya Noah dengan rasa penasaran dan waspada terhadap musuh tersembunyi.
“Apa kamu tau siapa mereka?” kembali Noah bertanya.
[Tuan mereka adalah Vampir, tapi mereka bukanlah bagian dari Vampir yang pernah menyerang Bumi]
[Di Dunia Monster terdapat dua kelompok Vampir. Satu kelompok merupakan Vampir Kerajaan, sementara kelompok satunya merupakan Vampir bebas, yang tidak memiliki ikatan dengan Kerajaan manapun]
[Vampir yang pernah datang ke Bumi adalah mereka yang terikat dengan Kerajaan Drakula, sementara Vampir yang ada di sebrang sana, sepertinya mereka adalah Vampir bebas, yang tak memiliki ikatan dengan Kerajaan manapun]
“Apa hanya itu yang membedakan antara Vampir bebas, dan Vampir yang terikat dengan sebuah Kerajaan?”
[Tentu saja bukan hanya itu perbedaan diantara mereka]
[Vampir yang terikat dengan Kerajaan biasanya memiliki sifat sangat buruk, karena merasa status mereka sangat tinggi. Sementara Vampir bebas, mereka memiliki sifat yang baik, bahkan mereka juga memiliki rahasia selayaknya rahasia kelompok elf wanita]
“Maksudmu mereka juga menyembunyikan manusia dan melindunginya!”
[Seratus persen Tuan benar, dan jumlah yang mereka sembunyikan dan lindungi jauh lebih banyak, dari apa yang disembunyikan dan dilindungi puluhan elf wanita]
Mendengar semua itu Noah memiliki keyakinan jika sebenarnya populasi manusia di Dunia Monster masih sangat banyak.
“Apa menurutmu aku perlu menemui mereka setelah peperangan goblin dan Orc berakhir?”
[Aku rasa Tuan perlu melakukannya, dikarenakan saat ini mereka kemungkinan sudah mencium keberadaan Tuan di tempat ini]
[Vampir memiliki penciuman yang sangat tajam, yang membuat mereka mudah mengendus aroma manusia, dan aku yakin mereka sudah mengendus aroma Tuan, serta aroma kesembilan kekasih Tuan]
Sudah diputuskan jika dia akan pergi menemui Vampir di sebrang sana setelah berakhirnya peperangan goblin dan Orc.
Sementara itu, peperangan kedua kubu monster sepertinya akan segera terjadi, dan benar saja, tak lama kemudian ratusan ribu goblin maju menyerang puluhan ribu Orc.
Pedang, tombak, busur serta anak panahnya menjadi senjata yang dipergunakan kedua kubu dalam pertarungan.
Ribuan goblin melesatkan anak panah ke arah ribuan Orc, membuat ratusan dari mereka mati terkena anak panah, dan tak sedikit Orc yang terluka karena serangan anak panah.
Tak tinggal diam, ribuan Orc yang memegang busur, mereka segera melakukan serangan balasan dengan melesatkan anak panah, ke arah ribuan goblin.
Saling bertukar serangan terus dilakukan, membuat ribuan goblin dan Orc berubah menjadi mayat hanya dalam hitungan menit sejak dimulainya pertempuran.
Meski sudah banyak goblin dan Orc yang mati, belum ada tanda-tanda pemimpin kedua kelompok turun ke medan pertempuran.
Sementara itu, di tempat Noah, kesembilan kekasihnya, serta Flora, mereka justru menikmati menjadi penonton jalannya pertempuran goblin dan Orc.
“Aku pernah menonton film yang mengangkat cerita pertarungan goblin dan Orc, tapi ini aku melihat pertarungan itu secara langsung, dan ini bukan sebuah pembuatan film melainkan kejadian nyata,” kata Vika.
“Lebih seruan mana melihat dalam film, atau melihat secara langsung seperti sekarang ini?” tanya Suzy pada Vika.
“Dilihat dari sisi manapun, melihat secara langsung jauh lebih seru daripada melihat pertempuran dalam film yang hanya adegan palsu,” jawab Vika, dengan kedua mata fokus melihat jalannya pertempuran.
“Tapi melihat seperti ini ada resikonya, dan kalian semua tetap waspada dan hati-hati!” kata Anggun.
Semuanya saja menganggukkan kepala, termasuk Flora yang sebenarnya tidak tahu isi pembicaraan para wanita, tapi dia tetap ikut mengangguk seolah mengerti.
“Akhirnya mereka turun ke tengah-tengah medan peperangan,” kata Noah bersemangat begitu melihat lima goblin champions dan Raja Orc yang diikuti dua wakilnya turun ke tengah-tengah medan pertempuran.
Sistem memberinya misi membunuh mereka, tapi dia tidak akan buru-buru menyerang mereka, di saat mereka belum terlibat dalam peperangan mematikan.
Noah baru akan menyerang setelah mereka saling melukai, dan semakin parah luka mereka, itu semakin bagus untuk Noah yang tak perlu berusaha keras untuk membunuh mereka, lalu menyelesaikan misi sistem.
Di sebrang tempat Noah dan yang lainnya, dia sosok Vampir tidak mengarahkan perhatiannya pada pertempuran yang sedang berlangsung, melainkan mereka lebih memilih memperhatikan puncak bukit, yang berada di sebrang tempat mereka.
“Kakak, entah kenapa aku mencium keberadaan manusia di tempat itu, dan itu bukan hanya satu orang, melainkan cukup banyak,” kata salah Vampir.
“Aku juga mencium apa yang kamu cium, dan itu memang bukan hanya satu sosok manusia, melainkan ada sekitar sepuluh orang, dan sepertinya mereka bukan manusia lemah yang tak bisa melindungi dirinya sendiri,” jawab Vampir yang dipanggil kakak oleh Vampir di sebelahnya.
“Apa kita akan menghampiri mereka setelah peperangan ini berakhir?”
“Kita tidak akan pergi menghampiri mereka karena aku memiliki firasat mereka akan lebih dulu datang menghampiri kita, begitu pertempuran goblin dan Orc berakhir.”
Vampir wanita yang merupakan adik dari Vampir yang baru selesai bicara, dia pelan mengangguk dan kembali memfokuskan diri pada pertempuran yang sedang terjadi.
Di tempat Noah.
Melihat lima goblin champions mulai berhadap-hadapan dengan Raja Orc dan kedua wakilnya, Noah mulai menyiapkan diri menyerang mereka.
Sia tidak akan menyerang bersama kesembilan kekasihnya, melainkan dia hanya akan melakukan seorang diri, dan setelah membunuh mereka semua, secepatnya dia akan pergi meninggalkan medan pertempuran, kembali ke tempat sembilan kekasihnya dan juga Flora.
“Sistem, berapa persentase kemenanganku jika menghadapi mereka sekaligus?” tanyanya.
[Tuan memiliki kemungkinan memang sebesar seratus persen, yang artinya Tuan sama sekali tidak ada kemungkinan kalah saat melawan mereka]
Noah tersenyum senang mendengar jawaban yang diberikan oleh sistem, dan saat melihat pemimpin kedua kelompok sudah saling melukai satu sama lain, bahkan salah satu goblin champions sudah kehilangan salah satu tangannya, segera Noah melompat dari ketinggian, dengan masing-masing tangannya memegang katana.
“Saatnya bersenang-senang!”