Sistem Pekerja Keras

Sistem Pekerja Keras
Edgar Terkena Gangguan Mental


Sedangkan di waktu yang sama dengan Noah dan Ellena yang pergi ke pantai, Edgar yang baru membuka matanya setelah permainan hebatnya dengan beberapa wanita cantik, ia dikejutkan dengan para wanita yang masih memeluknya dalam keadaan polos.


Senyum terlihat di bibir Edgar saat ia melihat kecantikan wanita yang sedang memeluknya, tapi seketika senyumnya luntur saat ia melihat bagian bawah para wanita yang memeluknya, yang mana bentuk bagian bawah para wanita itu sama persis dengan miliknya.


“Ka-ka-kalian semua wanita jadi-jadian!” teriak Edgar, dan dia langsung melompat turun dari tempat tidur, dikarenakan merasa jijik dengan keberadaan para wanita jadi-jadian di atas tempat tidurnya.


“I-i-ini tidak mungkin! Semalam aku bersenang-senang dengan mereka, bahkan aku menjilati milik mereka. Sialan! Itu sangat menjijikkan!” Kembali dia berteriak, lalu dia berlari ke kamar mandi.


Mengingat bayang-bayang kejadian semalam, Edgar teringat jika bagian belakangnya seperti sedang tertusuk-tusuk, dan itu terjadi berkali-kali. Mengingat semua itu, ia baru sadar jika jalannya saat ini sangatlah aneh, dan ia merasa ada yang mengganjal di belakang sana.


“Ti-tidak mungkin! Tidak mungkin mereka memasukkan itu secara bergantian di bagian belakangku!” teriaknya histeris begitu berada di dalam kamar mandi.


Sementara itu di kamar milik Edgar, para wanita jadi-jadian yang mendapatkan bayaran mahal dari Jacob, mereka tertawa pelan mendengar teriakan demi teriakan dari kamar mandi. Mereka menganggap semua itu wajar terjadi, dan karena tidak ingin hal buruk terjadi pada mereka setelah Edgar keluar dari kamar mandi, setelah merapikan penampilan masing, mereka langsung saja pergi meninggalkan kamar Edgar.


Mobil yang menjemput mereka sudah menanti di luar Mansion Edgar, dan dengan mobil itu mereka pergi meninggalkan Mansion Edgar, bertepatan dengan pria itu yang keluar dari kamar mandi dengan cara jalan yang sedikit melebarkan jarak diantara kedua kalinya.


“Kemana mereka? Apa mereka pergi setelah melakukan hal menjijikkan padaku?” teriak Edgar matah.


Dia keluar kamarnya mencoba mencari keberadaan wanita jadi-jadian, yang semalam menemaninya, tapi begitu keluar kamar, dia bisa melihat keanehan pada diri para pelayan yang bekerja di Mansion nya.


Para pelayan wanita terlihat menatapnya dengan menampilkan wajah kasihan, sedangkan para pelayan pria memilih menjaga jarak darinya, dan dia bisa merasa para pelayan pria jijik pada keberadaannya.


“Apa sebenarnya yang sudah terjadi sejak semalam sampai saat ini, kenapa tiba-tiba semua orang bertingkah aneh padaku? Apa mereka tahu kejadian yang telah menimpaku, tapi bagaimana bisa mereka mengetahuinya?” gumam Edgar yang sedang dilanda kebingungan.


......................


Tidak menemukan apa yang dicarinya, Edgar memutuskan bersantai di ruang hiburan Mansion miliknya, dan ia mulai memainkan ponsel di tangannya untuk melihat kabar terpanas yang hari ini ramai dibicarakan orang-orang.


Baru juga melihat sebuah video yang sedang ramai dibicarakan orang-orang, tiba-tiba Edgar menjatuhkan ponselnya, dan terlihat kedua tangannya gemetaran, seolah dia baru saja melihat sesuatu yang sangat mengerikan.


“Si-siapa yang telah berani merekam kejadian semalam dan menyebarluaskannya? Mereka para wanita jadi-jadian tidak mungkin berani melakukan semua itu, tapi jika ada orang berpengaruh di belakang mereka, mereka pasti berani melakukan semua itu.”


“Ini buruk, sangat-sangat buruk! Dengan tersebarnya video menjijikkan itu, hancur sudah karir yang sudah susah payah aku bangun, dan video menjijikkan itu bisa saja berpengaruh buruk pada perusahaan keluargaku! Untuk pernikahanku, aaaargh, video sialan, semua berantakan karena video itu!”


Edgar meluapkan emosinya dengan menghancurkan apapun yang ada di sekitarnya, dan setelahnya ia tiba-tiba tertawa sangat keras. Melihat keadaannya dan keadaan sekelilingnya serta tawa kerasnya, dia terlihat selayaknya orang gila yang sedang tidak terkendali.


......................


Di saat Edgar mengamuk seperti orang gila, di tempat lain tepatnya di rumah Noah, empat wanita yang sedang bersantai di rumah itu, mereka telah mendengar kabar panas yang berhubungan dengan Edgar.


