Sistem Pekerja Keras

Sistem Pekerja Keras
Mendapatkan Bawahan Setia


“Manusia itu sangat kuat, bahkan Raja Orc bukan lawan sepadan untuknya. Kalau saja seluruh manusia kuat sepertinya, mereka tidak akan berada dalam situasi seperti saat ini, terancam sampai berada di titik mendekati punah,” kata salah satu Vampir, setelah melihat bagaimana mudahnya saat Noah membunuh Raja Orc.


“Selain kuat, ternyata dia juga seorang pengguna tenaga dalam, dan lagi dia sudah berada di tahap, di mana bisa merubah tenaga dalam menjadi energi panas, selayaknya yang selama ini hanya bisa dilakukan oleh penguasa Dunia ini,” kata Vampir lainnya.


Dua Vampir yang mendengar pembicaraan anak buahnya, mereka sama sekali tidak ingin menimpali pembicaraan mereka. Keduanya justru lebih fokus pada pertarungan yang belum berakhir, sekalipun mereka sama-sama sudah tahu siapa pihak yang akan keluar sebagai pemenangnya.


“Bukan goblin ataupun Orc yang akan keluar sebagai pemenang, melainkan para manusia itu yang akan keluar sebagai pemenang,” kata Victoria, Vampir wanita yang memiliki kekuatan di level 710.


“Aku setuju denganmu,” ungkap Rafael, Vampir pria, yang sedikit lebih kuat dari Victoria, dan mereka adalah sepasang adik dan kakak.


“Manusia itu sangat kuat, bahkan aku tak yakin dapat mengalahkan salah satu dari mereka,” kata Victoria.


“Bukan hanya kamu yang tidak yakin dapat mengalahkan mereka, tapi aku juga merasakan hal yang sama. Mereka terlalu kuat untuk menjadi lawan kita,” kata Rafael.


“Apa mungkin mereka adalah para manusia luar biasa yang kedatangannya telah jauh-jauh hari diramalkan oleh Kakek dan Nenek kita?” tanya Victoria sambil menoleh melihat Rafael.


Rafael sebenarnya sudah dari tadi menghubungkan ramalan itu dengan keberadaan manusia, yang saat ini sedang melawan Orc dan goblin.


Ramalan Kakek dan Neneknya berbunyi, jika nantinya akan datang manusia, tepatnya seorang pria dan lima belas istrinya akan datang ke Dunia Monster, dan membantu Dunia Monster terbebas dari penguasa, yang selama ini telah membawa dampak buruk bagi Dunia Monster.


“Sepertinya mereka yang berada dalam ramalan Kakek dan Nenek kita,” kata Rafael.


“Apa yang membuat Kakak berpikiran jika bukan mereka yang ada dalam ramalan itu? Bukannya pria itu didampingi banyak wanita, dan aku yakin seluruh wanita itu adalah istri dari pria yang kita lihat!” ujar Victoria.


“Ramalan itu mengatakan seorang pria dan lima belas istrinya, tapi itu hanya sembilan, dan itu membuktikan jika bukan mereka yang ada dalam ramalan Kakek dan Nenek kita,” balas Rafael.


Victoria segera menghitung jumlah wanita, dan dia mendapatkan angka sembilan. Namun, tak lama kemudian pandangannya segera tertuju ke atas bukit, tempat yang sebelumnya dijadikan sebagai lokasi persembunyian para wanita.


Di puncak bukit dia melihat keberadaan seseorang, dan dia yakin itu adalah seorang wanita.


“Aku menemukan satu lagi wanitanya! Dia berada di atas bukit.” Victoria menunjuk ke arah puncak bukit, membuat Rafael mengikuti arah yang ditunjuk olehnya.


Di tempat yang ditunjuk Victoria, Rafael jelas melihat keberadaan wanita di tempat itu, tapi dari aroma yang diciumnya dia yakin jika wanita itu bukanlah manusia. Dia sangat yakin jika wanita yang dilihatnya adalah seorang elf.


“Di atas bukit bukanlah sosok manusia, tapi dia adalah elf,” kata Rafael.


“Lalu, kenapa kalau dia elf? Bukannya dalam ramalan itu tidak dicantumkan apa seluruh istri pria itu adalah manusia, jadi masih ada kemungkinan dia memiliki istri seorang elf, atau bahkan seorang Vampir,” ungkap Victoria.


“Benar juga, tidak ada bunyi dalam ramalan itu, jika seluruh istrinya adalah manusia sama sepertinya,” kata Rafael.


“Tetap saja jumlah istrinya hanya sepuluh orang, kurang lima orang istri jika pria itu adalah pria dengan lima belas istri yang ada dalam ramalan,” lanjut Rafael, yang masih saja tidak percaya jika manusia yang dilihatnya, adalah sosok manusia yang ada dalam ramalan Kakek dan Neneknya.


“Bagaimana kalau kita tanya langsung padanya, berapa jumlah pasti istrinya?” ujar Victoria.


