Sistem Pekerja Keras

Sistem Pekerja Keras
Hukuman Untuk Keluarga Palsu Nancy


Saat ini suasana ruang tamu di Mansion keluarga Ludwing seketika menjadi hening setelah semua orang mendengar apa yang dikatakan Nancy. Empat orang keluarga palsu Nancy, mereka tidak menyangka jika rahasia yang selama ini ditutup rapat ternyata sudah diketahui Nancy, dan tentu itu bukan kabar baik untuk mereka.


Keempatnya terdiam tidak bisa membalas apa yang dikatakan Nancy, bahkan mereka pasrah saat pengawal keluarga Ludwing meringkus mereka.


“Kau ternyata sudah mengetahui semua itu, lalu sekarang apa yang akan kau lakukan pada kami? Apa kau akan menyeret kami ke kantor polisi?” tanya Bara, yang kondisinya saat ini tidak bisa bergerak karena kedua tangannya dipegangin oleh dua pengawal keluarga Ludwing.


Dia dan tiga orang lainnya mengira jika Nancy akan membawa mereka ke penjara, dan menuntut hukuman paling berat untuk mereka, setelah kejahatan besar di masa lalu yang pernah mereka lakukan.


“Sayang, apa menurutmu hukuman penjara pantas untuk mereka?” tanya Nancy, dan dia mengarahkan pandangannya pada Noah, yang berada di sebelahnya.


“Hukuman penjara terlalu ringan untuk mereka,” jawab Noah.


Nancy mengangguk pelan, setuju dengan jawaban Noah, lalu dia kembali bertanya, “Lalu, apa hukuman yang paling tepat untuk mereka, jika hukuman penjara terlalu ringan untuk kejahatan mereka di masa lalu?”


Sejenak Noah terdiam, dan tidak lama kemudian dia berkata, “Masukkan mereka ke ruang penyiksaan, dan saat kita ingin, kita bisa menyiksa meraka sampai puas! Saat kita sudah bosan pada mereka, serahkan saja mereka ke Ludwing Hospital, dan kita bisa menjual organ dalam mereka yang layak di jual!”


Noah menjelaskan hukuman apa yang tepat diberikan pada keluarga palsu Noah, yang dimasa lalu telah menjadi penyebab utama kematian keluarga asli Noah. Mendengar semua itu, Nancy sangat setuju dengan hukuman yang telah dipersiapkan Noah untuk mereka, dan dia sudah tidak sabar memberi siksaan pada mereka. Sedangkan ke-empat orang yang merupakan keluarga palsu Nancy, mereka merasakan ketakutan setelah mendengar perkataan Noah.


Tidak ingin bernasib buruk, mereka mencoba memberontak, tapi tenaga mereka kalah jauh dari para pengawal keluarga Ludwing. Pada akhirnya mereka hanya bisa memohon pengampunan, tapi tidak ada yang peduli dengan mereka.


“Pawa mereka ke ruang penyiksaan, dan jangan lupa seret dua orang lainnya yang saat ini berada di luar kota!” kata Noah memneri perintah pada para pengawal keluarga Ludwing.


Dua orang yang dimaksud Noah adalah pria yang selama ini mengaku sebagai kakak Nancy, dan seorang wanita yang sudah dianggap Nancy seperti adiknya sendiri.


Sekarang hanya tersisa Noah, Nancy, dan kakek Richard di ruang tamu Mansion keluarga Ludwing.


Richard meninggalkan Noah berduaan dengan Nancy, dikarenakan dia masih memiliki sedikit pekerjaan yang harus segera diselesaikan.


Di tinggal berdua, Noah berkata, “Sayang, aku sudah mengetahui dimana mereka dimakamkan. Apa kita akan langsung pergi ke makam mereka?”


“Apa tempat itu jauh? Kalau jauh, sebaiknya sekarang juga kita berangkat, tapi jika dekat dari tempat ini, sebaiknya kita berangkat ke tempat itu saat sore hari!” Akhir-akhir ini cuaca sangat panas, Nancy tidak ingin keluar siang dan membuat wanita lainnya terbakar panasnya sinar matahari, hanya karena mereka ingin menemaninya.


“Tempat itu tidak jauh dari tempat ini, kalau begitu sore nanti kita pergi ke sana bersama-sama!” kata Noah.