Mereka sangat jijik dengan video yang tersebar luas. Meski mereka hanya melihat di dua puluh detik awal, apa yang sedikit mereka lihat sudah menunjukkan jika Edgar adalah sosok pria menjijikkan. Apalagi melihat video yang durasinya mencapai dua jam lebih, itu sangat membuktikan jika Edgar benar-benar sangat menjijikkan.


“Jika pernikahan itu terus berlanjut, aku merasa kasihan pada Nancy! Selain menjadi suami dari pria yang memiliki kelainan, dia juga harus menanggung malu dari apa yang sudah dilakukan oleh suaminya,” kata Sasa.


“Aku sih yakin jika Nancy pasti ingin pernikahan itu dibatalkan, tapi aku tidak yakin dengan keluarganya. Jika keluarganya tetap menginginkan pernikahan itu berlanjut, aku yang sudah hafal sifat dia yang senantiasa menuruti keinginan keluarganya, meski terpaksa, dia pasti melanjutkan pernikahan itu!” ungkap Joy.


“Wanita yang baik pada keluarganya, tapi sayang kebaikannya justru membawa hal buruk pada kehidupannya!” kaya Agnes bersimpati, begitu juga dengan yang lainnya. Namun, tidak lama mereka memikirkan nasib Nancy, karena mereka sekarang fokus pada pesan yang baru dikirim Ellena.


Mereka marah mengetahui jika ada yang berniat buruk pada Ellena. Namun, mereka merasa lega karena ada Noah yang menjaga Ellena, dan berhasil menggagalkan niat buruk orang yang ternyata ingin memiliki Ellena secara paksa.


“Bagaimana kalau kita ikut ke tempat kakek, saat Ellena dan kesayangan kita ingin memberi pelajaran pada mereka? Aku rasa, masing-masing dari kita pantas memberi satu pukulan pada mereka!” kata Jane, yang dibalas anggukan kepala oleh yang lainnya.


......................


Di Mansion keluarga Nancy, wanita itu sedang terlibat perdebatan dengan kedua orangtuanya dan juga neneknya.


Nancy yang sudah tahu kelakukan menjijikkan Edgar, dia ingin keluarganya membatalkan pernikahan itu, dikarenakan dia tidak ingin menjadi istri dari pria yang begitu menjijikkan.


Sedangkan anggota keluarga Nancy, meski mereka juga sama-sama sudah mengetahui video menjijikkan Edgar dan mereka saja jijik saat melihat video itu, tapi mereka tetap menginginkan Nancy menikah dengan Edgar, dan mengancam mengusir Nancy jika tidak menuruti keinginan mereka.


Nancy yang sudah kehabisan kesabaran, ia akhirnya berkat, “Lebih baik aku terusir dari tempat ini dan tidak menjadi bagian dari keluarga ini daripada aku harus menikahi pria yang sangat-sangat menjijikkan!”


Tidak menunggu balasan dari anggota keluarganya, usai berkata Nancy langsung berlari pergi meninggalkan anggota keluarganya. Dia sudah mempersiapkan semua, jika pada kenyataannya hari ini dia harus pergi dari Mansion keluarganya.


Semua barangba berharganya sudah berada di dalam mobil, dan ia sekarang mengemudikan mobil itu ke arah sebuah apartemen sederhana di pinggir ibukota. Untuk sementara waktu dia akan tinggal di apartemen sederhana, yang sudah dibelinya beberapa hari yang lalu.


“Kali ini aku tidak akan menuruti keinginan kalian! Cih, bagaimana mungkin kalian ingin merusak masa depanku, dengan menyuruhku menikahi pria yang begitu menjijikkan? Lebih baik aku kehilangan segalanya daripada menikah dengannya!” ujar Nancy, dan dia terus saja fokus pada kemudi mobilnya.


Sedangkan di Mansion Edgar, kedatangan kedua orangtua Edgar, mereka yang semula ingi memarahi dan memberi pelajaran berharga pada Edgar, kedatangan mereka justru dikejutkan dengan keadaan Edgar yang sudah seperti orang gila.


Semua pelayan di Mansion Edgar pergi berlindung dari Tuan Muda mereka yang sedang mengamuk, dengan terus menghancurkan semua benda di sekitarnya, bahkan dua pengawal yang mencoba menghentikan Edgar, keduanya memilih pergi melarikan diri setelah Edgar memukuli mereka.


Sejak keluar dari ruang hiburan yang sudah hancur tidak berbentuk, Edgar mulai menghancurkan apapun yang dilihatnya. Ayah Edgar yang melihat putranya sudah tidak terkendali, dia segera menghubungi dokter keluarga, dan setelah dua puluh menit menunggu, akhirnya dokter itu datang.


Melihat dokter yang tidak mungkin bisa mendekati Edgar, Ayah Edgar menyuruh empat pengawal memegangi tubuh Edgar yang terus memberontak. Namun, dengan empat orang yang memegangi tubuhnya, akhirnya dia bisa sedikit dikendalikan, dan setelah dokter menyuntikkan cairan penenang, Edgar sudah bisa dilepas.


Dokte menyarankan Edgar untuk dibawa ke rumah sakit jiwa karena adanya gangguan pada mentalnya, dan meski terpaksa, pada akhirnya kedua orangtua Edgar menyetujui saran dari dokter keluarga mereka.


......................


Bersambung.