
Dua orang wanita hampir bersamaan membuka kedua matanya, setelah selama beberapa waktu mereka tidak sadarkan diri. Begitu membuka kata dan melihat sekeliling, hal pertama yang mereka lihat adalah pria yang berada di tengah-tengah mereka.
Senyum terlihat di wajah mereka, begitu juga dengan pria yang menatap lembut ke arah mereka.
“Apa masih ada yang terasa sakit dan butuh perawatan lebih lanjut?” tanya pria yang tak lain adalah Noah.
“Tidak lagi ada rasa sakit yang aku rasakan,” jawab Agnes, satu dari dua wanita yang beru saja membuka mata, sedangkan wanita satunya adalah Joy.
“Bukan hanya tidak sakit, tapi sepertinya aku sudah sembuh,” kata Joy tak lagi merasakan sakit di luka yang seharusnya masih terasa sakit.
Agnes dan Joy sama-sama terkena tembakan di bagian bahu, dan saat ini mereka sama sekali tidak merasakan sakit, dari luka yang mereka derita.
“Seharusnya luka kalian sudah sembuh tanpa bekas, setelah aku memberi masing-masing dari kalian satu pil pemilih yang dijual sistem,” kata Noah.
“Sistem sangat luar biasa, bahkan dia menjual pil yang bisa mempercepat kesembuhan,” ungkap Joy.
[Nona Joy, terimakasih atas pujiannya]
Suara sistem terdengar, membuat mereka bertiga tersenyum.
Seluruh kekasihnya sudah tahu keberadaan sistem, jadi dia tidak akan menutupi hal luar biasa yang dimiliki sistem dari mereka semua.
“Apa kalian ingin makan sesuatu? Atau kalian membutuhkan sesuatu?” tanya Noah, sambil menatap bergantian Joy dan Agnes.
“Sebenarnya aku lapar dan ingin makan sesuatu, tapi aku malas makan sendiri,” kata Joy sambil menunjukkan sifat manjanya yang jarang keluar.
“Aku juga lapar, tapi juga malas makan sendiri,” ujar Agnes, dan dia tiba-tiba tak mau kalah manja dari Joy.
Disaat Joy dan Agnes bermanja-manja dengannya, bukannya risih, Noah justru senang mereka bermanja-manja dengannya.
“Kalau begitu aku akan mengambil makanan, dan tunggu aku menyuapi kalian sampai kenyang!”
Noah mencolek bergantian hidung Joy san Agnes, lalu dia buru-buru pergi meninggalkan kamar tempat keduanya dirawat. Dia pergi menyiapkan makanan untuk keduanya, dan begitu siap dia langsung kembali ke kamar.
“Aku tidak tau kalian lagi ingin makanan kering atau basah, jadi aku membawa semua jenis makanan!”
Noah menaruh nampan penuh makanan ke atas meja, dan dia akan menyuapi secara bergantian, makanan yang ingin dimakan Agnes dan Joy.
Joy yang suka makanan berkuah, dia ingin makan soto dan bakso, sedangkan Agnes yang suka makanan lembut, dia ingin makan bubur ayam, yang mana seluruh makanan itu telah disiapkan oleh Noah.
Mengetahui apa yang diinginkan Joy dan Agnes, Noah segera menyuapi mereka makanan, sesuai dengan apa yang di inginkan oleh mereka.
Usai Noah menyuapi makanan untuk Joy dan Agnes, sepuluh wanita bersamaan masuk ke dalam kamar.
Mereka semua nampak gembira saat melihat keadaan Joy dan Agnes jauh lebih baik, bahkan keduanya sudah tak lagi terlihat seperti orang sakit.
Para wanita segera bercengkrama, dan mulai sibuk dengan dunia mereka sendiri, bahkan Noah merasa keberadaannya tidak lagi diperlukan begitu para wanita berkumpul.
Namun, dia tahu jika ada salah satu dari dua belas kekasihnya yang saat ini menatap kearahnya, seolah sedang menunggu penjelasan darinya, tentang sesuatu yang melibatkan anggota keluarganya.
“Ikut denganku!” kata Noah pada Anggun, yang sedari tadi terus menatapnya.
Anggun mengangguk pelan, lalu dia segera melangkahkan kaki, mengikuti setiap langkah yang diambil oleh Noah.
......................
Di ruang kerja Noah yang berada di Mansion keluarga Ludwing, Noah yang hanya berdua dengan Anggun, dia menceritakan apa yang telah dilakukannya pada Presiden saat ini, dan alasan kenapa dia melakukannya.
Orang itu saat ini memang belum mati, tapi dia akan mengalami penderitaan tanpa akhir, dan penjara di Mansion keluarga Ludwing akan menjadi tempat tinggal barunya.
Noah yang bisa membaca isi pikiran pria yang bisa dipastikan akan kehilangan posisinya sebagai seorang Presiden, dia juga menceritakan pada Anggun, rencana yang dibuat oleh orang itu, yang mana dia sedang berencana menjatuhkan hukuman berat pada pemilik NIL Company, dan atas nama negara dia akan mengambil seluruh aset milik NIL Company, lalu nantinya semua aset akan dialihkan menjadi miliknya.
“Aku tidak menyangka jika dia memiliki pemikiran seburuk itu! Kalau dari awal aku tahu seperti apa sifat aslinya, aku tidak akan merekomendasikan dia menjadi penggantiku!” kata Anggun dengan nada kecewa.
