
Menginginkan kematian Raja Iblis dan seluruh Iblis yang berada di istana iblis, Noah menyiapkan pasukan dalam jumlah besar untuk bisa mengalahkan kekuatan Raja Iblis dan seluruh pengikutnya. Dia tidak ingin terlalu lama berurusan dengan Raja Iblis, oleh karena itu dalam satu hari dia ingin Raja Iblis dan seluruh pengikutnya mati.
Rafael telah menyuruh beberapa Vampir mengumpulkan informasi tentang kekuatan Raja Iblis dan seluruh pengikutnya, dan cukup mencengangkan bagi Noah dan yang lainnya, saat mereka tau ada jutaan Iblis yang menjadi pengikut Raja Iblis. Meski rata-rata level kekuatan mereka masih berada di bawah level 700, tetap saja jumlah mereka terlalu banyak, dan akan sangat merepotkan jika Noah hanya menghadapinya bersama seluruh kekasihnya.
Oleh karena itu Noah akan mengerahkan kekuatan Vampir, Elf, Manusia, dan juga Iblis yang ada dibawah kepemimpinan Lamia. Jumlah mereka memang tidak sampai menyentuh angka dua ratus ribu, tapi dengan kekuatan yang mereka miliki, Noah yakin mereka dapat mengalahkan banyak Iblis, pengikut Raja Iblis.
“Apa kekuatan yang kita miliki cukup untuk mengalahkan seluruh pengikut Raja Iblis?” tanya Lumia, yang merasa jika kekuatan Noah saat ini belum cukup untuk mengalahkan pengikut Raja Iblis.
“Kita memang memiliki kelemahan dalam jumlah, tapi kita memiliki keunggulan dalam hal kekuatan. Aku yakin keunggulan yang kita miliki lebih dari cukup untuk menutupi kelemahan yang kita miliki,” kata Noah sangat percaya diri.
Lumia tau tentang semua itu, dan melihat kepercayaan diri yang dimiliki oleh Noah, dia pun mulai meyakinkan dirinya jika kelebihan yang dimiliki oleh Noah dapat menutupi segala kekurangan yang dimilikinya.
Rafael kemudian muncul dihadapan Noah yang saat ini hanya berdua dengan Lumia karena wanita lainnya sedang berkeliling melihat persiapan pasukan Elf dan pasukan Manusia.
“Tuan, ada sekitar seratus ribu vampir yang dikirim oleh kedua orangtuaku, untuk menambah kekuatan kita. Mereka semua akan datang sebelum malam datang,” kata Rafael menyampaikan kabar baik pada Noah.
Kedua orangtua Rafael dan juga Victoria, mereka telah membangun desa Vampir, yang berjarak setidaknya delapan puluh kilometer dari gua, tempat Rafael membangun Desa Vampir yang dipimpin olehnya.
Populasi Vampir di desa orangtuanya jauh lebih banyak, dari Vampir yang tinggal di desanya. Dibandingkan sebuah desa, tempat itu lebih cocok dikatakan sebagai sebuah Kota, dikarenakan ada lebih dari satu juta Vampir tinggal di tempat itu.
Seratus ribu Vampir yang dikirim kedua orangtua Rafael, jelas saja itu adalah bantuan yang sangat banyak, dan menambah kekuatan yang dimiliki oleh Noah.
Namun, Noah sedikit ragu dengan kekuatan yang merek miliki, dan akhirnya dia memutuskan akan memberi mereka semua pil kekuatan super, yang dapat meningkatkan kekuatan mereka secara keseluruhan.
Lumia yang turut mendengar kabar baik yang disampaikan oleh Rafael, dia senang karena setidaknya jumlah pasukan di sisi Noah tak sedikit seperti sebelumnya. Jujur saja, dia khawatir pada Noah jika nantinya dia justru berjuang seorang diri, dikarenakan kurangnya kekuatan yang berada di sisi yang sama dengannya.
“Apa seluruh persiapan pasukanmu sudah siap?” tanya Noah begitu Rafael selesai melaporkan apa yang ingin dia laporkan.
“Tuan, seluruh pasukan Vampir yang berasal dari desaku telah siap berperang bersama Tuan melawan Raja Iblis,” kata tegas Rafael menjawab pertanyaan Noah.
