
Di Bumi.
“Bagaimana, apa kau sudah tau siapa sosok dibalik kekuatan kelompok yang menamai diri mereka prajurit super?” tanya Donald, pemimpin tertinggi organisasi militer terbesar di dunia, yang dibentuk untuk melawan kemunculan monster, dan menghancurkan portal dimensi.
“Sosok itu adalah salah satu anggota keluarga Ludwing, yang berada di Negara IDN, dan dia juga merupakan pemilik NIL Company, yang saat ini menjelma menjadi perusahaan alat utama pertahanan terbesar di Dunia ini.”
“Hah, pantas saja Negara IDN, menjadi Negara teraman dari gangguan monster, dan kekuatan militer Negara itu saat ini berada di puncak, bahkan kekuatan kita tak sebanding dengan mereka.”
“Presiden Negara IDN juga bagian dari keluarga Ludwing, jelas saja Negara IDN menjadi Negara terkuat, dengan berada di tangan yang tepat. Bahkan kini mereka menyewakan prajurit super, pada Negara tetangga, tapi mereka menolak bekerjasama dengan kita, hanya karena kontrak permanen yang kita sodorkan pada mereka.”
“Kontrak permanen seperti apa yang kamu sodorkan pada mereka?”
“Itu sebenarnya bukan kontrak permanen, tapi itu kontrak pembelian prajurit super, untuk seutuhnya menjadi bagian dari kita.”
Donald menggelengkan kepala mendengar itu.
“Pantas saja mereka menolak, dan itu menunjukkan jika mereka tidak bodoh dan juga tidak sedang kekurangan uang,” katanya.
“Ya, mereka memang tidak membutuhkan uang, tapi kita secepatnya harus bisa setidaknya mendapatkan salah satu prajurit super, untuk nantinya dibedah oleh para ahli, dan setelah itu ada kemungkinan kita bisa menciptakan prajurit super sendiri, yang lebih baik dari milik Negara IDN.”
“Kekuatan prajurit super jauh melampaui bayangan kita, bahkan mereka bisa mengalahkan monster dengan tangan kosong. Menangkap mereka dan membawa paksa mereka, sudah berkali-kali gagal kita lakukan. Selain kenal senjata, mereka juga kenal racun dan obat bius.”
Sejak berhasil melampau kekuatan level 500, prajurit super berhasil membangkitkan keterampilan baru, yaitu tubuh kebal senjata, kebal racun juga obat bius.
“Mereka juga tidak mungkin datang sendiri pada kita,” imbuh Donald.
“Itulah yang membuat aku frustasi, karena memang sangat mustahil mendapatkan mereka. Jangankan mendapatkan mereka dalam kondisi hidup, mayat mereka saja tidak bisa aku dapatkan karena sampai sekarang memang belum ada kasus kematian prajurit super.”
“Kini semua serba terbalik. Di masa lalu kita yang mempersulit mereka, saat mereka menginginkan teknologi pertahanan yang kita miliki, tapi sekarang giliran kita yang kesulitan mendapatkan apa yang kita inginkan dari mereka.”
“Mungkin ini karma untuk Negara yang di masa lalu pernah mempermainkan Negara IDN, dan sekarang mereka sama sekali tidak dipedulikan oleh Negara IDN. Apa yang mereka lakukan di masa lalu, berdampak pada keadaan saat ini.”
Donald hanya mengangguk mendengar semua itu, lalu mereka kembali terdiam, dengan pikiran masing-masing, tapi apa yang mereka pikirkan tak jauh-jauh dari monster dan kemunculan portal dimensia, yang selama beberapa bulan ini senantiasa menghantui mereka.
......................
Di Negara IDN.
Jacob dan Hans sedang menghadap Kaivan Ludwing, Presiden Negara IDN, sekaligus paman Noah.
Keduanya ingin melaporkan keberadaan orang-orang yang terus saja mencoba mendapatkan prajurit super, untuk mendapatkan rahasia yang ada di dalam tubuh prajurit super.
Ada banyak Negara berkuasa yang ingin mengungkap rahasia, yang ada di dalam tubuh prajurit super, tapi sampai saat ini belum ada satupun dari mereka yang bisa melakukannya.
Akan tetapi, meski saat ini mereka belum bisa mendapatkan apa yang diinginkan, belum tentu di masa depan nanti mereka tetap saja gagal mendapatkannya. Kemungkinan itu memang ada, dan itu yang akan dicegah oleh Jacob dan Hans, serta Kaivan.
Rencana telah dimatangkan oleh ketiganya, yang akan membuat Negara lain terpaksa menghentikan keinginan mereka, tentang mengungkap rahasia yang ada di dalam tubuh prajurit super.
“Tuan Kaivan,” kata Jacob dan Han bersamaan, saat dia tiba di ruangan, yang mana di tempat itu sudah ada Kaivan, dan dua orang kepercayaannya, yang mana keduanya berasal dari keluarga Milito.
