
Hembusan angin malam yang sejuk menerpa wajah Noah dan kedelapan kekasihnya, serta Jacob dan Hans.
Rasa segar mereka rasakan saat merasakan hembusan angin, tapi aroma amis yang mereka cium, segera menyadarkan mereka jika saat ini sedang di tengah-tengah pertempuran.
Setelah sebelumnya mereka melawan makhluk asing dengan ukuran sama persis dengan manusia, kini muncul sosok tinggi besar. Bukan hanya satu, tapi muncul lebih dari satu sosok dengan ukuran sama persis.
Hawa malam yang dingin terasa semakin dingin dengan kemunculan lima sosok asing, yang bisa dikatakan sebagai monster.
Dengan diterangi lampu-lampu jalanan, Noah dan yang lainnya melihat jelas lima sosok yang berdiri sejajar, menatap tajam ke arah mereka.
Kelimanya merupakan sosok anjing dengan tiga kepala setinggi lebih dari dua meter. Dengan air liur yang terus menetes dari masing-masing kepala anjing, serta taring dan kuku tajam yang mereka miliki, keberadaan mereka sangatlah menyeramkan.
Melihat sosok lima anjing dengan tiga kepala setinggi lebih dari dua meter, Noah dan yang lainnya memiliki satu pemikiran yang sama.
“Anjing yang sangat mengerikan!” pikir mereka semua.
“Kalian semua berhati-hati, dan segera persiapkan seluruh senjata yang kalian miliki!” teriak Noah yang merasakan bahaya dari lima sosok anjing, yang perlahan berjalan ke arahnya.
Kedelapan kekasih Noah, Jacob serta Hans, mereka segera bersiap dengan senjata masing-masing, dan kapanpun musuh datang mereka siap melawannya.
“Mahkluk lemah! Sebaiknya kalian menyerah dan menjadi makananku!” Salah satu anjing berbicara, dan dia berbicara selayaknya manusia pada umumnya.
Terkejut? Tentu saja Noah dan yang lainnya terkejut saat tahu musuh berwujud anjing bisa bicara selayaknya manusia. Tidak lama keterkejutan mereka bertambah saat muncul lima sosok menyerupai manusia muncul, dan mengambil posisi duduk di punggung kelima anjing berkepala tiga.
Lima sosok menyerupai manusia yang semula duduk tenang di atas punggung anjing berkepala tiga, tiba-tiba mereka bangkit berdiri di waktu bersamaan, lalu bergerak cepat maju menyerang Noah, yang berdiri paling depan jika dibandingkan yang lainnya.
“Sepertinya mereka tahu siapa sosok paling berbahaya dan yang harus segera disingkirkan!” kata Noah dan dengan santainya dia mengeluarkan dua belati, lalu bersiap menghadapi musuh yang mendatanginya.
“Sayang hati-hati! Mereka sepertinya lebih kuat dari yang sebelumnya!” kata Ellena sambil melihat pergerakan lima sosok menyerupai manusia, yang bergerak cepat maju ke depan.
Dia dan yang lainnya tidak bisa menebak siapa yang akan di serang oleh kelima sosok itu, dan mereka sama sekali tidak mengira jika ke-lima sosok itu mengincar Noah.
“Kalian tenang saja, mereka berlima tidak sekuat kelihatannya! Kalian sebaiknya lebih berhati-hati dengan keberadaan lima anjing yang masih belum bergerak!” kata Noah sebelum dia bergerak cepat maju, menyambut serangan musuh.
Dengan kedua belati di tangan dan pergerakan yang lebih cepat dari mereka yang menjadi musuhnya, Noah masih sangat mudah melukai bahkan mengalahkan lima sosok menyerupai manusia yang menjadi lawannya.
“Hehehehe... ternyata kalian benar-benar lemah!” Noah meremehkan kekuatan musuh, yang memang masih jauh lebih lemah dirinya.
Door... Door... Door... Door...
Di tengah pertarungannya, Noah tiba-tiba mendengar suara tembakan beruntun, dan suara itu berasal dari kedelapan kekasihnya serta dua orang lainnya yang mulai menembaki ke-lima anjing berkepala tiga.
Seluruh peluru yang ditembakan tepat mengenai bagian tubuh ke-lima anjing berkepala tiga. Namun, tidak ada satupun peluru yang mampu memberi luka serius pada ke-lima anjing.
“Hohoho... ternyata mereka memiliki kulit yang berguna sebagai perisai!” kata Noah sambil menghindari serangan musuhnya, dan sesekali membalas serangan mereka.
Ingin segera melawan anjing berkepala tiga yang terlihat lumayan tangguh, Noah langsung saja membunuh lima sosok yang menjadi musuhnya.
Slash... Slash... Slash... Slash...
Noah melompat dan bergerak cepat menebas leher lima sosok yang menjadi musuhnya. Empat sosok seketika mati begitu kepala mereka terpisah dari bagian tubuh, sementara satu dari mereka mengalami luka parah, dan tidak lagi mampu melanjutkan pertarungan.
