
Sampai di tempat paling jauh yang bisa dijangkau oleh mobil, perjalanan selanjutnya akan dilakukan dengan berjalan kaki selama tiga puluh menit. Jalanan setapak yang tidak naik ataupun turun, tidak akan membuat orang-orang merasa lelah saat berjalan kaki di bawah rimbunnya pepohonan di hutan.
Sebelumnya saat baru sampai dan berkumpul dengan para kru yang menunggu kedatangan Ellena, Noah bisa melihat jika banyak pria yang menunjukkan kecewaan mereka, saat melihat Ellena datang dengannya. Terutama pria yang Ellena kenalkan padanya sebagai fotografer, dan ia adalah satu-satunya fotografer dalam pemotretan kali ini.
Berjalan dengan Ellena di belakang seluruh kru yang berjalan menuju lokasi air terjun, Noah iseng menggunakan keterampilan mata tembus pandang untuk melihat barang bawaan para kru. Ia hanya fokus melihat barang bawaan mereka, tidak melihat yang lainnya.
Beberapa saat melihat, ia bisa melihat para kru hanya membawa barang yang memang dibutuhkan untuk pemotretan kali ini, dan Noah maupun Ellena, keduanya baru tahu jika ada model lainnya, yang akan menjadi partner Ellena dalam pemotretan.
Saat mata Noah melihat barang bawaan yang dibawa model, yang akan menjadi partner Ellena, ia melihat alat suntik berukuran kecil di tas wanita itu, dan ada juga obat yang membuatnya curiga. Beruntung keterampilan mata tembus pandang juga bisa ia gunung untuk mengidentifikasi nama benda yang ia lihatlihat, dan akhirnya ia tahu obat apa yang ada di dalam tas model itu.
Mengalihkan penglihatannya ke barang bawaan fotografer dan asistennya, tiba-tiba Noah tersenyum sangat tipis, bahkan karena terlalu tipis, tidak ada satu orang pun yang sadar jika ia sedang tersenyum.
‘Keduanya membawa obat yang sama dengan model itu, dan mereka bahkan membawa tali serta mempersenjatai diri dengan pistol. Aku yakin mereka sedang merencanakan sesuatu, dan firasatku mengatakan rencana mereka akan melibatkan Ellena,’ Noah membatin, dan ekspresinya terlihat biasa-biasa saja.
Noah mencoba bersikap biasa-biasa saja, seolah dia tidak tahu apa saja barang bawaan mereka. Namun, seketika ia meningkatkan kewaspadaannya, saat ia bisa melihat jika di depan sana ada empat pria, yang mana mereka bersembunyi di balik pepohonan besar.
‘Semakin menari saja,’ Noah kembali membatin, dan dengan sebuah pesan yang dikirimnya ke Jacob, ia meminta Jacob memeriksa dia pria yang sedang bersembunyi.
Sebagai pengawal yang ditugaskan menjaga keselamatan Noah, Jacob segera saja menjalankan perintah Noah, meski ia dilanda kebingungan dengan Tuan Mudanya, yang senantiasa tahu keberadaan musuh, seolah kedua matanya bisa menembus semua benda padat yang ada di sekitarnya.
Dia saja yang sudah terlatih tidak menemukan tanda-tanda adanya dia orang yang sedang bersembunyi, tapi Tuan Mudanya begitu mudah menemukan keberadaan mereka, bahkan ia kini telah melihat keberadaan dia pria yang hanya dipantau sesuai instruksi Tuan Mudanya.
Sementara itu, Ellena yang melihat Noah hanya diam, akhirnya ia memutuskan bertanya dengan suara pelan, “Sayang, kenapa sedari tadi kamu hanya diam? Apa ada sesuatu yang sedang kamu pikirkan? Jika ada, apa aku boleh tahu apa yang sedang kamu pikirkan?”
“Sayang, kita harus berhati-hati dengan fotografer itu beserta asistennya, dan hati-hati juga dengan model yang akan menjadi partnermu!” balas Noah dengan suara pelan, tapi masih terdengar jelas oleh Ellena.
“Sedari awal, aku sudah berhati-hati dengan mereka!” bisik Ellena, dan nyatanya ia sedari awal memang sudah curiga pada mereka.
Noah mengangguk pelan, dan ia erat menggenggam telapak tangan Ellena. “Tempat ini sangat indah, mungkin dilain kesempatan kita bisa membawa mereka bersantai di tempat ini,” kata Noah, dan sekarang ia berkata seperti biasa, membuat orang lain jelas mendengar perkataannya.
“Tempat ini memang indah dan sangat cocok untuk dinikmati beramai-ramai. Semoga saja ada kesempatan kita bisa kembali ke tempat ini bersama dengan yang lainnya!” kata Ellena. Noah yang mendengar perkataan Ellena, ia sempat melirik fotografer dan asistennya yang sempat tersenyum tanpa menoleh.