Kaivan mempersilahkan Jacob dan Hans duduk yang sudah disediakan untuk mereka, dan Kaivan menjadi orang pertama yang membuka suara, mengatakan apa yang menjadi pokok pembicaraan dalam pertemuan mereka.
“Mereka terus saja melakukan hal yang sama, meski berkali-kali sudah kita gagalkan,” kata Jacob.
“Sampai hari ini kita memang selalu berhasil menggagalkan usaha mereka, tapi ada kalanya kita pasti akan kecolongan, dan mereka akan mendapatkan apa yang diinginkan,” kata Hans.
Kaivan mengangguk mendengarnya, lalu dia bicara, “Aku sudah memiliki rencana untuk membuat mereka tak lagi mengincar keberadaan prajurit super.”
“Apa rencana yang Tuan miliki?” tanya Jacob dengan rasa penasarannya.
“Itu bukan sebuah rencana, tapi aku akan menyatakan perang sampai titik darah penghabisan, pada setiap Negara yang ketahuan masih mencoba mendapatkan prajurit super,” kata Kaivan.
“Aku sangat setuju dengan keputusan Tuan,” kata Jacob.
“Dengan kekuatan militer negara, dan persenjataan militer yang kita miliki, hanya orang bodoh yang menginginkan peperangan dengan negara kita,” ungkap Kaivan.
“Tuan jangan lupakan keberadaan jutaan prajurit super yang siap menjadi tulang punggung Negara, jika peperangan memang harus dilakukan,” kata Hans.
Kaivan mengangguk sambil menyunggingkan senyuman.
“Dengan adanya prajurit super dan tentara super, hanya mimpi buruk yang akan didapatkan Negara, yang masih berani menginginkan prajurit super, untuk mengungkap rahasia di dalam tubuh prajurit super,” kata Jacob.
Semua orang di dalam ruangan mengangguk kepala, dan malam ini juga Kaivan akan mengumumkan pada Dunia tentang pernyataannya, yang mana pernyataan itu telah mendapatkan persetujuan dari seluruh pejabat Negara, yang kini diisi oleh orang-orang terbaik, bukan orang yang hanya mementingkan kesenangan mereka lalu mengabaikan kesejahteraan dan keamanan rakyat.
Pertemuan berakhir saat Kaivan harus segera tampil di depan kamera, untuk mengumumkan pada Dunia, tentang pernyataannya.
Tepat pukul sembilan malam Kaivan mengumumkan pada Dunia tentang pernyataannya, dan dia memastikan seluruh pemimpin Negara jelas mendengar pernyataannya.
Dalam waktu yang sangat singkat, beberapa Negara segera menarik orang-orang mereka yang diberikan tugas menangkap paksa salah satu prajurit super.
Negara-negara itu tidak ingin hal buruk terjadi dengan pada Negara mereka. Meski tidak berhasil mengungkap rahasia yang ada di tubuh prajurit super, setidaknya mereka bisa menghindari peperangan dengan Negar, yang saat ini menempati urutan nomor satu sebagai Negara terkuat, baik dalam kekuatan ekonomi, ataupun kekuatan militer.
......................
Donald yang masih berada di ruang kerjanya, dia tersenyum kecut setelah melihat dan mendengar langsung pengumuman Kaivan.
“Sungguh cara pencegahan yang paling tepat, dan cara itu hanya bisa dilakukan oleh Negara yang memiliki kekuatan untuk melakukannya,” katanya.
Negaranya sendiri dulu bisa melakukan apa yang dilakukan oleh Kaivan, tapi sekarang posisi itu telah diambil alih, dan dia penasaran apa Negaranya masih berani menginginkan salah satu prajurit super, setelah pengumuman Kaivan.
“Jika orang itu tetap melakukannya, rakyat juga akhirnya yang akan menderita, dan aku akan menjadi orang pertama yang menentang keinginannya,” gumamnya.
Di tempat lain, masih di Negara yang sama dengan Donald, pria yang terlihat masih begitu gagah meski seluruh rambutnya telah memutih, dia baru saja menghancurkan layar televisi yang berada di ruang kerjanya, setelah mendengar pengumuman Kaivan.
“Soal! Kalau seperti ini aku akan semakin sulit mendapatkan salah satu prajurit super untuk dibedah. Cih, tapi aku tidak yakin dia benar-benar akan memerangi Negara yang masih mencoba menangkap prajurit super,” katanya.
“Aku akan tetap pada rencana awal, dan apapun yang terjadi aku harus mendapatkan salah satu prajurit super!”
Menghubungi seseorang untuk terus melanjutkan rencananya, tak lama setelah pembicaraan di telepon berlangsung, tiba-tiba dia membanting ponsel yang ada di tangannya sampai hancur tak berbentuk.
“Sial, benar-benar sial! Bagaimana bisa bocah itu menolak melanjutkan rencana dan justru memutuskan berhenti? Kalau seperti ini aku terpaksa meminta dia yang melakukannya, meski aku harus menggunakan banyak anggaran untuk menyewa jasanya.”