
Jenderal besar menemui Presiden setel dia dengan sengaja menghindari Jacob yang sebelumnya berusaha menghubunginya.
Dia belum tahu konsekuensi seperti apa yang setelah ini akan didapatkannya, setelah dengan sengaja menghindari Jacob. Apa yang terjadi di lapangan, saat ini dia belum mengetahuinya. Begitu tahu apa yang saat ini terjadi di lapangan, dia pasti akan menyesali perbuatannya mengabaikan Jacob.
Ditemani asistennya, di tengah malam yang seharusnya dia gunakan untuk istirahat, Jenderal besar harus memenuhi panggilan Presiden, yang terasa sangat mendesak.
Sampai di ruang kerja Presiden, dimana di dalam ruangan itu juga terdapat sosok Menteri Pertahanan, dan juga sosok Menteri Badan Usaha Milik Negara, Jenderal besar dan asistennya segera menempati tempat duduk yang tersedia untuknya.
Wajah semua orang nampak serius, kecuali Jenderal besar dan asistennya, yang belum tahu apa-apa.
“Kalian semua aku kumpulkan malam-malam seperti ini, karena baru saja aku mendengar kabar jika NIL Company memutuskan seluruh hubungan dengan pemerintah, selain itu aku juga mendengar kabar hancurnya pabrik senjata beserta musnahnya seluruh senjata di dalam gudang, yang mana pabrik senjata dan gudang senjata merupakan hasil kerjasama antara pemerintah dan NIL Company.”
“Ada yang bisa menjelaskan padaku bagaimana semua ini bisa terjadi di waktu bersamaan? Apa hancurnya pabrik senjata, dan musnahnya seluruh senjata berhubungan dengan NIL Company yang secara tiba-tiba memutuskan hubungan dengan pemerintah?”
Baru juga menjabat sebagai Presiden baru belum genap satu minggu, tapi masalah yang begitu besar telah menghampirinya.
Sebelumnya dia sangat senang karena akan segera menuai hasil dari kerja keras kakaknya, yang berhasil membuat pemerintah menjalin kerjasama dengan NIL Company, yang memberi banyak keuntungan pada pendapatan negara IDN.
Bahkan kerjasama dengan NIL Company juga membuat negara IDN bakalan memiliki tentara dan polisi khusus, dengan kekuatan luar biasa, setara dengan monster yang keluar dari dalam portal.
Namun, baru juga hari ini tentara khusus mulai turun ke lapangan, hal buruk terjadi pada hubungan antara pemerintah dan NIL Company, bahkan perusahaan serta senjata hasil kerjasama antara kedua belah pihak telah musnah tak bersisa.
Suasana di dalam ruang kerja Presiden mendadak hening, dan semakin hening saat salah satu pengawal Presiden menyampaikan kabar buruk pada semua orang, yang berada di ruang kerja Presiden.
Kabar buruk itu adalah kabar kematian ratusan tentara khusus, dan komandan yang menjadi pemimpin mereka. Lalu, ditemukan sebuah pesan, yang ditempelkan pada pakaian sang komandan.
Bunyi pesan itu adalah, “Nyawa mereka adalah balasan atas apa yang mereka lakukan pada orang-orangku, dan juga bayaran atas kelancangan mereka datang ke tempat yang tak seharusnya mereka datangi!”
Setelah mendengar pesan yang dibacakan salah satu pengawal Presiden, Jenderal besar segera bertanya, “Katakan padaku, dimana lokasi mereka yang ditemukan sudah menjadi mayat, serta pesan yang kau bacakan?”
“Jenderal besar, mayat mereka dan pesan ini ditemukan di lokasi tak jauh dari pantai, atau bisa dikatakan tempat itu berada di pesisir pantai utara.”
Kedua mata Jenderal besar membulat sempurna, setelah mendengar lokasi ditemukannya mayat tentara khusus dan komandan yang memimpin mereka.
“I-Itu, siapa yang mengizinkan mereka pergi ke wilayah pesisir? Bukannya aku sudah mengatakan jika wilayah pesisir pantai utara merupakan tempat orang-orang dari NIL Company menguji persenjataan mereka, ini kenapa mereka bisa pergi ke tempat itu tanpa sepengetahuanku?”
Jenderal besar menatap bergantian orang-orang di ruang kerja Presiden.
“Soal itu, aku yang memperbolehkan mereka pergi kemanapun, asalkan di tempat itu muncul portal dan monster!” jawab Presiden dengan santainya, dan dia sama sekali tak nampak menyesali keputusannya.
Jenderal besar ingin rasanya meledakkan kepala Presiden, yang menurutnya sangat bodoh, karena tidak mendengar larangan keras darinya.
“Jika kalian pintar, kalian pasti tahu siapa yang membunuh seluruh tentara khusus dan komandannya, serta kenapa tiba-tiba NIL Company memutuskan seluruh hubungan dengan pemerintah, bahkan mereka begitu cepat menghancurkan hasil kerjasama kedua belah pihak! Kalian juga jangan lupa kalau tentara khusus dan polisi khusus merupakan hasil dari kerjasama antara pemerintah dan NIL Company, dan aku yakin sebentar lagi hal buruk akan terjadi pada tentara khusus dan polisi khusus!”
Jenderal besar sangat yakin dengan semua yang dikatakannya.
“Jenderal besar, apa kamu sangat takut dengan NIL Company?” tanya Presiden.