Senyuman mereka meyakinkan Noah jika mereka memang merencanakan sesuatu pada Ellena, tapi tentu saja dirinya tidak akan membiarkan rencana mereka berhasil. Dia akan menghancurkan semua rencana mereka, dan setelahnya hidup mereka yang akan dihancurkan, beserta semua orang yang memiliki hubungan dengan mereka.
Tidak lama akhinya mereka semua sampai di lokasi air terjun, yang lokasinya tepat di tengah-tengah hutan, kurang lebih berjarak satu setengah kilometer dari tempat terjauh yang bisa dijangkau mobil, tapi jika menggunakan motor, mereka bisa langsung sampai di lokasi air terjun yang masih terlihat sangat alami.
Semua orang segera menyiapkan seluruh peralatan pemotretan, termasuk Ellena yang dibantu salah satu bodyguard nya, yang saat ini sedang berperan sebagai asisten pribadi. Noah sendiri tidak diam, ia terus mengawasi pergerakan semua orang tanpa terkecuali, dan saat semua orang lengah, tanpa ada yang melihat, Noah berhasil mencuci pistol milik fotografer dan asistennya.
...----------------...
Saat ini acara pemotretan sedang berlangsung, dan acara pemotretan masih berlangsung seperti seharusnya. Ellena menunjukkan gaya naturan di dekat air terjun, sedangkan model yang menjadi partnernya, ia masih mempersiapkan diri, karena gilirannya baru akan dimulai setelah sesu pertama Ellena selesai.
Saat semua orang sedang fokus melihat dan mengagumi setip pose yang ditunjukkan Ellena, model yang menjadi partner Ellena, secara sembunyi-sembunyi, ia menyuntikkan sesuatu ke botol minuman Ellena, yang kebetulan tergeletak di dekatnya.
Ia sangat yakin jika tidak ada yang melihat aksinya, tapi sayangnya Noah dengan jelas melihat apa yang dilakukannya, dan tentu ia akan mencegah Ellena meminum minuman yang sudah tercampur okeh obat, yang sebelumnya dia lihat keberadaannya di dalam tas wanita itu.
Melihat sesi pertama pemotretan Ellena berakhir, dan kini giliran partner Ellena yang melakukan pemotretan, Noah langsung saja menghampiri Ellena, lalu ia membisikkan apa yang sudah dilakukan wanita itu pada minuman Ellena.
Ellena tentu saja percaya dengan apa yang dikatakan Noah padanya, dan ia tidak jadi meminum minuman yang sebelumnya sudah ia buka, dan memilih mengambil minuman dari tas ransel yang dibawa Noah.
Minuman di dalam tas ransel disiapkan langsung oleh para saudarinya, dan lagi tas ransel itu senantiasa dibawa oleh Noah. Jadi, ia jauh lebih tenang meminum minuman yang sudah terjamin keamanannya, dibandingkan harus menyiapkan minuman yang dipersiapkan oleh kru pemotretan.
Sementara untuk air di dalam botol, Noah membuang air di dalam botol, supaya terlihat seolah-olah Ellena meminum air di botol itu.
Ellena harus menyelesaikan tiga sesi foto sebelum dinyatakan ia menyelesaikan pekerjaannya, tapi sebelum memasuki sesi kedua dan sesi selanjutnya, semua kru termasuk fotografer dan model, mereka diberikan waktu istirahat, dikarenakan sejak kedatangan mereka ke lokasi pemotretan, mereka langsung saja bekerja, dan belum istirahat.
Saat sedang beristirahat, Noah melihat model wanita terlihat mengerutkan keningnya saat melihat Ellena sedang duduk tenang sambil menikmati cemilannya. Sedangkan saat melihat kearah fotografer dan asistennya, Noah melihat mereka sibuk mencari sesuatu, bahkan keduanya terlihat mengacak-acak barang bawaan di dalam tas mereka.
Mereka terus mencari, dan dari ekspresi kecewa di wajah mereka, sepertinya mereka tidak berhasil menemukan apa yang sedang dicari.
‘Kalian jelas tidak akan berhasil menemukan apa yang kalian cari, karena apa yang kalian cari sudah aku sembunyikan,’ Noah membatin, dan segera mengirim pesan ke Jacob. “Bawa keduanya, dan kita kejutkan mereka,” bunyi pesan Noah.
Noah tidak mendapatkan balasan dari Jacob, tapi ia justru melihat Jacob datang sambil menyeret dia pria yang sudah dalam keadaan babak belur.
Senyum terlihat di wajah Noah saat ia melihat apa yang dibawa Jacob, lalu saat ia melihat ke arah fotografer dan asistennya, ia terkekeh pelan, melihat reaksi terkejut yang ditunjukkan keduanya.
“Saatnya memulai permainan yang menyenangkan!” gumamnya.
...----------------...
Bersambung.