Sistem Pekerja Keras

Sistem Pekerja Keras
Melatih Dua Keterampilan Rekomendasi Sistem


Richard yang saat ini dikendalikan oleh Jiwa Iblis, dia benar-benar dibuat kewalahan oleh serangan balasan yang dilakukan oleh Noah.


Dia buru-buru pergi setelah merasa tak memiliki kesempatan dapat mengalahkan Noah, Richard dengan Jiwa Iblis yang menguasai tubuhnya, dia sadar akan mati jika melanjutkan pertarungan dengan Noah.


‘Sepertinya dia belum mengingat tubuh siapa yang aku tempati,’ batin Jiwa Iblis yang telah pergi jauh meninggalkan Noah.


Di tempatnya, Noah hanya melihat kepergian Richard, tanpa ada keinginan untuk mengejarnya meski kesempatan itu terbuka lebar untuknya.


“Pergilah sejauh mungkin karena saat ini bukan waktunya kau mati si tanganku,” kata Noah.


“Namun, dipertemuan selanjutnya aku akan memusnahkan kau dari tubuh milik kakakku,” lanjutnya, lalu dia pergi ke desa manusia, menyusul seluruh kekasihnya yang berada di tempat itu.


......................


Dalam waktu yang singkat Richard telah sampai kembali di istana, dan baru juga sampai, Jiwa Iblis sudah menjadi bahan tertawaan Jiwa Manusia, yang merupakan jiwa asli Richard.


“Hahahaha... Aku benar-benar tidak menyangka kau dihajar habis-habisan oleh orang yang ingin kau kalahkan,” kata Richard, dengan tawa yang terus terdengar.


“Sebaiknya kau diam sebelum aku kembali membuatmu tidak bisa bicara!” ancam Jiwa Iblis yang sangat kesal karena terus saja mendengar tawa Richard, yang membuatnya benar-benar muak.


“Baiklah, aku akan diam, tapi apa yang terjadi hari ini benar-benar membuatku sangat senang, meski akupun merasakan rasa sakit yang kau rasakan,” kata Richard.


“Cih, kalau kau tidak ingin merasakan rasa sakit, bantu aku memjelaskan pada dia siapa kau sebenarnya, supaya dia tidak lagi menyerang tubuh ini!?” kata Jiwa Iblis.


“Aku tidak peduli dengan rasa sakit ini, bahkan aku tidak peduli jika dia menginginkan kematianku. Jadi, untuk apa juga aku membantumu menjelaskan siapa diriku padanya?” ujar Richard, yang merasa lebih baik mati daripada kembali melihat kematian adiknya sendiri.


Aura kemarahan Jiwa Iblis dapat dirasakan oleh Richard, begitu dia selesai mengutarakan apa yang ingin dia katakan.


Jika biasanya aura itu membuatnya ketakutan karena kekuatannya yang jauh lebih lemah darinya, sekarang dia sama sekali tidak ketakutan dengan aura kemarahan Jiwa Iblis.


Semua itu bisa terjadi karena kekuatannya saat ini setara dengan dengan kekuatan Jiwa Iblis, tapi karena dia belum ingin menunjukkan semua itu, Richard pura-pura ketakutan dan sekarang dia benar-benar memilih diam.


“Jiwa lemah sepertimu sebaiknya jangan terlalu banyak bicara!” kata Jiwa Iblis dengan aura dingin yang muncul, akibat dia yang benar-benar sedang marah.


Dikarenakan dia benar-benar masih belum ingin Jiwa Iblis tahu jika kekuatannya telah meningkat, Richard mengunci jiwanya dalam tubuhnya sendiri, dan dia hanya akan diam sambil menunggu waktu yang tepat untuk menyerang Jiwa Iblis.


Jiwa Iblis yang menguasai tubuh Richard, dia duduk sendirian di atas singgasana, yang berada di istananya. “Sial! Aku benar-benar tidak memiliki cara mengalahkannya,” katanya frustasi.


“Jelas kekuatannya masih satu Level lebih rendah dariku. Dia seharusnya lebih lemah dariku, tapi dari apa yang baru aku rasakan, dia brnarb jauh lebih kuat dariku,” gumamnya, dan dia bingung akan kekuatan lawannya yang terlihat lemah, tapi lebih kuat darinya.


Di saat dia dilanda frustasi, dia tiba-tiba teringat dengan para wanita yang ada di desa manusia, dan dia juga teringat keberadaan banyak manusia yang dapat membuatnya meningkatkan kekuatan, selama dia bisa menyerap kekuatan para manusia, dan menghabiskan malam panas dengan para wanita.


“Hehehehe...” Jiwa Iblis terkekeh pelan. “Wanita itu dan manusia di tempat itu adalah milikku, dan dia tak akan bisa menghentikanku memiliki apa yang sudah ditakdirkan menjadi milikku,” katanya.


Dia berencana menunggu larut malam, dan akan kembali ke Desa Manusia, untuk menyerap kekuatan manusia di tempat itu, dan mengambil para wanita yang menurutnya, para wanita itu hanya pantas menjadi miliknya.


Sementara itu di Desa Manusia, Niah sedang berkumpul dengan seluruh kekasihnya.


Namun dia tak lama berkumpul dengan mereka, karena dia merasa harus segera mempelajari dua ketrampilan yang direkomendasikan oleh sistem, dan waktu sepuluh menit bukanlah waktu yang lama, tapi jika tidak segera dia lakukan, waktu sepuluh menit akan terasa sangat lama.


