Sistem Pekerja Keras

Sistem Pekerja Keras
Terlalu Mudah Mengalahkan Lawan


Rafael telah menerima laporan dari belasan Vampir pengumpul informasi, yang mengumpulkan informasi tentang kekuatan Raja Iblis dan anak buahnya.


Seluruh informasi penting telah didapatkan, dan segera Rafael menyampaikan seluruh informasi pada Noah. Dia yakin informasi itu akan sangat berguna, sebelum menyerang istana milik Raja Iblis.


Kebetulan Rafael melihat Noah yang sedang melihat persiapan pasukan Vampir, dan segera saja dia datang menghampirinya.


Bertemu dengan Noah, dia menyampaikan semua yang ingin dia sampaikan, dan dia mendapatkan apresiasi besar dari Noah.


Di sisi lain, Noah yang mendapatkan begitu banyak informasi berharga dari Rafael, dia sangatlah berterimakasih atas informasi itu, dan sebagai ungkapan terimakasih nya, dia memberi Rafael darah manusia suci, yang dapat dia beli di toko sistem.


Konon katanya darah manusia suci dapat meningkatkan kekuatan Vampir, oleh karena itu Noah memberikan darah manusia suci pada Rafael.


“Tuan, terimakasih atas hadiahnya, dan aku berharap sesegera mungkin kita menyerang istana Raja Iblis, sebelum Raja Iblis tau apa yang sedang kita rencanakan!” kata Rafael berharap serangan segera dilakukan.


“Setelah melihat sendiri seluruh persiapan telah selesai, besok kita akan melakukan penyerangan, dan besok juga kita akan membawa pulang kemenangan!” kata Noah yakin kemenangan akan menjadi miliknya.


“Tuan, aku sangat yakin kita pasti dapat memenangi peperangan yang akan terjadi,” ungkap Rafael.


Noah menganggukkan kepalanya, lalu dia berpisah jalan dengan Rafael.


Dia kembali ke Desa Elf untuk menemui seluruh kekasihnya, sementara Rafael, dia untuk terakhir kalinya ingin mengecek persiapan dan perlengkapan pasukan Vampir, yang besok akan pergi menyerang istana Raja Iblis.


Keesokan harinya.


Pagi-pagi sekali pasukan besar yang dipimpin oleh Noah mulai bergerak menuju istana Raja Iblis. Pasukan besar terbagi menjadi dua, yang mana Noah menunjuk Rafael sebagai pemimpin pasukan, yang seluruhnya beranggotakan Vampir.


“Sampai saat ini pergerakan kita belum diketahui oleh iblis, yang tinggal di istana Raja Ibli, tapi cepat atau lambat, semakin dekat kita ke tempat mereka, keberadaan kita pasti segera mereka ketahui,” kata Noah, berbicara dengan seluruh kekasihnya.


“Sekalipun mereka tau kita datang menyerang, aku yakin mereka tak akan memiliki banyak waktu menyiapkan pasukan, untuk melawan kita. Kalaupun datang pasukan mereka, aku rasa mereka akan datang terlambat atau bahkan mereka baru datang setelah kita berhasil memasuki istana Raja Iblis,” kata Lamia.


“Setelah kita berhasil masuk ke istana Raja Iblis, kita akan jauh lebih mudah menghadapi mereka, daripada menghadapi mereka dari luar benteng istana Raja Iblis,” ungkap Victoria.


Semua yang mendengarnya mengangguk, dan kini yang menjadi tujuan utama mereka adalah menerobos masuk istana Raja Iblis.


Selama mereka bisa masuk ke dalam istana Raja Iblis, pintu kemenangan sudah terbuka lebar untuk mereka, dikarenakan musuh tak lagi memiliki tempat untuk melindungi diri dari serangan mereka.


“Bagaimana dengan Penguasa Dunia ini, apa dia tidak akan muncul dalam peperangan yang akan terjadi? Aku baru ingat jika Raja Iblis memiliki hubungan yang cukup baik dengannya,” ujar Lumia.


[Dia tidak akan datang, dikarenakan ada sesuatu yang menahannya untuk datang, tapi aku tidak tau apa itu yang menahannya]


Suara sistem yang sedang memberikan informasi dapat didengar oleh Noah, dan seluruh kekasihnya.