“Baik, sore nanti kita pergi ke sana!” balas Nancy, dan dia menunjukkan senyuman lebar di wajahnya.


“Sebaiknya kita segera menemui mereka, yang sepertinya sudah menunggu kedatangan kita untuk makan siang bersama!” Segera Noah menggandeng tangan Nancy, dan mereka berjalan bersama-sama menuju ruang makan.


Sampai di ruang makan, semua sudah menunggu kedatangan mereka, dan setelahnya mereka menikmati makan siang bersama dengan tenang.


......................


Sore harinya, Noah dan seluruh kekasihnya mereka sudah berada di pemakaman umum. Jihan tidak ikut, dan sekarang dia berada di Mansion keluarga Ludwing bersama para orangtua yang sangat menyayangi Jihan, seolah Jihan adalah cucu yang dilahirkan anak kandung mereka.


“Sayang, dimana makan mereka?” tanya Nancy sambil menoleh melihat Noah.


“Sebentar lagi kita akan sampai di tempat itu,” jawab Noah, dan mereka semua terus melanjutkan perjalanan.


Langkah kaki mereka baru terhenti saat sampai di enam makan yang sepertinya baru diperbaiki. Tercantum nama yang dikenali Nancy di ke-enam makam, dan dia segera menabur bunga segar di setiap makam. Dua makam adalah makam kedua orangtuanya, dua makan adalah kakek-nenek dari pihak ibu, dan dua lainnya merupakan makam kakek-nenek Nancy dari pihak ayah.


Mereka semua menjadi korban kecelakaan beruntun, dan kecelakaan itu merupakan sesuatu yang direncanakan oleh Bara, bahkan salah satu dari dua truk yang menabrak mobil mereka, salah satunya dikemudikan oleh Bara.


Nancy tidak bisa membendung air matanya setelah dia selesai menabur bunga di setiap makam. Beruntung dia memiliki banyak saudari yang segera menghiburnya. Sedangkan Noah, dia hanya melihat para wanitanya yang saling menguatkan.


Hampir setengah jam mereka berada di makam, sebelum akhirnya mereka pergi meninggalkan makam. Sebenarnya Nancy dan para wanita ingin lebih lama di tempat itu, tapi cuaca mendung yang tidak lama lagi akan turun hujan, membuat mereka terpaksa meninggalkan makam.


“Sayang, apa setelah ini aku boleh sering berkunjung ke tempat ini?” Nancy bertanya begitu dia sudah berada di dalam mobil, dan duduk di sebelah Noah.


“Tentu saja kamu boleh sering mengunjungi tempat ini, tapi aku tidak mengizinkan kamu pergi seorang diri! Jika aku tidak bisa menemanimu, setidaknya ajak salah satu saudarimu untuk pergi bersamamu!” jawab Noah.


Meski kedua matanya masih memerah setelah cukup lama menangis, Nancy tersenyum senang setelah mendengar jawaban Noah yang diberikan padanya.


Lima wanita lainnya sama sekali tidak keberatan pergi bersama Nancy mengunjungi makan anggota keluarganya. Mereka justru akan merasa sangat bersalah jika membiarkan Nancy pergi seorang diri. Oleh karena itu, siapapun nantinya yang memiliki waktu luang, mereka akan menemani Nancy saat dia ingin pergi ke makam keluarganya.


Mobil yang mereka gunakan saat ini adalah mobil khusus, yang bisa menampung mereka semua dalam satu mobil. Kaca anti peluru, dan keamanan anti ranjau membuat mobil mereka juga sangat aman. Ditambah penjagaan ketat di bagian depan dan belakang, kemanan mereka sangatlah terjamin.


Saat mobil melaju meninggalkan area pemakaman umum, di luar hujan mulai turun, membuat suasana di dalam mobil semakin dingin. Mobil tidak membawa mereka langsung kembali ke Mansion keluarga Ludwing, melainkan mereka ingin pergi ke sebuah restoran untuk makan malam bersama, meski masih ada waktu kurang dari satu jam sebelum tiba jam makan malam.


Mendapatkan izin dari kakeknya dan mengetahui keadaan Jihan yang sangat senang bermain dengan para orangtua, Noah jauh lebih tenang menikmati makan malamnya bersama para kekasihnya.