“Jujur, aku takut dengan mereka, dan asal kalian semua tau, mereka tak sesederhana, seperti yang selama ini terlihat!” balas Jenderal Besar.
“Cih, apa juga yang harus ditakuti dari mereka? NIL Company secara terang-terangan berani membunuh banyak tentara khusus beserta komandannya, itu semua bisa dikatakan sebagai pemberontakan, dan aku perintahkan pada Jenderal besar untuk menangkap semua orang yang berhubungan dengan NIL Company! Secepatnya mereka harus ditangkap, dan sita semua aset yang berhubungan dengan NIL Company, lalu semua itu akan menjadi milik negara ini!”
Ya, dia berencana menguasai aset NIL Company untuk dirinya, bukan untuk negara yang dipimpinnya. Setelah berhasil menguasai seluruh aset NIL Company, dia akan mengundurkan diri dari posisi Presiden, dan bersenang-senang dengan seluruh aset NIL Company yang jatuh ke tangannya.
“Maaf Tuan Presiden, aku bukan pagi Jenderal besar, karena malam ini juga aku mengundurkan diri dari posisi ini!” Jenderal besar menyuruh asistennya menyerahkan surat pengunduran diri, yang sebelumnya sudah dia siapkan.
Dia bukanlah orang bodoh yang ingin berurusan dengan orang-orang NIL Company.
Daripada membahayakan dirinya dan keluarganya, dia merasa lebih baik jika sesegera mungkin mengundurkan diri dari posisinya sebagai Jenderal besar negara IDN.
“Kenapa kau tiba-tiba ingin mengundurkan diri? Apa kau ingin menjadi pemberontak seperti orang-orang NIL Company?” tanya Presiden dengan suara lantang.
“Aku tidak memiliki keinginan memberontak, dan tidak ada bukti yang menyatakan aku ingin memberontak! Berurusan dengan NIL Company, aku tidak mungkin melakukannya, dan lebih baik aku serahkan posisiku pada orang lain!” balas Jenderal besar, yang sebentar lagi akan kehilangan posisinya.
“Keputusan yang sangat bijak!” kata sosok asing, yang tiba-tiba muncul di ruang kerja Presiden, dan dia tidak sendirian, melainkan dia datang didampingi dua orang, yang berada di belakangnya.
“Siapa kalian, dan bagaimana kalian bisa masuk?” tanya Presiden, yang tidak mengenali tiga sosok asing yang secara tiba-tiba berada di dalam ruang kerjanya.
Jenderal besar yang mengenal jelas siapa tiga sosok yang tiba-tiba muncul di ruang kerja Presiden, dia hanya diam, begitu juga dengan asistennya.
Sementara itu, salah satu sosok yang mendengar pertanyaan Presiden, dia terkekeh pelab, lalu dia bicara, “Seharusnya sebentar lagi kita menjadi keluarga, tapi karena kamu menuduh NIL Company sebagai pemberontak, aku selaku pemilik NIL Company dan juga calon kakak iparmu, terpaksa aku harus melenyapkanmu, dan siapapun yang berani memberi perlindungan padamu!”
Sosok asing yang baru berbicara adalah Noah, sementara dua orang lainnya adalah Jacob dan juga Hans.
Jenderal besar yang sudah berkali-kali bertemu Noah, Jacob, maupun Hans saat dirinya mewakili pihak pemerintah menjalin hubungan baik dengan NIL Company, tentu dia mengensli ketiganya, begitu juga dengan Menteri Pertahanan, dan juga Menteri Badan Usaha Milik Negara.
Hanya Presiden saat ini yang belum mengenali Noah, Jacob, serta Hans, yang merupakan para petinggi NIL Company.
Presiden saat ini hanyalah orang yang fokus pada politik dan keuntungannya sendiri, jadi dia tidak banyak mengenal orang-orang penting, yang berhubungan dengan negara IDN, termasuk Noah, sang pemilik NIL Company.
Kini setelah mendengar apa yang dikatakan Noah, sang Presiden tahu jika saat ini dia sedang berhadap-hadapan dengan pemilik NIL Company.
Berhadap-hadapan dengan sosok yang dari auranya saja sudah membuatnya terintimidasi, Presiden hanya bisa duduk diam di tempatnya.
Bahkan lidahnya terasa kaku, dan dia sama sekali tidak bisa mengatakan apapun pada Noah.
“Kau adalah orang yang mengizinkan tentara khusus pergi ke sembarangan tempat, dan karena perbuatan mereka, dua orang yang sangat aku sayangi terluka!”
“Selain memusnahkan keberadaan orang sepertimu, malam ini aku juga akan memusnahkan seluruh tentara dan polisi khusus, karena mereka tidak layak mendapatkan manfaat dari kirim payah NIL Company!” kata Noah tegas, dan detik berikutnya sosoknya menghilang, begitu juga dengan Jacob dan Hans.
Namun, segera mereka yang berada di ruang kerja Presiden dibuat terkejut, begitu melihat sosok Presiden sudah tidak lagi berada di tempatnya.
“Nasi sudah menjadi bubur, dan dia harus menanggung perbuatannya!” kata Jenderal besar lalu dia pergi begitu saja, sama sekali tidak peduli dengan nasib dang Presiden.
Hal yang sama juga dilakukan kedua Menteri, yang jelas-jelas lebih menyukai sosok Anggun, sekalipun dia seorang wanita, dibandingkan Presiden saat ini, yang begitu datang sudah membuat masalah besar untuk negara IDN.
......................
Bersambung.