“Kali ini kita akan berhadapan dengan musuh yang memiliki keunggulan dalam jumlah, tapi memiliki kelemahan dalam kekuatan. Jadi, perintahkan pasukanmu untuk secepatnya membunuh musuh dengan seluruh kekuatan yang mereka miliki!” perintah Noah.
“Baik Tuan, aku akan menyampaikan semua itu pada mereka,” kata Rafael, senantiasa menyanggupi perintah Noah.
Noah mengangguk mendengarnya, lalu dia mengajak Lumia juga Rafael ikut dengannya, menyusul kekasihnya yang lain.
Lumia segera berjalan di sebelah Noah, sedangkan Rafael dan delapan Vampir berjalan di belakang keduanya, dan tak membutuhkan waktu lama mereka sampai di tempat berkumpulnya para wanita, yang mana mereka semua adalah kekasih Noah.
Tak langsung menghampiri mereka, Noah lebih dulu melihat-lihat persiapan yang dilakukan oleh pasukan Elf dan pasukan Manusia, dan mereka semua nampak jelas telah siap turun ke medan perang.
Baru setelahnya dia menghampiri para wanita, yang seluruhnya merupakan kekasihnya, dan dia melakukan perhitungan, mencari tau ada tidaknya diantara kekasihnya yang tak berada di tempat yang sama.
Semua lengkap, dan saat ini mereka berkumpul di tempat yang sama. Membiarkan para wanita membahas persiapan mereka, Noah yang kini didampingi Rafael, mereka pergi ke gudang tempat menyimpan persenjataan, dan di dalam gudang senjata terdapat banyak senjata modern yang berasal dari Bumi.
Ribuan Elf dan ribuan Manusia telah berlatih menggunakan senjata moderen, begitu juga dengan ribuan Vampir. Mereka nantinya akan menjadi pasukan pendobrak di garis depan, sebelum pasukan yang menyerang dari jarak dekat maju menyerang istana iblis.
Di gudang senjata setidaknya terdapat ribuan senapan serbu, ribuan pistol, beserta seluruh amunisinya. Ribuan granat juga tersedia di gudang senjata, dan nantinya setiap orang yang menggunakan senjata modern, mereka akan dilengkapi masing-masing dengan lima butir granat.
Senjata dengan daya hancur yang lebih besar juga ada, dan rencananya senjata itu akan digunakan untuk menghancurkan gerbang istana iblis, baik gerbang utama, gerbang samping, ataupun gerbang belakang.
Tidak ada senjata khusus yang dipersiapkan untuk melawan Raja Iblis, dikarenakan sosok itu akan menjadi lawan Noah, dan kalaupun bukan Noah yang melawannya, makan Lamia dan Lumia yang berhak melawan Raja Iblis. Apalagi dengan kekuatan mereka yang telah meningkat, rasanya tak akan sulit bagi mereka mengalahkan kekuatan yang dimiliki Raja Iblis.
Noah memeriksa beberapa senjata, dan dari apa yang sudah dia periksa, dia sama sekali tidak menemukan adanya kecacatan dari setiap senjata. ‘Senjata dari sistem memang tidak pernah mengecewakan,’ batinnya.
“Rafael, apa kamu benar-benar tidak ingin menggunakan senjata modern, dan masih ingin menggunakan senjata seperti pedang maupun belati?” tanya Noah sambil melihat kearah Rafael.
“Tuan, aku lebih nyaman menggunakan senjata yang sudah lama aku gunakan,” kata Rafael.
Noah mengangguk mendengarnya, dan dia sama sekali tidak ingin memaksa Rafael menggunakan senjata, yang membuatnya tidak nyaman, meski dia bisa saja memberi perintah pada Rafael untuk menggunakan senjata modern.
Melihat Rafael yang bisa menggunakan sebuah katana dengan baik, Noah memutuskan memberinya sebuah katana terbaik, yang bisa dia beli dari toko sistem.
Kemarin dia memberikan katana itu padanya dan sampai sekarang Rafael senantiasa membawa kemanapun dia pergi, katana pemberiannya.