“Kita akan menanyakan semua itu setelah mereka menyelesaikan pertarungan.”


Rafael setuju menanyakannya langsung, begitu orang-orang yang dilihatnya menyelesaikan pertarungannya, dengan goblin dan Orc.


Victoria menganggukkan kepalanya mendengar itu, dan selanjutnya dia fokus menonton jalannya pertempuran dalam diam.


Sementara itu, Noah yang telah membunuh Raja Orc dan seluruh goblin champions, kini dia membantu kesembilan kekasihnya melawan ribuan Orc, dan juga ribuan goblin.


Dengan kedua katana nya, Noah cepat membunuh Orc dan goblin, yang menyatukan kekuatan menjadi lawannya.


Meskipun kedua kelompok monster yang sebelumnya terlibat pertempuran kini justru menyatukan kekuatan dan menjadi lawannya, Noah dan kesembilan kekasihnya sama sekali tidak gentar menghadapi mereka, yang ada justru semakin bersemangat mengalahkan sebanyak-banyaknya goblin dan Orc, kalau bisa semuanya saja akan dipastikan mati oleh Noah dan kesembilan kekasihnya.


Bergerak cepat di tengah-tengah musuh sambil mengayunkan katana di masing-masing tangannya, dalam waktu singkat ribuan goblin dan Orc mati di tantan Noah.


Kesembilan kekasihnya yang tidak mau kalah, mereka mempercepat gerakan, membuat semakin banyak goblin dan Orc yang mati, dan mulai ada yang mencoba pergi melarikan diri.


Namun, tak ada satu pun dari mereka yang diberikan akses pergi melarikan diri, oleh Noah dan kesembilan kekasihnya.


Semuanya saja harus mati, karena kematian mereka akan menambah jumlah poin level yang berguna untuk meningkatkan kekuatan Noah, dan saat kekuatan Noah meningkag, kekuatan seluruh kekasihnya juga akan ikut meningkat.


Yuna, Suzy, dan juga Agnes, mereka menyisir dari kejauhan, membunuh setiap Orc maupun goblin yang coba pergi melarikan diri.


Sedangkan enam wanita lainnya, mereka menyerang di tengah-tengah kepungan musuh, yang kini jumlahnya sudah banyak berkurang, dan kemungkinan tak lama lagi mereka semua bakalan berhasil dikalahkan.


Dengan senjata yang berada di tangan mereka, kesembilan kekasih Noah menjelma menjadi sembilan wanita haus darah, yang senantiasa membunuh musuh hanya dengan sekali serang.


“Sepertinya pertarungan ini akan segera berakhir,” kata Anggun yang melihat jumlah goblin dan Orc jauh berkurang dari beberapa waktu yang lalu.


“Apa sudah ada diantara kalian yang mulai kelelahan?” tanya Sasa.


“Aku masih baik-baik saja, sama sekali tidak merasa lelah,” jawab Joy, sementara yang lain memiliki jawaban yang sama.


“Kalau begitu, kita akan terus lanjut berburu sampai malam!” kata Sasa bersemangat.


Baru juga Noah melihat kedatangan kesembilan kekasihnya, dari kejauhan dia melihat sepuluh sosok bergerak cepat ke arahnya, dan dari sisi lain dia melihat Flora tak lama lagi akan sampai di tempatnya.


“Sepertinya mereka sudah sangat tidak sabaran bertemu denganku,” gumam pelan Noah sambil melihat sepuluh sosok Vampir, yang datang hampir bersamaan dengan kedatangan Flora.


Flora telah berkumpul dengan kesembilan kekasih Noah, sedangkan para Vampir, mereka dengan langkah tenang berjalan mendekati Noah.


“Victoria!” teriak Flora yang langsung saja berlari menghampiri salah satu Vampir.


Sementara itu, Victoria yang merasa ada yang memanggilnya, cepat dia mengarahkan pandangan pada sosok yang memanggilnya.


“Flora,” katanya, dan dia mempercepat langkah menghampiri Flora, elf yang sebelumnya berada di antara kesembilan kekasih Noah.


Keduanya berpelukan erat, begitu berhadap-hadapan. Dari apa yang terlihat, jelas mereka adalah kenalan lama, yang sudah lama tak bertemu, dan sekarang sedang melepas rindu.


Kesembilan kekasih Noah perlahan melangkahkan kaki mereka menghampiri Flora dan Victoria.


Di sisi lain, Noah menghampiri sembilan Vampir yang juga sedang melangkahkan kaki menghampirinya.


“Padahal aku ingin mendatangi kalian setelah menyelesaikan sedikit urusan di tempat ini, tapi ternyata kalian sudah lebih dulu mendatangiku,” kata Noah, begitu dia sudah berhadap-hadapan dengan Vampir, yang diyakininya sebagai pemimpin dari rombongan Vampir.


[Tuan, mereka datang dengan niat baik, jadi jangan menjadikan mereka sebagai sumber poin level]


“Aku tau,” kata Noah dalam pikirannya.


