Sistem Pekerja Keras

Sistem Pekerja Keras
Manusia Setengah Monster


Malam yang indah terlihat saat Noah untuk pertama kalinya akan melakukan perburuan monster di malam hari, sejak kedatangannya ke Dunia Monster.


Kali ini dia melakukan perburuan bersma seluruh kekasihnya, termasuk Ellena, Jane, dan Nancy. Setelah memastikan sendiri pada sistem tentang keadaan mereka, Noah akhirnya memberi izin pada mereka ikut melakukan perburuan, tapi dia tidak ingin ketiganya terlalu memaksakan diri.


Dalam perburuan malam ini, Rafael dan puluhan Vampir yang merupakan pengawalnya, mereka tidak ikut melakukan perburuan, dikarenakan mereka mendapatkan tugas menjaga Desa Elf.


“Kemana malam ini kita akan pergi?” tanya Ellena tak sabar membunuh monster, setelah sekian lama dia hanya berdiam diri.


“Kita akan mencari rombongan monster yang sedang mencari makan, yang tak begitu jauh dari tempat ini,” jawab Noah.


“Saat malam biasanya banyak monster keluar mencari makan, dan saat itulah kita akan menyerang mereka,” ungkap Flora.


“Monster apa yang biasanya mencari makan di sekitar sini?” tanya Joy.


“Goblin, Orc, Minotaur dan masih banyak lagi, dan mereka biasanya berburu dalam rombongan besar yang berjumlah lebih dari seratus monster,” kata Flora.


“Bagaimana kalau kita berpencar, untuk memperbanyak jumlah buruan?” ujar Yuna.


Mendengarnya, Noah cepat menggelengkan kepala. “Berpencar bukan pilihan yang tepat. Tempat ini bukanlah Bumi yang kita kenal, melainkan Dunia Monster yang masih cukup asing. Sebaiknya kita tetap berada dalam satu rombongan,” kata Noah.


Selain Flora dan Victoria, mereka mengangguk mengerti. Dunia Monster memang keadaannya mirip dengan di Bumi, tapi berkali-kali lebih berbahaya dibandingkan dengan Bumi, dan lagi mereka belum terlalu baik mengenali Dunia Monster.


Sedikit saja mereka salah langkah, mereka akan berada dalam situasi yang sangat berbahaya, dan bala bantuan tidak akan secepatnya mereka dapatkan, selayaknya seperti saat mereka ada di Bumi. Di Bumi banyak prajurit super, jadi jelas saja bantuan akan sangat cepat di dapatkan, disaat sedang dibutuhkan.


Saat mereka sedang membahas rencana perburuan malam ini, dari kejauhan Noah melihat pergerakan yang dilakukan oleh rombongan Vampir dan Drakula.


“Ria, apa mereka rombongan Vampir dan Drakula dari Kerajaan?” tanya Noah pada Victoria.


“Benar, mereka rombongan Vampir dan Drakula dari Kerajaan, dan mereka sedikit lebih kuat dari yang beberapa waktu lalu menyerang Desa Elf, selain itu jumlah mereka juga lebih banyak,” jawab Victoria.


Berada tepat di jalur yang akan dilewati oleh rombongan Vampir dan Drakula dari Kerajaan, Noah memberi intruksi pada seluruh kekasihnya untuk mempersiapkan senjata mereka masing-masing.


Satu persatu wanita mengeluarkan senjata mereka, begitu juga dengan Noah.


“Kita serang mereka sekarang juha!” kata Noah, lalu dia memimpin seluruh kekasihnya maju menyerang rombongan Vampir dan Drakula.


Sesaat setelah serangan dilakukan, Noah dan seluruh kekasihnya benar-benar mendominasi jalannya pertarungan diantara kedua kubu.


Rombongan Vampir dan Drakula yang tidak siap dengan datangnya serangan Noah dan seluruh kekasihnya, mereka terlambat mempersiapkan diri, dan dalam waktu singkat setengah dari keseluruhan jumlah mereka mati di tangan Noah dan seluruh kekasihnya.


“Mereka sangat lambat merespon serangan kita. Manfaatkan dengan baik melambatan respon mereka, untuk secepatnya membunuh mereka semua!” kata Noah memberi intruksi.


Rombongan yang dipimpin Noah sangatlah mendominasi jalannya pertarungan, membuat rombongan Vampir dan Drakula semakin kewalahan menghadapi kekuatan mereka.


Ketika rombongan Vampir dan Drakula hampir kalah, datang rombongan Goblin dan juga Orc, yang selanjutnya mereka memberi bantuan pada rombongan Vampir dan Drakula.


Kini jumlah musuh berkali-kali lebih banyak dari sebelumnya, setelah bergabungnya kelompok Goblin dan Orc dalam pertarungan yang sudah berlangsung selama beberapa saat.


Dengan jumlah musuh yang bertambah banyak, Noah yang sebelumnya hanya menggunakan satu katana untuk melawan musuh, kini masing-masing tangannya telah memegang sebuah katana.


Cepat Noah mengayunkan kedua tangannya, menegaskan katana di masing-masing tangannya, membuat banyak musuh semakin cepat bertemu dengan kematian. Belasan, puluhan, dan setidaknya lebih dari seratus monste mati di tangan Noah.


Ketika Noah merasa jumlah musuh tinggal sedikit, dia membiarkan sisa musuh menjadi lawan seluruh kekasihnya. Sedangkan dia, dia memilih melihat keadaan sekitar, mencari keberadaan monster yang kemungkinan sedang menyembunyikan keberadaannya.