“Kalau benar dia tidak datang, aku memiliki keyakinan seratus persen, kita dapat memenangkan peperangan ini,” kata Flora sangat yakin.


Semua setuju dengannya, dan seketika pembicaraan mereka berhenti, dikarenakan saat ini mereka telah mendekati kawasan istana Raja Iblis.


“Ada belasan Iblis berjaga di depan kita. Aku akan membereskan mereka dan kalian terus saja berjalan, tapi sedikit perlambat kecepatan jalan kalian!” kata Noah, dan dibalas anggukan kepala oleh seluruh kekasihnya.


Setelah melihat mereka mengangguk, Noah seorang diri maju menyerang dan membunuh belasan Iblis, yang menjaga kawasan terluar istana Raja Iblis.


Mereka yang hanya Iblis dengan level kekuatan rendah, keberadaan mereka sama sekali tidak memberi perlawanan berarti bagi Noah.


Hingga akhirnya mereka semua mati, dan pasukan yang dipimpin Noah bisa terus melanjutkan perjalanan, tanpa ketahuan oleh Iblis penjaga istana Raja Iblis.


Melihat gerbang masuk istana Raja Iblis yang berada di kejauhan, dengan menggunakan keterampilan mata tembus pandang, mudah bagi Noah melihat seberapa banyak penjaga di tempat itu, dan dia jelas melihat keberadaan belasan penjaga yang aktif melakukan penjagaan, serta puluhan penjaga yang nampak begitu jelas sedang bermalas-malasan.


“Benar seperti informasi yang disampaikan Rafael, penjagaan istana Raja Iblis sangatlah lemah,” kata Noah dengan suara cukup pelan.


“Yuna, Agnes, Sasa, dan Joy, kalian ikut denganku membunuh seluruh Iblis yang menjaga gerbang istana, sekaligus kita akan membukakan pintu supaya yang lainnya bisa masuk!” kata Noah tegas.


“Dengan senang hati kami akan membunuh mereka semua,” kata Joy, sementara tiga wanita lainnya hanya mengangguk.


“Kita tak akan lama, dan begitu pintu terbuka, kalian harus segera memimpin pasukan memasuki istana!” kata Noah pada kekasihnya, yang dia tugaskan memimpin pasukan memasuki istana Raja Iblis.


“Baik, kami akan langs masuk begitu pintu gerbang terbuka,” kata Aggun, sementara sebelas wanita lainnya hanya mengangguk lalu tersenyum.


Setelah menyaksikan semua itu, bersama Yuna, Agnes, Sasa dan Joy, Noah memimpin mereka semua melakukan serangan cepat ke tempat para penjaga, yang bertugas menjaga gerbang istana Raja Iblis.


Pergerakan mereka sangatlah cepat, bahkan bayangan mereka saja tak mampu mengikuti seberapa cepat pergerakan yang mereka lakukan.


“Menyebar dan bunuh mereka yang berjaga!” Perintah Noah, dan segera para wanita yang datang bersamanya menyebar, lalu membunuh Iblis yang menjaga pintu gerbang istana.


Dengan sangat cepat Noah dan keempat kekasihnya membunuh para Iblis penjaga, yang sama sekali tidak siap menghadapi serangan cepat yang datang begitu tiba-tiba.


“Penjagaan yang sangat lemah, dan sangat mudah rasanya membunuh mereka semua,” kata Noah, dan dia telah memastikan semua ini bukan sebuah jebakan.


Tak ada musuh yang pura-pura lemah, dan nantinya mereka akan menyerang saat Noah dan yang lainnya lengan. Nyatanya musuh mereka kali ini benar-benar lemah, dikarenakan mereka yakin tak akan pernah ada kekuatan, yang berani mengusik mereka.


Menggunakan alat komunikasi modern yang sudah biasa digunakan saat di Bumi, Noah dengan muda berkomunikasi dengan Rafael, yang berfokus menyerang pintu gerbang belakang.


“Tuan, aku dan pasukan Vampir telah berhasil menerobos masuk ke dalam istana Raja Iblis, dan saat ini kami sedang berhadapan dengan puluhan ribu penjaga, yang sepertinya baru bangun tidur,” kata Rafael, melalui alat komunikasi.


