
Desa Iblis.
Selesai makan siang bersama, Noah melihat satu persatu kekuatan kekasihnya, yang mana kekuatan mereka semua telah meningkat ke tingkat Master Level 1, dua Level lebih rendah dari kekuatannya.
‘Mereka ternyata juga mengalami banyak peningkatan, dan aku juga telah memastikan jika Jacob serta Hans juga mengalami peningkatan kekuatan, sama halnya dengan prajurit super,’ batin Noah.
Menyunggingkan senyuman di wajahnya, Noah sama sekali tidak menutupi perasaan bahagianya, setelah melihat peningkatan kekuatan mereka.
“Sayang, apa peningkatan kekuatanku yang sangat luar biasa ini berhubungan dengan apa yang kita lakukan semalam? Kalau benar, bagaimana kalau kita melakukannya setiap hari?” ujar Flora yang menginginkan kekuatan, juga menginginkan kenikmatan serta kepuasan yang semalam dia rasakan.
Mendengarnya, Noah segera menjelaskan jika semua itu hanya sekali saja dapat mereka dapatkan, yaitu saat pertama kali melakukannya. Setelahnya, hanya rasa nikmat dan puas yang akan mereka dapatkan, tiap kali melakukan penyatuan.
Flora menganggukkan kepalanya pelan pertanda dia mengerti dengan penjelasan Noah, begitu juga dengan Victoria, Lamia, dan Lumia.
“Selanjutnya, jika kita masih ingin menginginkan kekuatan besar dalam waktu singkat, kita bisa mendapatkan semua itu dengan membunuh Raja Iblis, dan seluruh Iblis yang berada di Istana Iblis,” kata Noah, yang sudah merencanakan penyerangan Istana Iblis dalam waktu dekat.
“Sayang, Raja Iblis sangatlah kuat, apa dengan kekuatan kita saat ini, kita bisa mengalahkannya?” tanya Lamia yang sering mendengar sekuat apa, kekuatan yang dimiliki oleh Raja Iblis.
“Memang dia kuat, dan tidak akan mudah mengalahkannya, tapi aku yakin kita pasti dapat mengalahkannya!” ungkap Noah penuh dengan keyakinan.
Sistem sudah memperhitungkan semuanya, dan Noah sangat percaya dengan perhitungan yang dilakukan oleh sistem.
Meski kemungkinan menang tidak mencapai angka sembilan puluh persen, tetap saja kemungkinan menang masih jauh lebih besar, dibandingkan dengan kemungkinan kalah, dan itu sudah cukup untuk membuat Noah yakin dapat mengalahkan Raja Iblis.
Melihat keyakinan yang dimiliki oleh Noah, timbul keyakinan pada diri seluruh kekasihnya, dan mereka tentu saja akan ikut Noah kapanpun dia melakukan serangan ke Istana Iblis, tempat tinggal Raja Iblis dan seluruh pengikutnya.
Apalagi Lamia dan Lumia, yang tau siapa sosok utama dibalik kematian kedua orangtua dan seluruh keluarga mereka, yang dulungnya merupakan keluarga pemilik Istana Iblis. Sosok itu tak lain adalah sosok yang saat ini menamai dirinya sebagai Raja Iblis, dan mereka sangat ingin membunuhnya.
Keduanya akan menjadi orang pertama yang ikut pergi dengan Noah, jika Noah memutuskan menyerang Istana Iblis.
“Dalam waktu dekat aku berencana menyerang Istana Iblis, dan membunuh seluruh Iblis di tempat itu termasuk dengan Raja Iblis. Aku tidak akan memaksa kalian ikut denganku, tapi jika kalian ingin ikut, aku tidak akan melarang kakian,” kata Noah sambil menatap ke arah seluruh kekasihnya.
Seluruh kekasih Noah saling lirik, lalu tak lama kemudian, bersamaan mereka menganggukkan kepala.
“Aku tentu saja ikut karena ada yang harus aku selesaikan, dan itu berhubungan dengan Raja Iblis,” kata Lamia.
“Begitu juga denganku,” ungkap Lumia.
“Kami juga tentu saja ikut, karena jika ada satu dari kami pergi, kami semua juga akan pergi, apalagi yang pergi adalah kesayangan kami, jadi bagaimana mungkin kami tidak ikut?” ujar Agnes, yang diangguki oleh wanita lainnya.