Melihat kedatangan Hans dan Jacob, Noah segera meminta mereka menjaga seluruh kekasihnya, dan mengerahkan prajurit super di sekitaran Desa Manusia.


Dia merasa malam ini Jiwa Iblis yang mengendalikan tubuh kakaknya akan kembali datang, dan dia tidak akan seorang diri, melainkan datang bersama pasukan monster.


Hans dan Jacob tau apa yang harus mereka lakukan, dan kebetulan lainnya saat ini Rafael datang dan langsung saja Noah memintanya untuk membantu memperkuat penjagaan Desa Manusia.


Dengan senang hati Rafael menuruti perintah Noah, dan dia akan mengerahkan puluhan ribu untuk menjaga Desa Manusia dari kejauhan. Mereka nantinya bersama-sama dengan prajurit super menjaga Desa Manusia.


Setelah mengatur penjagaan untuk menjaga Desa Manusia, Noah memutuskan pergi ke bukit di bagian belakang Desa Elf, dikarenakan dia merasa tempat itu sangat cocok untuknya berlatih dua keterampilan baru, hasil rekomendasi dari sistem.


Sampai di bukit yang telah diselimuti putihnya salju, Noah segera melakukan pembelian keterampilan Pelahap Jiwa dan keterampilan Pengunci Jiea, dua keterampilan yang dapat dia gunakan untuk melenyapkan Jiwa Iblis, yang saat ini menguasai tibuh Richard.


[Berhasil membeli keterampilan Pelahap Jiwa dan keterampilan Pengunci Jiwa]


[Lima menit pertama Tuan akan merasakan kesakitan, saat mempelajari keterampilan Pelahap Jiwa]


[Lima menit selanjutnya Tuan akan kembali merasakan kesakitan, saat mempelajari keterampilan Pengunci Jiwa]


“Sesakit apapun yang aku rasakan, aku akan bertahan demi kekuatan yang dapat mengakhiri pertempuran tanpa harus menumbangkan kakakku,” kata Noah, dan dia siap bertahan dari semua rasa sakit.


Selanjutnya Noah benar-benar merasakan kesakitan, saat pikirannya dipaksa mempelajari dan mengerti tentang keterampilan Pelahap Jiwa.


Meski itu bukan rasa sakit yang teramat menyakitkan, tetap saja itu terasa sangat sakit, membuat keringat dingin membasahi tubuh Noah, disaat suhu udara siang ini terasa sangat dingin.


“Argh...” Noah menyerang pelan saat merasakan kesakitan, dan ras sakit mulai mereka setelah beberapa menit berlalu, dan tepat setelah lima menit, rasa sakit benar-benar menghilang.


Namun, belum sempat menghela napas lega, Noah kembali merasakan rasa sakit, saat pikirannya kembali dipaksa mempelajari dan mengerti keterampilan Pengunci Jiwa.


Sama halnya dengan rasa sakit sebelumnya, Noah sempat mengerang pelan karena rasa sakit, dan dia benar-benar bisa bernapas lega setelah lima menit selanjutnya berlalu, bersamaan dengan menghilangnya rasa sakit yang dirasakannya.


Setelah menghela napas lega, Noah menyunggingkan senyuman di wajahnya, lalu dia bangkit berdiri, dan kini dia memiliki keyakinan seratus persen dapat memusnahkan keberadaan Jiwa Iblis, dan seluruh monster yang ada di Dunia Monster.


“Setelah aku berhasil memusnahkan Jiwa Iblis dan memusnahkan seluruh monster di Dunia ini, Dunia ini tak akan lagi bersama Dunia Monster, tapi aku akan menggantinya dengan nama Dunia Kehidupan,” kata Noah, dan sosoknya tiba-tiba menghilang dalam kehampaan.


......................


Tengah malam.


“Kalian bersiaplah! Malam ini kita akan memakan banyak manusia, dan meningkatkan kekuatan yang kita miliki!” teriak Richard, yang tubuhnya dikendalikan oleh Jiwa Iblis.


Sementara siapa yang dia teriakin, yang dia teriakin adalah satu juta monster, yang malam ini akan dia bawa untuk menyerang Desa Manusia, dan tentu saja mereka semua bersemangat karena dipimpin langsung oleh Richard.


Selain para monster, ada juga Drakula dan Vampir yang turut membantu Richard, dikarenakan mereka memiliki kesetiaan sangat tinggi pada sosok Penguasa Dunia Monster.


Melihat semua siap bergerak dengannya, dengan keyakinan dapat menikmati kembali tubuh manusia, Richard yang dikendalikan Jiwa Iblis memimpin mereka menuju Desa Manusia, yang jaraknya tak begitu jauh dari tempat mereka saat ini, yang sudah bergerak jauh meninggalkan istana Penguasa Dunia Monster.


Setelah beberapa waktu berlalu akhirnya Richard dapat melihat keberadaan Desa Manusia, dan dia benar-benar tidak sabar menikmati manusia yang ada di desa itu.


Namun, sesuatu yang tidak dia duga terjadi, saat dia ingin mengerahkan pasukannya untuk menyerang Desa Manusia, puluhan ribu atau bahkan ratusan ribu Vampir muncul, disusul ratusan ribu manusia yang dia jelas melihat jika mereka semua sama sekali tidak lemah.


“Mereka bukan manusia dari Dunia ini, tapi mereka para manusia dari tempat bernama Bumi,” kata Richard, dan tiba-tiba saja nyalinya menciut.


Dia tak lagi memiliki keyakinan dapat menikmati manusia yang ada di desa, yang saat ini terlihat jelas olehnya.