Selesai melihat kelengkapan senjata di gudang senjata, Noah memilih berkumpul dengan seluruh kekasihnya, sementara Rafael dia pergi untuk bersiap menyambut kedatangan pasukan Vampir, yang dikirim oleh orangtuanya.
Hari sudah siang, dan sudah waktunya makan malam. Seperti biasa Noah senantiasa makan bersama seluruh kekasihnya, dan saat ini ada sosok lain diantara mereka, yaitu ada Jihan, yang pagi ini Noah bawa dari Bumi ke Dunia Monster.
Keluarga yang ada di Bumi sebenarnya ingin ikut pergi ke Dunia Monster, tapi Noah merasa akan semakin repot jika mereka semua pergi ke Dunia Monster, jadi dia memutuskan hanya membawa Jihan, dan itu juga dia akan memulangkan Jihan ke Bumi sebelum dia menyerang Raja Iblis.
Semua wanita senang dengan kehadiran Jihan, terutama Agnes yang tentu saja sangst merindukan putri kecilnya.
Mendengarnya, Noah segera pergi menemui Rafael, untuk menyerahkan pilihan kekuatan super, yang dapat meningkatkan kekuatan seluruh pasukan yang baru saja datang.
Yuna, Sasa, Joy, Victoria dan Amel mereka ikut pergi bersama dengan Noah, sementara wanita lainnya, mereka menikmati waktu bersantai di rumah Flora, sambil bermain dengan si kecil Jihan yang benar-benar semakin menggemaskan.
“Aku tidak menyangka jika Ayah dan Ibuku mengirimkan banyak Vampir untuk membantu kita,” kata Victoria.
“Seratus ribu bukanlah jumlah yang sedikit, itu bahkan setara setengah jumlah pasukan yang sejak awal kita miliki,” ungkap Amel.
“Jumlah mereka memang banyak, tapi bagaimana dengan kekuatan mereka? Apa kekuatan mereka dapat mengimbangi kekuatan pasukan kita?” tanya Sasa, sambil melihat ke arah Noah.
“Kekuatan mereka memang masih di bawah pasukan kita, tapi setelah aku memberi mereka pil kekuatan super, kekuatan mereka akan setara dengan pasukan kita,” kata Noah.
Sasa mengangguk puas mendengarnya, begitu juga dengan wanita lainnya, dan setelah berjalan selama beberapa waktu, akhirnya mereka sampai di tempat perkemahan.
Rafael datang menyambut kedatangan Noah dan kelima kekasihnya.
Noah dan kelima kekasihnya tidak masuk ke tengah-tengah perkemahan setatus ribu Iblis, melainkan mereka berada di luar area perkemahan, yang telah dipenuhi ribuan tenda.
“Aku datang hanya untuk menyerahkan ini padamu dan aku berharap semua ini cukup untuk meningkatkan kekuatan mereka semua,” kata Noah sambil menyerahkan bungkusan besar pada Rafael, dimana di dalam bungkusan itu terdapat lebih dari seratus ribu pil kekuatan super.
Dengan semua itu, kekuatan seratus ribu Vampir akan meningkat, dan mereka akan menjadi kekuatan yang sangat mengerikan.
Sebenarnya dalam penyerangan nanti Noah juga akan mengerahkan kekuatan dari seratus ribu prajurit super, yang akan dipimpin langsung oleh Hans, dikarenakan Jacob tetap dia tugaskan menjaga keamanan di Bumi.
Dengan adanya Hans dan juga seratus ribu prajurit super, Noah semakin yakin dapat mengalahkan kekuatan Raja Iblis dengan jauh lebih muda, sekaligus dia bisa melihat seberapa besar peningkatan kekuatan dari prajurit super, dan juga Hans.
Setelah memberikan apa yang memang ingin dia berikan pada Rafael, Noah dan kelima kekasihnya pergi melihat-lihat sekitar, memastikan tidak adanya sosok pengkhianat, diantara Vampir yang baru saja datang.
Menghabiskan beberapa waktu berkeliling, Noah dan kelima kekasihnya tak menemukan adanya pengkhianat diantara banyaknya Vampir yang baru datang. Lalu setelahnya dia dan kelima kekasihnya memutuskan kembali ke Desa Elf, kembali berkumpul dengan yang lainnya.