Tidak lama kemudian mobil mewah telah memasuki area parkir sebuah restoran mewah, yang menyajikan makanan lokal.


Para pengawal sudah menyebar ke segala penjuru restoran, memastikan keamanan restoran. Noah yang baru keluar dari mobil, dia berbisik pada Hans yang berada di sebelahnya, “Singkirkan seluruh orang yang ada di lantai tiga!”


Hans menganggukkan kepalanya mengerti, lalu dia segera melakukan apa yang diperintahkan Noah padanya. Tidak butuh waktu lama dia berhasil menyelesaikan perintah Noah, dikarenakan kebetulan dua pengunjung yang ada di lantai tiga juga sudah beranjak pergi meninggalkan restoran.


“Kita langsung pergi ke lantai ke-tiga!” kata Noah setelah seluruh kekasihnya keluar dari mobil.


Berjalan bersama para kekasihnya memasuki restoran, kedatangan Noah dan para kekasihnya menjadi pusat perhatian pengunjung restoran, terutama mereka yang berada di lantai pertama.


“Abaikan saja keberadaan mereka! Kita langsung pergi ke lantai ketiga!” kata Noah yang dibalas anggukan kepala oleh ke-enam kekasihnya, dan mereka terus melangkahkan kaki menuju lantai tiga.


Saat tiba di lantai dua, ada tiga pria dan seorang wanita yang tiba-tiba menghadang mereka. Sebenarnya bukan mereka, melainkan orang-orang itu menghadang langkah Sasa, tapi karena Sasa berhenti, yang lainnya turut berhenti.


Sasa yang mengenal mereka dan sempat menjalin persahabatan dengan mereka di masa lalu, dia segera berkata, “Apa kalian bisa menyingkir dari jalan yang akan aku lewati? Jika kalian tidak mau menyingkir, biarkan aku yang menyingkir!” Sasa bergerak ke samping dan ingin melangkahkan kaki melanjutkan perjalanan, tapi dua pria lebih dulu berdiri di hadapannya.


“Sasa, bagaimana kalau kamu ikut makan malam bersama kami? Lalu setelah makan malam kita bisa pergi bersenang-senang! Bukannya kita sudah lama tidak pergi bersenang-senang bersama?” kata salah satu pria, yang matanya sendiri tadi tidak hanya tertuju pada Sasa, tapi juga pada wanita lainnya, termasuk Joy, yang tentu pria itu mengenal siapa Joy.


Sasa tahu apa maksud pergi bersenang-senang, yang dimaksud pria di hadapannya. Di masa lalu dia hampir kehilangan kehormatannya sebagai seorang wanita karena ikut bersenang-senang bersama mereka, dan sejak itu dia tidak lagi ingin berhubungan dengan mereka.


“Aku tidak tertarik melakukan apapun dengan kalian, dan apa kalian sudah lupa jika kita tidak memiliki hubungan apapun setelah aoa yang kalian lakukan padaku di masa lalu?” tanya Sasa, yang mana saat ini dia sedang menahan diri untuk tidak memukul pria di hadapannya.


Pria di hadapan Sasa terlihat kecewa dengan apa yang baru si dengarnya. Tidak terima dengan apa yang dia dengar, pria itu mencoba meraih tangan Sasa. Sebenarnya Sasa bisa menghentikan tangan pria itu, tapi sebelum dia melakukannya, Noah sudah lebih dulu menggerikan tangan pria, yang hampir saja berhasil menyentuh tangan Sasa.


“Jauhkan tanganmu dari tangan kekasihku, atau aku akan pastikan kau tidak akan legi bisa menggunakan tanganmu! Bukan tidak bisa menggunakan sebelah tangan, tapi aku akan memastikan kedua tanganmu tidak bisa digunakan!” ancam Noah, dan dia mencengkram kuat tangan pria yang tidak dikenalinya.


Aaaargh...


Pria itu mengersng kesakitan saat cengkraman tangan Noah semakin kuat mencengkram tangannya. Itu sangatlah menyakitkan, dan dia bisa merasa jika beberapa tulang tangannya patah.