Sebelum keberangkatan mereka, Noah telah menjelaskan fungsi alat komunikasi pada Rafael, dan dengan mudahnya Rafael mengerti apa yang dijelaskan oleh Noah.


Noah senang mendengar kabar baik dari Rafael, lalu dia segera membuka pintu gerbang utama, membiarkan pasukan yang dia pimpin masuk ke dalam istana Raja Iblis.


Serangan kali ini Noah juga melibatkan Hans dan seratus ribu prajurit super. Namun mereka tidak menyerang masuk istana Raja Iblis, melainkan menyerang pengikut Raja Iblis, yang terlihat di luar istana Raja Iblis.


Dengan sangat muda Hans dan prajurit super membunuh setiap Iblis pengikut Raja Iblis, dan mereka melakukan penyerangan lebih dulu dibandingkan Noah dan Rafael.


Sementara itu, di dalam kamar mewahnya, Raja Iblis belum tau jika istananya telah diserang musuh. Dia masih saja tidur lelap, dengan pusaka miliknya berada di dalam tubuh salah satu wanita Iblis, yang semalam menemaninya dalam permainan panas di atas ranjang.


Bukan hanya Raja Iblis yang masih tertidur lelap, tapi banyak penjaga yang juga masih tidur di barak-barak, yang telah disediakan untuk mereka.


Sebagian besar tidur dalam keadaan polos, dan ada wanita Iblis yang tertidur diantara empat sampai enak penjaga istana Raja Iblis.


Seperti hari-hari biasanya, semalam mereka berpesta minuman dan juga wanita, sehingga pagi ini mereka masih nyenyak dalam tidurnya.


Kalaupun ada yang sudah bangun, bukannya pergi melakukan penjagaan, dia justru kembali memburu kenikmatan bersama wanita iblis, yang keadaannya masih pingsan, setelah digilir semalaman bahkan sampai pagi.


Sedangkan untuk penjaga yang saat ini bertugas, mereka hanyalah penjaga muda, yang belum boleh ikut pesta minum dan wanita.


Sebenarnya jumlah penjaga muda sangatlah banyak, bahkan mencapai ratusan ribu. Namun, dikarenakan mereka kurang pengalaman dan lagi level kekuatan mereka yang masih rendah, mereka bukanlah lawan sepadan untuk pasukan Vampir dan pasukan yang dipimpin oleh Noah.


Sebagian besar penjaga muda ditugaskan menjaga kawasan terluar, dan kabar buruknya mereka semua telah dimusnahkan oleh Hans dan prajurit super.


Keadaan istana Raja Iblis saat ini benar-benar telah terkepung oleh musuh, dan sebagai pemilik istana, Raja Iblis yang baru saja bangun, dia justru kembali memburu kenikmatan dengan tiga wanita Iblis di kamarnya, tak tahu menahu apa yang terjadi di luar sana.


Kedua gerbang istana telah ditembus musuh, ratusan ribu musuh menyerbu masuk ke dalam istana, dan langsung membunuh seluruh pengikut Raja Iblis.


Suara gaduh yang muncul saat terjadinya peperangan hampir tak terdengar, dikarenakan penjaga istana Raja Iblis hampir seluruhnya mati sebelum mereka sempat memberikan perlawanan, bahkan banyak yang mati dalam kondisi masih tertidur pulas.


“Bukannya ini terlalu mudah,” kata Nancy, yang telah melihat banyak kematian penjaga istana Raja Iblis.


“Harus aku akui ini benar-benar sangat mudah, dan aku tidak percaya jika hanya satu tempat di istana ini yang belum kita sentuh!” kata Noah, dan pandangannya tertuju pada istana megah, yang diketahuinya sebagai tempat tinggal Raja Iblis.


Bahkan dengan keterampilan mata tembus pandang miliknya, tak sulit bagi Noah melihat seluruh aktivitas menjijikkan, yang sedang berlangsung di istana itu.


Ya, dia menilai aktivitas itu sangat menjijikkan, dikarenakan sosok yang dia yakini sebagai Raja Iblis, dia sedang memasukan pusakanya, di tempat keluarnya sisa makanan, dan menurutnya itu sangat-sangat menjijikkan.


Noah segera menonaktifkan keterampilan mata tembus pandang, lalu dia menghampiri Lamia dan Lumia, untuk memberitahu mereka keberadaan Raja Iblis, yang merupakan otak utama pembunuhan orangtua mereka, dan sebenarnya Raja Iblis adalah adik dari ayah mereka, atau bisa dikatakan dia adalah paman keduanya.