......................
Di istana iblis.
Raja Iblis baru saja mendengarkan kabar jika ada kekuatan besar, yang sedang berkumpul tak begitu jauh dari sebuah Desa Elf. Kekuatan besar itu seluruhnya merupakan para Vampir, dan mereka sama sekali tidak lemah.
Semua itu merupakan isi laporan dari beberapa Iblis yang mendapatkan tugas mengumpulkan sebanyak-banyaknya informasi penting, tentang kekuatan yang ada di dalam wilayah, yang akan diinvasi oleh Raja Iblis.
Selain laporan tentang kekuatan Desa Elf dan Desa Vampir yang sama sekali tidak bisa dianggap remeh, kabar kekuatan besar Vampir yang berada tak jauh dari Desa Elf, cukup menarik perhatiannya.
“Apa kalian tau alasan kenapa ada kekuatan besar Vampir di tempat itu? Apa mereka ingin menyerang Desa Elf?” tanya Raja Iblis pada tiga Iblis yang berlutut di depannya.
“Yang Mulia, Vampir dan Elf tidak pernah berkonflik, bahkan selama ini mereka tidak pernah terlintas dalam sebuah perselisihan. Jadi, kecil kemungkinan kekuatan Vampir menyerang Desa Elf,” kata salah satu Iblis.
“Lalu, apa menurut kalian penyebab kekuatan besar Vampir berada tak begitu jauh dari Desa Elf?” kembali Raja Iblis bertanya pada mereka yang ada di depannya.
“Yang Mulia, maafkan kami karena sama sekali belum tau apa alasan kekuatan besar Vampir berada tak begitu jauh dari Desa Elf!”
“Cepat cari tau alasan kekuatan besar Vampir berada di tempat itu! Aku tidak ingin jika nantinya mereka menjadi penghalang, saat aku ingin menundukkan Desa Elf!” perintah Raja Iblis.
“Baik Yang Mulia, kami akan mencari tau alasan mereka berada di tempat itu,” kata salah satu iblis, lalu dia dan yang lainnya oergi meninggalkan aula istana, tempat mereka menemui Raja Iblis.
Setelah kepergian Iblis yang ditugaskannya mengumpulkan sebanyak-banyaknya informasi penting, Raja Iblis kembali ke singgasananya, lalu dia memanggil banyak wanita Iblis untuk menemaninya, dan tak sungkan dia bercocok tanam dengan wanita Iblis pilihannya, di depan wanita Iblis lain.
Dia yang tau jika ada kekuatan besar Vampir di dekat Desa Elf, dia tak menaruh curiga kalau kekuatan itu bersiap menyerangnya, dan tujuannya tentu saja kematiannya.
Hal buruk seperti itu tak ada dalam pikiran Raja Iblis, apalagi setelah dia melihat kecantikan dan keindahan tubuh iblis wanita, yang menari-nari dengan indah di depannya, dengan hanya kain tipis yang tak mampu menutupi keindahan tubuh mereka.
Memasuki tubuh salah satu wanita iblis dengan bagian bawahnya, Raja Iblis menikmati gerakan liar wanita iblis yang berada di pangkuannya, dan suara penuh kenikmatan segera memenuhi aula istana.
Kesenangannya saat ini, telah memuatnya benar-benar lengah, dan dia benar-benar tidak tau jika bahaya akan segera datang, untuk menghancurkan hidupnya.
Ada sosok Vampir yang dengan mudah menembus pertahanan istana iblis, dan saat ini dia sedang menikmati tontonan gratis di dalam aula istana.
Dia menegang di bawah sana, dan berjanji akan memuaskan dirinya dengan kehangatan tubuh istrinya, begitu kembali ke Desa Vampir.
“Raja Iblis, teruslah bersenang-senang, dan abaikan keberadaan kekuatan besar yang akan menjadi mimpi burukmu!” gumamnya, lalu dia buru-buru pergi menjauhi aula istana iblis, dikarenakan dia sudah tidak tahan melihat pemandangan panas didalam aula.
Dia buru-buru pergi untuk melaporkan apa yang dilihatnya pada Rafael, baru setelahnya dia akan pulang dan meminta jatah pada kedua istrinya.