Noah mengangguk lalu tersenyum setelah mendengar semua itu, dan sudah diputuskan jika dia akan membawa seluruh kekasihnya, saat menyerang Istana Iblis, tempat tinggal Raja Iblis yang menjadi target utama Noah.
Selanjutnya, Noah dan seluruh kekasihnya melakukan diskusi, kapan mereka akan pergi menyerang Istana Iblis, dan diskusi berakhir dengan keputusan kalau penyerangan akan dilakukan tiga hari dari sekarang.
“Kenapa tidak hari ini saja kita langsung menyerang mereka?” tanya Lumia yang sudah sangat ingin membalas perbuatan Raja Iblis pada keluarganya.
“Kita semua masih harus membiasakan diri dengan kekuatan baru, oleh karena itu hari ini dan besok akan kita gunakan untuk membiasakan diri dengan kekuatan baru, dan kita bisa memburu sebanyak-banyaknya monster untuk membuat kita terbiasa dengan kekuatan baru,” jelas Anggun.
Lumia mengangguk mengerti, dan harus diakuinya, jika dia belum terbiasa dengan kekuatan baru, yang baru didapatkannya.
“Sebentar lagi kita akan memulai perburuan, dan bagaimana kalau kali ini kita menyebar, dengan masing-masing kelompok beranggotakan empat orang?” usul Yuna.
“Aku setuju,” balas Sasa, dan wanita lainnya juga setuju dengan usul Yuna.
Untuk Noah, seperti biasa dia akan berburu seorang diri, tapi dia tak akan melepaskan penjagaan untuk seluruh kekasihnya, sekalipun jarak mereka berjauhan satu sama lain.
Dalam waktu singkat empat kelompok telah terbentuk.
Angnes, Nancy, Vika, dan Sasa, mereka adalah kelompok pertama. Kelompok kedua ada Anggun, Yuna, Prilly, dan Victoria. Kelompok ketiga Ada Joy, Jane, Flora, dan Lamia. Terakhir untuk kelompok empat ada Lumia, Ellena, Suzy, dan Amel.
Mereka akan menyebar ke beberapa tempat, dan memburu seluruh monster yang mereka temui.
Noah yang berburu seorang diri, tanpa sepengetahuan seluruh kekasihnya, dia menciptakan empat tubuh yang penampilannya sangat mirip dengannya, dan dia menugaskan mereka mengawasi seluruh kekasihnya dari kejauhan.
“Baiklah, sekarang juga kita berangkat berburu!” kata Noah, dan langsung saja mereka berangkat berburu, sesuai dengan anggota kelompok yang telah ditentukan.
“Mereka terlihat sangat bersemangat,” gumam Noah, tak ketinggalan senyuman muncul di wajahnya.
“Semoga perburuan hari ini berjalan lancar, dan mereka bisa membiasakan diri dengan kekuatan baru,” kata Noah.
Noah bergerak sangat cepat ke arah yang tak dituju oleh keempat kelompok, yang seluruh anggotanya merupakan kekasihnya.
Menggunakan keterampilan mata tembus pandang yang kekuatannya telah ditingkatkan, mudah bagi Noah menemukan keberadaan monster, dan dia menemukan rombongan monster pertamanya, setelah beberapa kilometer meninggalkan Desa Iblis.
Dia dipertemukan dengan monster yang menyerupai kelinci, tapi berukuran besar, dan berdiri selayaknya manusia.
Berbeda dengan kelinci di Bumi yang terlihat imut dan menggemaskan, kelinci yang Noah lihat sama sekali tidak imut atau menggemaskan.
Memiliki taring selayaknya harimau, serta kuku-kuku tangan yang cukup panjang, ditambah matanya yang berwarna merah menyala, daripada imut dan menggemaskan, mereka lebih terlihat menyeramkan.
“Sistem, kamu memang selalu benar. Kecepatan mereka akan beradu dengan kecepatanku, dan sekalian aku akan menguji beberapa keterampilan yang baru aku miliki,” kata Noah, tak sabar menghadapi monster kelinci yang berjumlah ratusan ekor.