“Selama ini hubungan diantara kami terjalin baik, tapi harus aku akuin, kalau selama ini aku tidak terlalu dekat dengannya!” jawab Anggun.
Noah mengangguk mendengarnya, dan dia yakin jika selama ini orang itu menutup rapat sifat aslinya dari Anggun, dan dia terus saja menunjukkan sifat palsu, yang menunjukkan jika dia adalah orang sosok yang bisa dibilang baik.
Disini kesalahan merekomendasikan orang itu bukan sepenuhnya kesalahan Anggun, bagaimanapun juga pria itu sangat baik menutupi sifat aslinya, dan baru saat Noah turun tangan, seluruh sifat aslinya bisa diungkap.
“Sayang, apa aku boleh memberi pelajaran padanya, tentu pelajaran yang akan sangat berarti untuknya?” tanya Anggun.
“Boleh saja, tapi bagaimana kalau kamu melakukannya bersama Joy dan Agnes? Aku rasa kalian berhak memberi pelajaran padanya!” ungkap Noah.
Anggun cepat menganggukkan kepala, sebagai pertanda dia setuju.
“Apa sebelumnya dia sudah mendapatkan sedikit pelajaran darimu?” tanya Anggun.
“Aku hanya mematahkan salah satu kakinya, selain itu dia dalam keadaan baik-baik saja,” jawab Noah.
Senyum nampak di wajah Anggun, setelah mendengar jawaban Noah. Lalu, dia izin pada Noah untuk kembali berkumpul dengan yang lainnya.
“Aku tidak mungkin bisa mencegah mereka berkumpul, atau menculik salah satu dari mereka untuk pergi bersenang-senang denganku!” gumam pelan Noah, setelah kepergian Anggun.
......................
Di penjara bawah tanah Mansion keluarga Ludwing.
Pria yang sejak semalam berada di dalam penjara dengan kedua tangan terikat rantai, dan salah satu kakinya patah, dia terus saja berteriak minta dibebaskan.
“Ssstt! Jangan lagi berteriak jika kau tidak ingin aku memotong lidahmu, dan menggorengnya, lalu aku akan memakannya!” tegus salah satu penjaga penjara.
“Berani melakukan itu padaku, kau pasti akan langsung dijatuhi hukuman mati oleh hukum negara ini! Apa kau tidak tau aku ini siapa? Kuberitau, aku ini Presiden negara ini, orang nomor satu yang paling berkuasa, sekali kau membuat masalah denganku, kau pasti akan menyesalinya!”
Bukannya ketakutan setelah mendengar semua itu, para penjaga penjara yang berjumlah tiga orang, mereka justru tertawa terbahak-bahak.
“Hahahaha... kami tentu saja tau kalau kau adalah seorang Presiden negara ini, tapi kami sama sekali tidak peduli karena kau tidak lagi memiliki kuasa untuk melakukan apapun pada kami!”
Para penjaga tentu saja tau identitas orang di dalam penjara, tapi mereka sama sekali tidak terintimidasi oleh identitas orang itu.
Bagi mereka, siapapun yang sudah dijebloskan ke dalam penjara keluarga Ludwing, bisa dipastikan cepat atau lambat orang itu akan bertemu dengan kematiannya.
Merasa tak ada yang takut dengannya, dia hanya bisa menggerakkan giginya marah, sambil mengutuk nasib sialnya yang mendatanginya, tak lama setelah dia menjadi orang nomor satu di negara IDN.
Belum juga menikmati posisi yang selama ini dia incar, nyatanya dia sudah harus berurusan dengan keadaan antara hidup dan mati, yang mana jika melihat keadaannya saat ini, besar kemungkinan dia mati dibandingkan kemungkinan dia bisa keluar hidup-hidup dari tempatnya saat ini.
‘Sialan! Bagaimana semua hal buruk ini bisa terjadi padaku!’ batinnya marah-marah, dan hanya itu yang saat ini bisa dilakukan olehnya, disaat dia terkurung dengan keadaan mengenaskan didalam sebuah penjara bawah tanah.
Begitu suara teriakan dari mulut orang yang berada di dalam penjara tak lagi terdengar, seketika keadaan di penjara bawah tanah menjadi hening, tapi tak lama kemudian terdengar suara langkah kaki mendekati ruang penjara bawah tanah.
Saat suara langkah kaki terdengar semakin mendekat, seluruh penjaga jelas melihat siapa yang datang, dan dia tak datang seorang diri, melainkan datang bersama dengan tiga orang wanita.
“Kalian aku bebaskan melakukan apapun, pada orang yang saat ini berada di dalam penjara!” kata Noah, satu dari empat orang yang baru saja sampai di penjara bawah tanah.
Tiga wanita yang datang bersamanya kompak tersenyum, setelah mendengar perkataannya.
Ketiga wanita itu adalah Agnes Joy, lalu yang ketiga ada Anggun.
Kedatangan mereka ke penjara bawah tanah adalah untuk memberi pelajaran berharga pada sosok di dalam penjara.
Dan kalaupun mereka bertiga membunuh orang di dalam penjara, Noah tidak merasa masalah dengan semua itu, karena orang di dalam penjara memang pantas mati!
......................
Bersambung.