Meninggalkan satu sosok yang tidak lama lagi mati dengan sendirinya, tatapan mata Noah segera tertuju pada seekor anjing berkepala tiga yang berlari ke arah Sasa dan Joy.
“Gunakan belati yang ada di tangan kalian untuk melawan mereka, tapi sebisa mungkin hindari serangan mereka!” kata Noah, memberi saran pada yang lainnya.
Mendengar itu, segera semua orang mengganti senjata mengikuti saran yang diberikan Noah.
Serempak mereka menyimpan kembali pistol dengan peluru khusus, dan kini beralih menggunakan belati kembar, sama seperti yang digunakan Noah.
Ggggrrrrr....
Anjing berkepala tiga dengan tinggi lebih dari dua meter mengeram, menunjukkan taring dan kuku tajam mereka, dan cepat mereka bergerak maju.
Sasa dan Joy melawan anjing yang menyerang dari sisi kiri. Agnes, Jane, Nancy dan Ellena melawan dua anjing yang menyerang dari arah depan. Di sisi kanan ada Vita dan Prilly, lalu di bagian belakang ada Jacob dan Hans.
Sedangkan Noah, dia lebih dulu pergi menghancurkan portal, untuk mencegah munculnya makhluk asing yang jauh lebih kuat.
Cepat dia menghancurkan portal dengan cara meledakkannya menggunakan lima buah granat, baru setelahnya dia pergi membantu yang lainnya.
Sampai di tempat pertarungan kedelapan kekasihnya serta dua orang kepercayaannya, Noah jelas melihat jalannya pertarungan yang masih berimbang, tapi terlihat sudah ada beberapa luka di tubuh ke-lima anjing, sementara orang-orangnya masih dalam keadaan baik-baik saja.
Daripada terlihat berada dalam bahaya, Noah justru melihat mereka semua sangat menikmati jalannya pertarungan, dan dalam pertarungan ini mereka mengerahkan semua, yang mereka miliki.
Tap... Tap... Tap... Tap...
Ke-lima anjing mencoba menggunakan kecepatan mereka, untuk menyulitkan lawan menyerang ke arah mereka.
Tapi usaha mereka nyatanya sia-sia karena lawan mampu mengimbangi kecepatan merrka, bahkan gerakan lawan masih satu langkah lebih cepat.
Tahu jika kecepatan tidak berguna pada lawan mereka, ke-lima anjing kembali menyerang secara brutal.
Membuka lebar-lebar mulut dan berusaha menerkam lawan, tapi berkali-kali mereka hanya menerkam angin.
Begitu juga saat menyerang menggunakan kuku tajam yang mereka miliki, serangan mereka senantiasa meleset karena lawan cepat menghindar.
Booomm...
Agnes yang belum menggunakan belati melainkan menyerang menggunakan tinjunya, dia berhasil meninju salah satu kepala anjing yang menjadi lawannya, membuat kepala anjing itu meledak dan hancur.
Menyisakan dua kepala, anjing yang menjadi lawan Agnes mulai kehilangan keseimbangannya.
Baang... Booomm...
Jane yang menjadi partner Agnes, dia juga berhasil meninju salah satu kepala anjing yang menjadi lawannya, membuat anjing yang keduanya lawan kini hanya memiliki satu kepala.
Booomm... Booomm... Booomm...
Di tempat yang lainnya satu-persatu kepala anjing hancur karena tinju, dan dalam waktu singkat ke-lima anjing, masing-masing dari mereka hanya menyisakan satu kepala, setelah sebelumnya masing-masing dari mereka memiliki tiga kepala.
“Mereka sama sekali tidak membutuhkan bantuanku!” gumam pelan Noah yang kini keberadaannya hanya sebagai penonton.
“Tetapi sepertinya mereka harus segera menyelesaikan pertarungan karena tidak lama lagi polisi dan tentara akan segera datang ke tempat ini!” kembali dia hanya bergumam.
Dengan pendengarannya yang sangat tajam, Noah jelas mendengar suara sirene di kejauhan, dan suara itu terdengar semakin mendekat.
“Selesaikan dengan cepat karena petugas negara akan segera datang!” teriak Noah, yang dapat di dengar semua orang.
Mendengar itu semua orang hanya menganggukkan kepala, dan mereka berusaha secepatnya mengalahkan musuh, yang saat ini sudah berada dalam keadaan terluka parah.
“Mari selesaikan semua ini dengan cepat!” kata Ellena yang sudah memegang erat belati di masing-masing tangannya.
“Tubuhku sudah terasa tidak nyaman karena darah mereka yang menjijikkan! Sebaiknya kita segera membunuh mereka dan pulang membersihkan diri!” ungkap Nancy yang memang sudah tidak nyaman dengan keadaannya, begitu juga dengan tujuh wanita lainnya.
Slash!... Slash!... Slash!... Slash!...
Kedelapan wanita bersama-sama menyerang, memotong-motong anjing yang menjadi lawan mereka. Sementara Jacob dan Hans, mereka menyelesaikan pertarungan lebih dulu dari para wanita.
‘Mereka benar-benar menikmati jalannya pertarungan!’ batin Noah dan dia terkekeh pelan.
......................
Bersambung.