Sistem Pekerja Keras

Sistem Pekerja Keras
Satu Jiwa Terbagi Dua


Setelah serangan monster berakhir, Noah membawa Lumia masuk ke dalam desa, mempertemukannya dengan Lamia, saudari kembarnya, dan mereka benar-benar mirip satu sama lain, menunjukkan jika mereka adalah kembar identik.


Noah bisa melihat ekspresi terkejut Lamia saat melihat keberadaan saudara kembarnya, dan ekspresi terkejut juga terlihat di wajah seluruh kekasih Noah, setelah tau kalau Lamia memiliki kembaran.


“Kenapa kalian terus menatapku?” tanya Noah pada seluruh kekasihnya, yang terus mengarahkan pandangan ke arahnya.


“Sayang, dimana kamu menemukan kembaran Lamia?” tanya Agnes.


“Dia adalah orang yang mengerahkan monster untuk menyerang desa. Kalau saja aku tidak melihat wajahnya, mungkin aku sudah langsung membunuhnya saat itu juga,” jawab Noah.


“Wajahnya sangat mirip dengan Lamia, dan aku menyimpulkan jika mereka memiliki hubungan. Oleh karena itu, aku hanya membuatnya pingsan,” lanjutnya.


Seluruh kekasih Noah mengangguk mendengarnya, lalu mereka melihat Lumia yang perlahan membuka matanya, dan nampak jelas ekspresi terkejut di wajahnya, saat dia melihat siapa-siapa saja yang ada di sekelilingnya.


Melihat Lumia membuka suara ingin mengatakan sesuatu, Noah dengan cepat menyela ap yang belum dilakukan Lumia.


“Sebelum kamu marah-marah dan terus salah faham pada saudarimu sendiri, aku akan menunjukkan padamu, apa sebenarnya yang terjadi bertahun-tahun yang lalu, dan kamu bisa melihatnya dengan jelas siapa yang telah membunuh kedua orangtuamu!” kayanya.


“Sistem, tampilkan rekaman kejadian di masa lalu, penyebab kematian orangtua mereka, dan siapa yang telah membunuhnya!” perintah Noah.


[Dengan senang hati aku akan menunjukkan rekaman kejadian sesungguhnya, yang terjadi pada waktu itu]


Layar hologram segera muncul di hadapan semua orang, dan mereka bisa melihat seluruh kejadian di masa lalu, saat penyerangan terjadi di sebuah desa iblis, yang ditempati oleh keluarga Lamia dan Lumia.


Desa iblis tempat tinggal mereka diserang oleh iblis lainnya, tapi itu bukan iblis biasa, melainkan sosok manusia setengah iblis, hasil hubungan antara manusia dan iblis.


Melihat layar hologram, Lamia dan Lumia melihat kejadian yang dimasa lalu pernah mereka lihat, tapi kini jelas mereka melihat siapa-siapa saja, sosok yang menyerang desa mereka.


Penyerangan benar-benar dilakukan oleh manusia setengah iblis, dan mata Lumia membulat sempurna saat melihat siapa yang telah membunuh ayahnya, bahkan orang itu menodai ibunya, sebelum ibunya mati di tangannya.


“I-ini, apa semua kejadian ini nyata?” tanya Lumia yang masih setengah percaya dengan apa yang dia lihat, tapi segera dia teringat cerita Lamia, dan alasannya meninggalkan sosok yang sampai beberapa waktu lalu masih dia anggap sebagai tuannya.


Sedangkan Lamia yang melihat kejadian di layar hologram, dia hanya sedikit terkejut, dikarenakan bisa melihat kejadian di masa lalu, persis seperti apa yang dilihatnya.


“Apa yang kamu lihat adalah kejadian nyata, yang terjadi pada waktu itu. Tidak ada rekayasa dari apa yang kamu lihat, semua benar-benar terjadi di masa lalu, dan aku rasa sekarang kamu tau siapa pembunuh orangtuamu, serta tau alasan Lamia yang tak menuruti orang itu!” kata Noah.


“Itu adalah bukti nyata yang sangat jelas, dan kamu sangat keterlaluan jika tidak mempercayainya, atau terus setia pada orang yang telah membunuh orangtua kita dengan kejamnya,” kata Lamia dengan suara sangat tegas.


Lumia menundukkan kepala mendengar apa yang dikatakan Lamia. Saudari kembarnya yang selama ini dia benci, tapi dia tidak bohong kalau juga merindukan dan senantiasa mengkhawatirkan keadaannya, dan bohong jika dia tega menyerahkan Lamia pada orang itu, atau bahkan membunuh Lamia.


“Maaf karena aku selama ini tidak mempercayaimu, dan mulai sekarang aku percaya dengan seluruh ceritamu, kalau orang itulah yang telah membunuh orangtua kita!” kata Lumia, meminta maaf sekaligus mengungkapkan jika dirinya percaya pada cerita Lamia dan juga apa yang dilihatnya.


“Kamu tidak perlu meminta maaf karena tidak ada yang perlu di maafkan. Kamu tidak melakukan kesalahan, hanya saja kamu belum menemukan kepercayaan, dan hari ini akhirnya kamu menemukan kepercayaan itu,” kata Lamia dengan senyum mengembang di wajahnya.


Mendengarnya, tanpa bisa ditahan air mata Lumia mengalir keluar, lalu cepat dia memeluk Lamia yang duduk di dekatnya.