“Kalian pergilah membakar seluruh mayat goblin dan Orc sebelum mayat-mayat busuk itu mencemari udara!” perintah Vampir di depan Noah.


“Baik, Tuan Rafael,” kata delapan Vampir, dan langsung saja mereka pergi.


Saat mereka menyebutkan nama Rafael, kini Noah tau siapa nama Vampir di depannya.


“Tuan sebenarnya tidak perlu menyuruh mereka membakar mayat-mayat goblin dan Orc karena aku bisa melakukannya sendiri!” kata Noah.


“Mereka sudah terlalu lama tidak melakukan apa-apa, jadi setidaknya saat ini mereka memiliki sedikit pekerjaan,” balas Rafael.


“Kalau begitu aku berterimakasih untuk bantuannya, dan kalau aku boleh tau, apa tujuan Tuan mendatangiku?” tanya Noah langsung ke intinya.


Rafael tersenyum mendengar pertanyaan yang menunjukkan lawan bicaranya, bukanlah orang yang suka basa-basi tidak penting.


“Aku sangat penasaran bagaimana manusia sepertimu bisa begitu kuat, bahkan jauh lebih kuat dariku, padahal selama ini aku hanya melihat jika manusia itu adalah sosok lemah, yang sangat membutuhkan perlindungan!” ungkap Rafael.


“Yang Tuan maksud manusia lemah, mungkin mereka yang berasal dari Dunia ini, sementara aku dan seluruh kekasihku, kami semua bukan manusia yang berasal dari Dunia ini, melainkan berasal dari Dunia, yang saat ini sedang diincar oleh penguasa Dunia ini,” kata Noah.


Mendengar perkataan Noah, Rafael seketika memiliki keyakinan penuh jika Noah dan seluruh wanitanya memang orang-orang yang diramalkan oleh Kakek dan Neneknya.


Ramalan itu pernah diperjelas oleh Kakek dan Neneknya, dan hanya dirinya yang tau tentang semua itu.


Kakek dan Neneknya bersamaan mengatakan jika manusia dalam ramalan bukanlah manusia yang berasal dari Dunia Monster, melainkan dari Dunia lain, yang keberadaannya sedang diincar oleh penguasa Dunia Monster.


Jika menemukan orang itu, Kakek dan Neneknya menyuruh Rafael menjadi pengikutnya, dan menyerahkan Victoria menjadi salah satu istrinya.


Dari awal Rafael sudah tau jika pria dalam ramalan masih dalam proses memiliki lima belas istri, dan apa yang sebelumnya dibicarakan dengan Victoria, semua itu hanya sekedar merespon apa yang dibicarakan oleh Victoria.


Kini dia telah membuktikannya sendiri jika pria di hadapannya benar-benar merupakan sosok dalam ramalan Kakek dan Neneknya yang tidak pernah salah, selama mereka melakukan ramalan.


Belum lama ini mereka juga meramalkan jika dalam perjalanan kali ini, Rafael akan bertemu dengan manusia dalam ramalan mereka, sementara Victoria akan bertemu dengan jodoh dan saudari baru.


“Karena kau kuat dan juga bukan manusia yang berasal dari Dunia ini, aku Rafael Jhon Piter, pemimpin Vampir yang tak terikat dengan Kerajaan, bersedia menjadi pengikutmu!” katanya bersungguh-sungguh.


[Rafael Jhon Piter ingin menjadi pengikut setia Tuan. Katakan [Ya] jika Tuan ingin menerimanya menjadi seorang pengikut setia, atau katakan [Tidak] jika Tuan menolaknya]


[Menerima RafaelRafael sebagai pengikut setia, dapat memberikan banyak keuntungan bagi Tuan di masa yang akan datang, terutama saat Tuan menghadapi penguasa Dunia Monster, dalam pertarungan terakhir]


Menimbang banyaknya keuntungan yang akan didapatnya di masa yang akan datang, Noah akhirnya menerima Rafael menjadi bawahannya, dan ke depannya dia memiliki posisi sama seperti Jacob dan Hans.


“Mulai sekarang kau adalah pengikutku, dan aku akan memperlakukanmu sama seperti orang-orang yang mengikutiku sebagai pemimpin mereka!” kata Noah tegas.


“Terimakasih karena Tuan bersedia menerimaku! Aku akan melakukan yang terbaik untuk kepuasan Tuan,” kata Rafael.


[Selamat Tuan berhasil memiliki bawahan setia, seorang pemimpin bangsa Vampir yang tak terikat dengan pihak Kerajaan]


[Mendapatkan tambahan sepuluh peningkatan level, dan ke depannya Rafael akan memiliki delapan puluh lima persen kekuatan yang Tuan miliki, sama seperti Jacob dan Hans]


‘Ada untungnya juga menerimanya sebagai bawahan setia,’ batin Noah lalu dia tersenyum tipis tanpa ada yang mengetahuinya.