Selanjutnya Noah melepaskan tangan pria itu, lalu dia berkata tegas pada mereka yang sudah menghalangi jalannya, “Menyingkir, atau aku akan pastikan kalian semua tidak akan ada yang melihat indahnya hari esok!” Dia tidak sedang bercanda, dan dia benar-benar akan melakukannya jika mereka tidak segera menyingkir.


Melihat jika pria yang mengaku sebagai kekasih Sasa bukanlah sosok yang bisa mereka singgung, apalagi dengan keberadaan para pengawal yang sebelumnya luput dari penglihatan mereka, yang hanya terfokus pada keberadaan Sasa, akhirnya mereka memutuskan menyingkir, memberi jalan pasa Noah dan yang lainnya.


“Kalian cukup pintar dalam mengambil sebuah keputusan!” kata Noah lalu dia yang lainnya melanjutkan perjalanan menuju lantai tiga restoran.


Saat mereka sudah sampai di tempat yang dituju, di tempat itu sudah tersaji banyak makanan untuk mereka, dan segera saja mereka duduk di tempat yang tersedia, baru setelahnya mereka mulai makan malam bersama. Para pengawal juga menikmati makan malam mereka, tapi mereka berada di tempat lain yang berada di lantai tiga restoran.


Mereka sangat menikmati makanan lokal, yang sangat cocok dengan lidah mereka. Sampai akhirnya setelah lebih dari setengah jam berlalu, akhirnya mereka selesai melakukan makan malam bersama, dan sekarang mereka terlihat pembicaraan santai.


Meski Noah dan yang lainnya tahu jika Sasa tidak memiliki hubungan baik dengan para pria yang sebelumnya sempat menghalangi jalan mereka, tetap saja mereka semua termasuk Noah, tentu kecuali Sasa dan Jane, mereka sangatlah penasaran dengan identitas para pria yang sudah mengganggu acara mereka.


“Sayang, siapa sebenarnya para pria dan seorang wanita yang sebelumnya sempat menghadang jalan kita?” tanya Noah, mewakili mereka yang penasaran.


“Hah, mereka bukanlah siapa-siapa, tapi dulu aku pernah menjalin persahabatan dengan mereka semua. Akan tetapi persahabatan itu harus berakhir setelah mereka menjebakku, tapi beruntung aku saat itu berhasil meloloskan diri dari jebakan mereka!” jawab Sasa.


“Jebakan seperti apa yang mereka lakukan padamu, sampai kamu memutuskan mengakhiri hubungan persahabatan dengan mereka?” kembali Noah bertanya, dan dia sangatlah penasaran dengan masa lalu Sasa.


“Malam itu mereka mengajakku ke sebuah pesta, dan di pesta itu mereka mencampur minumanku dengan sesuatu yang membuatku merasakan panas di sekujur tubuh, bahkan rasa panas itu membuatku ingin membuka seluruh pakaianku. Beruntung aku senantiasa menyimpan pil pemberian ibu, yang mana begitu aku menelan pil itu, tubuhku tidak lagi terasa panas, dan sast itu juga aku pergi melarikan diri tanpa sepengetahuan mereka!”


“Keesokan harinya, aku mendengar kabar jika mereka ditangkap karena terlibat acara pesta bebas, dan saat ditangkap mereka sedang melakukan pesta narkoba, dan satu-satunya wanita yang ditangkap bersama mereka, wanita itu dalam keadaan pingsan setelah dinikmati bersama-sama oleh para pria!”


“Sejak peristiwa malam itu, dan aku yang mengetahui seperti apa sifat asli mereka, aku memutuskan seluruh hubungan dengan mereka termasuk hubungan persahabatan yang sudah terjalin selama beberapa minggu. Lalu setelah sekian tahun berlalu, malam ini adalah pertemuan pertamaku dengan mereka, setelah aku memutuskan seluruh hubungan dengan mereka!”


Sasa mengakhiri ceritanya, dan sekarang semuanya kecuali Jane, mereka semua akhirnya tahu hubungan Sasa dengan orang-orang, yang sebelumnya menghadang jalan mereka.


“Jika di masa depan mereka masih berani mengusik kehidupanmu, aku akan melenyapkan mereka tanpa meninggal jejak!” kata Noah yang dibalas anggukan kepala para kekasihnya.


......................


Bersambung.