Benar saja, dengan keterampilan mata tembus pandang yang dapat membantunya melihat jauh lebih jelas saat malam hari, Noah menemukan banyak goblin bersembunyi dalam kegelapan, disaat mereka tak memiliki harapan mengalahkan musuh.


Mengeluarkan pistol yang dilengkapi dengan peredam suara dan juga peluru perak, Noah mulai menembaki goblin yang bersembunyi di kegelapan malam.


Tembakan mematikan tanpa menimbulkan suara, tau-tau banyak goblin yang bersembunyi, mati dengan keadaan kepala dilubangi peluru tajam.


“Datang kemari dan aku akan memanen poin level dari mereka semua,” ungkap Noah dengan senyum lebar menghiasi wajahnya.


Dengan gerakan cepat Noah bergerak maju menyambut berbagai jenis monster yang datang ke arahnya, meninggalkan seluruh kekasihnya yang masih berhadapan dengan Goblin, Orc, dan juga sisa-sisa rombongan Vampir dan Drakula.


“Yang sudah datang, jangan harap bisa pergi dalam keadaan hidup!”


Tak menghitung jumlah musuh atau melihat satu persatu kekuatan yang mereka milik, Noah langsung saja menyerang mereka.


Setelah mengatakan sesuatu yang dapat diartikan jika dia akan membunuh seluruh monster yang datang, Noah mulai menyerang dan membunuh monster yang sudah berhadap-hadapan dengannya.


Ratusan, atau bahkan ribuan monster yang melihat keberadaan Noah, mereka saling berebut menyerang, dan berusaha membunuh Noah yang mereka ketahui sebagai sosok manusia.


Namun, bukannya berhasil membunuh Noah, justru satu demi satu monster-monster itu mati di tangan Noah, dan jumlah monster yang mati semakin bertambah seiring waktu yang terus berjalan.


Meski sudah banyak melihat diantara mati di tangan Noah, itu semua sama sekali tak mengurungkan niat para monster yang begitu ingin membunuh Noah, dan setelahnya mereka akan memakannya.


Sebanyak apapun monster yang menyerang Noah secara bersamaan, mereka semua justru mati setelah gagal melukai Noah. Nyatanya serangan balasan yang dilakukan oleh Noah jauh lebih mematikan dibandingkan serangan banyak monster, yang melakukan serangan secara bersamaan.


Di sisi lain, Noah yang terus-terusan mendapatkan serangan dari banyaknya monster yang datang menyerang, dia masih tegak berdiri, dan masih memiliki banyak sisa tenaga untuk membunuh sebanyak-banyaknya musuh, untuk mendapatkan banyak poin pengalaman.


Gerakan monster yang jauh lebih lambat dari apa yang bisa dilakukan oleh Noah, itu menjadi kelemahan paling mencolok dari monster yang menjadi lawan Noah. Rata-rata mereka kuat, tapi lambat dalam gerakan maupun respon terhadap serangan yang dilakukan Noah.


Sementara itu, di tempat pertarungan seluruh kekasih Noah.


Empat belas wanita yang sangat kuat bukanlah lawan sepadan untuk Goblin, Orc, maupun rombongan Vampir dan Drakula yang berasal dari Kerajaan. Semua lawan mereka telah mati, dan kini mereka bergerak cepat ke tempat Noah, untuk melihat apa yang terjadi di tempat itu.


Sampai di tempat Noah, mereka dikejutkan dengan bagaimana cara Noah melawan ribuan monster, yang mengepungnya dari berbagai arah, bahkan dia saat ini berada di tengah-tengah kepungan monster, bahkan keberadaannya hampir tak terlihat karena banyaknya monster yang mengelilinginya.


[Nona-nona sekalian, sebaiknya kalian cukup menonton saat Tuan Noah sedang bersenang-senang]


Seluruh wanita mendengar suara si kepala mereka, dan mereka tau itu adalah suara sistem.


“Sistem, apa benar kalau dia sedang bersenang-senang?” tanya Prilly.


[Tuan saat ini memang sedang bersenang-senang, sekaligus ingin menguji seberapa besar kekuatan yang dimilikinya, dengan melawan dan mengalahkan sebanyak-banyaknya monster]


“Apa kami benar tidak perlu membantunya?” kali ini Nancy yang bertanya pada sistem.


[Tuan benar-benar tidak membutuhkan bantuan, dan dia memiliki kemungkinan 95 persen dapat memenangkan pertempuran dengan keadaan mulus tanpa terluka]


Semua wanita mengangguk mendengarnya, dan pada akhirnya mereka hanya menjadi penonton apa yang sedang dilakukan oleh Noah.


Di tengah pertarungannya, Noah tau jika saat ini seluruh kekasihnya menjadi penonton apa yang sedang dia lakukan, dan dia senang dengan keputusan mereka, dikarenakan dia bisa bersenang-senang, melawan seluruh monster yang datang menyerangnya.


‘Benar-benar jumlah yang banyak, dan cukup kuat,’ batin Noah setelah melihat jumlah dan kekuatan monster yang menjadi lawannya.


Tak ada perasaan gentar saat dihadapkan pada banyaknya musuh yang datang, yang ada Noah sangat bersemangat dan ingin segera membunuh mereka semua.


Setelah beberapa waktu berlalu dan jumlah musuh telah banyak berkurang, Noah merasakan adanya sosok kuat yang datang mendekat, dan buru-buru dia melompat mundur menghindar dari serangan cepat yang mengincarnya.


“Aku tidak menyangka jika ada manusia yang begitu kuat di Dunia ini,” kata sosok yang baru saja datang.


Noah tersenyum tipis menanggapi perkataan sosok yang baru datang dan langsung menyerangnya.


“Ternyata ada juga manusia, yang sebagian tubuhnya adalah monster!”