Dengan keterampilan mengendalikan api, Noah mampu menciptakan bola-bola api, dan dengan bola-bola api ciptaannya, dia mulai menyerang monster kelinci, yang sedari tadi belum juga menyadari keberadaannya.
“Wosh... Wosh... Boom... Boom...” Ledakan tercipta dari bola api yang menghantam rombongan monster kelinci, melukai beberapa dari mereka, dan membunuh lima ekor monster kelinci.
Melihat hasil yang memuaskan, Noah terus saja melemparkan bola-bola api ke arah rombongan monster kelinci, tapi kali ini banyak serangan yang meleset karena monster kelinci telah mengetahui keberadaannya, dan dengan kecepatannya mereka menghindari setiap serangan bola-bola api.
Banyak yang berhasil menghindar, tapi tak sedikit yang terkena serangan bola-bola api, yang dilemparkan oleh Noah.
Semakin banyak monster kelinci yang mati ataupun terluka, dan mereka sama sekali tidak memiliki kesempatan membalas serangan Noah, dikarenakan mereka tak pernah bisa menjangkau keberadaan Noah, yang dengan mudahnya terus menjaga jarak dengan seluruh monster kelinci.
Menggunakan keterampilan langkah cahaya, Noah memiliki kecepatan berkali-kali lebih cepat dari monster kelinci, dan itu membuatnya sangat mudah menjaga jarak dari mereka yang terus berusaha menyerangnya.
Beralih dari melemparkan bola-bola api, kini Noah melemparkan kilatan petir dari tangannya, dan lemparannya kali ini senantiasa tepat sasaran, membuatnya dengan cepat mengalahkan hampir seluruh monster kelinci.
“Lima terakhir, dan aku akan menyerangnya secara langsung.”
Menyisakan lima sosok monster kelinci, Noah tidak lagi menyerang dari kejauhan, melainkan dia melakukan serangan jarak dekat, bahkan tidak menggunakan senjata melainkan hanya menggunakan tangan kosong.
“Swush...” Menggunakan ketrampilan langkah cahaya, Noah dengan sangat mudah membunuh satu persatu monster kelinci, hanya dengan menggunakan tangan juga kakinya.
Melihat seluruh mayat monster kelinci, Noah memastikan jika mereka semua sudah mati, dan dia sangat penasaran apa daging monster kelinci bisa dikonsumsi, selayaknya daging kelinci di Bumi.
“Sistem apa mungkin daging mereka dapat dimakan selayaknya kelinci di Bumi?” tanyanya.
[Tentu saja daging mereka dapat sikons, dan daging monster kelinci dapat digunakan untuk meningkatkan kecepatan seseorang, tapi tak akan berguna untuk kecepatan Tuan]
Noah mengangguk mendengarnya. “Kalau begitu, aku akan membawa puluhan mayat yang masih utuh, untuk nantinya aku serahkan pada penduduk Desa Iblis, dan aku berharap mereka menyukai daging monster kelinci,’ ungkapnya.
[Tuan, bagaimana bisa penduduk Desa Iblis tidak menyukai daging monster kelinci, sedangkan selama ini daging monster kelinci merupakan makanan favorit mereka? Bawalah lebih banyak mayat monster kelinci, dan mereka semua akan lebih senang]
“Kalau memang seperti itu aku akan membawa seluruh mayat yang terlihat dalam keadaan baik,” katanya, lalu dia mulai memasukkan datu demi satu mayat monster kelinci yang masih terlihat baik, kedalam ruang penyimpanan sistem, yang bisa digunakan untuk menyimpan banyak barang, kecuali makhluk hidup.
“Sekarang saatnya melanjutkan perburuan!” kata Noah, dan segera saja dia pergi melanjutkan perburuannya, meninggalkan mayat monster kelinci yang tak layak dikonsumsi. Dia membiarkan mayat-mayat itu menjadi makanan untuk monster lainnya, yang belum menunjukkan keberadaannya.
Di tempat lain, kelompok pertama baru saja mengalahkan puluhan monster yang sosoknya menyerupai beruang, tapi memiliki bulu berwarna merah terang dengan ukuran tubuh mencapai tujuh sampai sepuluh meter.
Semua mereka bunuh dengan mudahnya, dan saat ini mereka sudah pergi melanjutkan perburuan.