“Mu-mulai se-sekarang aku akan lebih mempercayai saudariku sendiri, da-daripada orang lain,” kata Lumia masih memeluk tubuh Lamia, sementara Lamia, dia mengusap lembut kepala Lumia, seperti yang dulu sering dia lakukan padanya.


Seluruh kekasih Noah keluar dari ruangan, membiarkan Lumia dan Lamia berduaan. Akan tetapi, tangan keduanya terulur menahan pergerakan Noah, saan Noah ingin keluar dari ruangan.


“Apa bisa kamu tetap disini bersama kami?” tanya Lumia.


“Ya, aku tetap berada di dalam ruangan ini bersama dengan kalian,” kata Noah, lalu dia menarik kursi ke arahnya, dan mendudukinya.


Keduanya tersenyum mendengarnya, lalu mereka terus saja menatap wajah Noah yang terlihat begitu tenang.


“Tanyakan saja padaku, jika memang ada yang ingin kalian tanyakan, dan katakan apa yang ingin kalian katakan!” ungkap Noah.


Lumia dan Lamia saling melihat satu sama lain, lalu kembali mereka mengarahkan pandangan kearah Noah.


“Sebelum kamu mengatakan sesuatu padamu, lebih dulu kami ingin menanyakan sesuatu padamu, dan ini ada hubungannya dengan sosok yang telah membunuh orangtua kita,” kata Lamia.


“Kalau kalian ingin bertanya apa aku tau dimana saat ini orang itu berada, ya aku tau, dan jika kalian ingin menemuinya, aku bisa mengantarkan kalian ke tempatnya,” ungkap Noah.


“Sepertinya kamu bisa membaca apa yang ada didalam pikiran kami,” kata Lumia.


“Benar adanya jika aku bisa membaca pikiran orang lain, tapi yang barusan aku tidak melakukan itu, melainkan aky cuma menebak setelah melihat ekspresi wajah kalian,” kata Noah.


Mendengarnya, kedua wanita itu mengangguk pelan, tanpa mengalihkan pandangan dari Noah.


“Aku sudah memberitahu apa yang ingin kalian ketahui, bukannya kalian sebelumnya ingin mengatakan sesuatu padaku, bagaimana kalau kalian segera mengatakan, apa yang ingin kalian katakan!” kata Noah.


Menatap keduanya, Noah cukup penasaran dengan apa yang ingin mereka katakan.


“Kami adalah iblis kembar, dan iblis yang terlahir kembar, senantiasa memiliki perasaan yang sama pada pria yang ditakdirkan menjadi pasangannya. Jujur, aku akui aku menyukaimu sejak pertama melihatmu, di luar desa,” kata Lamia.


“Begitu juga denganku, aku juga menyukaimu sejak pertama melihatmu di luar desa. Ini baru pertama kali aku merasakan semua ini, dan begitu tau saudariku memiliki perasaan yang sama padamu, aku yakin kalau kamu adalah pria yang ditakdirkan untuk menjadi pasangan kami,” ungkap Lumia.


Sejenak Noah terdiam, begitu mendengar Dua wanita cantik mengungkapkan perasaan mereka padanya.


“Aku juga memiliki ketertarikan pada kalian, tapi aku bukanlah pria yang setia pada satu wanita, melainkan aku telah memiliki banyak kekasih, dan aku sangat menyayangi mereka,” jelas Noah.


“Aku sudah tau tentang semua itu, dan aku tidak mempermasalahkannya,” kata Lamia.


“Begitu juga denganku, meski awalnya aku hanya ingin memilikimu seorang diri. Namun, setelah melihat wanita lainnya, mereka terlihat menyenangkan, dan bukannya aku yang berhasil menyingkirkan mereka, akulah yang akan tersingkir jika bersikeras ingin memilikimu seorang diri,” ungkap Lumia.


Mendengar semua itu, Noah hanya tersenyum sambil pelan menggelengkan kepalanya, dan mulai malam ini dia telah memutuskan jika mereka berdua akan menjadi kekasihnya.


[Mereka adalah wanita kembar, yang pada kenyataannya memiliki jiwa yang sama, tapi jiwa itu terbagi dua. Mereka memang dia, tapi tetapi terhitung satu, jadi kini Tuan telah genap memiliki 15 wanita sebagai kekasih, dan istri masa depan]


Noah mengangguk sangar pelan setelah mendengar suara sistem, dan barulah dia keluar ruangan setelah mendengar keseluruhan apa yang ingin dikatakan oleh Lamia dan Lumia.


Setelah Noah keluar, Lumia dan Lamia kembali berpelukan, dan karena sangat lelah dengan apa yang terjadi hari ini, tak lama kemudian mereka tertidur dengan posisi masih saling memeluk satu sama lain.


Sampai di luar ruangan, Noah tidak melihat keberadaan seluruh kekasihnya, tapi dia bisa merasakan keberadaan mereka di ruangan, yang berada di sisi kanan dan sisi kiri ruangan, tempat Lamia dan Lumia.


Bingung menentukan ingin bermalam di kamar sebelah mana, Noah memilih menghabiskan malam sendirian di teras rumah, sambil menjaga mereka semua yang ada di dalam rumah.


“Suasana malam yang tenang dan angin malam yang cukup dingin, akan sangat menyenangkan jika malam ini aku memeluk seorang wanita.”