Lamia dan Lumia segera saja pergi ke tempat Raja Iblis, dengan Noah yang mengawasinya dari belakang.


Sedangkan wanita lainnya, mereka memimpin pasukan menyisir setiap jengkal istana Raja Iblis yang sangat luas, mencari dan membunuh pengikut Raja Iblis yang masih tersisa.


Rafael juga melakukan hal yang sama, dan sudah setengah kawasan istana Raja Iblis yang mereka periksa, menyisakan setengah kawasan yang sebagian besar merupakan barak penjaga istana Raja Iblis.


Langsung saja seluruh kekasih Noah kecuali Lamia dan Lumia, mereka memimpin pasukan menyerang barak penjaga istana Raja Iblis.


Hal yang sama juga dilakukan oleh Rafael dan pasukan Vampir.


Didatangi ratusan ribu musuh yang dalam keadaan siap bertempur, ratusan ribu penjaga istana Raja Iblis yang baru terbangun, mereka semua dibuat tak berdaya di hadapan musuh.


Sebagaian kecil dari mereka memang sempat melakukan perlawanan, sebelum akhirnya mereka juga mati, selayaknya mereka yang sama sekali tidak memiliki kesempatan melakukan perlawanan.


Iblis pria maupun wanita yang menjadi bagian dari kekuatan Raja Iblis, mereka semua dimusnahkan tanpa sisa, sampai akhirnya hanya tersisa Raja Iblis dan wanita Iblis yang berada di dalam kamarnya.


......................


Di kamar Raja Iblis.


Raja Iblis dan tiga wanita Iblis yang menemaninya, wajah mereka dipenuhi keterkejutan saat melihat keberadaan dua sosok wanita asing, yang tiba-tiba muncul di kamar, tempat mereka yang sedang memburu kenikmatan.


Awalnya Raja Iblis terkejut, tapi setelah melihat kecantikan wajah dan keindahan tubuh dua sosok wanita asing, yang tak lain adalah Lamia dan Lumia, dia segera mengeluarkan pusakanya, yang sebelumnya berada di dalam tubuh salah satu wanita Iblis, lalu setelahnya dia bangkit berdiri dan tanpa rasa malu berjalan menghampiri Lamia dan Lumia.


Lamia dan Lumia, keduanya menatap jijik pada apa yang sedang dipertunjukkan Raja Iblis, dan langsung saja keduanya melemparkan pisau lempar ke arah Raja Iblis, dan tentunya sangat mudah bagi Raja Iblis menghindari semua itu.


Namun, keputusannya menghindar adalah sebuah kesalahan, dikarenakan dia tiba-tiba kehilangan keseimbangan, setelah kakinya menginjak tumpukan pakaian, yang semalam dipai oleh ketiga wanita Iblis.


“Sungguh Raja yang konyol,” gumam Noah yang melihat seluruh kejadian dari kejauhan.


Sedangkan Raja Iblis yang kehilangan keseimbangan, sesaat dia mencoba menyeimbangkan tubuhnya, tapi lemparan pisau lainnya, membuat dia jatuh dalam posisi tengkurap, dikarenakan menghindari pisau yang terarah tepat ke arah wajahnya.


“Aaaargh...” Raja Iblis mengerang kesakitan karena saat dia terjatuh, pusakanya sedang berdiri kokoh, dan karena dia terjatuh sangat keras, pusakanya bengkok dan itu sangat menyakitkan.


Noah yang melihatnya saja merasakan ngilu.


“Aku berharap kejadian menyakitkan seperti itu tak pernah terjadi padaku!” gumam Noah sambil memegangi pusakanya sendiri.


Raja Iblis masih mengerang kesakitan, tapi semua itu tak dipedulikan oleh Lamia dan Lumia. Keduanya bersiap menyerang Raja Iblis, dan niat mereka adalah membunuh pria itu.


“Kau telah menjadi otak utama pembunuhan orangtua kami, kau harus mati di tangan kami!” kata Lamia.


“Tapi sebelum mati, kau harus lebih dulu merasakan apa yang namanya penderitaan tanpa akhir!” ungkap Lumia.