Kelompok lainnya, mereka juga telah menemukan buruannya masing-masing, dan mengalahkan seluruh monster buruan dengan sangat mudah, karena bagaimanapun juga mereka semua lebih kuat dari monster buruan.
Setelah sore berganti malam, seluruh kelompok, juga Noah, mereka bertemu di suatu tempat untuk istirahat bersama, sebelum nantinya melanjutkan perburuan.
Sebelum pergi berburu mereka telah menyiapkan bekal, dan sekarang mereka sedang menikmati bekal makanan, yang dibawa dari rumah.
“Bagaimana, apa kalian sudah terbiasa dengan kekuatan baru yang kalian miliki?” tanya Noah disela-sela mereka menikmati makanan, sambil sejenak beristirahat.
“Tidak sulit untuk membiasakan diri dengan kekuatan baru yang sangat luar biasa,” ungkap Joy.
“Mungkin karena ini adalah kekuatan milik diri kita sendiri, jadinya kita tak kesulitan beradaptasi dengan kekuatan baru,” kata Agnes.
Kemudian satu persatu wanita mengatakan jika mereka sama sekali tidak mengalami kesulitan, saat beradaptasi dengan kekuatan baru, yang membuat mereka lebih mudah mengalahkan lawan, meskipun lawan mereka memiliki level diatas 700, dan memiliki keunggulan dalam jumlah ataupun kekuatan.
“Baguslah kalau tidak ada yang mengalami kesulitan, beradaptasi dengan kekuatan baru,” kata Noah sambil menyunggingkan senyuman di wajahnya.
Mendengar itu seluruh wanita hanya mengangguk, dan tak lupa mereka tersenyum, membalas senyuman Noah.
Saat mereka ingin melanjutkan perburuan, suara sistem terdengar di benak Noah, begitu juga di benak seluruh kekasihnya, termasuk Flora, Victoria, Lamia, dan juga Lumia, yang baru pagi ini berkenalan dengan sistem.
[Tuan dan Nona-nona sekalian, tak jauh dari tempat ini akan muncul ribuan monster, bahkan jumlah mereka bisa mencapai ratusan ribu. Mereka bukan satu jenis monster yang sama, melainkan berasal dari berbagai jenis monster]
[Mereka berkumpul di tempat itu untuk memperebutkan Kristal Darah, yang dapat membantu mereka meningkatkan kekuatan, sampai mentok ke Level 10 tingkat Master]
[Tuan dan Nona-nona sekalian, tolong dapatkan Kristal Darah karena benda itu dapat meningkatkan kekuatan kalian, dan mungkin dengan benda itu kalian akan memiliki kesempatan sebesar seratus persen dapat mengalahkan Raja Iblis]
Noah dan seluruh kekasihnya yang mendengar semua itu, jelas saja mereka bersemangat untuk mendapatkan Kristal Darah, sekaligus membunuh seluruj monster yang berkumpul di tempat itu. Mendapatkan dua keuntungan di tempat yang sama, itulah yang mereka inginkan.
“Sistem, katakan padaku, arah mana yang harus kami tuju untuk sampai ke tempat itu?” tanya Noah yang sudah tak sabar pergi ke tempat itu.
[Tuan dan Nona-nona sekalian cukup pergi ke arah barat. Sepuluh kilometer dari tempat ini, kalian semua akan menemui tempat itu, dan mungkin sudah ada beberapa monster yang menempati tempat itu]
“Baiklah, kita akan langsung pergi ke tempat itu,” kata Noah, lalu dia memimpin seluruh kekasihnya pergi ke tempat, yang akan memberi mereka keuntungan ganda.
Pergerakan mereka sangatlah cepat, dan hanya dalam kurun waktu kurang dari dua menit, kemungkinan besar mereka akan sampai di tempat tujuan, yang saat ini di tempat itu telah terdapat ribuan monster, yang berasal dari berbagai jenis monster. Mereka datang bukan untuk aksi damai, melainkan mereka akan melakukan perebut Kristal Darah.
Namun, dengan datangnya Noah dan seluruh kekasihnya, kecil kemungkinan salah satu dari rombongan monster, yang bakalan dapat memiliki Kristal Darah.